Kategori: Uncategorized

  • Petrokimia Gresik Resmikan Kampung Semangka, Dorong Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan

    Petrokimia Gresik Resmikan Kampung Semangka, Dorong Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan

    Jember | Petrokimia Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peresmian Kampung Semangka yang digelar secara meriah bersama warga dan pemerintah desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas Jember. Selasa (17/2/2026).

     

    Peresmian Kampung Semangka ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.

    Program tersebut difokuskan pada pengembangan budidaya semangka sebagai komoditas unggulan desa yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

    Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan pita dan panen simbolis buah semangka oleh perwakilan manajemen Petrokimia Gresik bersama kepala desa Mayangan Muspika kecamatan Gumukmas dan kelompok tani

     

    Perwakilan manajemen Petrokimia Gresik Aditya Wibowo Direktur dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kampung Semangka bukan sekadar program pertanian, melainkan bentuk sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa.

     

    Melalui pendampingan, bantuan sarana produksi, serta edukasi pertanian berkelanjutan, diharapkan petani mampu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk.

     

    “Kami ingin kehadiran perusahaan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kampung Semangka ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan hortikultura yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

     

    Sementara itu, Kepala Desa Mayangan H Sunyoto mengapresiasi dukungan Petrokimia Gresik yang dinilai mampu mendorong semangat petani untuk berinovasi.

     

    Menurutnya, program ini membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

    Dengan diresmikannya Kampung Semangka, masyarakat berharap program ini terus berkembang dan mampu memperluas akses pasar, sehingga hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.pungkasnya. ( laili)

  • Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Desa, DPMD Jember Perkuat Tata Kelola BUMDes dan BUMDesma serta Buka Akses Pembiayaan Berbunga Rendah

    Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Desa, DPMD Jember Perkuat Tata Kelola BUMDes dan BUMDesma serta Buka Akses Pembiayaan Berbunga Rendah

    JEMBER – Pemerintah Kabupaten  Jember melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi desa.

     

    Sekretaris DPMD Jember, Adif Candra, menjelaskan bahwa kebijakan Bupati Jember sejalan dengan visi dan misi peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat desa.

     

    Menurutnya, salah satu fokus utama saat ini adalah pembenahan sistem pelaporan dan tata kelola keuangan BUMDes dan BUMDesma agar lebih profesional dan akuntabel.

     

    “Ke depan kita lakukan pendampingan perbaikan sistem pelaporan keuangan mereka. Karena saat ini masih ada kendala di sistem pelaporan. Kalau sudah tertib administrasi, mereka bisa mengajukan bantuan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

     

    Akses Dana dari Pusat Investasi Pemerintah

    Adif mengungkapkan, pihaknya telah menghadirkan sosialisasi dari Pusat Investasi Pemerintah kepada para pengelola BUMDes dan BUMDesma di Jember.

     

    Dalam kegiatan tersebut, Pusat Investasi Pemerintah membuka peluang pembiayaan melalui skema pinjaman berbunga rendah yang dinilai lebih ringan dibandingkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

     

    “Ini memang pinjaman, tapi berbeda dengan KUR. Bunganya sangat rendah karena ini program pemerintah pusat yang memang dikhususkan untuk BUMDes dan BUMDesma,” jelasnya.

     

    Saat ini, dari ratusan BUMDes yang tersebar di Jember, baru beberapa yang mengajukan pembiayaan. DPMD terus mendorong desa-desa lainnya untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan usaha.

     

    Potensi Usaha Desa

    Adif menyebutkan, BUMDes di Jember telah mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari pengelolaan pasar desa, perdagangan, hingga sektor pariwisata.

     

    Ia berharap, dengan dukungan pembiayaan dan tata kelola yang lebih baik, BUMDes dan BUMDesma tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional.

     

    “Saya harap kepala desa bisa memanfaatkan peluang ini agar BUMDes bisa lebih maju, tidak hanya fokus di Jember saja, kalau bisa sampai level nasional,” tegasnya.

     

    DPMD Jember menilai optimalisasi pembiayaan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Meski demikian, besaran pinjaman tetap bergantung pada program usaha yang diajukan serta kelengkapan persyaratan yang telah ditetapkan.

    ( erman)

  • Ponpes Mahfilud Duror Jember Lebih Awal Mulai Ramadan 1447 H, Tarawih Digelar 16 Februari dan Puasa Dimulai 17 Februari 2026

    Ponpes Mahfilud Duror Jember Lebih Awal Mulai Ramadan 1447 H, Tarawih Digelar 16 Februari dan Puasa Dimulai 17 Februari 2026

    JEMBER – Pondok Pesantren  Mahfilud Duror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, memulai pelaksanaan Salat Tarawih pada Senin malam, 16 Februari 2026.

    Dengan dimulainya Tarawih tersebut, maka ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan pesantren dan jamaahnya akan dimulai pada Selasa, 17 Februari 2026.

    Pengasuh Ponpes Mahfilud Duror, KH Ali Wafa, membenarkan bahwa pelaksanaan awal Tarawih dan puasa telah ditentukan.

    “Benar. Di sini akan Salat Tarawih malam ini,” ujarnya saat dikonfirmasi.

    Ia menyebutkan, pelaksanaan Salat Tarawih dilakukan bersama banyak jamaah, baik santri maupun masyarakat sekitar. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah jamaah yang mengikuti ibadah tersebut.

    “Jumlahnya ya banyak. Angka pastinya saya tidak tahu berapa orang yang ikut,” katanya.

    Karena Tarawih telah digelar Senin malam, maka pada Selasa dini hari jamaah sudah mulai melaksanakan sahur dan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

    “Awal puasa hari Selasa. Jadi besok yang ikut Tarawih sudah puasa,” tambahnya.

    Secara turun-temurun, Ponpes Mahfilud Duror memang dikenal memulai puasa Ramadan lebih awal dibanding sebagian besar umat Islam di Indonesia.

    Sementara itu, penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di berbagai daerah di Indonesia pada Februari 2026 ini diprediksi berpotensi berbeda, tergantung pada metode penetapan yang digunakan masing-masing pihak.

    ( erman)

  • Harga Elpiji Subsidi 3 Kg di Jember Naik dari Rp18.500 Jadi Rp25.000, Warga Miskin Keluhkan Penjualan di Atas HET dan Minta Pengawasan Diperketat

    Harga Elpiji Subsidi 3 Kg di Jember Naik dari Rp18.500 Jadi Rp25.000, Warga Miskin Keluhkan Penjualan di Atas HET dan Minta Pengawasan Diperketat

     

    JEMBER, 16 Februari 2026 – Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Jember dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp18.500 per tabung, kini harga di tingkat pengecer mencapai Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung.

     

    Kenaikan tersebut dikeluhkan warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama program elpiji subsidi. Sejumlah warga mengaku keberatan karena harga yang dibayar sudah jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.

     

    “Biasanya beli Rp18.500, sekarang sudah Rp23 ribu, bahkan ada yang Rp25 ribu. Kami jelas keberatan karena ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu warga di Kecamatan Kaliwates.

     

    Tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan “gas melon” memang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Distribusinya berada di bawah pengawasan PT Pertamina (Persero) melalui agen dan pangkalan resmi.

     

    Sejumlah pengecer berdalih kenaikan harga dipicu oleh keterlambatan distribusi serta meningkatnya permintaan. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penyebab pasti lonjakan harga tersebut.

     

    Pemerintah Kabupaten Jember diharapkan segera melakukan pengawasan dan sidak ke lapangan guna memastikan distribusi berjalan normal dan harga tetap sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, aparat berwenang diminta menindak tegas pihak-pihak yang menjual di atas HET.

     

    Warga berharap harga elpiji subsidi dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

    ( red)

  • Ribuan Warga di 10 Kecamatan Terdampak, Pemkab Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat dan Percepat Pemulihan Pascabanjir

    Ribuan Warga di 10 Kecamatan Terdampak, Pemkab Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat dan Percepat Pemulihan Pascabanjir

    JEMBER – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan berdampak pada ribuan warga di 10 kecamatan. Pemerintah Kabupaten Jember resmi menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.

     

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir berdampak pada 7.445 kepala keluarga yang tersebar di 23 desa. Ratusan warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat luapan sungai yang merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.

     

    Wilayah terdampak antara lain Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, serta Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Kawasan tersebut berada di sepanjang daerah aliran Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo yang berhulu di Pegunungan Argopuro.

     

    Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat membersihkan rumah pascabanjir.

     

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa status tanggap darurat ditetapkan sejak 12 hingga 26 Februari 2026.

     

    “Status tanggap darurat kami tetapkan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya  Senin (16/2/2026).

     

    Pemkab Jember bergerak cepat melakukan evakuasi, mendirikan posko pengungsian, serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

     

    Selain penanganan darurat, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah pemulihan, termasuk perbaikan tanggul, normalisasi aliran sungai, penguatan sistem drainase, serta perbaikan infrastruktur yang rusak.

     

    Saat ini, kondisi banjir dilaporkan berangsur membaik. Air telah surut di sebagian besar wilayah terdampak dan warga mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan.

     

    Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Pemkab Jember mengimbau masyarakat tetap waspada. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

     

    Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menangani dampak darurat, tetapi juga memperkuat mitigasi dan membangun infrastruktur berkelanjutan guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

    ( red)

  • Pemuda Asal Silo Hilang Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Canga’an Jember

    Pemuda Asal Silo Hilang Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Canga’an Jember

    JEMBER, Musibah kecelakaan laut kembali terjadi di pesisir selatan Kabupaten Jember. Seorang pemuda bernama Faruk Febriansah (20), warga Kecamatan Silo, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat memancing di kawasan Pantai Canga’an, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu sore (15/2/2026).

     

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi ketika korban tengah memancing di atas bongkahan batu karang yang menjorok ke laut. Diduga korban terpeleset akibat permukaan karang yang licin serta hantaman ombak besar yang datang secara tiba-tiba.

     

    Saksi mata di lokasi menyebut, korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun kuatnya arus bawah laut khas pantai selatan serta deburan ombak yang tinggi membuat tubuh korban dengan cepat terseret ke tengah laut hingga hilang dari pandangan.

     

    Setelah menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim terdiri dari personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Satpolairud Polres Jember, BPBD Jember, serta sejumlah relawan setempat.

     

    Komandan tim evakuasi di lapangan menyampaikan bahwa pencarian dilakukan melalui dua metode, yakni penyisiran darat di sepanjang bibir pantai serta penyelaman di sekitar titik jatuhnya korban.

     

    “Kami menurunkan personel penyelam untuk mengecek celah-celah karang di bawah air, mengantisipasi kemungkinan korban tersangkut di antara bebatuan,” ujarnya.

     

    Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala teknis. Gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter dengan arus yang kuat dan tidak menentu. Kondisi ini menyulitkan tim untuk bergerak optimal, terutama di area karang terjal.

     

    Posko darurat telah didirikan di sekitar Pantai Canga’an guna memantau perkembangan situasi secara langsung dan mengoordinasikan operasi pencarian.

     

    Pihak otoritas melalui PPID Kabupaten Jember mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pantai selatan, khususnya di area rawan seperti tebing karang yang berbatasan langsung dengan laut lepas.

     

    Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban telah berada di lokasi untuk menunggu perkembangan proses pencarian. Tim SAR memastikan operasi akan terus dilakukan hingga batas waktu tanggap darurat berakhir atau hingga korban berhasil ditemukan.

    ( laili)

  • Kapolri Ajak GP Ansor-Banser Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Sukseskan Program Pemerintah

    Kapolri Ajak GP Ansor-Banser Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Sukseskan Program Pemerintah

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan dan pembekalan sekaligus membuka latihan instruktur dan kursus pelatih II GP Ansor, Banser dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.

     

    Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan soal penguatan sinergisitas dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga mengajak organisasi saya Nahdlatul Ulama (NU) itu untuk menyukseskan seluruh program pemerintah.

     

    “Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia kader NU, Banser, dan Ansor akan semakin meningkat untuk menjaga stabilitas kamtibmas, mendukung program pemerintah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Sigit di Lapangan Olahraga SPN Selopamioro, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (14/2/2026).

     

    Menurut Sigit, seluruh elemen bangsa harus bersatu padu di tengah keberagaman suku, budaya, agama. Hal itu, kata Sigit merupakan kekuatan utama Bangsa Indonesia.

     

    Apalagi, menurut Sigit, situasi global saat ini sedang tidak menentu dan berdampak kepada situasi dalam negeri. Sebabnya diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat seluruh anak bangsa.

     

    “Di tengah tekanan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih berada pada posisi stabil, hal tersebut tidak terlepas dari implementasi Misi Asta Cita serta berbagai kebijakan dan program Pemerintah lainnya,” ujar Sigit.

     

    “Saya menitipkan agar NU, Banser, Ansor agar terus beriringan bersama-sama Polri, meningkatkan sinergisitas, kebersamaan, dan kolaborasi agar semakin kuat,” tambah Sigit menekankan.

     

    Lebih dalam, Sigit menegaskan, seluruh jajaran Polri harus bahu membahu dengan NU, Ansor, Banser, dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjaga dan membangun bangsa agar menjadi lebih baik.

     

    “Tunjukkan kepada dunia Indonesia adalah negara yang luar biasa, mampu melompat dari negara berkembang menjadi negara maju, dan dipandang oleh dunia internasional,” tutup Sigit.

    ( erman)

  • Melalui Roadshow Jogja dan Wonosari, AFC Ajak Masyarakat Bersatu Memutus Rantai Kemiskinan dan Menciptakan Masa Depan Lebih Sejahtera

    Melalui Roadshow Jogja dan Wonosari, AFC Ajak Masyarakat Bersatu Memutus Rantai Kemiskinan dan Menciptakan Masa Depan Lebih Sejahtera

    YOGYAKARTA & WONOSARI – Luar biasa! Spektakuler! AFC kembali membuktikan kekuatannya dengan menggelar LOP (Leadership Opportunity Presentation) selama dua hari berturut-turut, 13 Februari di Yogyakarta dan 14 Februari di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul  – dan hasilnya? BOOM! 🔥

     

    Masing-masing kota dibanjiri lebih dari 400 peserta! Total lebih dari 800 orang hadir dengan semangat membara untuk belajar, bertumbuh, dan memutus garis kemiskinan bersama Asayama Family Club!

     

    Antusiasme paling terasa di Wonosari, Gunung Kidul. Kota yang indah dengan jalanan menanjak di perbukitan, udara sejuk, dan pemandangan yang memukau ini benar-benar menjadi saksi semangat baru ratusan peserta — banyak di antaranya adalah wajah-wajah baru yang siap berubah dan sukses!

     

    GM AFC Turun Langsung, Energi Naik 1000%!

    Acara semakin membara dengan kehadiran GM AFC kita, Bapak Nicholas Rampisela, yang tampil sebagai presenter utama. Dengan penuh semangat dan keyakinan, beliau membedah tuntas tentang perusahaan, produk unggulan, hingga marketing plan AFC yang sudah terbukti mengubah banyak kehidupan.

     

    Pesan beliau jelas dan tegas:                  Saatnya kita memutus garis kemiskinan melalui bisnis AFC!

    Turut hadir para leader hebat:

    Bushido Hendro Darsono bersama Bushido Silvi Yulianti, Bushido dr. luigi Ariawan, Daimio Tio Adi, Daimio Faustinus, serta Daimio Ewin Firdaus. Dukungan penuh dari para Bushido, Daimio, Shogun, Samurai, Ronin hingga Toreda semakin menguatkan soliditas dan kekompakan keluarga besar AFC.

    Roadshow Terus Melaju!

    Belum selesai sampai di sini! Energi besar ini akan langsung dibawa ke:

    Cilacap

    Purwokerto

    Canggu (18 Februari)

    Putussibau (26–27 Februari)

    Dan selanjutnya? Kita akan terus bergerak ke berbagai kota di Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur! AFC tidak berhenti. AFC terus bertumbuh. AFC terus berdampak!

     

    Sambut Ramadan dengan Sehat & Bugar!

    Menyongsong bulan suci Ramadan, tim AFC juga menyiapkan seminar khusus tentang cara berpuasa dengan sehat dan tetap bugar bersama produk-produk AFC. Karena sukses bukan hanya soal finansial — tapi juga kesehatan dan keberkahan.

     

    Februari adalah bulan kasih sayang. Dan tepat di momen 14 Februari, AFC membuktikan bahwa kasih sayang itu nyata  dengan berbagi peluang, berbagi ilmu, dan membuka jalan kesuksesan bagi masyarakat Indonesia.

     

    Terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh panitia Jogja dan Gunung Kidul yang telah bekerja luar biasa. Terima kasih juga untuk seluruh leader dan peserta yang hadir dengan energi penuh!

    🔥 Perjalanan masih panjang.

    🔥 Semangat semakin besar.

    🔥 AFC siap mengguncang Indonesia!

    Sampai bertemu di kota berikutnya!

     

    ( erman)

  • LPK-RI DPD Bali & DPC Jember Resmi Mengadukan Dugaan Upaya Penarikan Paksa oleh Oknum Debt Collector ke Kepolisian Denpasar,Bali

    LPK-RI DPD Bali & DPC Jember Resmi Mengadukan Dugaan Upaya Penarikan Paksa oleh Oknum Debt Collector ke Kepolisian Denpasar,Bali

    Dewan Pimpinan Daerah Bali dari Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) dan DPC LPK-RI Kabupaten jember secara resmi telah mengajukan pengaduan kepada pihak berwajib atas dugaan tindakan upaya penarikan paksa kendaraan milik konsumen oleh oknum yang mengaku sebagai debt collector.

     

    Pengaduan tersebut telah diterima oleh pihak Polsek Denpasar Selatan, di wilayah hukum Denpasar, Provinsi Bali, sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen yang diduga mengalami tekanan, intimidasi, dan upaya perampasan kendaraan tanpa prosedur hukum yang sah.

     

    Victor Darmawan LPK-RI Jember menyampaikan bahwa tindakan penarikan paksa tanpa putusan pengadilan dan tanpa penyerahan sukarela dari debitur merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana.

     

    “LPK-RI hadir untuk memastikan perlindungan hukum bagi konsumen. Tidak ada pihak leasing atau debt collector yang berhak melakukan penarikan paksa di jalan atau dengan intimidasi tanpa dasar hukum yang sah dan tanpa putusan pengadilan,” tegas Victor Darmawan.

     

    Victor LPK-RI juga meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap oknum-oknum yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum tersebut, guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat.

     

     

    Adapun dasar hukum yang melindungi konsumen dari tindakan penarikan paksa antara lain:

    1. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia

    Pasal 29 ayat (1)

    Eksekusi objek jaminan fidusia hanya dapat dilakukan apabila debitur cidera janji dan harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    2. Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 18/PUU-XVII/2019

    Menegaskan bahwa:

    Penarikan objek jaminan fidusia tidak boleh dilakukan secara sepihak.

    Harus ada kesepakatan wanprestasi atau putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

    Jika debitur tidak menyerahkan secara sukarela, maka eksekusi harus melalui pengadilan.

     

    Melarang tindakan pemaksaan dengan ancaman atau kekerasan terhadap seseorang.

    4. Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011

    Mengatur bahwa pengamanan eksekusi jaminan fidusia harus memenuhi syarat:

    Ada permohonan resmi

    Ada sertifikat fidusia

    Ada putusan atau mekanisme hukum yang sah

    Tidak boleh dilakukan dengan intimidasi atau kekerasan.

     

    Sikap dan Tuntutan ketua LPK-RI DPD Bali Bapak Wartikno.

    Mendesak pihak kepolisian untuk mengusut dan menindak tegas oknum debt collector yang melakukan penarikan paksa.

    Memastikan perlindungan hukum terhadap konsumen dari tindakan intimidasi dan perampasan.

     

    Wartikni juga Mengingatkan seluruh perusahaan pembiayaan agar mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

     

    Victor Kembali Menegaskan bahwa negara hukum tidak membenarkan praktik premanisme berkedok penagihan.

     

    Kami menegaskan komitmen untuk terus mengawal kasus ini sampai adanya kepastian hukum dan perlindungan penuh terhadap konsumen.

    ( erman)

  • Penyegelan Diprotes, Massa Geruduk Kantor KAI DAOP 9 Jember

    Penyegelan Diprotes, Massa Geruduk Kantor KAI DAOP 9 Jember

    JEMBER, 13/02/2026 – Gelombang aksi penolakan terhadap penyegelan rumah warga di kawasan Jalan Mawar, Jember, memuncak dengan digelarnya demonstrasi di depan kantor PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Aksi tersebut dipimpin Suwantoro selaku koordinator lapangan dari organisasi Topi Bangsa, yang diketahui diketuai oleh Gus Baiqun.

     

    Massa yang hadir menuntut agar PT KAI Daop 9 Jember menghentikan tindakan penyegelan yang dinilai sepihak dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Mereka menyebut, hingga saat ini tidak ada surat perintah dari pengadilan maupun kejaksaan, sementara status lahan masih dalam proses sengketa hukum.

     

    “Kita ini negara hukum. Kalau memang ada putusan pengadilan yang inkrah, silakan dijalankan. Tapi kalau tidak ada, jangan bertindak sewenang-wenang,” tegas Suwantoro dalam orasinya.

     

    Topi Bangsa Tegaskan Sikap

    Sebagai organisasi yang diketuai Gus Baiqun, Topi Bangsa menyatakan komitmennya untuk membela warga yang merasa dirugikan. Dalam aksi tersebut, Suwantoro menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk solidaritas untuk menegakkan keadilan.

     

    Ia menyebut sebagian warga telah menempati rumah tersebut selama lebih dari 40 tahun, bahkan ada yang mencapai 43 tahun. Beberapa di antaranya disebut memiliki keterkaitan historis sebagai pegawai atau pensiunan di lingkungan perkeretaapian.

     

    “Mereka bukan pendatang tiba-tiba. Mereka punya bukti, punya sejarah. Tiba-tiba disegel tanpa ganti rugi dan tanpa negosiasi. Ini penindasan terang-terangan,” ujarnya.

     

    “Saya Bertanggung Jawab 100 Persen”

    Dalam pernyataan yang memantik sorak dukungan massa, Suwantoro menyatakan dirinya bertanggung jawab penuh atas aksi pembukaan segel rumah warga yang dianggap dilakukan secara ilegal.

     

    “Hari ini kita bergerak menyelamatkan warga Jember. Kalau ini dibiarkan, besok bisa jadi rumah kita yang disegel. Saya bertanggung jawab 100 persen atas aksi ini,” katanya.

     

    Massa juga menyerukan agar manajemen KAI Daop 9 Jember membuka ruang dialog dan menghormati proses hukum yang masih berlangsung.

     

    Harapan kepada Pemerintah

    Dalam orasinya, Suwantoro turut berharap agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan kebijakan negara benar-benar berpihak kepada rakyat.

     

    “Rakyat yang utama. Jangan sampai negara yang seharusnya memakmurkan rakyat justru dianggap menindas rakyatnya sendiri,” tegasnya.

     

    Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan dalam suasana penuh semangat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak KAI Daop 9 Jember terkait tuntutan massa.

     

    Masyarakat berharap sengketa ini dapat diselesaikan secara adil, transparan, dan mengedepankan musyawarah agar tidak memicu konflik sosial yang lebih luas di Kabupaten Jember.

    ( red)