Blog

  • Digelar di Paddy Mars Denpasar, Mini LOP AFC Jadi Momentum Konsolidasi Tim dan Persiapan Ekspansi di Bali

    Digelar di Paddy Mars Denpasar, Mini LOP AFC Jadi Momentum Konsolidasi Tim dan Persiapan Ekspansi di Bali

    Denpasar, Bali –  Suasana penuh semangat dan energi luar biasa terasa di Resto Paddy Mars, milik Ibu Ari, salah satu member AFC yang tengah bersiap menjadi Mobile Stokis. Mini LOP (Leadership Orientation Program) AFC yang digelar oleh tim Ibu Widya Kerti sukses besar dan menjadi momentum kebangkitan tim AFC Bali.

     

    Acara yang dihadiri sekitar 35 peserta ini berlangsung khidmat dan profesional, layaknya LOP resmi. Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sesi testimoni, hingga hiburan dari beberapa rekan yang turut menyemarakkan suasana dengan penampilan bernyanyi.

     

    Dipandu Langsung oleh Dokter Luigi

    Acara dipandu dari awal hingga akhir oleh Dokter Luigi, yang membawakan materi dengan penuh semangat dan karisma. Seluruh peserta memenuhi ruangan Paddy Mars dan menyimak dengan serius setiap penjelasan yang disampaikan.

     

    Tidak hanya sekadar hadir, para peserta juga aktif mengikuti sesi table top setelah acara utama, menunjukkan antusiasme dan keseriusan untuk berkembang serta berprestasi di AFC.

     

    Sorotan khusus tertuju pada dua peserta kembar berusia 18 tahun, Nana dan Tata. Meski masih sangat muda, keduanya menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menyimak materi dan mengikuti sesi lanjutan.

     

    Menariknya, hingga saat ini belum ada pasangan anak kembar di AFC yang secara serius membangun bisnis bersama. Nana dan Tata berpotensi mencetak sejarah sebagai kembar pertama yang berprestasi gemilang di AFC.

     

    Tak hanya menjadi peserta, keduanya juga turut membantu sebagai videografer dadakan dalam acara tersebut. Kontribusi mereka mendapat apresiasi khusus dari seluruh panitia.

     

    Kepemimpinan Solid Ibu Widya Kerti

    Kesuksesan Mini LOP ini tidak lepas dari kerja keras Ketua Panitia, Ibu Widya Kerti, bersama suaminya, Bapak Ketut. Meski acara ini merupakan Mini LOP untuk tim internalnya sendiri, persiapan dilakukan dengan sangat matang dan profesional.

     

    Dalam sambutannya, Ibu Widya Kerti menyampaikan:

    > “Terima kasih banyak atas dukungannya. Acara Mini LOP di Resto Paddy Mars hari ini telah berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada Dokter Luigi yang sudah meluangkan waktunya hadir. Semoga ke depannya acara bisa lebih besar, lebih baik, dan semakin banyak yang bergabung di AFC.”

     

    Komitmen pun langsung ditegaskan:

    Mini LOP ke-2 akan digelar pada 5 Maret 2026, kembali bertempat di Paddy Mars, dan tetap diketuai oleh Ibu Widya Kerti. Targetnya jelas — acara rutin minimal satu bulan sekali sebagai bentuk konsistensi dan keseriusan membangun tim di Bali.

     

    🌏 Dukungan dari Berbagai Wilayah

    Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Denpasar, tetapi juga dari Kabupaten Badung, bahkan luar kota dan luar pulau. Hal ini menunjukkan bahwa semangat AFC Bali mulai menyala dan menarik perhatian yang lebih luas.

     

    Ibu Ari sebagai pemilik Paddy Mars juga menyatakan keseriusannya untuk menjalankan bisnis AFC dan mengambil posisi sebagai Mobile Stokis, langkah strategis yang akan semakin memperkuat pergerakan tim di Bali.

     

    🤲 Momentum Ramadan Penuh Berkah

    Menjelang bulan suci, seluruh panitia dan peserta juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada saudara-saudara Muslim dan Muslimat.

     

    Semoga ibadah puasa berjalan lancar, penuh keberkahan, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia. Bagi rekan-rekan yang tidak menjalankan ibadah puasa, mari bersama memberikan dukungan dan doa agar ibadah saudara-saudara kita berjalan dengan baik.

     

    Bali Siap Bangkit!

    Mini LOP ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi titik awal kebangkitan tim Ibu Widya Kerti di Bali. Semangat, kolaborasi, dan komitmen sudah terlihat nyata.

    Dengan konsistensi acara bulanan, dukungan penuh panitia, serta munculnya generasi muda seperti Nana dan Tata, AFC Bali siap melesat lebih tinggi.

     

    Sampai bertemu di Mini LOP berikutnya!

    Salam sukses luar biasa! ª

     

  • Kebakaran Hebat di Belakang Saung Sate Nabila Kencong, Warga Dusun Kamaran Panik Berhamburan

    Kebakaran Hebat di Belakang Saung Sate Nabila Kencong, Warga Dusun Kamaran Panik Berhamburan

    JEMBER – Peristiwa kebakaran besar melanda sebuah rumah warga yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Dusun Kamaran, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, pada Rabu (18febuari 2026) siang. Lokasi kebakaran yang berada tepat di belakang rumah makan populer Saung Sate Nabila memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas.

     

    Kronologi Kejadian

    Api diketahui mulai muncul sekitar tengah hari dari area belakang bangunan. Kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi segera terlihat dari kejauhan, menandakan besarnya material yang terbakar. Berdasarkan informasi awal, api pertama kali melahap bagian dapur warung sate tersebut sebelum akhirnya merembet ke bangunan rumah induk milik warga.

     

    Warga yang menyadari munculnya api segera berupaya memadamkan kobaran si jago merah dengan alat seadanya (gotong royong) sambil menunggu bantuan petugas datang. Mengingat lokasi yang berada di kawasan padat pemukiman, warga merasa khawatir api akan terus merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

     

    Upaya Pemadaman

    Mendapat laporan dari masyarakat, satu unit armada pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kencong segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas bergerak cepat melakukan pelokalisiran api agar tidak meluas ke area dapur yang dipenuhi material mudah terbakar. Setelah berjuang melawan kobaran api, petugas akhirnya berhasil menguasai keadaan dan melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.

     

    Dampak dan Investigasi

    Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil ditaksir cukup besar lantaran sebagian bangunan dapur dan perlengkapan warung hangus tak bersisa. Pihak kepolisian setempat dari Polsek Kencong masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian (olah TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

     

    Meski penyebab resmi masih diselidiki, dugaan sementara mengarah pada adanya korsleting listrik atau arus pendek di area dapur. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi warga untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mencegah terjadinya musibah serupa.

    ( laili)

  • LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN REPUBLIK INDONESIA (LPK-RI) KABUPATEN JEMBER  SINERGITAS DENGAN DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DALAM PENGAWASAN PERUMAHAN DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN

    LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN REPUBLIK INDONESIA (LPK-RI) KABUPATEN JEMBER SINERGITAS DENGAN DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DALAM PENGAWASAN PERUMAHAN DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN

    JEMBER, 18 Februari 2026 dalam rangka memperkuat perlindungan konsumen di sektor perumahan, LPK-RI menyatakan komitmennya untuk bersinergi dan berkoordinasi aktif dengan Dinas Perumahan Dan kawasan permukiman dalam melakukan pengawasan terhadap pembangunan dan penyelenggaraan perumahan di wilayah kabupaten jember.

    Sinergitas ini merupakan langkah konkret dalam memastikan setiap developer perumahan memenuhi kewajiban hukumnya, menjamin kualitas bangunan, serta melindungi hak-hak konsumen sebagai pembeli rumah.

     

    Berdasarkan pengaduan dan hasil investigasi awal yang diterima oleh LPK-RI Kabupaten Jember, ditemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah developer perumahan, antara lain:

    Pembangunan rumah yang tidak memenuhi standar teknis konstruksi

    Terjadinya kerusakan struktur bangunan, seperti retak dinding, penurunan pondasi, dan kerusakan struktur lainnya

    Pembangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diperjanjikan kepada konsumen

    Kelalaian developer v huni

    Tidak adanya itikad baik developer dalam memenuhi kewajiban perbaikan dan tanggung jawab hukum

    Tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap kewajiban pelaku usaha dan berpotensi dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum.

     

    Akibat dugaan pelanggaran tersebut, konsumen mengalami kerugian nyata, antara lain:

    Kerugian materiil berupa biaya perbaikan bangunan

    Penurunan nilai properti

    Ancaman terhadap keselamatan penghuni

    Kerugian psikologis akibat ketidaknyamanan dan rasa tidak aman

    Kerugian akibat menerima bangunan yang tidak sesuai dengan perjanjian

    Kondisi ini jelas merugikan konsumen dan melanggar hak konsumen untuk memperoleh barang yang aman, layak, dan sesuai standar.

     

    Developer sebagai pelaku usaha wajib tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku, antara lain

    1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

    Pasal 4: Konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan

    Pasal 7: Pelaku usaha wajib menjamin mutu barang

    Pasal 8: Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang tidak memenuhi standar

    Pasal 19: Pelaku usaha wajib memberikan ganti rugi

    2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

    Developer wajib membangun rumah sesuai standar teknis

    Developer wajib bertanggung jawab atas kualitas bangunan

    3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

    Bangunan wajib memenuhi persyaratan keselamatan dan kelayakan fungsi

    4. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

    Pasal 1365: Setiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian wajib mengganti kerugian

     

    Developer yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenakan sanksi berupa:

    – Sanksi Administratif:

    Teguran tertulis

    Perintah perbaikan bangunan

    Penghentian sementara kegiatan pembangunan

    Pencabutan izin usaha

    – Sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan/atau denda hingga Rp2.000.000.000

     

    Victor Darmawan LPK-RI Kabupaten Jember bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jember berkomitmen untuk:

    Mengawasi developer perumahan secara aktif

    Menindaklanjuti pengaduan konsumen

    Melakukan pemeriksaan lapangan

    Memastikan developer bertanggung jawab atas kewajibannya

    Memberikan perlindungan hukum kepada konsumen

    Mencegah terjadinya kerugian konsumen di masa mendatang

     

    Victor juga menegaskan bahwa setiap developer wajib mematuhi ketentuan hukum dan bertanggung jawab atas kualitas bangunan yang dipasarkan kepada masyarakat.

    LPK-RI tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran yang merugikan konsumen, dan akan mengambil langkah hukum yang diperlukan, termasuk pelaporan kepada instansi pemerintah, gugatan perdata, maupun langkah hukum lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

     

    Ketua DPC LPK-RI Jember Bambang Hariyadi menyampaikan Sinergitas antara LPK-RI Kabupaten Jember dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jember diharapkan dapat menciptakan iklim pembangunan perumahan yang sehat, transparan, dan berpihak kepada kepentingan konsumen.

    Perlindungan konsumen merupakan amanat undang-undang dan menjadi tanggung jawab bersama demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum.

    ( red)

  • Kobin, Cara Bhabinkamtibmas Polri Lebih Dekat dengan Warga 

    Kobin, Cara Bhabinkamtibmas Polri Lebih Dekat dengan Warga 

    Jakarta – Polda Jawa Timur (Jatim) melalui Bhabinkamtibmas terus melakukan pendekatan dengan masyarakat. Salah satunya adalah dengan program Kobin atau Kopi Cak Bhabin.

     

    Bhabinkamtibmas Polsek Bubutan Polda Jawa Timur Aipda Muhammad Sugeng Bin Wahab menjelaskan bahwa, Kobin yang dibawa dengan sepeda dilengkapi kopi tersebut selalu dibawa ketika menjalankan tugas menyambangi warga.

     

    “Kobin adalah salah satu sarana kami kopi cak Bhabin kita berkeliling kampung sebagai tugas khusus ataupun tugas pokok bhabin kamtibmas adalah sambang warga. Maka dari itu saat jita mekakukan sambang ke warga kita dengan datang membawa gerobak Kobin,” kata Sugeng, Selasa (17/2/2026).

     

    Menurut Sugeng, sepeda yang disulap menjadi tempat membawa kopi lengkap dengan kantong di kiri-kanannya itu disediakan dari modal pribadi.

     

    “Modalnya pribadi,” ujarnya.

     

    Bahkan, inisiasi Bhabinkamtibmas tersebut diapresiasi serta disambut baik oleh Komisi VII DPR RI yang dipimpin oleh Rahayu Saraswati saat kunjungan ke Kampung Batik Okra Surabaya.

     

    Menurut Sugeng, nantinya ketika menyambangi warga untuk menyerap aspirasi masyarakat, kopi yang disediakan bakal gratis.

     

    “Kopinya nanti gratis untuk masyarakat,” tuturnya.

     

    Kopin sendiri terinsipirasi dari kebiasaan atau budaya masyarakat Indonesia yang gemar sekali menyeruput kopi.

     

    Polda Jatim menginisiasi program ngopi bareng cak bhabin. Kopi dijadikan sarana oleh para bhabin untuk mencairkan suasana.

     

    Kobin bibuat sendiri oleh para bhabin. Mereka berkeliling desa desa kemudian mengumpulkan para masyarakat dan berusaha menggali aspirasi.

    ( erman)

  • Petrokimia Gresik Resmikan Kampung Semangka, Dorong Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan

    Petrokimia Gresik Resmikan Kampung Semangka, Dorong Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan

    Jember | Petrokimia Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peresmian Kampung Semangka yang digelar secara meriah bersama warga dan pemerintah desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas Jember. Selasa (17/2/2026).

     

    Peresmian Kampung Semangka ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.

    Program tersebut difokuskan pada pengembangan budidaya semangka sebagai komoditas unggulan desa yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

    Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan pita dan panen simbolis buah semangka oleh perwakilan manajemen Petrokimia Gresik bersama kepala desa Mayangan Muspika kecamatan Gumukmas dan kelompok tani

     

    Perwakilan manajemen Petrokimia Gresik Aditya Wibowo Direktur dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kampung Semangka bukan sekadar program pertanian, melainkan bentuk sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa.

     

    Melalui pendampingan, bantuan sarana produksi, serta edukasi pertanian berkelanjutan, diharapkan petani mampu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk.

     

    “Kami ingin kehadiran perusahaan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kampung Semangka ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan hortikultura yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

     

    Sementara itu, Kepala Desa Mayangan H Sunyoto mengapresiasi dukungan Petrokimia Gresik yang dinilai mampu mendorong semangat petani untuk berinovasi.

     

    Menurutnya, program ini membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.

    Dengan diresmikannya Kampung Semangka, masyarakat berharap program ini terus berkembang dan mampu memperluas akses pasar, sehingga hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.pungkasnya. ( laili)

  • Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Desa, DPMD Jember Perkuat Tata Kelola BUMDes dan BUMDesma serta Buka Akses Pembiayaan Berbunga Rendah

    Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Desa, DPMD Jember Perkuat Tata Kelola BUMDes dan BUMDesma serta Buka Akses Pembiayaan Berbunga Rendah

    JEMBER – Pemerintah Kabupaten  Jember melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi desa.

     

    Sekretaris DPMD Jember, Adif Candra, menjelaskan bahwa kebijakan Bupati Jember sejalan dengan visi dan misi peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat desa.

     

    Menurutnya, salah satu fokus utama saat ini adalah pembenahan sistem pelaporan dan tata kelola keuangan BUMDes dan BUMDesma agar lebih profesional dan akuntabel.

     

    “Ke depan kita lakukan pendampingan perbaikan sistem pelaporan keuangan mereka. Karena saat ini masih ada kendala di sistem pelaporan. Kalau sudah tertib administrasi, mereka bisa mengajukan bantuan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

     

    Akses Dana dari Pusat Investasi Pemerintah

    Adif mengungkapkan, pihaknya telah menghadirkan sosialisasi dari Pusat Investasi Pemerintah kepada para pengelola BUMDes dan BUMDesma di Jember.

     

    Dalam kegiatan tersebut, Pusat Investasi Pemerintah membuka peluang pembiayaan melalui skema pinjaman berbunga rendah yang dinilai lebih ringan dibandingkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

     

    “Ini memang pinjaman, tapi berbeda dengan KUR. Bunganya sangat rendah karena ini program pemerintah pusat yang memang dikhususkan untuk BUMDes dan BUMDesma,” jelasnya.

     

    Saat ini, dari ratusan BUMDes yang tersebar di Jember, baru beberapa yang mengajukan pembiayaan. DPMD terus mendorong desa-desa lainnya untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan usaha.

     

    Potensi Usaha Desa

    Adif menyebutkan, BUMDes di Jember telah mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari pengelolaan pasar desa, perdagangan, hingga sektor pariwisata.

     

    Ia berharap, dengan dukungan pembiayaan dan tata kelola yang lebih baik, BUMDes dan BUMDesma tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional.

     

    “Saya harap kepala desa bisa memanfaatkan peluang ini agar BUMDes bisa lebih maju, tidak hanya fokus di Jember saja, kalau bisa sampai level nasional,” tegasnya.

     

    DPMD Jember menilai optimalisasi pembiayaan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Meski demikian, besaran pinjaman tetap bergantung pada program usaha yang diajukan serta kelengkapan persyaratan yang telah ditetapkan.

    ( erman)

  • Ponpes Mahfilud Duror Jember Lebih Awal Mulai Ramadan 1447 H, Tarawih Digelar 16 Februari dan Puasa Dimulai 17 Februari 2026

    Ponpes Mahfilud Duror Jember Lebih Awal Mulai Ramadan 1447 H, Tarawih Digelar 16 Februari dan Puasa Dimulai 17 Februari 2026

    JEMBER – Pondok Pesantren  Mahfilud Duror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, memulai pelaksanaan Salat Tarawih pada Senin malam, 16 Februari 2026.

    Dengan dimulainya Tarawih tersebut, maka ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan pesantren dan jamaahnya akan dimulai pada Selasa, 17 Februari 2026.

    Pengasuh Ponpes Mahfilud Duror, KH Ali Wafa, membenarkan bahwa pelaksanaan awal Tarawih dan puasa telah ditentukan.

    “Benar. Di sini akan Salat Tarawih malam ini,” ujarnya saat dikonfirmasi.

    Ia menyebutkan, pelaksanaan Salat Tarawih dilakukan bersama banyak jamaah, baik santri maupun masyarakat sekitar. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah jamaah yang mengikuti ibadah tersebut.

    “Jumlahnya ya banyak. Angka pastinya saya tidak tahu berapa orang yang ikut,” katanya.

    Karena Tarawih telah digelar Senin malam, maka pada Selasa dini hari jamaah sudah mulai melaksanakan sahur dan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

    “Awal puasa hari Selasa. Jadi besok yang ikut Tarawih sudah puasa,” tambahnya.

    Secara turun-temurun, Ponpes Mahfilud Duror memang dikenal memulai puasa Ramadan lebih awal dibanding sebagian besar umat Islam di Indonesia.

    Sementara itu, penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di berbagai daerah di Indonesia pada Februari 2026 ini diprediksi berpotensi berbeda, tergantung pada metode penetapan yang digunakan masing-masing pihak.

    ( erman)

  • Harga Elpiji Subsidi 3 Kg di Jember Naik dari Rp18.500 Jadi Rp25.000, Warga Miskin Keluhkan Penjualan di Atas HET dan Minta Pengawasan Diperketat

    Harga Elpiji Subsidi 3 Kg di Jember Naik dari Rp18.500 Jadi Rp25.000, Warga Miskin Keluhkan Penjualan di Atas HET dan Minta Pengawasan Diperketat

     

    JEMBER, 16 Februari 2026 – Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Jember dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp18.500 per tabung, kini harga di tingkat pengecer mencapai Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung.

     

    Kenaikan tersebut dikeluhkan warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama program elpiji subsidi. Sejumlah warga mengaku keberatan karena harga yang dibayar sudah jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.

     

    “Biasanya beli Rp18.500, sekarang sudah Rp23 ribu, bahkan ada yang Rp25 ribu. Kami jelas keberatan karena ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu warga di Kecamatan Kaliwates.

     

    Tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan “gas melon” memang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Distribusinya berada di bawah pengawasan PT Pertamina (Persero) melalui agen dan pangkalan resmi.

     

    Sejumlah pengecer berdalih kenaikan harga dipicu oleh keterlambatan distribusi serta meningkatnya permintaan. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penyebab pasti lonjakan harga tersebut.

     

    Pemerintah Kabupaten Jember diharapkan segera melakukan pengawasan dan sidak ke lapangan guna memastikan distribusi berjalan normal dan harga tetap sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, aparat berwenang diminta menindak tegas pihak-pihak yang menjual di atas HET.

     

    Warga berharap harga elpiji subsidi dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

    ( red)

  • Ribuan Warga di 10 Kecamatan Terdampak, Pemkab Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat dan Percepat Pemulihan Pascabanjir

    Ribuan Warga di 10 Kecamatan Terdampak, Pemkab Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat dan Percepat Pemulihan Pascabanjir

    JEMBER – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan berdampak pada ribuan warga di 10 kecamatan. Pemerintah Kabupaten Jember resmi menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.

     

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir berdampak pada 7.445 kepala keluarga yang tersebar di 23 desa. Ratusan warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat luapan sungai yang merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.

     

    Wilayah terdampak antara lain Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, serta Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Kawasan tersebut berada di sepanjang daerah aliran Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo yang berhulu di Pegunungan Argopuro.

     

    Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat membersihkan rumah pascabanjir.

     

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa status tanggap darurat ditetapkan sejak 12 hingga 26 Februari 2026.

     

    “Status tanggap darurat kami tetapkan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya  Senin (16/2/2026).

     

    Pemkab Jember bergerak cepat melakukan evakuasi, mendirikan posko pengungsian, serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

     

    Selain penanganan darurat, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah pemulihan, termasuk perbaikan tanggul, normalisasi aliran sungai, penguatan sistem drainase, serta perbaikan infrastruktur yang rusak.

     

    Saat ini, kondisi banjir dilaporkan berangsur membaik. Air telah surut di sebagian besar wilayah terdampak dan warga mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan.

     

    Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Pemkab Jember mengimbau masyarakat tetap waspada. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

     

    Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menangani dampak darurat, tetapi juga memperkuat mitigasi dan membangun infrastruktur berkelanjutan guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

    ( red)

  • Pemuda Asal Silo Hilang Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Canga’an Jember

    Pemuda Asal Silo Hilang Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Canga’an Jember

    JEMBER, Musibah kecelakaan laut kembali terjadi di pesisir selatan Kabupaten Jember. Seorang pemuda bernama Faruk Febriansah (20), warga Kecamatan Silo, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat memancing di kawasan Pantai Canga’an, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu sore (15/2/2026).

     

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi ketika korban tengah memancing di atas bongkahan batu karang yang menjorok ke laut. Diduga korban terpeleset akibat permukaan karang yang licin serta hantaman ombak besar yang datang secara tiba-tiba.

     

    Saksi mata di lokasi menyebut, korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun kuatnya arus bawah laut khas pantai selatan serta deburan ombak yang tinggi membuat tubuh korban dengan cepat terseret ke tengah laut hingga hilang dari pandangan.

     

    Setelah menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim terdiri dari personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Satpolairud Polres Jember, BPBD Jember, serta sejumlah relawan setempat.

     

    Komandan tim evakuasi di lapangan menyampaikan bahwa pencarian dilakukan melalui dua metode, yakni penyisiran darat di sepanjang bibir pantai serta penyelaman di sekitar titik jatuhnya korban.

     

    “Kami menurunkan personel penyelam untuk mengecek celah-celah karang di bawah air, mengantisipasi kemungkinan korban tersangkut di antara bebatuan,” ujarnya.

     

    Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala teknis. Gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter dengan arus yang kuat dan tidak menentu. Kondisi ini menyulitkan tim untuk bergerak optimal, terutama di area karang terjal.

     

    Posko darurat telah didirikan di sekitar Pantai Canga’an guna memantau perkembangan situasi secara langsung dan mengoordinasikan operasi pencarian.

     

    Pihak otoritas melalui PPID Kabupaten Jember mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pantai selatan, khususnya di area rawan seperti tebing karang yang berbatasan langsung dengan laut lepas.

     

    Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban telah berada di lokasi untuk menunggu perkembangan proses pencarian. Tim SAR memastikan operasi akan terus dilakukan hingga batas waktu tanggap darurat berakhir atau hingga korban berhasil ditemukan.

    ( laili)