Kategori: Uncategorized

  • “DARI SUPIR TAKSI JADI MILIARDER, DARI KEBANGKRUTAN MENUJU DOBLE SAMURAI!”     JAKARTA TIMUR BERSIAP! LOP & NDO AFC 13 JANUARI 2026 AKAN MENGUBAH HIDUP ANDA

    “DARI SUPIR TAKSI JADI MILIARDER, DARI KEBANGKRUTAN MENUJU DOBLE SAMURAI!” JAKARTA TIMUR BERSIAP! LOP & NDO AFC 13 JANUARI 2026 AKAN MENGUBAH HIDUP ANDA

    Jakarta Timur – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Jakarta Timur dan sekitarnya. Sebuah acara yang disebut-sebut sebagai pintu perubahan hidup, yakni LOP Mini & NDO (New Distributor Orientation) AFC, akan digelar pada 13 Januari 2026 pukul 14.00 WIB di Restoran Oakwood, Taman Mini Indonesia Indah.

    Acara ini akan dibawakan langsung oleh Dr. Luigi, sosok inspiratif di balik berkembangnya Asayama Family Club (AFC) di Indonesia. Dalam sesi eksklusif ini, peserta akan dikupas tuntas bagaimana cara membangun bisnis AFC dari nol hingga menghasilkan ratusan juta bahkan miliaran rupiah per bulan, sekaligus mendapatkan manfaat kesehatan dari produk organik berstandar tinggi.

    Yang membuat acara ini semakin istimewa, Dr. Luigi tidak datang sendiri. Ia akan didampingi oleh dua tokoh luar biasa dari timnya:

    🔹 Bapak Safiudin – Mantan supir taksi bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, yang kini dikenal sebagai miliarder baru AFC dengan penghasilan ratusan juta rupiah per bulan.

    🔹 Bapak Kikin Sodikin (Bogor) – Sosok pejuang kehidupan yang kini telah mencapai Rank Doble Samurai, dengan total penghasilan miliaran rupiah dari AFC.

    TESTIMONI NYATA: DARI TITIK TERENDAH MENUJU KEBANGKITAN

    Bapak Kikin Sodikin membagikan kisah hidupnya yang menggetarkan hati:

    > “Saya bertemu AFC Mei 2019, saat kondisi ekonomi keluarga sangat terpuruk. Tahun 2019, aset yang sudah jadi milik harus terjual—mobil, tanah. Namun setelah ketemu AFC, Alhamdulillah, saya bisa membeli kembali tanah dan mobil. Saat ini saya sudah Doble Samurai. Bismillah, tahun 2026 target terdekat Shogun, dan target impian Bushido. Saya ingin merasakan apa yang Dr. Luigi rasakan saat ini.”

    BISNIS + KESEHATAN: KOMBINASI LANGKA

    AFC bergerak di bidang kesehatan berbasis produk non-kimia dan organik, telah:           ✅ Terdaftar BPOM

    ✅ Memiliki sertifikasi keamanan lengkap

    ✅ Mengantongi paten fungsi

    Salah satu produk unggulannya, Subarashi, memiliki paten fungsi regenerasi sel, anti-aging, dan peremajaan sel—sebuah solusi terhadap bahaya laten terbesar manusia modern: penuaan.

    📌 PENDAFTARAN & INFORMASI

    Bagi Anda yang berada di Jakarta Timur, sekitar TMII, maupun dari luar kota dan ingin hadir:

    📞 Contact Person:

    Bpk. Saifuddin

    📱 0831-6234-7250

    13 JANUARI 2026 – JANGAN SAMPAI TIDAK HADIR

    Karena bisa jadi:                                                  Ini bukan sekadar acara.                                    Ini bukan sekadar bisnis.                                  Ini adalah titik balik hidup Anda.

    Bismillah. Hadir, dengarkan, dan ambil keputusan terbaik untuk masa depan Anda.

     

    ( erman)

  • Road Show Nasional Januari 2026: Dr. Luigi Tancap Gas Keliling Indonesia, Wujud Nyata Kepemimpinan Berbasis Kemanusiaan

    Road Show Nasional Januari 2026: Dr. Luigi Tancap Gas Keliling Indonesia, Wujud Nyata Kepemimpinan Berbasis Kemanusiaan

     

    Bandung – Awal tahun 2026 dimulai dengan langkah besar. Dr. Luigi Ariawan Handoyono, salah satu leader nasional Asayama Family Club, resmi menggelar Road Show Nasional Januari 2026, sebuah rangkaian kunjungan ke berbagai kota di Indonesia sebagai bentuk nyata kepemimpinan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan apresiasi terhadap tim.

     

    Bagi Dr. Luigi, bisnis bukan sekadar angka dan target. Bisnis adalah tentang manusia. Road show ini bukan hanya agenda kerja, melainkan bentuk balas budi kepada tim-tim yang telah berjuang dan terus berproses bersama. Inilah alasan mengapa ia turun langsung ke berbagai daerah untuk menyapa, mengedukasi, sekaligus menguatkan jaringan yang selama ini tumbuh bersama.

    “Bisnis ini adalah bisnis manusia. Maka manusia harus dimuliakan,” tegas Dr. Luigi.

     

    Rangkaian Road Show Nasional Januari 2026

    Road show ini dimulai dengan penuh semangat dan menjangkau berbagai wilayah strategis di Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Life Science Opportunity Preview (LOP) di sejumlah kota, yakni Bandung pada 8 Januari 2026, Jakarta Timur pada 13 Januari, Bandar Lampung pada 15 Januari, Palembang pada 18 Januari, Singkawang pada 19 Januari (dibawakan langsung oleh Dr. Luigi), Pontianak pada 21 Januari, Sintang pada 24 Januari, kembali ke Pontianak pada 25 Januari, Batam pada 26 Januari, Jambi pada 29 Januari, Batam kembali pada 31 Januari, serta LOP Bangka di Kota Pangkalpinang pada awal Februari 2026.

    Agenda padat ini menunjukkan keseriusan dan komitmen tinggi Dr. Luigi dalam membangun jaringan bisnis yang kuat, sehat, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. Lebih dari sekadar memperkenalkan peluang usaha, road show ini juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan karakter kepemimpinan bagi jaringan di daerah. Dalam setiap pertemuan, ia menekankan pentingnya integritas, konsistensi, serta sikap saling mendukung sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis jangka panjang.

     

    Kehadiran Dr. Luigi secara langsung di berbagai kota turut menghadirkan energi dan motivasi baru bagi para mitra. Banyak di antara mereka menilai road show ini sebagai bukti bahwa kepemimpinan tidak dijalankan dari balik meja, melainkan melalui kehadiran, keteladanan, dan kesediaan untuk berjalan bersama tim dalam setiap proses perjuangan. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat kepercayaan serta mempererat ikatan komunitas di dalam Asayama Family Club.

     

    Peluang Bisnis Legal, Terbukti, dan Terjangkau

    Bagi masyarakat yang masih mencari peluang usaha yang legal, bermodal relatif kecil, namun memiliki potensi besar, Asayama Family Club disebut hadir sebagai salah satu alternatif. Perusahaan asal Jepang ini telah beroperasi secara resmi di Indonesia dan memasuki tahun ke-8, serta mencatat sejumlah capaian nasional.

     

    Beberapa pencapaian tersebut antara lain mencetak puluhan ribu miliarder, memegang rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), termasuk penyelenggaraan 508 acara dalam satu tahun serta pembayaran bonus hingga Rp112 miliar per hari.

     

    Dengan modal awal sekitar Rp3 jutaan, masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun bisnis berskala besar dengan dukungan sistem dan komunitas yang telah berjalan dan terbukti.

     

    Ajakannya Jelas, Kesempatannya Nyata

    Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai peluang bisnis tersebut, Dr. Luigi membuka ruang komunikasi secara langsung.

     

    📞 Kontak: 0813-7373-7375

     

    > “Kesempatan tidak datang dua kali. Tapi orang yang siap, akan selalu menemukan jalannya,” tutup Dr. Luigi.

     

     

    ( erman)

  • Siswa SMPN 6 Jember Mengalami Kekerasan di Lingkungan Sekolah

    Siswa SMPN 6 Jember Mengalami Kekerasan di Lingkungan Sekolah

     

    Jember, Selasa (6/1/2026) – Telah terjaditindak kekerasan antar siswa di lingkungan SMP Negeri 6 Jember, tepatnya di toilet sekolah. Korban merupakan seorang siswa bernama Eka, yang mengalami pemukulan oleh siswa lain yang juga masih di bawah umur.

     

    Mengetahui kejadian tersebut, wali murid korban mendatangi pihak SMPN 6 Jember untuk meminta klarifikasi dan penjelasan terkait peristiwa yang menimpa anaknya. Namun, pada saat itu kepala sekolah tidak dapat ditemui, sehingga wali murid hanya bertemu dengan guru lain yang mewakili pihak sekolah.

     

    Peristiwa tersebut kemudian diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak. Meski demikian, kejadian ini sangat disayangkan oleh pihak keluarga korban, mengingat peristiwa kekerasan fisik tersebut terjadi di dalam lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi peserta didik.

     

    Perlu diketahui, karena pelaku dan korban sama-sama merupakan siswa SMP (anak di bawah umur), maka peristiwa ini termasuk dalam kategori:                                     Kekerasan terhadap anak oleh anak      Terjadi di lingkungan satuan pendidikan

     

    Bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, melainkan peristiwa hukum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.

     

    Pihak sekolah diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh serta langkah pencegahan dan pembinaan, guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh peserta didik memperoleh perlindungan yang layak.

     

     

    ( red)

  • Pemkab Jember Resmikan Program Peta Cinta, Cetak e-KTP Kini Tuntas di Kecamatan

    Pemkab Jember Resmikan Program Peta Cinta, Cetak e-KTP Kini Tuntas di Kecamatan

    Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengawali tahun 2026 dengan meresmikan Program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) yang dirangkai dalam agenda Update Pro Gus’e. Peresmian berlangsung di Kantor Kecamatan Jenggawah, Senin (5/1/2026), sebagai langkah strategis pemerataan pelayanan publik dan penyelesaian persoalan administrasi kependudukan yang selama bertahun-tahun membebani masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran.

    Peluncuran program ini juga memiliki makna simbolik. Pendopo Kecamatan Jenggawah yang sempat terbengkalai selama enam tahun kini kembali difungsikan penuh sebagai pusat pelayanan publik. Bagi masyarakat, pengaktifan kembali fasilitas tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga.

    Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah saat ini difokuskan pada pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

    “Prioritas pembangunan Pemkab Jember bukan lagi sekadar kantor pemerintahan atau fasilitas yang elitis, tetapi pelayanan yang benar-benar dirasakan rakyat. Karena itu, belanja mobil dinas dan sejumlah pembangunan kami batalkan, lalu dialihkan untuk infrastruktur dan pelayanan publik,” ujarnya.

    Melalui Program Peta Cinta, masyarakat kini dapat mengurus dan mencetak e-KTP langsung di kantor kecamatan masing-masing mulai 5 Januari 2026. Kebijakan ini mengakhiri praktik lama yang mengharuskan warga dari desa, wilayah pegunungan, pinggir hutan, hingga pesisir pantai menempuh perjalanan jauh ke Kantor Dispendukcapil di pusat Kota Jember.

    Selama ini, jarak tempuh, waktu, dan biaya transportasi menjadi beban berlapis bagi masyarakat dan memicu ketimpangan akses layanan. “Warga Jember tidak hanya tinggal di kota, tetapi juga di pelosok, pinggir hutan, kebun, dan pantai. Jika layanan hanya terpusat di kota, di situlah ketidakadilan bermula,” kata Gus Fawait.

    Untuk mendukung program tersebut, setiap kecamatan diperkuat dengan dua petugas Dispendukcapil, dilengkapi mesin cetak, tinta, dan blangko e-KTP. Dengan sistem ini, pelayanan administrasi kependudukan di Jember tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan merata hingga ke seluruh wilayah.

    Pada kesempatan yang sama, Pemkab Jember juga mengumumkan berakhirnya krisis blangko e-KTP yang terjadi sejak 2019. Data Dispendukcapil mencatat sekitar 66 ribu warga telah melakukan perekaman, namun belum dapat mencetak e-KTP akibat keterbatasan blangko selama hampir enam tahun.

    Memasuki awal 2026, Pemkab Jember menghadirkan 68 ribu blangko e-KTP yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Jember, sehingga tidak ada lagi hambatan administratif dalam pemenuhan hak dasar warga.

    Peluncuran Program Peta Cinta, penyelesaian krisis blangko e-KTP, serta berfungsinya kembali Kantor Kecamatan Jenggawah menjadi gebrakan awal Pemkab Jember di tahun 2026. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, dekat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Jember.

    ( erman)

  • Asayama Family Club Gelar LOP ke-2 di Singkawang, Peluang Bisnis Kesehatan Jepang Legal dengan Modal Terjangkau

    Asayama Family Club Gelar LOP ke-2 di Singkawang, Peluang Bisnis Kesehatan Jepang Legal dengan Modal Terjangkau

    Singkawang, Kalimantan Barat — Di tengah tantangan ekonomi yang semakin terasa, peluang bisnis berbasis kesehatan justru menjadi sektor yang terus bertumbuh. Asayama Family Club, perusahaan farmasi non-kimia tertua dan terbesar asal Jepang, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun Indonesia melalui program networking berbasis kesehatan yang telah berkembang pesat selama hampir 8 tahun.

     

    Program ini telah menjangkau seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, serta berhasil mencetak puluhan ribu miliarder melalui sistem bisnis yang terbukti, legal, dan berkelanjutan. Kini, fokus pengembangan diarahkan ke Kalimantan Barat, dimulai dari Pontianak dan terus merambah ke berbagai kabupaten, termasuk Kota Singkawang.

     

    Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, Asayama Family Club akan menyelenggarakan:

    Life Science Opportunity Preview (LOP) ke-2

    📅 Tanggal: 19 Januari 2026

    📍 Lokasi: Kota Singkawang, Kalimantan Barat

     

    Acara ini dikomandoi oleh Leader Pontianak, Robi Zulenda, bersama timnya, dan akan dibawakan langsung oleh Dr. Luigi Ariawan Handoyono, yang akan memaparkan solusi kesehatan alami sekaligus peluang bisnis menjanjikan dengan modal sangat terjangkau, mulai sekitar Rp3 jutaan.

     

    Dalam LOP ini, peserta akan mendapatkan:

    ✅ Edukasi kesehatan berbasis life science Jepang

    ✅ Peluang bisnis legal dengan sistem networking modern

    ✅ Model usaha yang telah mencetak ribuan kisah sukses

    ✅ Solusi finansial dan kesehatan di masa ekonomi yang menantang

     

    Perusahaan ini telah beroperasi secara resmi, serta disetujui, didukung, dan diawasi oleh Kedutaan Besar Jepang, sehingga memberikan jaminan keamanan dan legalitas bagi seluruh mitra.

     

    Bagi masyarakat Kota Singkawang dan Kalimantan Barat, acara ini menjadi kesempatan langka untuk mengenal lebih dekat peluang bisnis dan kesehatan yang berpotensi mengubah kualitas hidup.

     

    🎟 Informasi tiket & kehadiran:

    📞 0813-7373-7375

    > “Bisa jadi 19 Januari 2026 adalah awal dari perubahan besar dalam hidup Anda.”

     

    Catat tanggalnya, jangan lewatkan momen penting ini, dan jadilah bagian dari pertumbuhan besar bersama Asayama Family Club.

     

    ( erman)

  • Ramainya Super Galaxi Tempurejo Diiringi Masalah Sampah dan Parkir

    Ramainya Super Galaxi Tempurejo Diiringi Masalah Sampah dan Parkir

    JEMBER – (4/01/2026) Meski periode puncak libur Tahun Baru 2026 telah berlalu, kawasan wisata Super Galaxi Tempurejo, Kabupaten Jember, masih dipadati pengunjung. Kepadatan di lokasi terpantau jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa, bahkan menyerupai kondisi saat masa libur panjang.

     

    Tingginya jumlah kunjungan tidak lepas dari status Super Galaxi Tempurejo sebagai destinasi wisata keluarga yang terjangkau. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk dan hanya membayar biaya parkir kendaraan. Konsep tersebut menjadikan lokasi ini favorit masyarakat lokal maupun pengunjung dari daerah sekitar Jember.

     

    Pantauan di lapangan menunjukkan area taman edukasi satwa mini dan ruang santai di bawah pepohonan dipenuhi pengunjung. Sejumlah rombongan terlihat datang menggunakan kendaraan pribadi, menandakan kawasan ini masih menjadi tujuan wisata lintas daerah meski musim liburan telah berakhir.

     

    Namun, ramainya pengunjung juga memunculkan persoalan tata kelola kawasan. Area parkir dilaporkan tidak mampu menampung lonjakan kendaraan. Akibatnya, beberapa lahan yang semestinya difungsikan sebagai area duduk dan ruang publik terpaksa digunakan sebagai tempat parkir mobil. Kondisi ini menimbulkan kesan parkir semrawut dan mengurangi kenyamanan pengunjung.

     

    Selain persoalan parkir, kebersihan lingkungan turut menjadi sorotan. Meskipun tempat pembuangan sampah telah disediakan, tumpukan sampah masih terlihat di beberapa titik kawasan wisata, terutama setelah libur Tahun Baru. Situasi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menjaga kebersihan area wisata.

     

    Super Galaxi Tempurejo diketahui beroperasi setiap hari dan menjadi salah satu ruang rekreasi andalan warga Jember. Namun, meningkatnya intensitas kunjungan dinilai perlu diimbangi dengan pengelolaan kawasan yang lebih tertata serta peningkatan kesadaran bersama agar kenyamanan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

    ( laili)

  • KJJT Jember Terus Hadir Membantu Warga Kurang Mampu

    KJJT Jember Terus Hadir Membantu Warga Kurang Mampu

    JEMBER – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Jember kembali menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan beras kepada warga kurang mampu di sekitar Kantor Sekretariat KJJT, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan pangan berkelanjutan yang dijalankan KJJT Jember.

     

    Seluruh pengurus KJJT Jember turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada warga penerima manfaat. Langkah ini dilakukan guna memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan sekaligus melihat langsung kondisi sosial masyarakat di lingkungan sekitar.

     

    Bantuan disalurkan kepada sejumlah warga, di antaranya dua anak yatim, Fino (6) dan Yulis (3), serta seorang lansia bernama Ibu Ni. Kehadiran insan pers yang membawa bantuan kebutuhan pokok tersebut disambut haru oleh para penerima, yang mengaku sangat terbantu di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

     

    Ketua KJJT Jember, Yunus, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata insan pers terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa transparansi dan ketepatan sasaran menjadi prinsip utama KJJT Jember dalam setiap penyaluran bantuan sosial.

     

    Melalui kegiatan yang telah berlangsung selama enam minggu berturut-turut ini, KJJT Jember berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong serta menginspirasi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga kurang mampu. Program bantuan ini rencananya akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari pengabdian sosial KJJT Jember kepada masyarakat.

     

    ( tim)

  • Pemdes Suci Gelar Rapat Koordinasi Rutin, Evaluasi Program 2025 dan Siapkan Prioritas 2026

    Pemdes Suci Gelar Rapat Koordinasi Rutin, Evaluasi Program 2025 dan Siapkan Prioritas 2026

    Jember – Pemerintah Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, rutin menggelar rapat koordinasi setiap hari Senin. Rapat ini menjadi forum evaluasi program kerja mingguan sekaligus pembahasan rencana kegiatan ke depan yang telah diprogramkan dalam APBDes.

     

    Sekretaris Desa Suci, Ahmad Ridwan, mengatakan rapat diikuti oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, perangkat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam rapat tersebut, masing-masing kepala urusan (kaur) menyampaikan laporan capaian program sesuai bidangnya.

     

    “Setiap Senin kami melaksanakan rapat koordinasi. Semua perangkat desa berkumpul membahas evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan selama satu minggu sebelumnya dan merencanakan kegiatan prioritas untuk minggu berikutnya,” ujar Ahmad Ridwan.

     

    Menurutnya, rapat koordinasi kali ini memiliki cakupan pembahasan yang lebih luas karena bertepatan dengan akhir tahun. Evaluasi tidak hanya dilakukan secara mingguan, tetapi juga menyeluruh terhadap program-program yang telah dan belum terlaksana selama tahun anggaran 2025.

     

    “Masing-masing kaur menyampaikan apakah program di bidangnya sudah selesai 100 persen atau masih ada yang belum. Termasuk laporan pajak, capaian target, hingga kendala di lapangan seperti gagal panen,” jelasnya.

     

    Ahmad Ridwan menambahkan, rapat ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi internal pemerintah desa. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program pada tahun 2026.

     

    “Harapannya ke depan ada peningkatan, baik dari sisi pelaksanaan program oleh kaur, kasun, maupun dari supervisi kepala desa dan pendamping desa. Intinya bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa semakin baik di masa mendatang,” pungkasnya.

     

    ( roni)

  • Pesona “Bali” di Banyuwangi, Pantai Pulau Merah Diserbu Wisatawan Jelang Tahun Baru

    Pesona “Bali” di Banyuwangi, Pantai Pulau Merah Diserbu Wisatawan Jelang Tahun Baru

    BANYUWANGI,  antv7.com – Suasana Pantai Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, kian semarak memasuki libur Natal dan menjelang pergantian tahun 2026.

     

    Keindahan panorama yang kerap disebut menyerupai suasana di Pulau Dewata, Bali, menjadi magnet utama yang menarik ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

     

    ​Sejak pagi, arus kendaraan dari berbagai daerah tetangga mulai memadati area parkir. Wisatawan tampak antusias menikmati hamparan pasir putih dan pemandangan ikonik bukit di tengah laut. Meski pemerintah

     

    setempat mengimbau tidak ada perayaan pesta kembang api pada malam pergantian tahun nanti, hal tersebut nyatanya tidak menyurutkan minat pengunjung untuk datang.

    ​Salah satu pengunjung asal Ajung, Jember, Hasanah, mengaku sengaja datang jauh-jauh bersama suaminya untuk

     

    menghabiskan waktu liburan. Baginya, Pulau Merah adalah tempat yang tepat untuk melepas penat.

    ​”Rasanya tenang sekali di sini, benar-benar bisa rileks. Walaupun dengar kabar nanti malam tahun baru tidak ada pesta kembang api, bagi kami tidak masalah. Keindahan alamnya saja sudah cukup membuat kami bahagia,” ujar Hasanah saat ditemui di pinggir pantai, Selasa (30/12).

     

    ​Pantauan di lapangan menunjukkan tren peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dibanding hari biasa. Selain wisatawan lokal dari Jember, Bondowoso, dan Situbondo, nampak pula sejumlah turis asing yang asyik berselancar

     

    menikmati ombak Pulau Merah yang memang terkenal di kalangan surfer.

    ​Pihak pengelola wisata terus berupaya menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung mengingat tingginya antusiasme masyarakat. Peningkatan jumlah kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif dan UMKM di sekitar kawasan wisata Pantai Pulau Merah hingga awal Januari mendatang

    ( Laili)

  • Ketua DPC BIDIK Jember Soroti Banyaknya Aduan Nasabah BRI

    Ketua DPC BIDIK Jember Soroti Banyaknya Aduan Nasabah BRI

    Jember – Dugaan praktik tidak wajar dalam penyaluran kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencuat di wilayah Tempurejo, Kabupaten Jember. Ketua Ormas BIDIK DPC Kabupaten Jember, Haji Edi Musriyanto, mengungkapkan adanya puluhan warga yang mengaku dirugikan akibat pola pencairan kredit yang diduga melibatkan oknum petugas bank dan pihak ketiga.

     

    Menurut Edi, pengaduan masyarakat sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun kasus ini baru mengemuka setelah adanya laporan salah satu warga bernama Nova, yang kemudian memicu penelusuran lebih luas oleh pihaknya.

     

    > “Setelah kami telusuri, ternyata bukan satu atau dua orang. Kurang lebih ada sekitar 50 kasus dengan pola yang hampir sama,” ujar Edi kepada wartawan, Jumat (30/12/2025).

     

    Pola Pencairan Diduga Tak Sesuai Prosedur

     

    Edi menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah korban, pengajuan kredit dilakukan atas nama nasabah dengan nilai tertentu, namun uang yang diterima tidak penuh. Salah satu contoh, pengajuan Rp50 juta, namun dana yang diterima hanya Rp30 juta, sementara cicilan tetap dihitung dari nilai Rp50 juta.

     

    Yang menjadi sorotan, proses penandatanganan perjanjian kredit disebut-sebut tidak dilakukan di kantor bank, melainkan di rumah nasabah. Sementara pencairan dana, menurut pengakuan warga, dilakukan tanpa kehadiran nasabah di kantor BRI.

     

    > “Nasabah hanya diberi tahu oleh pihak ketiga, katanya tidak perlu ke bank. Uangnya nanti diantarkan. Tapi yang datang tidak sesuai dengan nilai pengajuan,” kata Edi.

     

    Nama Pihak Ketiga Disebut Warga

     

    Dalam keterangannya, Edi menyebut adanya pihak ketiga yang diduga berperan sebagai mediator pencari nasabah. Pihak ini, kata dia, disebut-sebut mengurus proses administrasi hingga pencairan dana.

    “Uang dicairkan, tapi dibawa oleh pihak ketiga. Nasabah hanya menerima sebagian, sisanya tidak jelas. Tapi kewajiban angsuran tetap penuh,” jelasnya.

     

    Edi mengaku, dua ponakannya sendiri menjadi korban dengan pola serupa dan telah membayar angsuran selama beberapa bulan sebelum menyadari kejanggalan tersebut.

     

    Desak Penegakan Hukum

     

    Atas temuan ini, Edi menegaskan pihaknya akan mendorong penyelesaian melalui jalur hukum. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena menyangkut kerugian masyarakat dan dugaan pelanggaran sistemik.

     

    > “Kalau ini dibiarkan, masyarakat kecil terus yang jadi korban. Harus dibuka terang-benderang apakah ada permainan oknum,” tegasnya.

     

    Ia juga meminta pihak BRI melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, khususnya di wilayah Tempurejo, serta membuka ruang klarifikasi agar kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan tetap terjaga.

     

    BRI Belum Beri Pernyataan

     

    Hingga berita ini diturunkan, pihak BRI belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Awak media masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan tanggapan.

     

    ( red )