Blog

  • Warga 12 Desa di Jember Tolak Operasional Imasco, MAKI Jatim Telusuri Legalitas Perizinan

    Warga 12 Desa di Jember Tolak Operasional Imasco, MAKI Jatim Telusuri Legalitas Perizinan

    Jember, 18 April 2026 – Penolakan terhadap operasional pabrik semen PT Imasco Asiatic di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kian meluas. Warga dari sedikitnya 12 desa menyatakan keberatan atas aktivitas industri tersebut dalam forum konsolidasi yang difasilitasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur bersama sejumlah elemen masyarakat sipil.

     

    Dalam pertemuan yang berlangsung pada 17–18 April 2026, warga menyampaikan sejumlah keluhan yang mereka anggap berkaitan dengan keberadaan pabrik. Di antaranya kebisingan operasional, dugaan penurunan kualitas hasil panen tembakau, serta kekhawatiran terhadap dampak kesehatan.

     

    Sejumlah warga juga menyoroti minimnya penyerapan tenaga kerja lokal dalam kegiatan industri tersebut. Selain itu, pelaku usaha tradisional, khususnya produksi gamping di Desa Grenden, dilaporkan mengalami penurunan aktivitas dalam beberapa waktu terakhir.

     

    Ketua MAKI Jawa Timur, Heru, mengatakan pihaknya akan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait dokumen perizinan perusahaan. Penelusuran tersebut mencakup analisis dampak lingkungan (AMDAL) serta aspek administratif lainnya.

     

    “Langkah awal yang kami lakukan adalah mengkaji dokumen yang ada. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Heru.

     

    MAKI Jatim juga mempertimbangkan membawa persoalan ini ke tingkat nasional melalui usulan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR RI. Selain itu, surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia direncanakan sebagai bagian dari upaya mendorong perhatian pemerintah pusat.

     

    Sementara itu, warga menyatakan tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi bersama lintas desa. Mereka berharap ada kejelasan dari pihak perusahaan maupun pemerintah terkait berbagai persoalan yang disampaikan.

     

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Imasco Asiatic terkait tuntutan yang disampaikan warga.

    ( erman)

  • Resmikan SPPG di Jember, BGN Dorong Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

    Resmikan SPPG di Jember, BGN Dorong Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

    JEMBER — Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Kamis, 16 April 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari percepatan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

     

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan program MBG mendapat respons positif dari masyarakat. Menurut dia, antusiasme warga justru terlihat saat pemerintah turun langsung ke lapangan maupun melalui interaksi di media sosial.

     

    “Kalau kami turun langsung ke SD, SMP, bahkan saat siaran langsung di media sosial, yang ditanyakan masyarakat adalah kapan mendapatkan MBG,” ujar Fawait.

     

    Program MBG merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, program ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan di daerah.

     

    Fawait memperkirakan, jika program berjalan optimal, perputaran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui MBG di Jember dapat mencapai hampir Rp4 triliun per tahun. Nilai tersebut mendekati total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember yang sekitar Rp4,3 triliun.

     

    “Perputaran ekonomi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pada akhirnya berdampak pada pengentasan kemiskinan,” katanya.

     

    Pemerintah Kabupaten Jember, kata dia, juga berencana mengoptimalkan penggunaan bahan pangan lokal dalam operasional SPPG. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi program bagi masyarakat setempat.

     

    Ia menilai kekhawatiran terhadap potensi inflasi akibat program tersebut tidak perlu berlebihan selama tetap terkendali dan berada di bawah laju pertumbuhan ekonomi.

     

    Sementara itu, Dadan Hindayana menyebut Jember sebagai salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program MBG. Ia memperkirakan, untuk menjangkau seluruh sasaran penerima, daerah ini membutuhkan sekitar 400 unit SPPG.

     

    Menurut dia, setiap unit SPPG akan mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan lokal, 20 persen untuk biaya operasional termasuk insentif relawan, dan 10 persen untuk pengembalian investasi.

     

    “Struktur pembiayaan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memastikan keberlanjutan program,” ujarnya.

    ( erman)

  • Muhamad Sholeh Nahkodai Projo Jatim 2026–2031, Konferda di Malang Tegaskan Soliditas Organisasi

    Muhamad Sholeh Nahkodai Projo Jatim 2026–2031, Konferda di Malang Tegaskan Soliditas Organisasi

    Malang — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Jawa Timur resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2031. Penetapan sekaligus pelantikan dilakukan dalam Konferensi Daerah (Konferda) Projo Jatim 2026 yang digelar di THE 1O1 Malang OJ, Minggu (12/4/2026).

     

    Dalam forum tersebut, Muhamad Sholeh ditetapkan sebagai Ketua DPD Projo Jawa Timur melalui mekanisme musyawarah mufakat dan aklamasi. Ia akan memimpin organisasi relawan tersebut selama lima tahun ke depan.

     

    Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, didampingi Sekretaris Jenderal DPP Projo, Fredy Manik. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan 38 DPC Projo se-Jawa Timur serta unsur pemerintah daerah.

     

    Dalam sambutannya, Budi Arie menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru sekaligus menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi.

     

    “Selamat kepada Ketua DPD Projo Jawa Timur dan seluruh jajaran yang telah dilantik. Forum Konferda ini merupakan wadah strategis untuk mengambil keputusan organisasi demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

     

    Ia menegaskan bahwa Projo harus terus bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, organisasi ini memiliki peran penting sebagai bagian dari dinamika politik nasional.

     

    “Pengurus yang baru harus mampu menggerakkan roda organisasi. Projo adalah barometer politik yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat,” tegasnya.

     

    Adapun susunan kepengurusan DPD Projo Jawa Timur periode 2026–2031 terdiri dari berbagai bidang strategis, mulai dari organisasi, UMKM, pertanian, media dan komunikasi, hingga bidang digital dan ekonomi kreatif.

     

    Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan Projo Jawa Timur semakin solid dan mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan serta aspirasi masyarakat di tingkat daerah.

    ( erman)

  • Polres Mojokerto Perkuat Sinergi dengan PKD Serap Aspirasi Kepala Desa

    Polres Mojokerto Perkuat Sinergi dengan PKD Serap Aspirasi Kepala Desa

    MOJOKERTO – Dalam upaya memperkuat sinergitas antara kepolisian dan pemerintah desa, Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menerima kunjungan silaturahmi Ketua dan Pengurus Persatuan Kepala Desa (PKD) Kabupaten Mojokerto di Ruang Presisi Polres Mojokerto, Jumat (10/4/26).

     

    Kegiatan ini dihadiri sekitar 19 peserta, terdiri dari pejabat utama Polres Mojokerto serta para kepala desa (Kades) yang tergabung dalam PKD Kabupaten Mojokerto.

     

    Kapolres Mojokerto menyampaikan Polres Mojokerto Polda Jatim akan terus berkomitmen untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan instansi lintas sektor termasuk para kepala desa.

     

    Ia menekankan pentingnya masukan dari para Kades sebagai representasi masyarakat di tingkat bawah.

     

    “Dengan tagline Polisi Mojokerto, Polisi Rakyat, kami ingin mengetahui potret riil Polri di mata masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan saran dan masukan dari para kepala desa,”ungkap AKBP Andi.

     

    Ia juga menyinggung langkah penegakan hukum yang telah dilakukan terhadap oknum wartawan yang diduga melakukan praktik pemerasan.

     

    Mantan Kapolres Batu itu berharap, para kepala desa dapat memberikan pandangan serta informasi terkait fenomena tersebut, mengingat para Kades kerap menjadi pihak yang terdampak.

     

    Selain itu, Kapolres Mojokerto membuka ruang dialog bagi para Kades untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, termasuk kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di desa masing-masing.

     

    Sementara itu, Ketua PKD Kabupaten Mojokerto, H. Miftachuddin, S.T., menyampaikan apresiasi atas undangan dan keterbukaan Polres Mojokerto Polda Jatim dalam menjalin komunikasi dengan para kepala desa.

     

    Ia mengungkapkan bahwa peran Bhabinkamtibmas selama ini dinilai sangat aktif dan membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa.

     

    Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah pedesaan.

     

    “Terkait penertiban oknum wartawan maupun LSM yang meresahkan, kami sangat mendukung langkah tegas dari Polres Mojokerto. Banyak kepala desa yang mengalami intimidasi, sehingga menghambat jalannya program pembangunan,” jelasnya.

     

    Ia juga berharap agar penegakan hukum terhadap oknum-oknum tersebut dapat terus dilakukan secara konsisten, mengingat masih adanya tekanan dari pihak-pihak tertentu kepada kepala desa.

     

    Dalam kesempatan tersebut, para kepala desa juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Mojokerto Polda Jatim khususnya dalam pengamanan Idul Fitri melalui pos pelayanan dan pengamanan, termasuk di rest area Cangar yang dinilai sangat membantu masyarakat.

     

    Kegiatan silaturahmi ditutup dengan ramah tamah, mencerminkan terjalinnya komunikasi yang harmonis antara Polres Mojokerto dan PKD Kabupaten Mojokerto.

     

    Diharapkan, sinergitas ini dapat terus terjaga guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Mojokerto. ( erman)

  • Perkuat Sinergi Lintas Lembaga, DPC LPK-RI Banyuwangi & HMP Gelar Halal Bihalal Bersama Ormas dan Stakeholder

    Perkuat Sinergi Lintas Lembaga, DPC LPK-RI Banyuwangi & HMP Gelar Halal Bihalal Bersama Ormas dan Stakeholder

    Banyuwangi, 11 April 2026 bertempat Di Hotel & Resto Pesona Osing Genteng. Dalam suasana penuh kebersamaan pasca Hari Raya Idulfitri, LPK-RI Dewan Pimpinan Cabang Banyuwangi bersama Himpunan Mitra Pengusaha (HMP) menggelar acara halal bihalal yang melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan elemen strategis lainnya.

    Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah ormas, di antaranya Laskar Santi Bali, Balawangi, serta berbagai lembaga dan komunitas lainnya. Turut hadir pula perwakilan dari Bakesbangpol Banyuwangi, Danramil Genteng, serta sejumlah tokoh masyarakat yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

    Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar lembaga, ormas, pemerintah, serta pelaku usaha dalam membangun sinergi yang lebih kuat di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ketua DPC LPK-RI Banyuwangi Heri Wijatmoko, SH. yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Himpunan Mitra Pengusaha menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa keberadaan lembaga perlindungan konsumen, pemerintah, dan para pengusaha harus berjalan seiring sebagai mitra strategis dalam menjaga dan melindungi hak-hak konsumen.

    “Sinergitas ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi Pondasi penting dalam menciptakan ekosistem yang adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat sebagai konsumen. Kita semua memiliki peran dan tanggung jawab yang sama,” ujarnya.

    Kehadiran rombongan dari DPC LPK-RI Jember juga menjadi bukti kuatnya solidaritas antar daerah dalam memperjuangkan perlindungan konsumen. Partisipasi tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir.

    Melalui kegiatan halal bihalal ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih intens, memperkuat persatuan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan dalam mendukung perlindungan konsumen dan pemberdayaan masyarakat.

    Victor Darmawan Pengurus DPC LPK-RI Jember menyambut Positip kegiatan yang diselenggarakan oleh ketua Dpc LPK-RI banyuwangi sehingga memperkuat Sinergitas Antar DPC diwilayah kabupaten,serta memperkuat Ukhuwah silaturrahmi.

    Acara ditutup dengan ramah tamah dan saling bermaafan, mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi dalam membangun bangsa.

    ( erman)

  • Antusiasme Memuncak di LOP Mini Gading Serpong, Kisah Inspiratif AFC Menggema hingga Tangerang

    Antusiasme Memuncak di LOP Mini Gading Serpong, Kisah Inspiratif AFC Menggema hingga Tangerang

    Tangerang — Kawasan Gading Serpong menjadi saksi semangat luar biasa dalam gelaran LOP Mini yang digelar pada malam hari ini. Acara yang berlangsung hangat dan penuh inspirasi tersebut berhasil menarik perhatian puluhan peserta dari berbagai wilayah di Tangerang dan sekitarnya.

     

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Linda Etan, ibunda dari Co-CEO AFC Indonesia, Michael Ronald Tampi. Dalam sambutannya,Ibu Linda menyampaikan rasa bangga atas perjalanan putranya yang dinilai telah membawa dampak positif bagi banyak orang melalui bisnis yang dijalankan.

     

    “Saya sangat bangga memiliki putra seperti Michael, yang mampu memberikan berkah bagi banyak orang di Indonesia,” ujarnya haru.

     

    Ia juga membagikan kisah menyentuh saat bertemu seorang ibu yang berhasil bangkit dari keterpurukan hingga meraih peringkat “Shogun” dalam komunitas AFC. Kini, sosok tersebut telah mampu mengubah hidupnya secara signifikan—memiliki rumah, mobil, hingga menyekolahkan dan menguliahkan anak-anaknya.

     

    Acara yang dihadiri sekitar 45 peserta ini berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Menariknya, seluruh peserta yang hadir merupakan wajah baru, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap konsep bisnis dan pengembangan diri yang ditawarkan AFC.

     

    Kegiatan ini dipandu oleh Yani bersama suaminya, Toreda Nur, serta didukung oleh sejumlah toreda dari berbagai wilayah. Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, acara berjalan sukses dan mendapat respons positif dari peserta.

     

    Usai sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan bertajuk New Member Orientation (NEMO) yang dibawakan oleh narasumber utama. Pelatihan ini menjadi fondasi penting bagi anggota baru untuk membangun keyakinan diri dan memahami bahwa potensi diri merupakan aset paling berharga dalam kehidupan.

     

    Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari agenda berkelanjutan yang rencananya akan kembali digelar pada bulan depan. Setelah dari Tangerang, agenda berikutnya akan berlanjut ke Bandar Lampung, tepatnya di Hotel Horison Bandar Lampung untuk kegiatan table talk bersama komunitas setempat.

     

    Selanjutnya, perjalanan akan berlanjut ke Palembang pada 12 April untuk bersilaturahmi dengan keluarga, sebelum kembali bertolak menuju Batam pada 15 April dalam rangka menggelar table talk bersama tim yang dipimpin oleh Kardiman.

     

    Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, AFC terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pengembangan diri dan peluang usaha yang mampu menginspirasi banyak orang di berbagai daerah di Indonesia.

    ( red)

  • BRI Pastikan Layanan Pensiunan di Unit Gajah Mada Jember Tetap Optimal

    BRI Pastikan Layanan Pensiunan di Unit Gajah Mada Jember Tetap Optimal

    JEMBER — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memastikan layanan kepada nasabah pensiunan di Unit Gajah Mada, Jember, tetap berjalan optimal meskipun sempat terjadi kendala layanan yang menjadi perhatian publik.

     

    Pemimpin Cabang BRI Jember, Adhitya Narotama, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah, khususnya para pensiunan yang terdampak.

     

    “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. BRI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nasabah,” ujarnya.

     

    Menanggapi kendala tersebut, BRI bergerak cepat dengan melakukan langkah proaktif. Petugas BRI diketahui langsung mengunjungi nasabah yang terdampak pada hari yang sama guna memastikan kebutuhan mereka tetap terpenuhi, termasuk dalam proses pencairan dana pensiun.

     

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas layanan, terutama bagi segmen pensiunan yang menjadi salah satu fokus utama BRI. Selain itu, pihak bank juga memastikan bahwa seluruh dana nasabah tetap aman dan hak-hak nasabah tetap terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

     

    BRI menegaskan akan terus melakukan evaluasi serta penguatan sistem layanan guna mencegah terulangnya kendala serupa di masa mendatang. Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian serta kepatuhan terhadap regulasi di sektor jasa keuangan.

    Dengan berbagai langkah tersebut, BRI berharap kepercayaan masyarakat, khususnya para pensiunan di Jember, dapat terus terjaga serta pelayanan perbankan dapat semakin optimal ke depannya.

     

    ( erman)

  • Yogyakarta Jadi Episentrum Baru Pengembangan AFC, Puluhan Peserta Langsung Bergabung

    Yogyakarta Jadi Episentrum Baru Pengembangan AFC, Puluhan Peserta Langsung Bergabung

    Yogyakarta — Kota pelajar kembali menjadi magnet bagi pengembangan komunitas Asayama Family Club (AFC). Dalam kegiatan LOP (Learning Opportunity Presentation) yang digelar baru-baru ini, sekitar 45 peserta hadir dengan antusias, termasuk 35 peserta baru yang sebagian besar langsung bergabung di lokasi acara.

     

    Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting AFC, di antaranya Adi Gunawan yang dikenal sebagai “shogun” dari Semarang, serta Jo Setyono yang dijuluki “samurai”. Kehadiran mereka semakin memperkuat semangat peserta dalam memahami konsep AFC, baik dari sisi kesehatan maupun peluang bisnis.

     

    Tak kalah menarik, acara ini juga dimeriahkan oleh “trio srikandi” AFC Jogja, yakni Veronica Toreda, Lisna Toreda, dan Hazanah Toreda yang turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan. Veronica juga bertindak sebagai ketua panitia, sementara acara dipandu oleh Hani Wijayanti bersama suaminya Heru.

     

    Menurut Dr. Luigi, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang diproyeksikan sebagai “kota salmon” berikutnya—sebuah istilah dalam AFC yang menggambarkan pertumbuhan jaringan yang kuat dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kegiatan LOP akan terus digelar secara rutin, minimal sebulan sekali, guna memperkuat tim di wilayah tersebut.

     

    “Antusiasme peserta luar biasa. Hampir semua peserta baru langsung mengambil keputusan untuk bergabung. Ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang AFC semakin baik diterima masyarakat,” ujarnya.

     

    Dalam sesi motivasi penutup, Adi Gunawan memberikan tantangan menarik kepada peserta. Ia menawarkan dukungan tiket pesawat pulang-pergi ke Makassar bagi peserta yang mampu melakukan closing 4 hingga 5 paket dalam satu hari untuk mengikuti event “Spirit of Samurai” ke-6.

     

    “Ini bentuk dukungan nyata agar tim semakin bersemangat dan berprestasi,” kata Adi.

     

    Dr. Luigi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia hingga peserta, yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara tersebut.

     

    Selanjutnya, ia dijadwalkan melanjutkan agenda ke Tangerang untuk menggelar LOP mini di kawasan Gading Serpong pada 10 April 2026.

     

    Dengan semangat kebersamaan dan pertumbuhan yang konsisten, AFC optimistis Yogyakarta akan menjadi salah satu pusat perkembangan komunitas yang kuat, besar, dan sukses di masa mendatang.

    ( red)

  • Layanan Terganggu di BRI Gajah Mada Jember, Dinilai Tak Sejalan dengan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Layanan Terganggu di BRI Gajah Mada Jember, Dinilai Tak Sejalan dengan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Jember – Hingga Rabu (8/4/2026), layanan jaringan di kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Unit Gajah Mada Jember dilaporkan masih mengalami gangguan. Akibatnya, sejumlah pensiunan yang datang untuk mencairkan dana pensiun terpaksa pulang dengan rasa kecewa karena transaksi belum dapat dilayani.

     

    Sejak pagi, antrean nasabah pensiunan terlihat memadati area pelayanan. Namun, gangguan sistem yang belum terselesaikan membuat proses pencairan dana tidak dapat dilakukan. Beberapa nasabah mengaku sudah datang sejak pagi hari, namun hingga siang hari belum ada kepastian kapan layanan kembali normal.

     

    “Saya sudah datang dari pagi, tapi katanya jaringan masih down. Terpaksa pulang lagi, padahal uang pensiun ini sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu pensiunan.

     

    Gangguan layanan perbankan seperti ini dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama bagi pensiunan yang bergantung pada pencairan dana tepat waktu. Selain faktor ekonomi, kondisi ini juga berdampak pada kenyamanan dan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan.

     

    Dalam regulasi, bank sebagai lembaga jasa keuangan memiliki kewajiban memberikan layanan yang andal, aman, dan tidak merugikan nasabah. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan yang merupakan perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992, di mana bank wajib menjalankan prinsip kehati-hatian dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

     

    Selain itu, perlindungan konsumen juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang menyebutkan bahwa konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam menggunakan jasa, termasuk layanan perbankan.

     

    Dari sisi pengawasan sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan juga menegaskan bahwa pelaku usaha jasa keuangan wajib memberikan layanan yang transparan, akurat, serta bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat kesalahan atau kelalaian.

     

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BRI terkait penyebab pasti gangguan jaringan tersebut maupun estimasi waktu normalisasi layanan. Para nasabah berharap pihak bank segera melakukan perbaikan agar aktivitas pencairan dana pensiun dapat kembali berjalan lancar.

     

    Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat dana pensiun merupakan sumber penghidupan utama bagi banyak masyarakat lanjut usia yang sangat bergantung pada ketepatan waktu pencairan.

    ( red)

  • Polres Probolinggo Kota Gelorakan Gerakan Indonesia ASRI, Bersama Lintas Sektor Bersihkan Lingkungan

    Polres Probolinggo Kota Gelorakan Gerakan Indonesia ASRI, Bersama Lintas Sektor Bersihkan Lingkungan

     

    KOTA PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota Polda Jawa Timur terus mengkampanyekan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

     

    Melalui optimalisasi kegiatan sosial bersih – bersih oleh seluruh Polsek jajaranya yang bersinergi dengan intansi lintas sektor, Polres Probolinggo Kota mengajak menjaga kebersihan di lingkungan masing – masing.

     

    Kali ini yang menjadi sasaran kegiatan bersih – bersih adalah saluran air pembuangan di lingkungan tempat tinggal warga Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.

     

    Gerakan kerja bakti yang bertajuk “Gotku Resik” merupakan inisiatif dan kolaboratif dari Polres Probolinggo Kota melalui Polsek Wonoasih ini juga melibatkan unsur Tiga pilar dan warga setempat.

     

    Kasi Humas Polres Probolinggo, Kota Iptu Zainullah menerangkan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengantisipasi bencana banjir dan meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama dalam rangka menciptakan lingkungan yang “Aman, Sehat, Resik, Indah” (ASRI).

     

    “Fokus aksi kegiatan ini yaitu pembersihan selokan (got), pembuangan sampah liar, kurve (bersih-bersih) lingkungan, serta pembersihkan spanduk/baliho yang tidak pada tempatnya dengan melibatkan instansi terkait,”jelas Iptu Zainullah, Senin (6/4/26).

     

    Kasihumas Polres Probolinggo Kota mengatakan kegiatan ini juga cermin sinergitas antara Polres Probolinggo Kota dan jajarannya dengan instansi lintas sektor.

     

    Selain itu, dengan bahu membahu untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman sebagaimana program Indonesia Asri, kegiatan kali ini adalah upaya Polres Probolinggo Kota untuk tetap dekat dan berada di tengah masyarakat.

    ( erman)

     

    “Gerakan ini merupakan bagian dari upaya 3 pilar untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan kebersihan lingkungan dari sampah maupun potensi sumbatan saluran air,”pungkasnya. (*)