Kategori: Uncategorized

  • Hasto Kristiyanto Tekankan Peran Strategis Jawa Timur dalam Menopang Bangsa

    Hasto Kristiyanto Tekankan Peran Strategis Jawa Timur dalam Menopang Bangsa

    Surabaya – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya peran Jawa Timur sebagai salah satu pilar utama penyangga bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar secara serentak di Jawa Timur.

     

    Hasto menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis, baik secara historis maupun demografis, dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional dan persatuan bangsa. Menurutnya, kekuatan sosial, budaya, dan politik di provinsi ini menjadi modal besar bagi PDI Perjuangan dalam menjalankan tugas-tugas kerakyatan.

     

    “Jawa Timur harus terus menjadi tiang penyangga bangsa, yang menopang nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat,” kata Hasto dalam sambutannya.

     

    Ia menegaskan, Konferda dan Konfercab merupakan forum penting untuk konsolidasi organisasi, evaluasi kinerja, serta penguatan ideologi partai. Seluruh kader diminta untuk menjaga soliditas dan disiplin organisasi dalam menjalankan garis perjuangan partai yang berlandaskan Pancasila dan ajaran Bung Karno.

     

    Selain itu, Hasto juga menekankan agar kader PDI Perjuangan senantiasa hadir di tengah masyarakat dan mampu menjawab berbagai persoalan rakyat, khususnya di bidang ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keadilan.

     

    Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan di Jawa Timur diikuti oleh jajaran pengurus DPD, DPC, serta perwakilan kader dari seluruh kabupaten dan kota. Agenda utama kegiatan meliputi penataan struktur organisasi, pemilihan kepengurusan, serta perumusan program kerja partai ke depan.

     

    Melalui konsolidasi yang kuat di Jawa Timur, PDI Perjuangan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas politik nasional serta mendorong terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

     

    ( erman)

  • Cuaca Ekstrem di Pesisir Jember, Nelayan Puger-Watu Ulo Terpaksa Tak Melaut, Harga Ikan Melonjak

    Cuaca Ekstrem di Pesisir Jember, Nelayan Puger-Watu Ulo Terpaksa Tak Melaut, Harga Ikan Melonjak

    JEMBER – Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin barat kencang melanda perairan selatan Jember. Kondisi ini membuat ribuan nelayan di kawasan Puger hingga Watu Ulo terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.

     

    Pantauan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, Rabu (17/12/2025), suasana tampak lengang. Ratusan perahu dan kapal motor nelayan terlihat bersandar rapi di dermaga. Aktivitas bongkar muat ikan yang biasanya ramai nyaris tak terlihat. Para nelayan memilih memperbaiki jaring atau sekadar duduk di pesisir pantai menunggu cuaca membaik.

     

    Seorang nelayan senior asal Watu Ulo mengatakan, kondisi angin barat tahun ini jauh lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Angin kencang datang tiba-tiba dengan gelombang tinggi yang membahayakan perahu kecil.

     

    “Gelombang bisa sampai 3 sampai 4 meter di tengah laut. Kalau kami memaksakan melaut, risikonya nyawa. Jadi lebih baik tidak berangkat,” ujarnya.

     

    Tak melaut berarti tanpa pemasukan. Banyak nelayan kini kehilangan pendapatan harian dan terpaksa mencari pekerjaan sampingan sebagai buruh serabutan atau mengandalkan tabungan yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

     

    Dampak lain dari berhentinya aktivitas melaut adalah kelangkaan ikan di pasaran. Pasokan ikan segar di TPI Puger menurun drastis dan sebagian hanya mengandalkan kiriman dari luar daerah.

     

    Akibatnya, harga ikan melonjak tajam. Ikan tongkol, binatu, hingga layur mengalami kenaikan harga hingga 40-60 persen. Ikan yang biasanya dijual Rp 20 ribu per kilogram kini tembus Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram.

     

    Kondisi ini juga memukul penjual ikan keliling. Mereka kesulitan mendapatkan stok dengan harga terjangkau. Banyak yang memilih berhenti berjualan karena takut merugi.

     

    “Modal kami kecil. Kalau harga sudah mahal dari TPI, kami bingung mau jual berapa ke pelanggan. Ikan juga susah dapat, kalah sama pedagang besar,” kata salah satu penjual ikan motoran di Jember Selatan.

     

    Sementara itu, pihak BMKG dan otoritas pelabuhan terus mengimbau nelayan agar tidak memaksakan diri melaut. Berdasarkan peringatan BMKG, angin barat di perairan selatan Jawa sedang berada pada puncaknya dan berpotensi menimbulkan gelombang tinggi serta rob di wilayah pesisir.

     

    Warga pesisir Jember diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini. Hingga angin barat mereda, masyarakat harus bersabar dengan terbatasnya pasokan ikan dan tingginya harga di pasaran.

    ( laili)

  • Perspektif Dr. Luigi Ariawan tentang Melawan Kemiskinan

    Perspektif Dr. Luigi Ariawan tentang Melawan Kemiskinan

    JEMBER –  Pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia yang masih berada di kisaran Rp 3 juta per bulan dinilai sulit menciptakan kehidupan yang layak. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas hidup, kesehatan, hingga masa depan generasi berikutnya.

     

    Hal itu disampaikan Dr. Luigi Ariawan, Medical Expert Bushido AFC, dalam pemaparan publik yang digelar di Hotel Aston Jember, saat membahas keterkaitan antara ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Menurut Dr. Luigi, banyak orang sebenarnya memiliki impian besar, namun terpaksa menurunkan standar hidup akibat keterbatasan penghasilan.

    “Bukan karena tidak punya mimpi, tapi karena kemampuan ekonomi jauh di bawah kemauan,” kata Dr. Luigi.

     

    Ia menegaskan, sikap bersyukur tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berjuang memperbaiki hidup.

    “Bersyukur itu kewajiban. Prestasi adalah ketika seseorang bisa membangun hidup yang membuat dirinya bangga,” ujarnya.

     

    Dr. Luigi menyoroti pola pikir yang diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu akar kemiskinan. Sistem pendidikan yang berujung pada pencarian kerja dengan pendapatan terbatas dinilai belum mampu memutus rantai kemiskinan.

    “Biaya pendidikan sangat besar, tetapi setelah lulus, penghasilan sering kali tidak sebanding,” jelasnya.

     

    Sebagai solusi, Dr. Luigi memperkenalkan AFC (Asama Family Club) sebagai model bisnis berbasis jaringan yang legal, terjangkau, dan mengedepankan kerja tim. Menurutnya, sistem ini dapat diakses oleh siapa saja tanpa harus memiliki modal besar atau latar belakang pendidikan tertentu.

     

    “Ini bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang mau belajar, meniru sistem, dan bekerja dalam tim. Kekuatan utamanya ada di networking,” katanya.

     

    Ia menambahkan, dalam sistem AFC tidak ada persaingan antaranggota. Keberhasilan satu orang justru menjadi keberhasilan bersama.

     

    Selain berdampak pada ekonomi, peningkatan kesejahteraan juga dinilai berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Dengan kondisi finansial yang lebih baik, akses terhadap nutrisi, pengobatan, dan kualitas hidup sehat menjadi lebih terbuka.

     

    “Melawan kemiskinan berarti memutus garis kemiskinan. Terlahir miskin bukan kesalahan, tapi jika tidak berusaha mengubahnya, kemiskinan itu akan diwariskan,” tegas Dr. Luigi.

     

    Ia pun menegaskan bahwa melalui perubahan pola pikir, kerja tim, dan sistem yang tepat, AFC adalah solusi untuk membangun masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

    ( erman)

  • Desa Rambi Jember Siaga Banjir, Luapan Sungai Bedadung Mengancam Puluhan Rumah

    Desa Rambi Jember Siaga Banjir, Luapan Sungai Bedadung Mengancam Puluhan Rumah

    JEMBER – Teror banjir kembali menghantui warga Kabupaten Jember. Senin malam (15/12/2025), ketegangan menyelimuti puluhan keluarga yang bermukim di bantaran Sungai Bedadung, tepatnya di RW 11 Desa Rambi,  Luapan sungai terbesar di Jember itu kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari pemukiman warga.

     

    Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak sore membuat debit Sungai Bedadung naik drastis dan mengalir sangat deras. Pantauan di lapangan menunjukkan air sungai berwarna cokelat pekat, membawa sampah rumah tangga hingga batang kayu besar, menandakan kuatnya arus dari arah atas.

     

    “Air naik cepat sekali sejak sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam waktu satu jam sudah hampir meluap. Kalau hujan di hulu belum berhenti, kemungkinan besar air masuk ke rumah malam ini,” ujar salah satu warga RW 11 yang berjaga di tepi sungai.

     

    Kondisi ini memaksa warga melakukan upaya penyelamatan secara mandiri. Dengan penerangan seadanya, warga bergotong royong mengamankan barang-barang berharga, menaikkan perabot dan peralatan elektronik ke tempat lebih tinggi. Sejumlah warga lainnya bersiaga di titik rawan untuk memantau kondisi tanggul yang dikhawatirkan jebol.

     

    Evakuasi terbatas juga mulai dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Mereka sementara dipindahkan ke rumah kerabat yang berada di dataran lebih tinggi guna mengantisipasi banjir bandang yang bisa datang sewaktu-waktu di tengah malam.

     

    Selain ancaman banjir, warga juga mengkhawatirkan kondisi tanggul di wilayah Curancar. Derasnya arus yang terus menghantam tebing sungai dikhawatirkan memicu erosi hingga jebolnya plengsengan, yang dapat berdampak pada kerusakan jalan desa dan bangunan di sekitar bantaran.

     

    Pemerintah desa setempat mengimbau warga RW 11 Kaliwining untuk tetap waspada. Warga diminta mematikan aliran listrik jika air mulai masuk rumah, memastikan alat komunikasi dalam kondisi siap, serta menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting dan kebutuhan darurat.

     

    Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, sejumlah kebun warga di sekitar bantaran sungai dilaporkan mulai terdampak luapan air. Warga berharap BPBD Jember bersama relawan segera turun ke lokasi untuk membantu evakuasi dan melakukan pemantauan teknis debit Sungai Bedadung.

    ( laili)

  • AFC Tancap Gas di Jember, Targetkan 7 LOP di Jawa Timur

    AFC Tancap Gas di Jember, Targetkan 7 LOP di Jawa Timur

    JEMBER – Asayama Family Club (AFC) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan bisnis dan peluang kesehatan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jember. Hal ini ditandai dengan suksesnya Life Science Opportunity Preview (LOP) AFC yang digelar perdana di Hotel Aston Jember, dengan menghadirkan Dr. Luigi Ariawan, Medical Expert Bushido AFC.

     

    Dr. Luigi menjelaskan bahwa kegiatan LOP ini merupakan bagian dari strategi kontinuitas dan edukasi rutin kepada masyarakat terkait peluang bisnis dan kesehatan berbasis life science dari AFC.

     

    “LOP ini sebenarnya sudah rutin kami lakukan. Saya sendiri sudah tiga kali membawakan LOP di Jember, mulai dari Hotel Sulawesi, kemudian Hotel Java Lotus, dan sekarang naik kelas di Hotel Aston. Ke depannya, Hotel Aston akan menjadi tempat rutin pelaksanaan LOP AFC di Jember,” ungkap Dr. Luigi.

     

    LOP perdana di Hotel Aston ini mendapat dukungan penuh dari manajemen hotel dan dihadiri sekitar 150 peserta. Meski berlangsung di bulan Desember yang bertepatan dengan musim liburan, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi. Menariknya, sekitar 65 peserta merupakan orang baru yang belum tergabung sebagai member AFC.

     

    “Ini adalah tanda-tanda yang sangat baik, baik untuk LOP Jember maupun untuk masyarakat Jember secara umum. Artinya, bisnis AFC sudah mulai bergerak dan diterima di Kota Jember,” tambahnya.

     

    Dr. Luigi juga berharap kegiatan serupa dapat terus diduplikasi oleh tim AFC Jember pada bulan-bulan berikutnya. Bahkan, pada Februari mendatang, ia berencana menggelar tujuh LOP di wilayah tapal kuda, termasuk Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

     

    “Semoga apa yang saya lakukan ini bisa memberikan manfaat bagi orang banyak, khususnya masyarakat Jawa Timur dan Jember. AFC hadir bukan hanya menawarkan bisnis, tetapi juga peluang kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dari Jepang,” jelasnya.

     

    Di akhir acara, Dr. Luigi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah berkontribusi menyukseskan LOP Jember. Ia berharap kegiatan ini dapat terus digelar secara rutin setiap bulan sebagai upaya memperluas edukasi dan mensyiarkan peluang bisnis serta kesehatan dari Asayama Family Club Jepang.

    ( erman)

  • Komitmen Kepedulian, KJJT Jember Rutin Salurkan Beras untuk Masyarakat Rentan

    Komitmen Kepedulian, KJJT Jember Rutin Salurkan Beras untuk Masyarakat Rentan

    JEMBER — Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Cabang Jember kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan beras kepada warga dhuafa di Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jumat (12/12/2025).

     

    Pada kegiatan kali ini, pengurus KJJT Jember mendatangi langsung dari rumah ke rumah warga yang dinilai layak menerima bantuan, guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

     

    Ketua KJJT Cabang Jember, Yunus, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial masyarakat, sekaligus komitmen KJJT untuk terus hadir memberikan manfaat nyata di luar tugas utama sebagai penyampai informasi.

     

    > “Selain menjadi penyambung lidah masyarakat lewat pemberitaan, kami di KJJT ingin terlibat langsung membantu warga yang membutuhkan. Dengan mendatangi rumah-rumah warga, kami memastikan bantuan benar-benar diterima kaum dhuafa,” ujar Yunus.

     

    Ia menambahkan bahwa kegiatan penyaluran beras ini merupakan program rutin yang dilakukan setiap hari Jumat oleh KJJT Jember, dan akan terus berlanjut di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

     

    Para warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian KJJT Jember. Bantuan beras 5 kilogram tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

     

    Melalui program bakti sosial yang dilakukan secara berkelanjutan ini, KJJT Jember berharap dapat mempererat kedekatan antara wartawan dan masyarakat serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

    ( red)

  • Tradisi dan Kehangatan Menyatukan Warga di Kediaman Ketua Perseban

    Tradisi dan Kehangatan Menyatukan Warga di Kediaman Ketua Perseban

    JEMBER, 8 Desember 2025 – Tradisi dan solidaritas komunitas tetap menjadi pilar kehidupan masyarakat Jember, terlihat jelas pada acara slametan 1000 hari wafatnya almarhumah Ibu Suntiyah, ibunda Bapak Markuat, Ketua Komunitas Ban/Perseban. Acara digelar bersamaan dengan pertemuan rutin komunitas di kediaman Bapak Markuat, wilayah Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Rabu malam.

    Prosesi slametan atau nyewu berlangsung khidmat, dipimpin Ustadz Mawi dari Gumuk Bago. Puluhan anggota komunitas yang sehari-hari sibuk di dunia bengkel dan bisnis ban duduk bersama, melantunkan doa dan tahlil. Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas tinggi, menegaskan bahwa komunitas bukan sekadar wadah profesi, tetapi keluarga kedua yang siap mendukung dalam suka maupun duka.

    “Ini hajat keluarga kami sekaligus kesempatan silaturahmi dengan anggota komunitas,” ujar Bapak Markuat, yang akrab disapa Pak Kua.

     

    Usai doa bersama, pertemuan rutin komunitas tetap dilanjutkan. Agenda membahas fluktuasi harga ban, strategi pemasaran, serta rencana kegiatan sosial berikutnya. Wakil Ketua Widi Bahtiar mengatakan, “Biasanya kita bertemu di tempat netral, tapi kali ini di kediaman ketua yang sedang berduka. Ini menunjukkan solidaritas kami mendukung Pak Markuat dan keluarga.”

    Acara ini menjadi contoh harmonis antara tradisi Jawa dan aktivitas organisasi modern. Di tengah hidangan khas slametan, tawa, canda, dan diskusi serius berjalan beriringan. Kediaman Bapak Markuat semalam menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual, menegaskan bahwa nilai kekeluargaan dan solidaritas komunitas tetap menjadi denyut nadi masyarakat Jember.

    ( laili black)

  • Slog Polri Percepat Distribusi Bantuan ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana Melalui Jalur Udara dan Laut

    Slog Polri Percepat Distribusi Bantuan ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana Melalui Jalur Udara dan Laut

    Jakarta – Polri melalui Staf Logistik (Slog) mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

     

    Hal ini disampaikan Karo Faskon Slog Polri, Brigjen Pol. Moch Sagi Dharma Adhyakta, S.H., saat memberikan keterangan di Gudang D Slog Polri Cipinang, Jakarta Timur pada Rabu (10/12). Brigjen Sagi menjelaskan bahwa seluruh bantuan dihimpun dari gudang logistik Polri berdasarkan laporan kebutuhan dari masing-masing wilayah. “Kami dari Logistik Polri telah menyiapkan bantuan sesuai kondisi di tiga provinsi tersebut,” ujarnya.

     

    Bantuan awal yang dikirim mencakup obat-obatan, makanan cepat saji, perlengkapan penyelamatan, serta dukungan bagi personel Polri, termasuk 600 pasang pakaian dinas dan rencana tambahan 10.000 pasang.

     

    Selain kebutuhan masyarakat seperti makanan bayi, pakaian, dan kebutuhan perempuan, Polri juga mengaktifkan perangkat Wontek untuk memperkuat jaringan komunikasi di daerah yang terisolir.

     

    Pengiriman dilakukan setiap hari melalui jalur darat dan udara menggunakan fasilitas Polri, termasuk pesawat, helikopter, hingga kargo penerbangan.

    “Fokus sebelumnya adalah Aceh Tamiang yang sempat tertutup akses. Alhamdulillah sekarang seluruh barang sudah dapat masuk,” jelas Brigjen Sagi.

     

    Untuk daerah yang tidak bisa dilewati jalur darat, bantuan dipusatkan lebih dulu di Bandara Kualanamu sebelum diteruskan menggunakan helikopter.

     

    Brigjen Sagi menutup keterangan dengan memastikan Polri akan terus menjaga kelancaran distribusi. “Bila jalur darat memungkinkan, kami tetap tempuh jalur darat. Demikian penjelasan kami, terima kasih,” pungkasnya.

    ( red)

  • Dinsos Jember Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 1.654 KPM di Desa Bintoro

    Dinsos Jember Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 1.654 KPM di Desa Bintoro

    Jember — Sebanyak 1.654 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Bintoro, Kecamatan Patrang, menerima bantuan beras 20 kilogram dan 4 liter minyak goreng dari Dinas Sosial Kabupaten Jember. Penyaluran berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025, di Balai Desa Bintoro dengan pengawasan langsung perangkat desa dan petugas Dinsos.

     

    Bantuan pangan ini merupakan program kerja sama antara Dinas Sosial Jember dan Bulog sebagai upaya menjaga stabilitas pangan masyarakat berpenghasilan rendah, terlebih di tengah kondisi harga beras yang terus melambung tinggi.

     

    Perangkat desa yang ditemui tim media menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan telah terdaftar sebagai KPM sesuai data resmi. “Total penerima ada 1.654 KPM, seluruhnya sudah terdata dan hari ini masing-masing menerima 20 kilogram beras dan minyak goreng,” ujarnya.

     

    Proses pembagian berlangsung kondusif dengan antrean tertib berkat kolaborasi petugas Dinsos, perangkat desa, serta kehadiran Babinkamtibmas dan Babinsa yang turut memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

     

    Pihak Dinsos menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok keluarga. “Bantuan beras dan minyak goreng ini bertujuan meringankan beban masyarakat miskin. Kami berharap dapat digunakan sesuai kebutuhan sehari-hari,” kata salah satu petugas.

     

    Program penyaluran cadangan pangan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan mengurangi beban ekonomi warga kurang mampu di Kabupaten Jember.

     

    ( Baron)

  • Polantas Menyapa, Satlantas Polres Jember Perkuat Pelayanan Publik di Kantor Samsat Bersama

    Polantas Menyapa, Satlantas Polres Jember Perkuat Pelayanan Publik di Kantor Samsat Bersama

    Jember – Satlantas Polres Jember Polda Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis melalui program unggulan “Polantas Menyapa”. Program ini menjadi langkah nyata reformasi pelayanan publik di tubuh Polri, khususnya dalam pelayanan di Kantor Samsat Bersama wilayah Polres Jember.

     

    Dalam implementasinya, personel lalu lintas turun langsung ke pusat layanan masyarakat untuk memberikan edukasi, pelatihan pra–tes praktik, serta memastikan setiap layanan kepolisian berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan akuntabilitas. Fokus utama kegiatan ini berada di area pelayanan SIM dan registrasi kendaraan bermotor.

     

    Kasat Lantas Polres Jember menegaskan bahwa Polantas Menyapa berfungsi sebagai sarana efektif dalam membangun kedekatan antara petugas dan masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan administratif, petugas juga memberikan sosialisasi menyeluruh mengenai tata cara, ketentuan, dan biaya resmi penerbitan SIM serta proses registrasi kendaraan.

     

    “Program ini adalah manifestasi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

     

    Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan memahami prosedur dan biaya legal sehingga tidak terjebak praktik percaloan. Satlantas Polres Jember juga memastikan standar zero pungli di seluruh lini pelayanan, baik di Satpas maupun Samsat. Petugas diwajibkan bersikap responsif serta memberikan solusi cepat terhadap kendala administratif yang dialami warga.

     

    Selain meningkatkan kualitas layanan, Polantas Menyapa juga menjadi strategi memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Melalui komunikasi terbuka serta pendekatan empatik, kepercayaan publik diharapkan tumbuh kembali.

     

    “Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga mitra pelayanan yang hadir dengan hati,” tambahnya.

     

    Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, Satlantas Polres Jember Polda Jatim optimistis program Polantas Menyapa mampu menciptakan ekosistem pelayanan lalu lintas yang modern, berintegritas, dan berpihak pada kebutuhan publik.

     

    ( erman)