Kategori: Uncategorized

  • Pererat Silaturahmi, Komunitas Pusat Motor Bekas Aulan Jaya Motor Gelar Arisan dan Jumat Berkah

    Pererat Silaturahmi, Komunitas Pusat Motor Bekas Aulan Jaya Motor Gelar Arisan dan Jumat Berkah

    JEMBER – Solidaritas antar-pelaku usaha otomotif di Jenggawah semakin menguat. Komunitas jual-beli sepeda motor yang berpusat di dealer Pusat Motor Bekas Aulan Jaya Motor, Jalan Raya Kawi,

     Dusun Lansepan, Desa Jenggawah, konsisten menggelar kegiatan mingguan sebagai sarana mempererat tali persaudaraan antar-anggota sekabupaten, Jumat (16/1/2026).

    Kegiatan rutin yang diadakan setiap satu minggu sekali ini dikemas dalam bentuk arisan bersama.

    Tak hanya sekadar urusan bisnis dan transaksi kendaraan, momentum ini dimanfaatkan para anggota untuk saling bertukar informasi mengenai perkembangan pasar motor bekas di wilayah Jember dan sekitarnya.

    Tradisi Jumat Berkah

    Bersamaan dengan agenda arisan tersebut, komunitas ini juga meluncurkan program “Jumat Berkah”. Dalam kegiatan ini, para pengurus dan anggota membagikan bingkisan berupa kotak nasi kepada masyarakat maupun sesama anggota. Aksi sosial ini menjadi simbol kepedulian komunitas terhadap sesama sekaligus sebagai bentuk syukur atas kelancaran usaha yang mereka jalani.

    Pembina Komunitas Jual-Beli Motor Jember, Mz Anang Wahyudi, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan para anggotanya. Ia menilai bahwa kekuatan utama komunitas ini terletak pada rasa persaudaraan yang tinggi, bukan sekadar persaingan dagang.

    “Kami ingin membangun ekosistem jual-beli motor yang sehat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan arisan dan Jumat Berkah ini adalah jembatan agar komunikasi antar-pedagang di seluruh Jember tetap terjaga dengan baik,” ujar Mz Anang Wahyudi di sela-sela acara.

    Harapan untuk Kekompakan Anggota

    Senada dengan pembina, Ketua Komunitas, Mz Ahman, menyampaikan harapannya agar seluruh anggota tetap solid di tengah tantangan pasar otomotif tahun 2026. Ia menekankan bahwa melalui pertemuan rutin di Aulan Jaya Motor, setiap kendala yang dihadapi anggota dapat dicari solusinya bersama-sama.

    “Semoga pertemuan rutin dan kegiatan arisan ini selalu kompak dan membawa barokah bagi kita semua. Kami ingin tali persaudaraan ini tidak hanya sebatas urusan motor, tetapi benar-benar menjadi keluarga besar sekabupaten Jember,” tutur Mz Ahman.

    Kegiatan yang berlangsung di Dusun Lansepan, Desa Jenggawah ini ditutup dengan ramah tamah dan diskusi santai. Dengan adanya agenda rutin seperti ini, komunitas Pusat Motor Bekas Aulan Jaya Motor diharapkan mampu menjadi pionir komunitas otomotif yang mandiri, religius, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di Kabupaten Jember.

    ( tim)

  • KJJT Jember Temukan Warga Tak Tersentuh Bansos, Salurkan Bantuan Langsung ke Gubuk Ibu Har

    KJJT Jember Temukan Warga Tak Tersentuh Bansos, Salurkan Bantuan Langsung ke Gubuk Ibu Har

     

    JEMBER – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Satuan Wilayah Jember kembali melakukan aksi nyata kemanusiaan dengan menyisir warga kurang mampu di sekitar wilayah kantor mereka. Dalam aksi yang digelar pada Jumat (16/1/2026) ini, pengurus KJJT Jember mendatangi langsung hunian tidak layak huni milik Ibu Har di kawasan Gumuk Bago, Kecamatan kaliwates kelurahan tegal besar.

     

    Aksi ini bukan sekadar pembagian sembako biasa. Tim KJJT Jember membawa paket bantuan berupa beras, mi instan, dan minyak goreng langsung ke depan pintu rumah warga.rt 02 rw 20 Ironisnya, dalam kunjungan tersebut, tim menemukan fakta memprihatinkan bahwa Ibu Har yang hidup di gubuk reyot justru belum pernah tersentuh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah setempat.

     

    Kondisi Memprihatinkan di Gumuk Bago

    Humas KJJT Jember, Togas Irianto, bersama tim lainnya, Yayan, turun langsung melihat kondisi rumah Ibu Har yang sangat tidak layak.

     

    Bangunan yang dihuni ibu janda tersebut tampak rapuh dan sangat membutuhkan perbaikan segera. Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam karena di tengah gencarnya program bantuan pemerintah, masih ada warga di titik terpencil yang luput dari pendataan.

     

    “Kami turun langsung ke lapangan dan melihat sendiri kenyataan pahit ini. Ibu Har di Gumuk Bago ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, namun pengakuannya belum pernah mendapat sentuhan bansos sama sekali,” ungkap Togas Irianto saat berada di lokasi.

     

    Desakan untuk Ketepatan Sasaran Bansos

    Melihat fenomena tersebut, Togas Irianto mendesak pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, untuk lebih jeli dan terjun ke bawah dalam melakukan verifikasi data penerima bantuan. Ia menekankan bahwa kehadiran negara sangat dinantikan oleh orang-orang yang benar-benar berada di garis kemiskinan.

     

    “Kami menyampaikan aspirasi ini agar pemerintah lebih memperhatikan orang-orang yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Kami berharap penyaluran bansos di Kabupaten Jember ke depannya harus betul-betul tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi warga seperti Ibu Har yang terabaikan,” tegas Togas.

     

    Jembatan Suara Rakyat

    KJJT Jember berkomitmen untuk terus menjadi jembatan informasi dan kontrol sosial bagi kebijakan publik. Melalui pembagian paket sembako ini, KJJT berharap dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok harian warga.

     

    Aksi sosial ini diakhiri dengan doa bersama di kediaman Ibu Har. Para jurnalis Jember ini berharap laporan dari lapangan ini segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar program bedah rumah dan jaminan sosial segera sampai ke gubuk-gubuk warga yang selama ini tak terdengar suaranya.

    ( tim)

  • Asayama Family Club Gelar Road Show LOP di Bandar Lampung, Optimisme Pertumbuhan Bisnis Semakin Menguat

    Asayama Family Club Gelar Road Show LOP di Bandar Lampung, Optimisme Pertumbuhan Bisnis Semakin Menguat

     

    Bandar Lampung — Asayama Family Club asal Jepang kembali menggelar Road Show LOP (Leadership Opportunity Presentation) di Kota Bandar Lampung. Acara yang berlangsung dengan sukses ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dan menjadi bukti nyata tingginya minat masyarakat terhadap konsep bisnis dan kesehatan yang ditawarkan oleh Asayama Family Club.

     

    Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh General Manager Asayama Family Club, Bapak Nicholas Rampisela, serta dipimpin oleh Ketua Panitia Bapak Ali Said. Sejumlah leader dari berbagai daerah juga hadir untuk memberikan dukungan, di antaranya Bapak Firdaus Shogun dari Kota Solo.

     

    Acara diselenggarakan di Restoran Rajakuring, milik Bapak Ali Said, dan berjalan dengan sangat tertib serta kondusif. Dalam pemaparannya, pihak Asayama Family Club menjelaskan berbagai informasi seputar kesehatan dan peluang bisnis yang dikemas secara profesional dan edukatif. Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para peserta yang terlihat sangat antusias sejak awal hingga akhir acara.

     

    Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah kehadiran, tetapi juga dari banyaknya peserta baru yang langsung memutuskan untuk bergabung (join) di tempat acara berlangsung. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pengembangan jaringan Asayama Family Club di Kota Bandar Lampung.

     

    Meski demikian, disampaikan pula bahwa Kota Bandar Lampung sejatinya memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Tantangan yang ada saat ini lebih disebabkan belum hadirnya leader lokal yang benar-benar fokus dan serius menggarap bisnis ini secara maksimal. Namun optimisme tetap tinggi.

     

    Dr. Luigi, salah satu tokoh yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan keyakinannya bahwa ke depan Kota Bandar Lampung akan mampu menjadi salah satu kota andalan dalam jaringan bisnis Asayama Family Club. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan munculnya leader-leader baru yang berkomitmen, pertumbuhan omzet dan jaringan diyakini akan meningkat secara signifikan.

     

    Sebagai kelanjutan dari rangkaian Road Show LOP ini, Asayama Family Club dijadwalkan akan melaksanakan acara serupa di Kota Palembang, dengan harapan dapat terus memperluas jangkauan serta memperkuat fondasi bisnis di berbagai daerah di Indonesia.

     

    Road Show ini menjadi langkah strategis dan sinyal positif bahwa Asayama Family Club terus berkomitmen mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

    ( erman)

  • Fly Jaya Kembali Mengudara, Akses Udara Jember-Jakarta Resmi Aktif dengan Harga Lebih Terjangkau

    Fly Jaya Kembali Mengudara, Akses Udara Jember-Jakarta Resmi Aktif dengan Harga Lebih Terjangkau

     

    Jember -ANTV 7 COM- Maskapai Fly Jaya resmi kembali melayani penerbangan rute Jember-Jakarta (PP) mulai Selasa, 13 Januari 2026. Kembalinya penerbangan ini menandai babak baru konektivitas udara Kabupaten Jember dengan Ibu Kota, setelah sebelumnya sempat terhenti.

     

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menyampaikan bahwa penerbangan Fly Jaya beroperasi dengan jadwal tetap, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Untuk jadwal keberangkatan, pesawat lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 11.30 WIB, sementara dari Bandara Notohadinegoro Jember pukul 14.15 WIB.

     

    “Alhamdulillah, mulai hari ini Fly Jaya sudah kembali mengudara di langit Jember. Jam dan hari penerbangan tetap, sehingga masyarakat bisa lebih mudah menyesuaikan perjalanan,” ujar Gatot Triyono.

     

    Pada penerbangan perdana dari Jember, tingkat keterisian penumpang mencapai 100 persen, dengan total 70 penumpang. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap kembalinya layanan penerbangan tersebut.

     

    Keberhasilan pengoperasian kembali Fly Jaya tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan DPR RI. Melalui kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga kini dapat melaksanakan pengisian bahan bakar (refueling) langsung di Bandara Notohadinegoro.

     

    “Berkat ketersediaan fasilitas refueling di lokasi, kapasitas angkut pesawat yang sebelumnya dibatasi hanya 50 penumpang kini dapat dimaksimalkan menjadi 70 penumpang. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi dan harga tiket yang lebih terjangkau,” jelas Gatot

     

    Dari sisi tarif, harga tiket Fly Jaya dinilai semakin kompetitif. Untuk rute Jember-Jakarta, tiket dibanderol mulai Rp1,4 jutaan, sedangkan dari Jakarta–Jember mulai Rp1,5 jutaan. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp2,1–Rp2,2 juta setelah masa promo berakhir.

     

    Ia juga mengungkapkan bahwa pengguna layanan Fly Jaya tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember. Data sementara menunjukkan banyak penumpang datang dari Bondowoso dan Situbondo, baik untuk tujuan Jakarta maupun untuk melanjutkan perjalanan ke daerah lain seperti Bali.

     

    Dengan kembalinya penerbangan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap akses transportasi udara semakin memperkuat mobilitas masyarakat, mendukung kegiatan ekonomi, serta membuka peluang investasi dan pariwisata.

     

     

    ( RNY)

  • SMA Negeri 2 Tanggul  Kembangkan Akuaponik sebagai Inovasi Sekolah Ketahanan Pangan

    SMA Negeri 2 Tanggul Kembangkan Akuaponik sebagai Inovasi Sekolah Ketahanan Pangan

    Jember – SMA Negeri Tanggul 2 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui pemanfaatan lahan sekolah yang terbatas, sekolah ini mengembangkan sistem akuaponik dan tanaman buah dalam pot (tabulampot) sebagai media pembelajaran sekaligus upaya nyata mendukung ketahanan pangan.

     

    Kepala SMA Negeri Tanggul 2,  Siswo Suryono, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan merupakan upaya mendorong lahirnya inovasi sekolah yang berdampak langsung bagi warga sekolah.

     

    > “Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa, tentang pentingnya ketahanan pangan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga ruang praktik dan inovasi yang bisa dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

     

    Ia menjelaskan, sistem akuaponik dipilih karena memadukan budidaya ikan dan hidroponik dalam satu ekosistem berkelanjutan. Limbah dari kolam ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman, sehingga tercipta sirkulasi yang efisien dan ramah lingkungan.

     

    > “Akuaponik ini kami kembangkan sebagai penerapan pembelajaran berbasis STEAM. Siswa belajar sains, teknologi, rekayasa, hingga matematika secara langsung melalui praktik. Bahkan, pemberian pakan ikan sudah menggunakan sistem otomatis yang diatur waktunya, serta dilengkapi kontrol kualitas air seperti pH dan kadar zat terlarut,” jelasnya.

     

    Selain akuaponik, SMA Negeri 2 Tanggul  juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura dan buah-buahan melalui sistem tabulampot. Hal ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan sekaligus sarana edukasi pertanian sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah.

     

    Program ini telah menunjukkan hasil nyata. Dalam kurun waktu sekitar empat bulan, sekolah berhasil memanen ikan lele serta sayuran seperti sawi dan pakcoy. Sayuran hidroponik dapat dipanen dalam waktu sekitar 35 hari, sementara ikan lele siap dipanen dalam waktu sekitar dua bulan.

     

    > “Alhamdulillah, hasilnya sudah bisa dipanen. Ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa karena mereka melihat langsung hasil dari proses yang mereka kerjakan,” tambahnya.

     

    Ke depan, sekolah berencana mengembangkan program ini secara lebih luas dengan melibatkan siswa dalam proyek akuaponik berbasis kelompok di kelas masing-masing. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan lahan.

     

    > “Harapan kami, pembelajaran di sekolah benar-benar relevan dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak menjadi lebih termotivasi belajar karena apa yang mereka pelajari bisa diterapkan dan memberi manfaat nyata,” pungkasnya.

     

    Melalui Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan, SMA Negeri Tanggul 2 menegaskan perannya sebagai pusat edukasi dan inovasi yang tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak dini.

     

    ( erman) 

  • Menembus Pelosok Manggisan: KJJT Jember Salurkan Bantuan bagi kedua Lansia Sebatang Kara dan sakit kaki karena jatuh

    Menembus Pelosok Manggisan: KJJT Jember Salurkan Bantuan bagi kedua Lansia Sebatang Kara dan sakit kaki karena jatuh

     

    TANGGUL – Potret memilukan kemiskinan di pelosok Kabupaten Jember memicu aksi cepat dari insan pers. Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Satuan Wilayah Jember menyambangi Dusun Sungai Tengah, Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, untuk mengulurkan bantuan pangan kepada dua lansia yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan, Senin (12/1/2026).

     

    Kedua penerima manfaat tersebut adalah Ibu Nati, lansia berusia 76 tahun yang hidup sebatang kara di rumah tidak layak huni, serta Ibu Nisa yang kini mengalami sakit kaki nya krna jatuh. Ibu Nisa diketahui tidak lagi bisa berjalan akibat insiden jatuh yang dialaminya, dan karena tidak ada yang merawat, ia kini terpaksa tinggal di rumah tetangganya yang kondisinya juga serba terbatas.

     

    Hidup dalam Keterbatasan dan Rasa Khawatir

    Kondisi rumah Ibu Nisa dan Ibu Nati hampir serupa; bangunan semi-permanen dengan dinding anyaman bambu (gedek) yang sudah mulai rapuh. Tetangga yang merawat Ibu Nisa mengaku sangat khawatir dengan kondisi kesehatan sang lansia yang tak kunjung membaik tanpa adanya penanganan medis yang memadai.

     

    Saat tim KJJT Jember datang menyerahkan paket beras, suasana haru tak terbendung. Air mata bahagia mengalir di pipi kedua lansia tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan kepedulian para jurnalis yang bersedia menempuh jarak jauh demi memberikan perhatian.

     

    Tokoh Masyarakat Desak Pemerintah Tertibkan Data Bansos

    Aksi sosial ini juga memantik kritik dari tokoh masyarakat setempat. Bapak Saiful, saat diwawancarai di lokasi, melontarkan harapan besar agar jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat tidak menutup mata terhadap keberadaan warga yang benar-benar membutuhkan namun luput dari program bantuan.

     

    “Kami sangat berharap kepada seluruh jajaran pemerintahan agar bantuan dan program-program bansos itu betul-betul tepat sasaran. Orang-orang seperti Ibu Nati dan Ibu Nisa ini yang seharusnya diprioritaskan mendapat bantuan daerah maupun provinsi. Jangan sampai bantuan justru salah alamat sementara yang benar-benar membutuhkan malah terabaikan,” tegas Saiful.

     

    Aspirasi dan Harapan KJJT Jember

    Humas KJJT Jember, Togas Irianto, menyampaikan bahwa bantuan beras ini merupakan wujud syukur dan kepedulian anggota komunitas terhadap masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa KJJT akan terus menjadi jembatan informasi agar suara rakyat dari pelosok desa didengar oleh pengambil kebijakan.

     

    “Semoga beras ini bermanfaat dan membawa barokah. Kami berharap pemerintah, khususnya di Kabupaten Jember, bisa bergerak lebih dahulu dalam menunjukkan kepeduliannya kepada warga bawah. Dengan penanganan yang responsif dan tepat sasaran,

     

    kita harapkan tidak ada lagi keluhan masyarakat yang merasa ditinggalkan di masa depan,” pungkas Togas Irianto.

    Melalui gerakan ini, KJJT Jember mengingatkan bahwa tugas jurnalisme tidak hanya soal mengabarkan fakta, tetapi juga soal mengawal keadilan sosial bagi mereka yang tak berdaya.

    ( tim)

  • ULTIMA28 Luncurkan Digital Support System untuk Buka Peluang Bisnis Anak Muda Lewat AFC Lifescience

    ULTIMA28 Luncurkan Digital Support System untuk Buka Peluang Bisnis Anak Muda Lewat AFC Lifescience

     

    Bandung – ULTIMA28 resmi meluncurkan digital support system sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem bisnis berbasis digital bagi generasi milenial dan Gen Z. Inisiatif ini dihadirkan untuk menjawab tantangan keterbatasan lapangan kerja sekaligus membuka peluang kemandirian finansial melalui bisnis AFC Lifescience.

     

    Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Luigi dalam acara peluncuran ULTIMA28. Ia menjelaskan bahwa ULTIMA28 didirikan oleh Gunarto Hartanto sebagai support system modern yang sepenuhnya berbasis digital, menyesuaikan dengan karakter dan pola hidup generasi muda saat ini.

     

    “ULTIMA28 merupakan support system digital yang dibangun untuk membantu generasi milenial mendapatkan informasi, edukasi, dan motivasi agar mau terjun dan mengembangkan bisnis AFC. Sistem ini dikendalikan oleh putri ketiga Pak Gunarto Hartanto, yaitu Hilda Gunarto, yang berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan platform digitalnya,” ujar Dr. Luigi.

     

    Ia menambahkan, kehadiran ULTIMA28 menjadi sangat relevan di tengah kondisi saat ini, di mana jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat, sementara ketersediaan lapangan kerja semakin terbatas. Melalui sistem ini, anak-anak muda diberikan alternatif peluang usaha yang dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih mandiri.

     

    “Kami ingin menyediakan kesempatan bagi generasi muda untuk memiliki pekerjaan dan penghasilan yang mungkin selama ini hanya menjadi impian. Dengan sistem yang tepat, penghasilan puluhan bahkan ratusan juta rupiah per bulan bukan hal yang mustahil,” lanjutnya.

     

    ULTIMA28 hadir dengan pemahaman bahwa generasi milenial dan Gen Z merupakan generasi yang telah sepenuhnya beradaptasi dengan dunia digital. Aktivitas belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga membangun bisnis kini tidak terlepas dari teknologi dan platform daring.

     

    Menjawab perubahan tersebut, ULTIMA28 tidak hanya membangun komunitas dan sistem pembinaan konvensional, tetapi juga mengembangkan platform digital yang terintegrasi sebagai tulang punggung support system. Platform ini mencakup edukasi bisnis AFC, mentoring, komunikasi komunitas, serta sistem duplikasi yang mudah dipahami dan dijalankan secara online.

     

    “Anak muda hari ini hidup di dunia digital. Karena itu, sistem pembinaan dan bisnis juga harus mengikuti cara mereka belajar, bergerak, dan berkembang,” ujar Gunarto Hartanto, pendiri ULTIMA28.

     

    ULTIMA28 menegaskan bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembinaan. Seluruh anggota, baik pemula maupun yang telah berpengalaman, memperoleh akses yang sama terhadap materi pembelajaran, pendampingan, dan pengembangan diri.

     

    Melalui sinergi antara bisnis kesehatan AFC Lifescience dan platform digital ULTIMA28, diharapkan dapat lahir generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki mindset kewirausahaan, karakter kuat, serta kemandirian finansial. Ke depan, ULTIMA28 menargetkan terbentuknya ekosistem digital anak muda yang produktif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.

     

    ( erman)

  • Masih Ada Rumah Tidak Layak Huni Ditempati Lansia di Jember

    Masih Ada Rumah Tidak Layak Huni Ditempati Lansia di Jember

    Jember (11/01/2026)

    Di tengah rimbunnya perkebunan Dusun Sungai Tengah, Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, terdapat potret nyata ketimpangan sosial yang seharusnya tidak terjadi di negara yang menjamin kesejahteraan warganya. Seorang lansia bernama Ibu Nati (76) menjalani hari-hari di sebuah gubuk bambu tidak layak huni, jauh dari pemukiman warga dan nyaris luput dari perhatian negara.

     

    Sejak suaminya meninggal dunia dua tahun lalu, Ibu Nati hidup seorang diri tanpa penghasilan tetap. Rumah yang ditempatinya hanya berdinding anyaman bambu (gedek) yang lapuk, berlubang, dan terancam roboh kapan saja. Atapnya bocor dan tidak mampu melindungi dari hujan maupun terik matahari.

     

    Kondisi ini jelas bertentangan dengan amanat Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

     

    Terisolasi dan Rentan, Negara Belum HadirLokasi rumah Ibu Nati yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah warga terdekat membuatnya hidup dalam keterisolasian. Dengan kondisi fisik yang semakin renta, ia sangat rentan terhadap bahaya, baik dari cuaca ekstrem maupun risiko keamanan.

     

    “Beliau sudah tidak kuat secara fisik, tapi harus mengurus semuanya sendiri. Rumahnya sangat membahayakan keselamatan jiwa,” ungkap salah satu warga yang prihatin.

     

    Padahal, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia secara tegas menyebutkan bahwa lansia berhak memperoleh pelayanan sosial, perlindungan, dan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

     

    KJJT Jember: Ini Pelanggaran Tanggung Jawab Negara

    Kondisi memprihatinkan ini mendapat sorotan serius dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Jember. Humas KJJT Jember, Togas Irianto, menyebut kasus Ibu Nati sebagai alarm kegagalan pendataan dan distribusi bantuan sosial, khususnya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

     

    “Kami melihat langsung kondisi rumahnya. Ini bukan sekadar tidak layak, tapi membahayakan nyawa. Pemerintah daerah wajib hadir, karena ini menyangkut hak dasar warga negara,” tegas Togas, Minggu (11/1/2026).

     

    Ia menekankan bahwa program bedah rumah merupakan mandat pemerintah, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang mewajibkan negara menjamin akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.

     

    Desakan Evaluasi dan Tindakan Nyata

    KJJT Jember mendesak Pemerintah Kabupaten Jember melalui dinas terkait untuk segera melakukan verifikasi lapangan dan menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi Ibu Nati tanpa menunda prosedur administratif.

     

    “Jangan sampai bantuan sosial hanya berhenti di data dan laporan. Warga sebatang kara seperti Ibu Nati adalah kelompok prioritas yang seharusnya dilindungi negara,” tambah Togas.

     

    Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan kemiskinan agar warga lansia di pelosok desa tidak lagi terpinggirkan.

     

    Menunggu Keajaiban, Menanti Negara

    Kini, di usianya yang menginjak 76 tahun, Ibu Nati hanya bisa berharap. Ia menunggu uluran tangan pemerintah agar gubuk bambu yang nyaris roboh itu dapat berubah menjadi rumah layak huni, sebelum waktu dan usia benar-benar menggerogoti sisa kekuatannya.

     

    Kasus ini menjadi ujian nyata: apakah negara benar-benar hadir untuk rakyat kecil, atau hanya tertulis dalam undang-undang tanpa pelaksanaan?

    ( laili black)

  • Sinergi Cepat di Mastrip: BPBD, Polsek Sumbersari, dan Relawan Evakuasi Pohon Tumbang dalam Sekejap

    Sinergi Cepat di Mastrip: BPBD, Polsek Sumbersari, dan Relawan Evakuasi Pohon Tumbang dalam Sekejap

    JEMBER — Akses lalu lintas di Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, yang merupakan salah satu urat nadi transportasi di kawasan kampus Jember, sempat lumpuh total pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Sebuah pohon berukuran besar tumbang melintang di tengah jalan sekitar pukul 08.00 WIB, namun berhasil dievakuasi dengan cepat berkat sinergi luar biasa antarpetugas dan masyarakat.

     

    Insiden yang terjadi saat arus berangkat kerja dan aktivitas mahasiswa mulai padat tersebut sempat memicu kemacetan panjang. Beruntung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember sektor Sumbersari, anggota Bhabinkamtibmas, serta relawan kelurahan bergerak cepat menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan warga.

     

    Kolaborasi Lintas Sektor

    Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan gotong royong yang solid. Personel BPBD dengan gergaji mesin (chainsaw) langsung memotong batang pohon menjadi bagian-bagian kecil, sementara anggota Bhabinkamtibmas bersama relawan dan masyarakat bahu-membahu menyingkirkan dahan dari badan jalan.

     

    “Kejadiannya sekitar pukul delapan pagi. Kami langsung berkoordinasi dengan sektor keamanan Sumbersari dan relawan di tingkat kelurahan. Fokus utama kami adalah membuka kembali akses jalan karena Jalan Mastrip ini lalu lintasnya sangat padat,” ujar salah satu petugas di lokasi.

     

    Sambil proses pembersihan berlangsung, personel keamanan dengan cekatan mengatur arus lalu lintas, memastikan kendaraan dapat melintas secara bergantian sehingga penumpukan kendaraan dapat segera terurai.

     

    Pengendara Salut Atas Respon Cepat

    Kecepatan penanganan yang dilakukan oleh tim gabungan ini menuai apresiasi luas dari para pengguna jalan. Pengendara yang semula khawatir akan terjebak macet lama merasa lega melihat kesigapan petugas di lapangan.

     

    “Saya tadi lewat pas pohon baru saja jatuh. Saya salut sekali, petugas BPBD, polisi, dan relawan langsung ada di sini tidak pakai lama. Gerakannya sangat cepat, masyarakat juga ikut membantu, jadi jalanan cepat lancar kembali,” ungkap seorang pengendara motor yang melintas pasca-evakuasi.

    Kondisi Kembali Normal

    Menjelang pukul 10.00 WIB, material pohon telah

     

    sepenuhnya dibersihkan dan jalur Jalan Mastrip dinyatakan aman untuk dilalui kembali secara normal. BPBD Jember mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, mengingat cuaca di awal tahun 2026 yang sering kali disertai angin kencang.

     

    Sinergi yang ditunjukkan di Jalan Mastrip pagi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan tanggap darurat di wilayah Kabupaten Jember dalam memberikan rasa aman bagi warganya.

    ( laili)

  • Kepedulian Tanpa Henti, KJJT Jember Rutin Salurkan Bantuan Beras untuk Warga

    Kepedulian Tanpa Henti, KJJT Jember Rutin Salurkan Bantuan Beras untuk Warga

    JEMBER — Aksi nyata Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Satuan Wilayah Jember kembali menuai apresiasi masyarakat. Pada Jumat (9/1/2026), KJJT Jember menyalurkan bantuan beras kepada warga kurang mampu di tiga wilayah, yakni Ajung, Sadana (Keranjingan), dan Tegal Besar. Langkah ini dinilai sebagai cermin kepedulian sosial yang patut dibanggakan oleh masyarakat Jember.

     

    Dengan semangat kebersamaan, KJJT Jember menerapkan dua pola penyaluran sekaligus. Di Kantor Sekretariat Ajung, warga disambut dengan suasana kekeluargaan, sementara tim lainnya menyusuri pemukiman dan ruang-ruang publik di Sadana dan Tegal Besar melalui metode door-to-door. Pendekatan ini memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

     

    Ketua KJJT Jember, Yunus Safari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral insan pers terhadap lingkungan sosialnya. Menurutnya, jurnalis tidak hanya berperan menyuarakan kepentingan publik melalui pemberitaan, tetapi juga hadir langsung memberikan solusi nyata.

     

    “KJJT adalah bagian dari masyarakat Jember. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian bersama, agar warga merasakan bahwa pers hadir bukan hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai mitra,” ujarnya.

     

    Salah satu momen yang mengundang rasa haru sekaligus kebanggaan terjadi di kawasan Tegal Besar. Seorang sukarelawan pengatur lalu lintas yang sehari-hari membantu kelancaran kendaraan di Gapura BTB menerima bantuan dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku tidak menyangka mendapat perhatian dari komunitas jurnalis.

     

    “Ini membuat kami merasa dihargai. Terima kasih karena sudah peduli dengan orang-orang kecil seperti kami,” ungkapnya.

     

    Kehadiran KJJT Jember di wilayah Tegal Besar dan Sadana menegaskan komitmen organisasi ini untuk memperluas jangkauan kepedulian sosial. Tidak hanya terpusat di sekitar sekretariat, KJJT kini mulai menjangkau wilayah-wilayah lain yang dinilai membutuhkan perhatian.

     

    Masyarakat setempat menyambut positif aksi tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. Bagi warga, kepedulian yang ditunjukkan KJJT Jember menjadi contoh bahwa solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah tantangan kehidupan saat ini.

     

    Aksi kemanusiaan ini ditutup dengan doa bersama sebagai simbol kebersamaan antara insan pers dan masyarakat. KJJT Jember pun dinilai telah membawa nama baik profesi jurnalis sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari masyarakat Jember yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kemanusiaan.

    ( tim)