Kategori: Uncategorized

  • Satlantas Polres Jember Tingkatkan kepedulian Dalam Pelayanan Humanis Lewat Program Polantas Menyapa

    Satlantas Polres Jember Tingkatkan kepedulian Dalam Pelayanan Humanis Lewat Program Polantas Menyapa

    JEMBER, antv7 06/02/2026Satuan Lalu Lintas Polres Jember meluncurkan program inovatif bertajuk Polantas Menyapa di Kantor Samsat Jember, Selasa (03/02/2026).

     

    Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat komunikasi langsung antara petugas kepolisian dan masyarakat.

     

    Program Polantas Menyapa dirancang sebagai upaya menghadirkan pelayanan lalu lintas yang lebih humanis, transparan, dan responsif. Melalui kegiatan ini, petugas Polantas hadir secara langsung di area pelayanan Samsat untuk memberikan pendampingan, edukasi, serta membantu warga yang mengalami kendala dalam pengurusan administrasi kendaraan bermotor.

     

    Kasat Lantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarmata menjelaskan bahwa Polantas Menyapa merupakan implementasi dari konsep Polri Presisi yang menekankan aspek prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan dalam setiap layanan lalu lintas.

     

    “Program tersebut menggandeng Duta Pelayanan Samsat untuk memberikan edukasi serta pendampingan bagi warga yang membutuhkan bantuan administrasi,” ucap AKP Bernadus Bagas Simarmata.

     

    Menurutnya, program ini dihadirkan untuk mendekatkan Polantas dengan masyarakat. Petugas tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi juga memberikan edukasi serta solusi atas berbagai kendala administrasi yang kerap dihadapi warga di Samsat.

     

    “Selain memberikan arahan terkait alur pelayanan, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi mengenai biaya resmi, prosedur standar (SOP), serta mekanisme registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Transparansi ini diharapkan mampu menekan potensi kesalahpahaman yang selama ini kerap terjadi,” ungkapnya.

     

    AKP Bernadus Bagas Simarmata menegaskan bahwa seluruh layanan di lingkungan Samsat Jember diupayakan berjalan secara humanis, transparan, dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat terus meningkat.

     

    “Kami ingin seluruh layanan berjalan secara humanis, transparan, dan akuntabel. Ketika masyarakat memahami prosedurnya dengan baik, rasa percaya dan kenyamanan akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

     

    Program Polantas Menyapa juga membuka ruang dialog dua arah antara petugas dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun saran secara langsung, sehingga Polantas diharapkan tampil lebih empatik, ramah, dan solutif dalam memberikan pelayanan.

     

    Tidak hanya menyentuh aspek administratif, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. Edukasi keselamatan diberikan secara persuasif agar masyarakat memahami pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama.

     

    “Program ini adalah bentuk nyata penerapan semangat Presisi di Polres Jember. Kami ingin Polantas hadir sebagai mitra dan sahabat masyarakat dalam setiap urusan lalu lintas,” pungkasnya

    ( erman)

  • Sidang Kedua LPK-RI vs PT. Mizuho Leasing Indonesia, OJK Regional Kembali Mangkir dari Panggilan Pengadilan Negri Surabaya 

    Sidang Kedua LPK-RI vs PT. Mizuho Leasing Indonesia, OJK Regional Kembali Mangkir dari Panggilan Pengadilan Negri Surabaya 

    Surabaya 5 Februari 2026—Sidang kedua perkara gugatan Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) terhadap PT. Mizuho Leasing Indonesia, dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional sebagai Turut Tergugat, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Namun sangat disayangkan, OJK Regional kembali tidak menghadiri persidangan, meskipun telah dua kali dipanggil secara resmi dan patut oleh Pengadilan.

     

    Perwakilan LPK-RI Victor Darmawan menilai sikap OJK Regional yang kembali mangkir dari persidangan merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum, sekaligus tamparan terhadap prinsip equality before the law, di mana seharusnya tidak ada satu pun pihak—termasuk lembaga negara—yang kebal dari proses peradilan.

    “Ketika konsumen diwajibkan patuh hukum, tetapi lembaga pengawas justru mangkir dari panggilan pengadilan, maka publik patut mempertanyakan: di mana negara hadir untuk rakyat?” tegas victor

     

    Ketidakhadiran OJK Regional ini memperpanjang daftar mangkirnya institusi negara yang seharusnya hadir sebagai pengawas sektor jasa keuangan dan pihak yang turut dimintai pertanggungjawaban dalam perkara perlindungan konsumen.

    Victor Darmawan perwakilan LPK-RI Soroti Sikap Tidak Kooperatif OJK.

     

    Victor menilai ketidakhadiran OJK Regional dalam dua agenda persidangan berturut-turut menunjukkan sikap tidak kooperatif terhadap proses penegakan hukum, sekaligus mencederai prinsip akuntabilitas dan transparansi lembaga negara di hadapan publik.

     

    Dirinya menyampaikan OJK adalah lembaga negara yang dibentuk untuk melindungi kepentingan konsumen jasa keuangan. Ketidakhadiran OJK dalam persidangan ini justru menimbulkan pertanyaan besar terkait komitmen OJK dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan konsumen,” tegas Victor darmawan perwakilan LPK-RI usai sidang.

     

    Senada dengan hal tersebut Endras david ketua Dpc LPK-RI Kediri menegaskan Hukum Gugatan

    LPK-RI mengajukan gugatan berdasarkan Pasal 46 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang memberikan hak kepada lembaga perlindungan konsumen untuk mengajukan gugatan demi kepentingan konsumen.

    Selain itu, keberadaan OJK sebagai Turut Tergugat berkaitan langsung dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, yang secara tegas mengamanatkan OJK untuk:

    Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat

    Melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan

    Konsekuensi Hukum

    Dengan kembali mangkirnya OJK Regional, majelis hakim memiliki kewenangan untuk:

    Menilai sikap tidak hadir sebagai bentuk pengabaian proses peradilan

    Melanjutkan perkara sesuai hukum acara perdata

    Menjadikan ketidakhadiran tersebut sebagai pertimbangan dalam putusan

    LPK-RI menegaskan akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas, demi kepastian hukum dan perlindungan hak-hak konsumen yang dirugikan.

     

    Desakan juga disampaikan ketua LPK-RI Surabaya Ahmad Nizar dan Adib Wildan juga mendesak

    OJK Pusat untuk mengevaluasi kinerja OJK Regional

    Negara hadir dalam menjamin perlindungan konsumen

    Transparansi dan akuntabilitas lembaga pengawas jasa keuangan

    Sidang selanjutnya dijadwalkan pada tgl 12 Februari 2026 di PN surabaya.

  • LOP Mini AFC Palembang Berlangsung Sukses, Perkuat Fondasi Menuju Kota Salmon Berikutnya

    LOP Mini AFC Palembang Berlangsung Sukses, Perkuat Fondasi Menuju Kota Salmon Berikutnya

    Palembang – Asayama Family Club (AFC) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dan memperkuat jaringan di Indonesia melalui kegiatan LOP Mini AFC Palembang yang diselenggarakan di bawah koordinasi Bapak Marlian Supriadi dan Ibu Yeni Kawi. Kegiatan ini berlangsung sukses dan penuh antusiasme, dengan dihadiri sekitar 25 peserta, yang mayoritas merupakan peserta baru.

     

    LOP Mini ini menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi tim AFC yang lebih solid di Kota Palembang. Acara dikemas dalam format talk show dan sesi tanya jawab interaktif, di mana Dr. Luigi memaparkan secara komprehensif mengenai profil perusahaan AFC, keunggulan produk, serta marketing plan, yang kemudian diperkuat oleh penjelasan dari Bapak Marlian Supriadi.

     

    Kota Palembang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan AFC. Namun hingga saat ini, belum terbentuk tim yang kuat dan berprestasi secara maksimal. Melalui kegiatan ini, AFC optimistis bahwa dengan pertumbuhan anggota baru yang berkualitas, Palembang dapat berkembang menjadi Kota Salmon berikutnya, sejalan dengan arahan General Manager AFC, Bapak Nicholas Rampisela.

     

    Sebagai bagian dari strategi pengembangan, AFC Palembang akan terus menggelar kegiatan edukasi dan silaturahmi secara berkelanjutan, mulai dari LOP Mini hingga acara berskala lebih besar seperti LOP dan Grand LOP, guna memberikan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai Asayama Family Club (AFC) dari Jepang kepada masyarakat luas.

     

    Acara ini semakin bermakna dengan hadirnya kesaksian para member yang membagikan pengalaman dan motivasi mereka. Ibu Yeni Kawi, salah satu pemilik Pempek Suwandi Palembang, menyampaikan pengalamannya berkunjung ke puluhan negara serta pandangannya bahwa AFC tidak hanya memberikan peluang bisnis, tetapi juga kebebasan finansial dan kebebasan waktu.

     

    Selain itu, Bapak Haji Suhardi Zen, pensiunan PT Pupuk Sriwijaya, mengungkapkan keinginannya untuk membangun bisnis berkelanjutan pasca-pensiun. Bapak Alvin, karyawan salah satu dealer mobil besar di Palembang, turut memberikan motivasi kepada peserta untuk berani mengambil peluang baru bersama AFC. Sementara itu, Bapak Genta, sebagai member baru, menyampaikan alasannya bergabung karena melihat AFC sebagai bisnis yang memiliki prospek jangka panjang dalam membangun masa depan yang lebih baik.

     

    Menjelang penutupan acara, Bapak Marlian Supriadi menyampaikan visi dan misi pengembangan tim AFC Palembang, serta memberikan apresiasi berupa hadiah kepada peserta yang aktif. Kegiatan ditutup dengan makan malam bersama, yang menjadi ajang silaturahmi antar leader dan member AFC Palembang, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

     

    Dr. Luigi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan AFC di Palembang, baik melalui kegiatan berskala kecil maupun besar. Harapannya, Palembang dapat segera tumbuh menjadi salah satu kota unggulan AFC di Indonesia dan melahirkan tim yang solid, berprestasi, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

     

    ( erman)

  • Bedah Buku “Alter Ego Listyo Sigit Presisi”, Prof. Hermawan Paparkan Dinamika Kebijakan Kapolri di Tengah Reformasi Polri

    Bedah Buku “Alter Ego Listyo Sigit Presisi”, Prof. Hermawan Paparkan Dinamika Kebijakan Kapolri di Tengah Reformasi Polri

    Jakarta — Bedah Buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan yang digelar di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Rabu (4/2/2026), menjadi ruang dialog akademik terkait dinamika reformasi Polri dan kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

     

    Penulis buku, Prof. Hermawan Sulistyo menegaskan bahwa buku tersebut berangkat dari kebutuhan untuk meluruskan persepsi publik yang keliru terkait sejumlah kebijakan Kapolri, termasuk anggapan adanya insubordinasi terhadap Presiden.

     

    “Ada mispersepsi bahwa semua ini seolah diorkestrasi dan Kapolri dianggap membangkang Presiden. Itu keliru. Tim Reformasi Polri sudah dibentuk jauh sebelum ada keputusan pemerintah. Polri bagian dari pemerintah,” kata Prof. Hermawan.

     

    Menurutnya, buku tersebut juga mengulas keputusan strategis dan taktis Kapolri dalam situasi sulit, khususnya dalam penanganan kasus besar yang berdampak pada institusi.

     

    “Bagaimana seorang Kapolri harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan institusi, itu tidak mudah. Buku ini tidak untuk memuji, tapi untuk mendudukkan keputusannya secara proporsional,” jelasnya.

     

    Prof. Hermawan juga menilai, ketegasan Kapolri yang terlihat dalam forum-forum resmi kerap disalahartikan sebagai sikap membangkang.

     

    “Kapolri juga bisa tegas. Ketegasan itu bukan pembangkangan. Pembangkangan baru terjadi jika Presiden sudah memutuskan A, lalu Kapolri mengatakan B,” tegasnya.

     

    Sementara itu, mantan Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menekankan pentingnya pemahaman konteks demokrasi dalam melihat posisi Polri sebagai polisi sipil.

     

    “Polisi adalah polisi sipil dalam negara demokrasi. Polisi demokratis menjalankan supremasi hukum, menjamin hak asasi manusia, serta bekerja secara transparan dan akuntabel,” ujar Komjen Pol. Chryshnanda.

     

    Ia menambahkan, reformasi Polri merupakan proses berkelanjutan yang harus ditempatkan dalam kerangka dialog demokratis.

     

    “Kalau kita negara demokrasi, berarti ada ruang dialog dan diskusi. Peganglah demokrasi itu dengan baik dan benar,” pungkasnya.

    ( erman)

  • Polres Jember Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pakis

    Polres Jember Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pakis

    JEMBER – Kepedulian Polres Jember Polda Jatim terhadap warga terdampak bencana kembali diwujudkan melalui kegiatan bhakti sosial.

     

    Bantuan sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Dusun Pertelon RT 7 RW 2, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember pada Selasa (3/2/2026).

     

    Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor Desa Pakis dan diberikan langsung oleh Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan kepada warga yang terdampak banjir.

     

    Bantuan yang disalurkan meliputi telur ayam minyak goreng, teh, mie instan, gula pasir, beras, serta kopi bubuk.

     

    Lebih kurang 40 warga menerima bantuan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok pascabanjir.

     

    Sebelumnya, Wakapolres Jember juga turun langsung ke lapangan saat banjir melanda Desa Pakis untuk mengecek kondisi warga dan dampak yang ditimbulkan.

     

    Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

     

    “Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah,” ungkapnya.

     

    Kompol Fery berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak banjir

     

    Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera berkoordinasi dengan aparat setempat apabila membutuhkan bantuan.

     

    Warga penerima bantuan tampak antusias dan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan.

     

    Suasana penuh keakraban terlihat dalam kegiatan tersebut, mencerminkan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat.

     

    Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Polres Jember Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan saat bencana melanda.

    ( erman)

  • Tragedi Banjir Bandang Jember: Jenazah Mantan Sekdes Pakis Ditemukan di Muara Sungai Puger

    Tragedi Banjir Bandang Jember: Jenazah Mantan Sekdes Pakis Ditemukan di Muara Sungai Puger

    Tragedi Banjir Bandang Jember: Jenazah Mantan Sekdes Pakis Ditemukan di Muara Sungai Puger

     

    JEMBER – Upaya pencarian terhadap korban banjir bandang di Kecamatan Panti yang dilaporkan hilang sejak Senin malam akhirnya berakhir memilukan. Korban, yang diidentifikasi sebagai abdul wahid(45), seorang staf di Kantor Kecamatan Panti dan juga mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026).

     

    Jenazah korban ditemukan di wilayah selatan Jember, tepatnya di aliran Sungai Puger, setelah terbawa arus deras sejauh puluhan kilometer dari titik awal kejadian.

    Detik-Detik Musibah dan Sosok Korban

    Peristiwa naas tersebut terjadi pada Senin (2/2) sore hingga malam hari ketika hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur kawasan lereng Pegunungan Argopuro. Debit air sungai yang melintasi Kecamatan Panti dan Rambipuji meningkat drastis hingga meluap menjadi banjir bandang.

     

    Menurut keterangan rekan kerja dan pihak berwenang, korban yang merupakan staf Kecamatan Panti tersebut terseret arus saat banjir bandang menerjang wilayah Desa Pakis dan Kemiri. Sebagai mantan perangkat desa yang dikenal aktif, korban dilaporkan sempat berusaha membantu koordinasi penanganan awal sebelum akhirnya nahas terbawa air bah yang datang tiba-tiba.

     

    Proses Penemuan di Sungai Puger

    Setelah dilakukan penyisiran oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Jember, relawan, serta TNI-Polri sejak pagi hari, titik terang muncul pada Selasa siang. Warga di sekitar hilir sungai di Kecamatan Puger melaporkan adanya sesosok jenazah yang terapung di area muara sungai/breakwater.

     

    “Korban ditemukan dalam posisi terbawa arus hingga ke muara. Tim segera mengevakuasi jenazah dan memastikan identitasnya melalui pakaian serta ciri-ciri fisik yang dikenali keluarga,” jelas salah satu petugas BPBD Jember. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak mengingat jarak antara Kecamatan Panti di lereng gunung dengan Kecamatan Puger di pesisir pantai sangat jauh.

     

    Dampak Luas Banjir Bandang

    Musibah ini membangkitkan ingatan kelam tragedi 2006 di wilayah yang sama. Data sementara dari otoritas terkait menunjukkan dampak yang cukup signifikan:

    Kerusakan Rumah: Puluhan rumah di Desa Pakis, Desa Serut, dan Desa Kemiri dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga terendam lumpur setinggi satu meter.

    Pengungsian: Sekitar 30 warga diungsikan ke titik aman karena kekhawatiran akan adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam.

     

    Akses Terputus: Material kayu dan bebatuan besar yang dibawa air bah sempat memutus akses jalan antar dusun di wilayah Panti Utara.

    Langkah Penanganan Pemerintah

    Bupati Jember dan jajaran terkait telah menginstruksikan percepatan pembersihan material banjir serta penyaluran bantuan logistik. BPBD Jember mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada selama puncak musim hujan ini.

     

    Jenazah almarhum abdul wahid (45)saat ini telah disemayamkan di rumah duka setelah sebelumnya dibawa ke puskesmas/rumah sakit untuk proses pembersihan. Kepergian sosok mantan Sekdes yang berdedikasi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Pakis dan rekan-rekan di Kecamatan Panti.

    ( laili)

  • Sinergi Bisnis dan Spiritual: Komunitas Perseban Jember Gelar Pertemuan Rutin di Ajung untuk Perkuat Pasar Ban Lokal

    Sinergi Bisnis dan Spiritual: Komunitas Perseban Jember Gelar Pertemuan Rutin di Ajung untuk Perkuat Pasar Ban Lokal

    JEMBER – Komunitas pengusaha dan praktisi ban di Kabupaten Jember yang tergabung dalam wadah Perseban (Persatuan Ban Jember) kembali menunjukkan eksistensinya melalui agenda rutin dua mingguan. Pada edisi kali ini, Minggu (02/02/2026), pertemuan dipusatkan di kediaman Bapak Saiful yang terletak di kawasan strategis Ajung, tepat di sekitar area Terminal Ajung, Jember.

     

    Kegiatan yang digelar setiap setengah bulan sekali ini bukan sekadar ajang kumpul biasa, melainkan menjadi ruang inkubasi bisnis bagi para anggotanya. Di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif, para anggota Perseban memanfaatkan momentum ini untuk saling melempar ide, berbagi data mengenai tren pasaran di lapangan, hingga mendiskusikan tantangan stok dan harga ban di tingkat regional.

     

    “Pertemuan ini sangat krusial bagi kami untuk tetap update dengan kondisi pasar. Di sini kami saling mengisi, yang senior membimbing yang muda, agar persaingan bisnis di lapangan tetap sehat dan saling menguntungkan,” ungkap salah satu pengurus di lokasi kegiatan.

    Keseimbangan Bisnis dan Doa

    Uniknya, Perseban tetap menjaga tradisi lokal yang kental dengan nilai spiritual. Di sela-sela pembahasan strategi bisnis yang kompetitif, acara selalu dibuka dengan khidmat melalui pembacaan Surat Yasin dan Tahlil.

     

    Bagi komunitas ini, menyertakan unsur religius dalam setiap pertemuan adalah kunci utama keberlanjutan usaha. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut ditujukan untuk mengharap barakah (keberkahan) dari Al-Qur’anul Karim. Para anggota meyakini bahwa keberhasilan finansial harus berjalan beriringan dengan keselamatan dan ketenangan batin.

     

    “Kami berkumpul tidak hanya mengejar duniawi. Dengan tahlilan dan yasinan ini, kami berdoa agar seluruh keluarga besar Perseban diberikan keselamatan dalam bekerja, dijauhkan dari marabahaya, dan yang terpenting adalah segala urusan pekerjaan dipermudah oleh Allah SWT,” tambah Bapak Saiful selaku tuan rumah.

     

    Solidaritas Tanpa Batas

    Terminal Ajung yang menjadi saksi bisu pertemuan tersebut terlihat dipenuhi oleh kendaraan anggota yang datang dari berbagai pelosok Jember. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu menjadikan Perseban sebagai salah satu komunitas otomotif-bisnis yang paling solid di Jawa Timur.

     

    Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, mempertegas bahwa di dalam Perseban, kompetitor di lapangan adalah saudara di meja pertemuan. Dengan rutinnya agenda ini, Perseban optimis pasar ban di Jember akan terus tumbuh positif dengan pondasi kekeluargaan yang kuat.

    ( laili)

  • Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

    Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

    Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan bahwa narasi yang berkembang belakangan mengenai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian bukan hanya tidak tepat, tetapi berpotensi melemahkan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang otoritas tertinggi institusi kepolisian nasional.

     

    Menurut Habiburokhman, narasi tersebut tampaknya sengaja digelorakan oleh pihak-pihak yang pernah berseberangan secara politik dengan Presiden Prabowo, dengan tujuan untuk mereduksi peran dan pengaruh presiden dalam mengendalikan kebijakan strategis penegakan hukum dan keamanan.

     

    “Kemungkinan besar narasi Polri di bawah kementerian merupakan narasi yang sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo dan juga negara Indonesia,” tegas Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

     

    Habiburokhman menjelaskan bahwa jika institusi Polri tidak berada langsung di bawah Presiden, maka efektivitas pelaksanaan kebijakan dan komando institusi akan berkurang dan menghambat koordinasi strategis.

     

    Lebih jauh, ia menegaskan bahwa posisi Polri langsung di bawah Presiden bukanlah sekadar pilihan administrasi, tetapi sebuah amanat reformasi yang tertuang dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Hal ini merupakan hasil evaluasi terhadap pengalaman masa lalu ketika kepolisian diposisikan hanya sebagai aparatur represif kekuasaan.

     

    Habiburokhman menekankan bahwa narasi perubahan struktur tersebut adalah narasi yang ahistoris, sesat, dan tidak relevan dengan solusi substansial yang dibutuhkan institusi Polri maupun masyarakat. Menurutnya, persoalan yang sering dikritisi masyarakat lebih kepada kultur oknum tertentu yang melakukan pelanggaran, namun penyelesaiannya tidak cukup hanya mengubah posisi institusional.

     

    Siaran pers ini disampaikan guna memastikan publik memahami posisi strategis Polri dalam struktur pemerintahan Indonesia serta mendukung semangat Transformasi Polri yang konsisten dengan reformasi dan pelayanan kepada masyarakat.

    ( red)

  • Bupati Jember Gus Fawait Bentuk Dua Satgas Prioritas: Penataan Ruang dan Penanggulangan Kemiskinan

    Bupati Jember Gus Fawait Bentuk Dua Satgas Prioritas: Penataan Ruang dan Penanggulangan Kemiskinan

    Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmennya dalam penataan tata ruang dan percepatan penanggulangan kemiskinan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur dan Tata Ruang serta Satgas Penanganan Kemiskinan.

     

    Penertiban Bangunan di Bantaran Sungai

    Dalam penjelasannya, Gus Fawait menyoroti masih adanya pembangunan perumahan di kawasan bantaran sungai yang melanggar aturan tata ruang dan berisiko tinggi terhadap banjir.

     

    Menurutnya, banjir yang terjadi di sejumlah perumahan bukan semata-mata kesalahan faktor alam, melainkan akibat pembangunan yang tidak sesuai tata ruang.

     

    > “Kalau rumah dibangun di bantaran sungai, mau ditangani seperti apa pun tetap akan berisiko banjir saat debit air tinggi. Solusi satu-satunya adalah relokasi ke tempat yang sesuai tata ruang,” tegas Gus Fawait.

     

    Ia menambahkan, Pemkab Jember akan meminta pengembang bertanggung jawab dan tidak segan mengambil langkah hukum jika ditemukan pelanggaran.

     

    > “Indonesia adalah negara hukum. Tidak boleh ada masyarakat dirugikan akibat pelanggaran tata ruang,” ujarnya.

     

    Untuk itu, Pemkab membentuk Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang yang diketuai Kepala Bappeda dengan melibatkan Dinas PU, Dinas Bina Marga, serta perangkat daerah terkait. Satgas ini bertugas mengevaluasi persoalan tata ruang, mencegah pelanggaran, dan merumuskan solusi banjir. Laporan kinerja akan disampaikan setiap tiga minggu kepada Bupati dan secara berkala kepada masyarakat.

     

    Fokus Penanganan Kemiskinan

    Selain penataan ruang, Gus Fawait menegaskan bahwa kemiskinan menjadi perhatian utama pemerintahannya. Ia menyebut Kabupaten Jember masih termasuk daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur, termasuk kemiskinan ekstrem.

     

    > “Ini tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Harus ada langkah luar biasa dan kerja bersama lintas sektor,” kata Gus Fawait.

     

    Karena itu, dibentuk Satgas Penanganan Kemiskinan yang diketuai Kepala Dinas Sosial, dengan dukungan Dinas Kesehatan dan perangkat daerah lainnya. Program ini diintegrasikan dengan percepatan penurunan stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).

     

    Dukungan Program Nasional dan Dampak Ekonomi

    Pemkab Jember juga mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Jember diproyeksikan menjadi salah satu daerah dengan dapur MBG terbanyak.

     

    Gus Fawait memperkirakan perputaran ekonomi dari program ini dapat mencapai sekitar Rp4 triliun per tahun di Jember.

     

    > “Ini peluang besar. Kalau bahan pangan dipasok dari produk lokal Jember, maka dampaknya langsung terasa bagi petani, UMKM, dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

     

    Layanan Kesehatan dan Pendataan Bantuan

    Pemkab Jember juga akan meluncurkan program home care, yakni layanan kesehatan yang menjangkau langsung rumah warga kurang mampu dan kelompok rentan.

     

    Selain itu, satgas akan memastikan validitas data penerima bantuan sosial, khususnya pada kelompok desil terbawah, agar bantuan tepat sasaran.

     

    Satgas Hingga Tingkat Desa

    Satgas dibentuk hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dengan melibatkan camat, kepala desa, serta kolaborasi TNI–Polri. Evaluasi dilakukan mingguan dan dilaporkan langsung kepada Bupati.

     

    Sebagai bentuk transparansi, Pemkab Jember berkomitmen menyampaikan perkembangan kinerja secara rutin kepada media dan masyarakat.

     

    > “Kami terbuka. Masyarakat berhak tahu apa yang kami kerjakan. Media adalah mitra demokrasi untuk menyampaikan itu,” pungkas Gus Fawait.

    ( erman)

  • Langkah Nyata Menuju Besar: LOP Jambi Buka Jalan Salmon City Berikutnya

    Langkah Nyata Menuju Besar: LOP Jambi Buka Jalan Salmon City Berikutnya

    Jambi — Acara LOP Jambi berlangsung dengan sangat sukses dan luar biasa, bertempat di Hotel Sang Ratu, Kota Jambi, dengan total kehadiran sekitar 240 peserta. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap edukasi kesehatan dan peluang ekonomi bersama AFC.

     

    Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Jambi, tetapi juga dari berbagai daerah luar kota seperti Bungo, Muara Tebo, dan wilayah sekitarnya. Hal ini menjadi bukti bahwa Jambi mulai berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan AFC di wilayah Sumatera.

     

    LOP Jambi merupakan bagian dari acara serial yang akan terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Meskipun bulan berikutnya telah memasuki bulan suci Ramadan, acara tetap akan dilaksanakan dengan konsep yang disesuaikan, khususnya untuk memberikan edukasi mengenai cara berpuasa yang sehat dan tetap bugar bersama AFC.

     

    Kepanitiaan acara tetap dipimpin oleh Bapak Sulaiman sebagai ketua panitia, bersama seluruh tim yang bekerja dengan penuh kekompakan dan dedikasi. Salah satu momen yang paling berkesan adalah kehadiran dr. Salahuddin, yang merupakan Konsaimen AFC di Kota Jambi. Meski selama hampir satu tahun terakhir tidak terlalu aktif tampil di atas panggung, beliau tetap menunjukkan komitmennya terhadap AFC dengan naik ke panggung dan memberikan kesaksian, yang disambut antusias oleh seluruh peserta.

     

    Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah leader berprestasi, di antaranya Bapak Sulaiman yang telah meraih peringkat ToredA, Ibu Rita Marsaulina yang meraih peringkat ToredA sekaligus sebagai Mobile Stockist, serta Ibu Magdalena Masran yang juga telah mencapai peringkat ToredA dan beberapa peringkat lainnya. Kehadiran para leader ini menjadi motivasi besar bagi seluruh peserta yang hadir.

     

    Melihat perkembangan yang sangat positif, penyelenggara optimis bahwa Kota Jambi akan menjadi salah satu kota besar (salmon city) berikutnya. Target ke depan, acara LOP selanjutnya diharapkan mampu menghadirkan 300–400 peserta, dan setelah Idul Fitri ditargetkan bisa mencapai 500–600 peserta.

     

    Kesuksesan LOP Jambi menjadi bukti komitmen AFC, khususnya tim di bawah Dr. Luigi, untuk terus hadir di berbagai kota dalam rangka membantu para mitra mengembangkan bisnis AFC di daerah masing-masing. Setelah Jambi, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke Batam, Pangkalpinang, Palembang, serta ke wilayah Jawa Tengah bersama GM AFC, Bapak Nicholas Rampysella.

     

    Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada 30 Januari, AFC Jambi juga akan melaksanakan kegiatan AFC Peduli (AFC Care) dengan mengajak anak-anak yatim untuk berwisata ke kebun binatang dan makan bersama. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas suksesnya LOP Jambi sekaligus bentuk nyata kepedulian AFC kepada masyarakat.

     

    Di akhir acara, disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan tetap solid. Diharapkan ke depannya, Kota Jambi dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menggelar acara yang lebih besar, lebih sukses, dan lebih berdampak pada agenda berikutnya di bulan Februari atau awal Maret 2026.

    ( erman)