Kategori: Uncategorized

  • Dugaan Penggunaan Sertifikat Tanpa Persetujuan Disorot KJJT di BRI Tempurejo

    Dugaan Penggunaan Sertifikat Tanpa Persetujuan Disorot KJJT di BRI Tempurejo

    Jember – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) menyoroti dugaan praktik bermasalah dalam penyaluran kredit di BRI Unit Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah warga mengaku mengalami kerugian, mulai dari penggunaan sertifikat tanpa sepengetahuan hingga beban pinjaman yang tidak pernah mereka nikmati.

     

    Ketua KJJT sekaligus pengelola Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa Tempurejo, Yunus, menyampaikan bahwa salah satu kasus yang kini mendapat pendampingan adalah yang dialami seorang warga bernama Nova. Menurut pengakuan yang bersangkutan, sertifikat tanah miliknya diduga digunakan sebagai jaminan kredit tanpa persetujuan dan tanpa pernah menerima dana pinjaman.

     

    “Secara hukum, ini patut dipertanyakan. Karena seharusnya peminjam adalah orang yang bersangkutan atau setidaknya ada kuasa dan persetujuan sah dari pemilik sertifikat. Kalau itu tidak ada, maka nasabah jelas dirugikan,” ujar Yunus, Senin (29/12/2025).

     

    Yunus menegaskan, hingga kini pihaknya masih menggunakan asas praduga dan belum menyimpulkan adanya pelanggaran pidana. Namun, ia menilai terdapat indikasi kuat kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) penyaluran kredit.

     

    Dalam kasus Nova, Yunus menyebut situasi semakin rumit karena pihak yang disebut sebagai peminjam telah meninggal dunia. Sementara itu, Nova justru diminta bertanggung jawab atas kewajiban kredit.

     

    “Yang bersangkutan tidak pernah merasa meminjam, tidak menikmati hasil pinjaman, tapi sertifikatnya hilang dan masih diminta mengganti kewajiban. Ini kondisi yang secara logika dan keadilan sulit diterima,” katanya.

     

    KJJT juga menyoroti langkah yang disebut-sebut ditawarkan pihak bank, yakni meminta nasabah mencari sertifikat lain untuk dijadikan pengalihan jaminan agar sertifikat lama dapat dikembalikan. Menurut Yunus, opsi tersebut bukan solusi yang tepat karena berpotensi menambah risiko kerugian bagi masyarakat.

     

    “Kalau dialihkan lagi, itu artinya masalah tidak selesai, hanya dipindahkan. Yang dirugikan tetap masyarakat,” tegasnya.

     

    Lebih jauh, KJJT mengklaim menerima informasi adanya puluhan kasus serupa dengan pola yang hampir sama. Yunus memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 20 hingga 30 orang atau lebih, yang diduga terjadi pada periode petugas BRI tertentu sebelum dipindahkan tugas.

     

    “Ada warga yang berniat pinjam Rp30 juta, tapi dalam dokumen tercatat Rp50 juta. Dana tidak diterima langsung oleh peminjam, melainkan melalui pihak perantara. Ini yang harus dijelaskan secara terbuka,” jelasnya.

     

    Menurut Yunus, pencairan kredit tidak mungkin terjadi tanpa proses persetujuan berjenjang. Oleh karena itu, ia mendorong adanya audit internal untuk memastikan apakah prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan.

     

    “Kami tidak menuduh, tapi meminta klarifikasi dan tanggung jawab. Karena kalau kredit bermasalah dibiarkan, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tapi juga institusi perbankan itu sendiri,” ujarnya.

     

    KJJT mendesak BRI untuk melakukan evaluasi menyeluruh, membuka ruang klarifikasi, serta memberikan perlindungan kepada nasabah yang merasa dirugikan. Pihaknya juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila tidak ada penyelesaian yang adil.

    ( red)

     

     

     

  • Warga Sebut Eks Asrama Mahasiswa Unej Dibiarkan Terbengkalai

    Warga Sebut Eks Asrama Mahasiswa Unej Dibiarkan Terbengkalai

    Jember – Kondisi eks Asrama Mahasiswa Universitas Jember (Unej) di RW 20 Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menuai kritik keras warga. Bangunan milik Universitas Jember itu dinilai dibiarkan terbengkalai, hingga memicu keresahan serius dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

     

    Warga, khususnya di RT 01, mengaku hidup dalam kecemasan setelah beberapa kali hewan liar, termasuk ular berbisa, dilaporkan masuk ke rumah-rumah penduduk. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh semak belukar dan bangunan rusak yang tidak terawat di area eks asrama.

     

    Perwakilan warga RW 20 sekaligus jurnalis investigasi Media Pemerhati Korupsi (MAPIKOR), Athok Humaidy, menyampaikan bahwa pihak kampus telah mengetahui persoalan ini sejak lama.

     

    “Pada 11 November 2025 pukul 08.00 WIB sudah dilakukan pertemuan dengan Kepala Biro Umum, Kepala Biro Hukum, dan Kepala Biro Humas Unej. Namun sampai hari ini, pembersihan belum dilakukan secara tuntas,” ujar Athok kepada wartawan.

     

    Athok menilai, keterlambatan penanganan tersebut patut dipertanyakan, mengingat lokasi eks asrama berada di tengah pemukiman padat penduduk.

     

    “Ini bukan sekadar persoalan estetika. Jika kondisi ini terus dibiarkan, risikonya langsung menyentuh keselamatan warga. Fakta di lapangan, ular berbisa sudah beberapa kali masuk ke rumah warga,” katanya.

     

    Ia juga menyebut adanya kekecewaan warga terhadap kinerja pengelola aset kampus. Menurutnya, berbagai penjelasan yang disampaikan pihak terkait belum diikuti tindakan konkret, sehingga menimbulkan kesan pembiaran.

     

    “Kami mendengar banyak alasan, tapi warga menunggu tindakan. Selama tidak ada pembersihan total, keresahan tetap ada,” ucap Athok.

     

    Terkait langkah lanjutan, Athok menyatakan warga sedang mempertimbangkan upaya administratif ke tingkat yang lebih tinggi. Ia menyebut pihaknya telah mengantongi surat pengalihan dari Dirjen Pendidikan Jawa Timur, yang dapat digunakan jika tidak ada solusi nyata dari Universitas Jember.

     

    “Kami berharap langkah ini tidak perlu ditempuh. Namun jika sampai akhir bulan tidak ada pembersihan menyeluruh, warga akan menggunakan jalur yang tersedia secara resmi,” ujarnya.

     

    Athok juga meminta Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, untuk memberikan perhatian langsung terhadap kondisi aset kampus tersebut.

     

    “Kami berharap pimpinan universitas melihat persoalan ini sebagai tanggung jawab institusional, bukan sekadar urusan teknis,” katanya.

     

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Jember belum menyampaikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait.

    ( red)

  • Jelang Pergantian Tahun, Pengunjung Pantai Pasir Putih Situbondo Membeludak

    Jelang Pergantian Tahun, Pengunjung Pantai Pasir Putih Situbondo Membeludak

    SITUBONDO, 28 Desember 2025 — Objek wisata Pantai Pasir Putih Situbondo mulai dipadati wisatawan dari berbagai daerah menjelang perayaan akhir tahun 2025. Meskipun terdapat laporan mengenai kenaikan tinggi gelombang air laut di sepanjang pesisir utara, hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menghabiskan waktu libur mereka di pantai yang menjadi ikon Kabupaten Situbondo tersebut.

    Peningkatan jumlah pengunjung tahun ini dilaporkan jauh lebih signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Keramaian mulai terlihat sejak pagi hari di area bibir pantai, tempat parkir, hingga sejumlah fasilitas publik yang tersedia. Para wisatawan tidak hanya berasal dari lokal Situbondo, namun juga banyak didominasi oleh warga dari kabupaten tetangga.

     

    Salah satu pengunjung asal Ajung, Kabupaten Jember, Ibu Hasanah, mengaku sengaja memboyong keluarganya untuk berwisata ke Pasir Putih karena daya tarik suasana pantainya yang khas. Ia menilai, kenyamanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh pengelola saat ini sudah sangat baik dan kompetitif.

     

    “Suasana di pantai ini sangat seru dan asik untuk kumpul keluarga. Fasilitas yang ada di sini juga tidak kalah lengkap jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang pernah kami kunjungi. Meskipun ada kabar ombak sedang naik, kami tetap merasa nyaman selama tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” ujar Ibu Hasanah saat ditemui di sela-sela aktivitasnya bersama keluarga, Minggu (28/12).

     

    Pihak pengelola pantai memang terus berupaya meningkatkan daya tarik wisata guna menyambut momentum pergantian tahun. Berdasarkan informasi resmi dari panitia setempat, puncak kemeriahan malam tahun baru di Pasir Putih akan diwarnai dengan agenda besar berupa Festival Balon Lampion.

     

    Ratusan lampion direncanakan akan diterbangkan secara serentak di tepi pantai saat detik-detik pergantian tahun. Festival ini diharapkan menjadi daya tarik utama yang mampu menyatukan ribuan pengunjung dalam suasana yang meriah namun tetap syahdu. Pihak keamanan dan pengelola pun telah menyiagakan personel tambahan untuk memantau aktivitas di pinggir pantai guna memastikan keselamatan wisatawan di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

     

    Dengan adanya rangkaian acara menarik dan peningkatan fasilitas, Pantai Pasir Putih Situbondo diprediksi akan terus mengalami lonjakan pengunjung hingga hari pertama di tahun 2026 mendatang.

    ( Laili)

  • KJJT Jember Rutin Salurkan Bantuan Beras Setiap Hari Jumat

    KJJT Jember Rutin Salurkan Bantuan Beras Setiap Hari Jumat

    JEMBER – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) menyalurkan bantuan beras kepada warga prasejahtera di sekitar sekretariat KJJT, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (26/12/2025). Kegiatan tersebut merupakan penyaluran tahap kelima dalam program sosial rutin bertajuk Jumat Berkah.

     

    Bantuan diberikan kepada warga kurang mampu yang bermukim di lingkungan sekitar kantor KJJT. Program ini bertujuan mempererat hubungan sosial antara anggota komunitas jurnalis dan masyarakat, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

     

    Salah satu penerima bantuan, Hamida, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterimanya. Ia menilai bantuan beras tersebut membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari.

     

    > “Bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada pengurus KJJT atas perhatian yang diberikan kepada warga,” ujar Hamida.

     

    Warga lainnya, Reni, menilai keberadaan KJJT di wilayah Ajung memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial. Ia berharap kegiatan sosial yang dilakukan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

     

    > “Kami berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Reni.

     

    Sementara itu, perwakilan pengurus KJJT menyatakan bahwa program Jumat Berkah merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

     

    > “Kami berupaya agar penyaluran bantuan ini dapat dilakukan secara rutin dan tepat sasaran sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” ujar perwakilan pengurus KJJT.

     

    Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar. KJJT berharap kegiatan tersebut dapat mendorong partisipasi berbagai pihak dalam memperkuat kepedulian sosial dan jaring pengaman masyarakat di tingkat lokal.

     

    ( tim)

  • DPRD Jember Warning Kontraktor Nakal, Proyek Jalan APBD Dinilai Bermasalah

    DPRD Jember Warning Kontraktor Nakal, Proyek Jalan APBD Dinilai Bermasalah

    JEMBER  – Pelaksanaan proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Jember menuai kritik keras dari DPRD Komisi C                            DPRD Jember menilai terdapat indikasi serius ketidakberesan dalam pengerjaan proyek jalan yang dibiayai APBD, mulai dari dugaan pelanggaran standar teknis hingga keterlambatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

     

    Anggota DPRD Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo, mengungkapkan bahwa hasil pantauan lapangan menunjukkan adanya penghamparan aspal dalam kondisi suhu rendah, yang secara teknis berpotensi tidak memenuhi spesifikasi kontrak.

     

    > “Kalau aspal dihampar dalam suhu yang tidak sesuai lalu tetap dipaksakan, kualitasnya pasti turun. Ini patut dipertanyakan, apakah pengerjaan di lapangan benar-benar mengacu pada kontrak atau tidak,” tegas Edi.

     

    Selain persoalan kualitas, DPRD juga menyoroti proyek jalan yang dibiarkan terbengkalai meski batas waktu pengerjaan telah terlewati. Sejumlah ruas jalan sudah dikeruk, namun hingga kini belum juga diaspal, tanpa kejelasan penyelesaian.

     

    Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi, terlebih di musim hujan yang meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu aktivitas warga.

     

    > “Jalan sudah dikeruk, tapi dibiarkan begitu saja. Warga menanggung lumpur, genangan, dan risiko keselamatan. Ini tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.

     

    Edi menegaskan bahwa dinas teknis memiliki kewajiban penuh untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kontraktor. Jika ditemukan keterlambatan atau ketidaksesuaian pekerjaan, maka sanksi kontraktual harus diberlakukan.

     

    > “Kalau kontraktor tidak menepati kewajibannya, dinas tidak boleh diam. Harus ada tindakan. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” kata Edi.

     

    Salah satu lokasi yang disorot berada di Perumahan Keramat I, di mana kondisi jalan yang dikeruk cukup lama  dinilai mencerminkan lemahnya pengendalian proyek. DPRD meminta agar pihak terkait segera memberikan kejelasan kepada publik.

     

    > “Ini uang rakyat. Publik berhak tahu siapa yang bertanggung jawab dan kapan jalan ini diselesaikan,” tegasnya.                                DPRD Jember memastikan persoalan ini akan dibawa dalam agenda evaluasi dan pengawasan lanjutan. Pemanggilan terhadap dinas teknis dan kontraktor disebut menjadi opsi yang terbuka untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan.

     

    > “Pembangunan tidak boleh menyisakan penderitaan bagi masyarakat. Kalau ada pelanggaran atau kelalaian, harus dibuka dan diperbaiki,” pungkas Edi.

    DPRD menegaskan akan terus mengawal proyek infrastruktur agar anggaran daerah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak merugikan masyarakat.

     

    ( erman)

  • Polres Bojonegoro Lakukan Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah Natal

    Polres Bojonegoro Lakukan Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah Natal

    BOJONEGORO – Personel Polres Bojonegoro Polda Jatim melaksanakan sterilisasi gereja guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani menjelang pelaksanaan ibadah.

     

    Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya pada kegiatan keagamaan.

     

    Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kompol Sujono mengatakan, salah satu gereja yang menjadi sasaran sterilisasi adalah Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Kecamatan Kota Bojonegoro.

     

    Kegiatan sterilisasi tersebut dilaksanakan sebelum rangkaian ibadah dimulai.

     

    “Sterilisasi ini dilakukan dengan menyisir setiap ruang dan sudut gereja menggunakan alat metal detector dan inspector mirror,” ujar Kompol Sujono, Senin (22/12).

     

    Ia menjelaskan, sterilisasi dilakukan oleh tim khusus yang dipimpin langsung oleh Kanit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit).

     

    Petugas menyisir area dalam dan sekitar gereja secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya benda mencurigakan yang dapat membahayakan jamaah.

     

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan kegiatan keagamaan.

     

    “Sterilisasi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan barang berbahaya yang dapat mengganggu kegiatan ibadah,” jelasnya.

     

    Kompol Sujono menambahkan, setelah proses sterilisasi selesai, pengamanan dilanjutkan dengan penempatan personel gabungan dari Polres Bojonegoro dan Polsek Bojonegoro Kota.

     

    Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

     

    Ia menegaskan, kegiatan sterilisasi dan pengamanan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

     

    “Kami melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristen yang melaksanakan ibadah, sehingga mereka dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang,” pungkasnya.

    ( erman)

  • Gus Fawait: Program 2025 Jadi Tonggak Terbesar Pembangunan Jember

    Gus Fawait: Program 2025 Jadi Tonggak Terbesar Pembangunan Jember

    JEMBER, – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pekerja rentan. Komitmen tersebut disampaikan saat peluncuran Program Lingkaran Cinta dan Cinta Petani di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Senin (22/12/2025) siang.

     

    Gus Fawait menyampaikan bahwa realisasi program pembangunan tahun 2025 menjadi yang terbesar dalam empat dekade terakhir dan mencatatkan sejarah baru bagi Kabupaten Jember.

     

    Salah satu capaian utama yang disoroti adalah program perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Pemerintah daerah hadir dengan menanggung iuran BPJS sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat.

     

    “Tahun 2025 mencatatkan angka partisipasi terbesar dalam tiga tahun terakhir. Total ada 82.093 pekerja yang iurannya dibayarkan oleh Pemkab Jember,” ujar Gus Fawait.

     

    Jumlah tersebut meliputi 40.300 buruh tani, 19.474 pekerja sosial keagamaan, 10.000 petani pangan dan hortikultura, 9.484 pekerja rentan desa, 2.000 nelayan tangkap, serta ratusan pedagang keliling.

     

    Hingga 10 Desember 2025, dana manfaat yang telah terserap mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan menembus Rp 20 miliar hingga akhir tahun.

     

    Selain perlindungan sosial, Gus Fawait juga memaparkan realisasi bantuan sektor pertanian melalui Dinas TPHP. Ia menegaskan tekad pemerintah daerah untuk mengembalikan Jember sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur.

     

    “Hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember sebelumnya mengalami kerusakan. Fokus kami adalah memperbaiki yang rusak sekaligus memberikan alat produksi yang lebih modern,” tegasnya.

     

    Adapun bantuan yang telah direalisasikan meliputi 169 unit mesin pra-panen dan 111 unit mesin pasca-panen, 644 ton pupuk berbagai jenis, 8.728 pohon benih hortikultura, 33.800 bibit perkebunan, serta bantuan untuk 24.292 hektare tanaman pangan.

     

    Total nilai bantuan tersebut mencapai Rp 73,5 miliar yang bersumber dari dukungan pemerintah pusat dan daerah.

     

    Untuk mengakselerasi pembangunan, Gus Fawait mengungkapkan bahwa pihaknya aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat. Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Jember mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.

     

    “Jika hanya mengandalkan APBD, target ini sulit tercapai. Oleh karena itu, konektivitas udara melalui Bandara Jember sangat krusial agar koordinasi dengan pemerintah pusat lebih efektif dan membawa anggaran pembangunan ke Jember,” jelasnya.

     

    Gus Fawait optimistis pada 2026 pembangunan infrastruktur dan sektor pangan akan semakin masif, sejalan dengan visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

     

    “Kami tidak hanya bercerita, tapi menghadirkan bukti nyata. Jember harus maju dan Jember harus lebih baik,” pungkasnya.

    ( erman)

  • Komunitas Perseban Ajung Perkuat Jejaring Usaha Lewat Syukuran dan Silaturahmi

    Komunitas Perseban Ajung Perkuat Jejaring Usaha Lewat Syukuran dan Silaturahmi

    JEMBER – Komunitas pengusaha ban yang tergabung dalam Perseban menggelar kegiatan syukuran dan silaturahmi di kediaman Bapak Basit atau yang akrab disapa P. Alin, di Jalan MH Thamrin, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Sabtu (21/12/2025).

     

    Kegiatan yang berlangsung sekitar 50 meter di sebelah timur gerbang PTPN Ajung Gayasan ini dihadiri puluhan pelaku usaha ban dari berbagai wilayah di Jember dan sekitarnya. Acara tersebut menjadi momentum konsolidasi komunitas dalam memperkuat jejaring bisnis di tengah dinamika sektor otomotif yang terus berkembang.

     

    Sebagai tuan rumah, P. Alin membuka kediamannya sebagai ruang temu para “juragan ban” untuk mempererat persaudaraan sekaligus menyamakan visi dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. Suasana acara berlangsung khidmat namun penuh keakraban, diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran usaha yang telah dijalani.

     

    Lokasi kegiatan yang berada di jalur utama Jalan MH Thamrin dinilai strategis dan memiliki makna simbolis. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu jalur logistik penting di Kabupaten Jember, sehingga dipandang tepat menjadi titik temu para pelaku usaha jasa dan perdagangan, khususnya sektor ban.

     

    Salah satu anggota komunitas Perseban menyampaikan bahwa kegiatan syukuran dan silaturahmi semacam ini sangat penting untuk menjaga soliditas antaranggota. Selain mempererat hubungan personal, forum informal ini juga dimanfaatkan untuk bertukar informasi terkait pasokan ban, perkembangan teknologi, hingga tantangan usaha yang dihadapi pada tahun 2025.

     

    “Dengan silaturahmi seperti ini, kami bisa saling mendukung dan berbagi solusi. Persaingan tetap ada, tapi semangat kebersamaan dan guyub rukun jauh lebih utama,” ujarnya.

     

    Hingga acara berakhir, suasana kekeluargaan tetap terasa kuat. Komunitas Perseban berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin sebagai upaya memperkokoh jejaring bisnis lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jember.

    ( Laili)

  • Antusiasme Memuncak! LOP Jambi Kembali Sukses Digelar, Ratusan Peserta Padati Acara di Akhir Tahun

    Antusiasme Memuncak! LOP Jambi Kembali Sukses Digelar, Ratusan Peserta Padati Acara di Akhir Tahun

    Jambi, kembali mencatatkan momentum luar biasa melalui penyelenggaraan LOP Jambi yang untuk kesekian kalinya sukses digelar. Acara ini secara langsung dibawakan oleh Dr. Luigi, yang hadir tidak hanya sebagai pembicara, tetapi juga memberikan percontohan langsung tentang bagaimana melakukan LOP yang baik dan benar.

     

    Digelar di penghujung bulan Desember, tepat di tengah musim liburan, LOP Jambi justru menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Tercatat sekitar 150–170 peserta hadir,puluhan box                        Angka ini menjadi bukti nyata bahwa minat dan semangat komunitas Jambi terhadap pengembangan bisnis AFC terus bertumbuh.

     

    Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari peran panitia yang solid dan profesional, di bawah kepemimpinan Ketua Panitia, Bapak Sulaiman. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh energi positif, menciptakan suasana yang kondusif serta inspiratif bagi seluruh peserta.

     

    > “Saya sangat senang dan bangga melihat antusiasme teman-teman di Jambi. Aura positifnya sangat terasa,” ujar Dr. Luigi.

    tak berhenti sampai di sini, LOP Jambi akan kembali digelar bulan depan, dan kembali akan dibawakan langsung oleh Dr. Luigi. Selain itu, sebagai bentuk komitmen pembinaan berkelanjutan, pada tanggal 22 sore akan dilaksanakan training lanjutan bagi member lama maupun member baru, agar semakin fasih dan percaya diri dalam menjalankan bisnis AFC.

     

    Ke depan, diharapkan member-member Jambi mampu menggelar LOP secara mandiri, sehingga kapasitas dan skala acara dapat terus meningkat, bahkan menjangkau lebih banyak masyarakat.

     

    Acara ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju visi besar:

    ✨ Jambi sebagai Kota Salmon berikutnya ✨

    Terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia LOP Jambi Desember 2025, para peserta, serta relawan yang telah membantu dengan penuh dedikasi. Bersama, kita bangun komunitas yang kuat, mandiri, dan penuh prestasi.

     

    ( erman)

  • Widarto, S.S Resmi Terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Periode 2025–2030

    Widarto, S.S Resmi Terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Periode 2025–2030

    Surabaya – Widarto, S.S resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember untuk periode 2025–2030. Penetapan tersebut menjadi tonggak baru kepemimpinan PDI Perjuangan di Kabupaten Jember.

     

    Keputusan tersebut ditetapkan dalam forum resmi partai yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan, serta seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Jember.

     

    Proses penetapan berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan soliditas serta komitmen kader partai dalam menjaga marwah organisasi. Kepercayaan yang diberikan kepada Widarto, S.S menunjukkan dukungan kuat dari seluruh struktur partai untuk melanjutkan dan memperkuat kerja-kerja politik kerakyatan di Kabupaten Jember.

     

    Dalam kepemimpinannya, Widarto diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memastikan PDI Perjuangan tetap hadir di tengah masyarakat dengan program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat.

     

    Sejumlah kader dan simpatisan menyampaikan ucapan selamat serta harapan besar agar di bawah kepemimpinan Widarto, PDI Perjuangan Kabupaten Jember semakin solid, berprestasi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

    ( erman)