Kategori: Uncategorized

  • Akses Suramadu Dinilai “Pintu Keluar Pelaku Curanmor & Begal”, Warga Desak Pemeriksaan 24 Jam

    Akses Suramadu Dinilai “Pintu Keluar Pelaku Curanmor & Begal”, Warga Desak Pemeriksaan 24 Jam

     

    SURABAYA – Maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan aksi pembegalan membuat masyarakat kembali mendesak aparat penegak hukum memberlakukan pemeriksaan kendaraan 24 jam non-stop di gerbang Jembatan Suramadu. Akses yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura ini dinilai oleh warga sebagai jalur cepat pelarian para pelaku setelah beraksi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

     

    Desakan ini mencuat di tengah tren curanmor yang masih menjadi salah satu bentuk kriminalitas yang sering terjadi di Surabaya. Dalam kurun tahun 2025, pihak Polrestabes Surabaya mencatat ada sekitar 600 laporan kasus curanmor, dengan ratusan pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka, mayoritas di antaranya merupakan residivis yang kembali beraksi setelah menjalani hukuman sebelumnya.

     

    Selain itu, kasus begal atau perampasan kendaraan dengan ancaman, yang sering melibatkan senjata tajam, semakin menambah kekhawatiran warga pengguna jalan—termasuk di jalur arteri utama seperti Suramadu. Penangkapan penjual motor hasil begal dan penyitaan sajam di sejumlah titik menunjukkan modus kejahatan yang tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pengendara.

     

    Seorang warga pengguna jalan mengatakan, “Jika tidak ada pemeriksaan ketat di pintu masuk dan keluar Suramadu, pelaku curanmor akan mudah membawa kabur kendaraan hasil curiannya ke luar Surabaya dan lolos dari penindakan.” Pernyataan ini mencerminkan keresahan publik atas belum optimalnya pengawasan di salah satu akses utama antarwilayah.

     

    Desakan ini sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam Pasal 13, disebutkan bahwa tugas utama Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga negara. Sedangkan Pasal 14 ayat (1) huruf c dan d memberikan kewenangan kepada Polri untuk melakukan penjagaan, pengawalan, patroli, serta pengaturan lalu lintas guna mencegah terjadinya tindak pidana—termasuk yang terjadi di jalur strategis seperti akses Jembatan Suramadu.

     

    Masyarakat berharap agar Polrestabes Surabaya dan Polres Bangkalan, bersama instansi terkait seperti Polda Jawa Timur, dapat meningkatkan kolaborasi dalam menerapkan pemeriksaan kendaraan yang acak namun konsisten, terutama pada jam-jam rawan malam hari. Mereka juga menilai perlu adanya pos penjagaan statis yang bertugas secara kontinu di gerbang Suramadu untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal jalanan.

     

    Pihak kepolisian sejauh ini terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110, serta memantau informasi keamanan melalui saluran resmi RTMC Polda Jatim. Namun warga menilai imbauan saja tidak cukup tanpa tindakan nyata untuk mengurangi peluang pelaku kejahatan memanfaatkan mobilitas tinggi di jalur tersebut.

     

    Tanpa langkah preventif yang kuat di titik strategis, kekhawatiran warga atas keselamatan di jalan raya diprediksi akan terus mengemuka di tengah mobilitas yang semakin tinggi di kawasan ini.

    ( laili)

  • Pohon Tumbang di Jalan Nasional Jember, Pemeliharaan Pohon Perindang Perlu Perhatian Serius

    Pohon Tumbang di Jalan Nasional Jember, Pemeliharaan Pohon Perindang Perlu Perhatian Serius

     

    JEMBER – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon jati tumbang dan menimpa ujung truk tangki yang melintas di Jalan Nasional, Dusun Krajan, Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang, Kamis (22/01/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan.

     

    Warga di sekitar lokasi kejadian mengaku mendengar suara angin kencang sesaat sebelum pohon tumbang. Beberapa warga yang berada di warung dan rumah sekitar sempat menyelamatkan diri karena khawatir tertimpa. Selain pohon jati, sejumlah pohon sengon dan pisang di area gumuk dan persawahan juga dilaporkan roboh akibat cuaca ekstrem.

     

    Petugas Polsek Mayang bersama warga setempat segera melakukan evakuasi batang pohon yang melintang di badan jalan nasional menggunakan peralatan seadanya dan gergaji mesin. Upaya tersebut berhasil membuka kembali jalur sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal.

     

    Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan pohon perindang di sepanjang jalan nasional. Sebagai penyelenggara jalan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memiliki kewenangan dalam menjaga keselamatan infrastruktur jalan, termasuk ruang manfaat dan ruang milik jalan. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) berperan dalam koordinasi teknis infrastruktur, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertanggung jawab dalam pengelolaan serta perawatan vegetasi di lingkungan jalan.

     

    Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara jalan diwajibkan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman bagi pengguna. Ketentuan tersebut juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, yang mengatur bahwa pemeliharaan jalan mencakup pengelolaan ruang milik jalan, termasuk pohon perindang agar tidak membahayakan lalu lintas.

     

    Selain itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menekankan pentingnya upaya mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat dan angin kencang, yang kerap terjadi pada musim penghujan.

     

    Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati, khususnya saat melintas di jalur yang banyak terdapat pohon besar dan ketika cuaca ekstrem. Pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait diharapkan dapat terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan demi keselamatan pengguna jalan.

     

    Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Nasional Desa Sumber Kejayan telah kembali normal.

    ( laili)

  • SEMINAR KESEHATAN STEMPCELL THERAPY GUNCANG SINTANG, RATUSAN MASYARAKAT SIAP HADIRI LOP AFC PERDANA BERSAMA DR. LUIGI ARIAWAN

    SEMINAR KESEHATAN STEMPCELL THERAPY GUNCANG SINTANG, RATUSAN MASYARAKAT SIAP HADIRI LOP AFC PERDANA BERSAMA DR. LUIGI ARIAWAN

    SINTANG – Kota Sintang bersiap menjadi pusat perhatian dunia kesehatan dan peluang bisnis pada Sabtu, 24 Januari 2026. Untuk pertama kalinya, LOP AFC (Asayama Family Club) Sintang akan menggelar Seminar Kesehatan bertajuk “Inovasi Dunia Kesehatan, Stemcell Therapy”, sebuah acara perdana yang diharapkan berlangsung sukses, meriah, dan memberi dampak besar bagi masyarakat setempat.

     

    Acara ini akan diisi langsung oleh dokter senior berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang Stemcell Therapy, dr. Luigi Ariawan, yang akan membahas inovasi kesehatan modern sekaligus membuka wawasan masyarakat tentang peluang besar di bidang kesehatan dan ekonomi berbasis bisnis yang legal, terbukti, dan berkelanjutan.

     

    Dalam keterangannya, dr. Luigi Ariawan menyampaikan bahwa seminar ini merupakan acara LOP AFC perdana yang ia bawakan secara langsung, dan ia menaruh harapan besar agar ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sintang dapat hadir untuk menyimak peluang luar biasa yang ditawarkan.

     

    > “Ini bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga tentang peluang besar di bidang ekonomi. Ada bisnis yang bisa dijalankan oleh siapa pun, baik di Kota Sintang maupun kota-kota lainnya. Bisnis yang legal, sudah terbukti, dan berpotensi menjadi jawaban atas doa-doa banyak orang untuk memiliki usaha yang baik sekaligus mencapai tingkat kesehatan yang optimal melalui produk-produk dari Asayama Family Club Jepang,” ujar dr. Luigi.

     

    Lebih lanjut, dr. Luigi juga menaruh kepercayaan penuh kepada Ketua Panitia, Doddy Warta Kusuma, agar dapat memaksimalkan penyelenggaraan acara ini melalui publikasi yang luas dan mengundang sebanyak mungkin peserta potensial demi menyukseskan seminar kesehatan tersebut.

     

    Seminar ini akan dilaksanakan pada:

    Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Januari 2026

    Waktu : Pukul 13.30 – 16.00 WIB

    Tempat : Hotel Bagoes

    Jl. Darma Putra No. 16, Simpang 5, Sintang

     

    Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh tenaga kesehatan setempat serta sekitar 250 masyarakat Sintang yang semakin sadar akan pentingnya menjaga nutrisi harian demi kesehatan jangka panjang.

     

    Sementara itu, Ketua Panitia LOP Sintang, Doddy Warta Kusuma, menyampaikan harapannya agar seminar ini menjadi awal dari gerakan kesehatan berkelanjutan di wilayah Sintang dan sekitarnya.

     

    > “Saya berharap dengan rutin diadakannya seminar kesehatan seperti ini, Kota Sintang memiliki salah satu varian solusi kesehatan terbaik bagi masyarakat. Seminar ini diharapkan menjadi perantara pemulihan dari berbagai keluhan kesehatan yang dirasakan, serta memberikan manfaat nyata, minimal untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar,” ungkap Doddy.

     

    Dengan menghadirkan pembicara berkelas nasional, materi kesehatan inovatif, serta peluang bisnis yang menjanjikan, Seminar Kesehatan LOP AFC Sintang diyakini akan menjadi salah satu acara paling berpengaruh dan bersejarah di awal tahun 2026, sekaligus menandai kebangkitan kesadaran masyarakat Sintang akan kesehatan dan kemandirian ekonomi.

    ( red)

  • PONTIANAK KEMBALI BERGAUNG, LOP AFC JADI MAGNET ANTUSIASME BARU MASYARAKAT KALIMANTAN BARAT

    PONTIANAK KEMBALI BERGAUNG, LOP AFC JADI MAGNET ANTUSIASME BARU MASYARAKAT KALIMANTAN BARAT

    Pontianak kembali mencatatkan momentum penting dalam perkembangan bisnis kesehatan dan networking internasional. Kota yang dilalui garis khatulistiwa ini untuk kesekian kalinya sukses menggelar LOP (Life science Opportunity program) AFC, sebuah acara prestisius yang selalu dinantikan masyarakat. Bertempat di Restoran Dapur Nusantara, Kota Pontianak, acara malam ini berlangsung hangat, penuh semangat, dan sarat inspirasi.

     

    Sekitar 55 undangan hadir dalam kegiatan ini, dan fakta yang paling mengesankan adalah hampir 50 peserta merupakan wajah-wajah baru. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa antusiasme masyarakat Pontianak dan sekitarnya terhadap informasi bisnis AFC terus meningkat. Mereka datang dengan rasa ingin tahu yang besar, ingin memahami lebih dalam peluang usaha AFC yang telah terbukti konsisten dan berkelanjutan.

     

    Acara ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat Pontianak, tetapi juga oleh rekan-rekan dari berbagai kota di luar Pontianak yang ingin menyaksikan langsung perkembangan pesat bisnis AFC di Kalimantan Barat. Kehadiran para leader dari dalam dan luar kota semakin menguatkan atmosfer kolaborasi dan kebersamaan.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. Luigi kembali menyampaikan materi secara komprehensif dan penuh energi. Mulai dari presentasi profil perusahaan, peluang bisnis AFC, hingga edukasi penting tentang bagaimana memilih bisnis networking yang baik, benar, legal, dan beretika. Inilah yang menjadi nilai istimewa AFC—sebuah bisnis yang legal, tidak melanggar hukum, telah berjalan selama 8 tahun, dan bahkan didukung oleh Kedutaan Besar Jepang. Khusus di Kota Pontianak, AFC kini telah memasuki tahun ke-7, menandai konsistensi dan kepercayaan yang terus terjaga.

     

    Pontianak dinilai sebagai kota yang sangat potensial untuk pengembangan AFC, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Dari kota ini telah lahir sejumlah peringkat Toreda dan Ronin, para leader tangguh yang siap membimbing dan mendampingi masyarakat Pontianak untuk bertumbuh bersama AFC.

     

    Apresiasi khusus disampaikan kepada Robi Zulanda selaku Ketua Panitia, serta Ibu Silvia, yang bersama tim telah mencapai peringkat Ronin dan menjadi tulang punggung utama terselenggaranya acara malam ini. Keduanya juga dipercaya sebagai PIC pendaftaran, memastikan seluruh tamu mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi yang jelas.

     

    LOP AFC di Pontianak direncanakan akan terus digelar setiap bulan, dengan harapan jumlah peserta semakin meningkat. Menariknya, acara berikutnya akan berlangsung di bulan Ramadan, sebuah momen istimewa di mana produk AFC dikenal sangat baik untuk mendukung stamina dan kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

     

    Dengan semangat kebersamaan, legalitas yang kuat, dan visi jangka panjang, AFC kembali membuktikan dirinya bukan sekadar bisnis, melainkan gerakan kesehatan dan ekonomi yang memberi harapan baru. Pontianak pun kian bersinar sebagai salah satu pusat pertumbuhan AFC di Indonesia.

  • SMP Negeri 6 Jember Diduga Lalai Awasi Siswa, Kekerasan Terjadi di Area Sekolah

    SMP Negeri 6 Jember Diduga Lalai Awasi Siswa, Kekerasan Terjadi di Area Sekolah

     

    Jember, Selasa (6/1/2026) – Dugaan kelalaian pengawasan kembali mencoreng dunia pendidikan. Kasus kekerasan antar siswa terjadi di lingkungan SMP Negeri 6 Jember, tepatnya di toilet sekolah. Korban diketahui bernama Eka, seorang siswa yang mengalami pemukulan oleh teman sebayanya yang juga masih di bawah umur.

     

    Peristiwa ini memunculkan sorotan tajam terhadap tanggung jawab pihak sekolah. Pasalnya, kekerasan fisik terjadi di dalam area sekolah pada jam kegiatan belajar, yang seharusnya berada di bawah pengawasan penuh pihak pendidik.

     

    Wali murid korban, Bambang, mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi. Namun, ia tidak dapat bertemu langsung dengan kepala sekolah dan hanya diterima oleh guru lain sebagai perwakilan. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat dugaan lemahnya respons institusi terhadap insiden serius yang melibatkan keselamatan siswa.

     

    “Sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak. Jika pengeroyokan bisa terjadi di dalam sekolah, maka ini bukan sekadar kenakalan, tetapi kegagalan sistem pengawasan dan pembinaan,” tegas Bambang.

     

    Diduga Melanggar Kewajiban Perlindungan Anak, Kasus ini dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002), khususnya Pasal 54, yang menyatakan:

     

    > “Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan perlakuan salah lainnya.”

     

    Selain itu, dalam Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, sekolah diwajibkan:

    Melakukan pengawasan aktif terhadap peserta didik

    Mencegah terjadinya kekerasan

    Menangani kasus secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab

     

    Fakta bahwa kekerasan terjadi di toilet sekolah menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan guru, sistem piket, serta mekanisme pencegahan kekerasan yang seharusnya diterapkan.

     

    Sekolah Dinilai Tak Cukup Serius dalam Pencegahan

    Bambang menegaskan bahwa penyelesaian damai tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan evaluasi menyeluruh.

    “Prestasi akademik tidak ada artinya jika sekolah gagal melindungi siswanya. Kekerasan bukan kejadian tiba-tiba, melainkan akibat pembiaran,” ujarnya.

     

    Ia juga menyoroti kecenderungan sekolah yang kerap menormalisasi kekerasan dengan dalih kenakalan siswa. Padahal, Pasal 9 ayat (1) UU Perlindungan Anak menegaskan hak anak untuk mendapatkan rasa aman di lingkungan pendidikan.

     

    Perlu Evaluasi dan Tanggung Jawab Institusi

    Meski kasus ini telah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak, keluarga korban menyayangkan kejadian tersebut dan mendesak adanya evaluasi serius terhadap sistem pengawasan dan pembinaan karakter di SMP Negeri 6 Jember.

     

    Pengamat pendidikan menilai, tanpa langkah tegas dan perbaikan sistem, kekerasan di sekolah berpotensi terus berulang dan mencederai tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menekankan pendidikan harus membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur.

     

    Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang perlindungan hak dan keselamatan anak.

     

    ( red)

  • Amukan Puting Beliung di Silomukti Mlandingan: 16 Rumah Porak-poranda, Akses Jalan Nasional Sempat Lumpuh

    Amukan Puting Beliung di Silomukti Mlandingan: 16 Rumah Porak-poranda, Akses Jalan Nasional Sempat Lumpuh

     

    SITUBONDO (20 Januari 2026) – Bencana alam angin puting beliung menerjang pemukiman padat penduduk di Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, pada Selasa (20/1) sore. Berdasarkan pendataan

     

    terbaru hingga pukul 19.00 WIB, tercatat sedikitnya 16 rumah warga mengalami kerusakan setelah disapu angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras.

     

    Kronologi Kejadian

    Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Menurut kesaksian warga, langit di kawasan Mlandingan awalnya berubah menjadi gelap pekat yang disertai gemuruh petir. Tak lama berselang, pusaran angin kencang muncul dari arah pesisir dan langsung menghantam atap rumah-rumah warga serta area pasar.

     

    “Kejadiannya sangat cepat, kurang dari lima menit. Angin berputar sangat keras hingga mengangkat genting dan asbes rumah. Kami semua lari keluar rumah karena takut bangunan roboh,” ujar Ahmad, salah satu warga Desa Silomukti yang bagian dapur rumahnya hancur tertimpa pohon.

     

    Dampak Kerusakan

    Dari 16 rumah yang terdampak, lima di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan konstruksi utama. Selain pemukiman, fasilitas umum di kawasan pasar juga tidak luput dari kerusakan. Beberapa lapak pedagang porak-poranda, sementara material bangunan yang terbawa angin berserakan di jalan raya.

     

    Selain merusak hunian, amukan angin ini menyebabkan sejumlah pohon besar di sepanjang jalur utama pantura tumbang. Hal ini sempat memicu kemacetan panjang karena batang pohon melintang di tengah jalan nasional, menghalangi kendaraan yang melaju dari arah Surabaya menuju Banyuwangi.

     

    Penanganan Darurat

    Aparat desa setempat bersama personel TNI, Polri, dan relawan BPBD Situbondo langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah angin mereda. Dengan bantuan warga, petugas mulai mengevakuasi batang pohon menggunakan gergaji mesin (chainsaw) untuk memulihkan akses lalu lintas.

     

    Kepala Desa Silomukti menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang tertimbun reruntuhan dan memberikan tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati. “Data sementara ada 16 rumah, kami masih terus menyisir dusun-dusun lain untuk memastikan jumlah pasti korban terdampak materiil,” jelasnya.

     

    Himbauan Kewaspadaan

    Pihak berwenang mengimbau masyarakat Situbondo untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk memangkas dahan pohon yang terlalu rimbun di dekat rumah dan segera mencari tempat perlindungan yang kokoh jika melihat gumpalan awan gelap berbentuk corong.

     

    Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ekonomi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Petugas PLN juga tengah berupaya memulihkan jaringan listrik di beberapa titik yang terputus akibat tertimpa dahan pohon.

    ( laili)

  • Dengan Komitmen Tinggi, AFC Terus Menyala di Singkawang: Semangat Tak Terhenti Menuju Pontianak

    Dengan Komitmen Tinggi, AFC Terus Menyala di Singkawang: Semangat Tak Terhenti Menuju Pontianak

     

    Singkawang, Kalimantan Barat Alhamdulillah, kegiatan LOP AFC Singkawang berjalan dengan sukses, lancar, dan penuh keberkahan. Meskipun sempat menghadapi tantangan berupa keterlambatan penerbangan hingga lima jam, semangat dan komitmen kuat tim AFC sama sekali tidak surut. Justru, hal tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan AFC dalam menyapa dan melayani masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

     

    Acara yang dihadiri lebih dari 70 peserta ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Minat terhadap produk dan peluang bisnis AFC sangat menggembirakan, dengan belasan box langsung closing di tempat, serta beberapa peserta lainnya yang telah masuk antrean untuk melanjutkan closing pada hari berikutnya.

     

    Kegiatan ini merupakan acara ke-4 AFC di Kota Singkawang, yang diselenggarakan dengan penuh tanggung jawab oleh Ketua Panitia Robi Zulenda. Acara semakin semarak dengan kehadiran sejumlah leader AFC dari Pontianak, serta satu leader istimewa dari Jakarta, Bapak Leo, yang merupakan salah satu Shogun AFC, turut memberikan warna dan energi positif bagi seluruh peserta.

     

    Menariknya, acara ini dihadiri oleh banyak peserta baru yang sebelumnya belum mengenal AFC. Oleh karena itu, kegiatan difokuskan pada edukasi menyeluruh, mulai dari pengenalan AFC, konsep bisnis networking yang diusung, ragam produk beserta manfaatnya, hingga peluang bisnis di tengah tantangan ekonomi saat ini.

     

    Respons peserta dinilai sangat positif, sehingga ke depan direncanakan kegiatan edukasi AFC akan digelar secara rutin setiap bulan di Kota Singkawang.

     

    Perjalanan AFC tidak berhenti di sini. Setelah Singkawang, langkah berikutnya adalah Kota Pontianak. Pada 21 Januari, akan dilaksanakan LOP Pontianak, yang akan dibawakan langsung oleh Dr. Luigi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas dan memperkuat ekosistem bisnis AFC di Kalimantan Barat.

     

    Sejalan dengan arahan General Manager AFC, Bapak Nicholas Rampisela, AFC berkomitmen untuk menjangkau seluruh daerah di Indonesia guna memberikan edukasi ekonomi, bisnis, dan kesehatan, sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang tengah mencari peluang usaha, produk berkualitas, dan solusi di masa-masa penuh tantangan.

     

    Semoga kegiatan AFC di Singkawang ini membawa manfaat dan keberkahan besar bagi masyarakat setempat, serta melahirkan banyak mitra dan leader baru yang siap mengembangkan bisnis AFC di wilayah Singkawang dan sekitarnya.

     

    Bagi masyarakat Singkawang yang berminat untuk bergabung dan mengembangkan bisnis AFC, dapat langsung menghubungi:

    Dr. Luigi

    📞 0813-7373-7375

     

    Terima kasih.

    AFC — Bersama Bertumbuh, Sehat, dan Sejahtera.

     

     

    ( erman)

  • Eratkan Persaudaraan, Pertemuan Perseban di Gumuk Bago Berlangsung Hangat dan Penuh Keakraban

    Eratkan Persaudaraan, Pertemuan Perseban di Gumuk Bago Berlangsung Hangat dan Penuh Keakraban

    JEMBER – Suasana penuh keakraban menyelimuti kediaman Eko di kawasan Gumuk Bago, Minggu (18/1/2026). Puluhan anggota komunitas Perseban berkumpul dalam agenda rutin arisan (2) minggu/setengah bulan sekali yang kini telah memasuki babak akhir, dengan menyisakan 6 Putaran menuju penutupan periode tahun ini.

    Pertemuan yang dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta ini berlangsung semarak. Gelak tawa dan candaan khas anggota mewarnai

     

    sepanjang acara, membuktikan bahwa perkumpulan ini bukan sekadar urusan simpan-pinjam uang, melainkan wadah silaturahmi yang solid bagi para anggotanya.

    Rencana Pemanfaatan Uang Kas

    Seiring dengan mendekatnya akhir periode arisan, perbincangan mengenai pemanfaatan uang kas tahunan mulai mengemuka. Berkaca pada tahun sebelumnya, seluruh anggota Perseban sepakat menggunakan akumulasi uang kas untuk melakukan kegiatan religius, yakni ziarah ke makam Wali Lima.

     

    Namun, untuk tahun 2026 ini, pengurus menyatakan belum mengambil keputusan final terkait agenda penutupan. Ketua Perseban, P. Markuat, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu masukan dan kesepakatan dari seluruh anggota agar program yang dijalankan nantinya benar-benar sesuai dengan keinginan bersama.

     

    “Terkait pemanfaatan uang kas tahun ini, kami belum menentukan rencana pasti. Kami masih menunggu kesepakatan dari semua anggota,” ujar P. Markuat di sela-sela kegiatan.

    Rapat Pengurus dan Anggota

    Lebih lanjut, P. Markuat menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pengurus dan anggota. Agenda utama rapat tersebut adalah menampung aspirasi serta mendiskusikan rencana kegiatan besar pasca-arisan selesai.

     

    “Nanti akan kami rapatkan secara resmi dengan seluruh pengurus dan peserta arisan. Apakah akan kembali melakukan ziarah atau ada agenda lain, semua bergantung pada keputusan rapat,” tambahnya.

     

    Hingga saat ini, komunitas Perseban terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kelompok sosial yang mandiri dan kompak di Jember. Melalui semangat keguyuban ini,

     

    diharapkan Perseban tetap menjadi jembatan silaturahmi yang memberikan manfaat positif bagi seluruh anggotanya hingga putaran terakhir nanti.

    ( laili)

  • Gagal Gasak Honda Kharisma di Sawah, Pria Asal Nogosari Babak Belur Dihajar Massa di Wuluhan

    Gagal Gasak Honda Kharisma di Sawah, Pria Asal Nogosari Babak Belur Dihajar Massa di Wuluhan

     

    JEMBER – Aksi nekat Ponari (43), warga Dusun Gumuklimo, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, berakhir di jeruji besi. Pria paruh baya ini tertangkap basah saat mencoba mencuri sepeda motor di area persawahan Dusun Tanjungsari, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Sabtu (17/1/2026) pagi.

    Bukannya berhasil membawa kabur barang jarahan, tersangka justru harus dievakuasi ke RSUD Balung setelah menjadi sasaran amuk massa yang geram melihat aksinya.

    Kronologi Kejadian

     

    Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Korban, Muhammad Sulaiman (34), memarkir sepeda motor Honda Kharisma X 125 miliknya di pinggir jalan areal persawahan untuk beraktivitas. Namun, gerak-gerik tersangka yang mondar-mandir di sekitar motor korban memicu kecurigaan saksi, M. Lukman, yang saat itu berada di rumahnya, sekitar 50 meter dari lokasi.

     

    Tersangka terlihat mengeluarkan alat dari saku celananya dan merusak lubang kunci motor korban. Meski berhasil menghidupkan kontak, mesin motor bernopol DK 2192 FV tersebut gagal dinyalakan. Saat itulah, saksi berteriak “maling” yang memancing perhatian warga.

    Pengejaran dan Amuk Massa

     

    Panik diteriaki warga, tersangka melarikan diri ke arah utara melintasi persawahan. Korban bersama warga yang berada di sekitar warung terdekat langsung melakukan pengejaran secara masif. Pelarian Ponari terhenti di Dusun Sumberjo Barat, Desa Glundengan, setelah ia berhasil dikepung dan ditangkap massa.

    Emosi warga yang tak terbendung mengakibatkan tersangka mengalami sejumlah luka akibat dihujani bogem mentah sebelum akhirnya unit Reskrim Polsek Wuluhan tiba di lokasi untuk mengamankan situasi.

     

    Langkah Kepolisian

    Kapolsek Wuluhan melalui unit Reskrim membenarkan penangkapan tersebut. Petugas langsung membawa tersangka ke RSUD Balung untuk mendapatkan Visum et Repertum (VER) dan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

     

    “Kami telah mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Kharisma dan kunci kontaknya. Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melengkapi administrasi penyidikan,” tulis keterangan resmi Polsek Wuluhan, Sabtu (17/1/2026).

     

    Akibat insiden ini, korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp5.000.000. Atas perbuatannya, Ponari dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat memarkir kendaraan di area terbuka dan tidak bertindak main hakim sendiri jika menangkap pelaku kejahatan.

    ( laili)

  • Panitia Isra Mikraj Parangharjo Banyuwangi Beri Klarifikasi Terkait Aksi Biduan di Panggung Acara

    Panitia Isra Mikraj Parangharjo Banyuwangi Beri Klarifikasi Terkait Aksi Biduan di Panggung Acara

     

    BANYUWANGI – Ketua Panitia Peringatan Isra Mikraj Desa Parangharjo, Muhammad Hadiyanto, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya rekaman video aksi seorang biduan yang bernyanyi dan berjoget di atas panggung acara keagamaan di wilayah Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan persepsi publik terkait peristiwa yang terekam pada Sabtu (17/1/2026).

     

    Hadiyanto menegaskan bahwa aksi musik tersebut sama sekali bukan bagian dari rangkaian utama acara peringatan hari besar Islam tersebut. Menurutnya, penampilan hiburan itu berlangsung jauh setelah seluruh rangkaian acara resmi berakhir dan lokasi telah sepi dari tamu kehormatan.

     

    Murni Hiburan untuk Panitia

    Dalam keterangannya, Hadiyanto menjelaskan bahwa saat biduan tersebut naik ke panggung, seluruh undangan telah bubar dan para kiai serta tokoh agama yang mengisi acara sudah tidak berada di lokasi. Aksi tersebut bersifat spontanitas yang ditujukan khusus untuk menghibur jajaran panitia yang tengah bekerja keras melakukan proses pembersihan atau “bersih-bersih” lokasi pasca-kegiatan.

     

    “Perlu kami luruskan bahwa kejadian tersebut berlangsung setelah acara benar-benar usai. Semua undangan dan para kiai sudah meninggalkan tempat. Hiburan itu murni untuk menyemangati rekan-rekan panitia yang sedang melaksanakan bersih-bersih setelah kegiatan yang cukup menguras tenaga,” ujar Muhammad Hadiyanto.

     

    Permohonan Maaf dan Evaluasi

    Pihak panitia menyadari bahwa beredarnya video tersebut tanpa konteks waktu yang jelas dapat menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat, khususnya bagi warga Desa Parangharjo. Mewakili panitia, Hadiyanto menyampaikan permohonan maaf jika hal tersebut dianggap kurang patut.

     

    “Kami memohon masyarakat untuk memahami situasi yang sebenarnya dan memaafkan kejadian ini. Tidak ada niat sedikit pun dari panitia untuk menodai kesakralan acara peringatan Isra Mikraj,” tambahnya.

     

    Harapan Kedepan

    Insiden ini menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran panitia di Desa Parangharjo agar ke depannya lebih berhati-hati dalam menjaga marwah acara keagamaan, bahkan setelah acara inti selesai. Tokoh masyarakat setempat berharap klarifikasi ini dapat mendinginkan suasana sehingga kerukunan warga tetap terjaga di awal tahun 2026 ini.

    ( laili)