Malang — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Jawa Timur resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2031. Penetapan sekaligus pelantikan dilakukan dalam Konferensi Daerah (Konferda) Projo Jatim 2026 yang digelar di THE 1O1 Malang OJ, Minggu (12/4/2026).
Dalam forum tersebut, Muhamad Sholeh ditetapkan sebagai Ketua DPD Projo Jawa Timur melalui mekanisme musyawarah mufakat dan aklamasi. Ia akan memimpin organisasi relawan tersebut selama lima tahun ke depan.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, didampingi Sekretaris Jenderal DPP Projo, Fredy Manik. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan 38 DPC Projo se-Jawa Timur serta unsur pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Budi Arie menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru sekaligus menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi.
“Selamat kepada Ketua DPD Projo Jawa Timur dan seluruh jajaran yang telah dilantik. Forum Konferda ini merupakan wadah strategis untuk mengambil keputusan organisasi demi kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Projo harus terus bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, organisasi ini memiliki peran penting sebagai bagian dari dinamika politik nasional.
“Pengurus yang baru harus mampu menggerakkan roda organisasi. Projo adalah barometer politik yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat,” tegasnya.
Adapun susunan kepengurusan DPD Projo Jawa Timur periode 2026–2031 terdiri dari berbagai bidang strategis, mulai dari organisasi, UMKM, pertanian, media dan komunikasi, hingga bidang digital dan ekonomi kreatif.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan Projo Jawa Timur semakin solid dan mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan serta aspirasi masyarakat di tingkat daerah.
( erman)















