Blog

  • Rapim Polri 2026 Hari Kedua, Kapolri Tekankan Peran Polri Jaga Stabilitas dan Dukung Program Pemerintah

    Rapim Polri 2026 Hari Kedua, Kapolri Tekankan Peran Polri Jaga Stabilitas dan Dukung Program Pemerintah

    JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mendukung penuh program kerja pemerintah pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam kegiatan doorstop usai Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2026 di The Krakatau Grand Ballroom, Rabu (11/2/2026).

     

    Kapolri menjelaskan, Rapim Polri 2026 merupakan kelanjutan rapat koordinasi hari sebelumnya, dengan fokus utama memperkuat sinergi Polri dalam mendukung kebijakan dan program strategis pemerintah.

     

    “Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi lanjutan dari kemarin. Hari ini adalah hari ke-2, di mana sesuai dengan tema kami, Polri siap mengawal program kerja pemerintah di tahun 2026,” ujar Kapolri.

     

    Dalam Rapim tersebut, Polri turut mendengarkan paparan dari sejumlah narasumber terkait isu-isu strategis nasional, di antaranya penanganan inflasi, penguatan ekonomi, serta program-program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih dan percepatan optimalisasi kebijakan ekonomi.

     

    “Alhamdulillah hari ini kami bisa mendapatkan dan mendengar langsung dari empat narasumber di bidang penanganan inflasi dan beberapa kegiatan, seperti Koperasi Merah Putih, dan juga bagaimana mendorong optimalisasi dan percepatan, serta menjaga kepentingan ekonomi,” lanjutnya.

     

    Kapolri menegaskan bahwa masukan dan perspektif dari para narasumber tersebut menjadi bekal penting bagi seluruh jajaran Polri agar dapat menjalankan peran pengawalan kebijakan pemerintah secara kolaboratif dan terarah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

     

    “Ini benar-benar menjadi perspektif bagi seluruh personel Polri untuk betul-betul bisa berkolaborasi, mendukung apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden dengan pemerintahan terkait yang mendapatkan tugas tersebut, sehingga semuanya bisa dilaksanakan dengan baik sesuai direktif dan kebijakan Presiden,” tegas Kapolri.

     

    Melalui Rapim Polri 2026 ini, Kapolri berharap seluruh jajaran Polri semakin solid dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung iklim kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, serta mengawal pelaksanaan program-program strategis nasional demi kepentingan masyarakat luas

    ( erman).

  • Geger! Bayi Perempuan Beridentitas ‘Clara Elleira’ Ditemukan dalam Kardus di Teras Warga Kebon Agung

    Geger! Bayi Perempuan Beridentitas ‘Clara Elleira’ Ditemukan dalam Kardus di Teras Warga Kebon Agung

    JEMBER – Ketenangan warga di wilayah Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, mendadak berubah menjadi kegemparan pada Rabu pagi (11/2). Sesosok bayi perempuan yang diperkirakan masih berusia balita ditemukan telantar di dalam sebuah kardus di teras rumah warga.

     

    Kronologi Penemuan

    Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB ketika pemilik rumah, P. Budi (45), warga RT 02 RW 06 Kelurahan Kebon Agung, hendak keluar rumah. Ia dikejutkan dengan adanya kotak kardus mencurigakan di terasnya. Saat dibuka, ternyata berisi seorang bayi perempuan yang tengah tertidur.

     

    P. Budi lantas memanggil Ketua RW setempat, Bpk. Combo (60), serta tetangganya, P. Rosid, untuk menyaksikan temuan tersebut. “Kondisinya sehat dan tenang saat ditemukan di dalam kardus,” ujar salah satu saksi di lokasi.

    Identitas dan Surat Wasiat

     

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bayi tersebut diketahui bernama Clara Elleira. Bersama dengan bayi tersebut, ditemukan pula secarik surat wasiat yang diduga ditinggalkan oleh orang tuanya. Surat tersebut berisi pesan mengenai nama sang bayi dan alasan penelantaran yang kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

     

    Penyelidikan Polisi

    Pihak Polsek Kaliwates yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP. Kapolsek Kaliwates menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi bukti awal berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar pemukiman.

     

    “Kami sudah memeriksa saksi-saksi, termasuk pemilik rumah dan Ketua RW. Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat ada pengendara sepeda motor yang meletakkan kardus tersebut sebelum melarikan diri,” ungkap sumber kepolisian. Identitas terduga pelaku kini tengah dalam pelacakan intensif unit Reskrim.

     

    Kondisi Terkini

    Untuk memastikan keselamatannya, bayi Clara Elleira langsung dievakuasi ke puskesmas/RS terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh. Pihak Dinas Sosial Kabupaten Jember juga telah berkoordinasi untuk melakukan pendampingan serta memastikan hak asuh dan perlindungan bayi tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

     

    Kasus pembuangan anak ini menjadi sorotan warga Jember. Polisi menghimbau bagi siapa saja yang mengenali identitas kendaraan atau pelaku berdasarkan rekaman yang beredar untuk segera melapor ke Polres Jember atau Polsek terdekat. ( laili)

     

  • Asayama Family Club (AFC)Cetak Sejarah Gemilang: Borong 5 Penghargaan Prestisius di AP2LI – Helmy Attamimi Award 2026

    Asayama Family Club (AFC)Cetak Sejarah Gemilang: Borong 5 Penghargaan Prestisius di AP2LI – Helmy Attamimi Award 2026

    Jakarta – Asayama Family Club (AFC) Lifescience Indonesia kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan panjangnya di industri multi level marketing (MLM) nasional. Pada ajang AP2LI – Helmy Attamimi Award ke-4 tahun 2026, AFC Lifescience kembali dinobatkan sebagai MLM of the Year, sekaligus membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan MLM paling solid, berpengaruh, dan berprestasi di Indonesia.

     

    Acara bergengsi yang diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, ini dihadiri oleh ratusan perusahaan MLM di bawah naungan AP2LI. Di tengah ketatnya persaingan industri, AFC Lifescience tampil luar biasa dengan memborong 5 dari total 6 penghargaan bergengsi yang dipertandingkan—sebuah pencapaian yang mencerminkan pertumbuhan nyata, kinerja unggul, serta kepercayaan besar dari masyarakat.

     

    Pada malam penghargaan tersebut, AFC Lifescience resmi meraih:

    🏆 MLM of the Year 2026

    🏆 Sales Revenue of the Year 2026

    🏆 Fastest Growing Company of the Year 2026

    🏆 Member Growth of the Year 2026

    🏆 CSR Excellence of the Year 2026

     

    Lima penghargaan ini menjadi bukti bahwa AFC Lifescience tidak hanya unggul dalam pertumbuhan bisnis dan penjualan, tetapi juga dalam pengembangan member serta kepedulian sosial (CSR)—sebuah keseimbangan yang jarang mampu dicapai oleh perusahaan MLM mana pun.

     

    Acara ini turut dihadiri oleh Co-CEO AFC Lifescience, Bapak Michael Tampi, serta General Manager AFC Indonesia, Bapak Nicholas Rampisela, didampingi para leader nasional AFC dari berbagai daerah, di antaranya Yosep Setiawan, Bu Sido (Daimio of AFC), Riana Lim (Daimio of AFC), Bapak Samsul Made (Daimio of AFC), Serigan Samurai of AFC dari Medan, Lavina Shogun of AFC dari Jakarta, serta Ibu Evi Carolina Samurai dari Jakarta.

     

    Dalam kata sambutannya, Bapak Nicholas Rampisela menyampaikan pesan inspiratif bahwa tidak banyak perusahaan MLM yang mampu bertahan lebih dari 4 tahun, sementara AFC Lifescience kini telah memasuki usia 8 tahun dan justru mencapai puncak prestasi.

     

    “Di usia ke-8 ini, AFC Lifescience membuktikan bahwa kami bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga terus bertumbuh dan mencetak prestasi luar biasa dengan meraih MLM of the Year kategori A, kategori tertinggi bagi perusahaan MLM yang telah berusia lebih dari empat tahun,” ungkapnya.

     

    Beliau juga menambahkan bahwa saat ini AFC Lifescience telah tersebar di lebih dari 400 kota di seluruh Indonesia, sebuah capaian yang sangat langka dan menjadi bukti kekuatan sistem, soliditas jaringan, serta kepercayaan member yang terus meningkat.

     

    Lebih jauh, kemenangan ini ditegaskan sebagai kemenangan seluruh keluarga besar AFC, baik member yang berada di Indonesia maupun di luar negeri. Pencapaian luar biasa ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan yang terus dibangun selama bertahun-tahun.

    Menutup sambutannya, manajemen AFC Lifescience menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh member:

     

    > “Terima kasih atas kepercayaan, loyalitas, dan perjalanan yang terus kita bangun bersama. Mari kita terus melangkah maju, bertumbuh, dan menciptakan lebih banyak prestasi bersama AFC Lifescience.”

     

    Dengan prestasi ini, AFC Lifescience semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan MLM yang tidak hanya besar dalam angka, tetapi juga kuat dalam nilai, visi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    AFC Lifescience — Bersama Kita Bertumbuh, Bersama Kita Berprestasi.

     

    ( erman)

  • Wujudkan Wisata Berkelanjutan,Bupati Jember Gus Fawait Gerakkan Ribuan Personel Bersihkan Pesisir Selatan

    Wujudkan Wisata Berkelanjutan,Bupati Jember Gus Fawait Gerakkan Ribuan Personel Bersihkan Pesisir Selatan

    JEMBER – Wajah Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) dan Pantai Watu Ulo nampak berbeda pada Sabtu pagi (7/2). Ribuan orang dengan seragam yang beragam—mulai dari loreng TNI, cokelat Polri, hingga seragam dinas Pemkab Jember—berbaur dengan ratusan pelajar dan relawan lingkungan. Mereka tidak sedang berlibur, melainkan melakukan aksi nyata dalam gerakan “Beach Clean Up” yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait).

     

    Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Aksi ini merupakan respons cepat Pemkab Jember terhadap instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan sektor lingkungan hidup dan pariwisata. Dengan sapu lidi, karung sampah, dan alat berat, para personel menyisir bibir pantai sepanjang dua kilometer untuk memungut sampah plastik serta sampah kayu kiriman yang kerap mengotori pemandangan.

     

    Sinergi Tanpa Sekat

    Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa kebersihan objek wisata adalah kunci utama menarik wisatawan mancanegara maupun domestik. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Hari ini, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan adik-adik pelajar menunjukkan bahwa Jember punya semangat gotong royong yang luar biasa. Kita ingin Papuma dan Watu Ulo menjadi ikon wisata yang tidak hanya indah, tapi juga bersih dan sehat,” tegasnya saat memberikan arahan di depan gerbang utama Tanjung Papuma.

     

    Kapolres Jember dan Dandim 0824 Jember turut mengawal jalannya aksi ini. Keterlibatan aparat keamanan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dari limbah plastik yang berbahaya bagi biota laut.

     

    Dukungan Terhadap Tiket Terintegrasi

    Aksi bersih-bersih ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Jember dalam mengoptimalkan kebijakan tiket masuk terintegrasi. Sejak awal tahun 2026, Pemkab Jember bersama Perhutani telah menyepakati penyatuan tarif masuk kedua pantai tersebut menjadi satu pintu dengan harga Rp12.500.

     

    “Setelah tiketnya kita buat murah dan terintegrasi, tugas selanjutnya adalah memastikan fasilitasnya layak. Kebersihan adalah fasilitas nomor satu yang tidak bisa ditawar. Wisatawan yang membayar satu tiket kini mendapatkan paket lengkap: pantai yang bersih, pemandangan indah, dan kenyamanan maksimal,” tambah Gus Fawait.

     

    Harapan Kedepan

    Melalui kegiatan ini, Pemkab Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana memasang lebih banyak titik tempat sampah terpilah dan mengintensifkan patroli kebersihan mingguan. Harapannya, kesadaran pedagang lokal dan pengunjung dapat meningkat sehingga kebersihan pantai tetap terjaga meski tanpa ada aksi massal seperti ini.

     

    Aksi ditutup dengan pengangkutan belasan truk sampah menuju TPA, meninggalkan bibir pantai Papuma yang kini nampak jauh lebih asri dan siap menyambut wisatawan di akhir pekan. ( laili)

  • Satlantas Polres Jember Tingkatkan kepedulian Dalam Pelayanan Humanis Lewat Program Polantas Menyapa

    Satlantas Polres Jember Tingkatkan kepedulian Dalam Pelayanan Humanis Lewat Program Polantas Menyapa

    JEMBER, antv7 06/02/2026Satuan Lalu Lintas Polres Jember meluncurkan program inovatif bertajuk Polantas Menyapa di Kantor Samsat Jember, Selasa (03/02/2026).

     

    Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat komunikasi langsung antara petugas kepolisian dan masyarakat.

     

    Program Polantas Menyapa dirancang sebagai upaya menghadirkan pelayanan lalu lintas yang lebih humanis, transparan, dan responsif. Melalui kegiatan ini, petugas Polantas hadir secara langsung di area pelayanan Samsat untuk memberikan pendampingan, edukasi, serta membantu warga yang mengalami kendala dalam pengurusan administrasi kendaraan bermotor.

     

    Kasat Lantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarmata menjelaskan bahwa Polantas Menyapa merupakan implementasi dari konsep Polri Presisi yang menekankan aspek prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan dalam setiap layanan lalu lintas.

     

    “Program tersebut menggandeng Duta Pelayanan Samsat untuk memberikan edukasi serta pendampingan bagi warga yang membutuhkan bantuan administrasi,” ucap AKP Bernadus Bagas Simarmata.

     

    Menurutnya, program ini dihadirkan untuk mendekatkan Polantas dengan masyarakat. Petugas tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi juga memberikan edukasi serta solusi atas berbagai kendala administrasi yang kerap dihadapi warga di Samsat.

     

    “Selain memberikan arahan terkait alur pelayanan, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi mengenai biaya resmi, prosedur standar (SOP), serta mekanisme registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Transparansi ini diharapkan mampu menekan potensi kesalahpahaman yang selama ini kerap terjadi,” ungkapnya.

     

    AKP Bernadus Bagas Simarmata menegaskan bahwa seluruh layanan di lingkungan Samsat Jember diupayakan berjalan secara humanis, transparan, dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat terus meningkat.

     

    “Kami ingin seluruh layanan berjalan secara humanis, transparan, dan akuntabel. Ketika masyarakat memahami prosedurnya dengan baik, rasa percaya dan kenyamanan akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

     

    Program Polantas Menyapa juga membuka ruang dialog dua arah antara petugas dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun saran secara langsung, sehingga Polantas diharapkan tampil lebih empatik, ramah, dan solutif dalam memberikan pelayanan.

     

    Tidak hanya menyentuh aspek administratif, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. Edukasi keselamatan diberikan secara persuasif agar masyarakat memahami pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama.

     

    “Program ini adalah bentuk nyata penerapan semangat Presisi di Polres Jember. Kami ingin Polantas hadir sebagai mitra dan sahabat masyarakat dalam setiap urusan lalu lintas,” pungkasnya

    ( erman)

  • Sidang Kedua LPK-RI vs PT. Mizuho Leasing Indonesia, OJK Regional Kembali Mangkir dari Panggilan Pengadilan Negri Surabaya 

    Sidang Kedua LPK-RI vs PT. Mizuho Leasing Indonesia, OJK Regional Kembali Mangkir dari Panggilan Pengadilan Negri Surabaya 

    Surabaya 5 Februari 2026—Sidang kedua perkara gugatan Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) terhadap PT. Mizuho Leasing Indonesia, dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional sebagai Turut Tergugat, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Namun sangat disayangkan, OJK Regional kembali tidak menghadiri persidangan, meskipun telah dua kali dipanggil secara resmi dan patut oleh Pengadilan.

     

    Perwakilan LPK-RI Victor Darmawan menilai sikap OJK Regional yang kembali mangkir dari persidangan merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum, sekaligus tamparan terhadap prinsip equality before the law, di mana seharusnya tidak ada satu pun pihak—termasuk lembaga negara—yang kebal dari proses peradilan.

    “Ketika konsumen diwajibkan patuh hukum, tetapi lembaga pengawas justru mangkir dari panggilan pengadilan, maka publik patut mempertanyakan: di mana negara hadir untuk rakyat?” tegas victor

     

    Ketidakhadiran OJK Regional ini memperpanjang daftar mangkirnya institusi negara yang seharusnya hadir sebagai pengawas sektor jasa keuangan dan pihak yang turut dimintai pertanggungjawaban dalam perkara perlindungan konsumen.

    Victor Darmawan perwakilan LPK-RI Soroti Sikap Tidak Kooperatif OJK.

     

    Victor menilai ketidakhadiran OJK Regional dalam dua agenda persidangan berturut-turut menunjukkan sikap tidak kooperatif terhadap proses penegakan hukum, sekaligus mencederai prinsip akuntabilitas dan transparansi lembaga negara di hadapan publik.

     

    Dirinya menyampaikan OJK adalah lembaga negara yang dibentuk untuk melindungi kepentingan konsumen jasa keuangan. Ketidakhadiran OJK dalam persidangan ini justru menimbulkan pertanyaan besar terkait komitmen OJK dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan konsumen,” tegas Victor darmawan perwakilan LPK-RI usai sidang.

     

    Senada dengan hal tersebut Endras david ketua Dpc LPK-RI Kediri menegaskan Hukum Gugatan

    LPK-RI mengajukan gugatan berdasarkan Pasal 46 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang memberikan hak kepada lembaga perlindungan konsumen untuk mengajukan gugatan demi kepentingan konsumen.

    Selain itu, keberadaan OJK sebagai Turut Tergugat berkaitan langsung dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, yang secara tegas mengamanatkan OJK untuk:

    Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat

    Melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan

    Konsekuensi Hukum

    Dengan kembali mangkirnya OJK Regional, majelis hakim memiliki kewenangan untuk:

    Menilai sikap tidak hadir sebagai bentuk pengabaian proses peradilan

    Melanjutkan perkara sesuai hukum acara perdata

    Menjadikan ketidakhadiran tersebut sebagai pertimbangan dalam putusan

    LPK-RI menegaskan akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas, demi kepastian hukum dan perlindungan hak-hak konsumen yang dirugikan.

     

    Desakan juga disampaikan ketua LPK-RI Surabaya Ahmad Nizar dan Adib Wildan juga mendesak

    OJK Pusat untuk mengevaluasi kinerja OJK Regional

    Negara hadir dalam menjamin perlindungan konsumen

    Transparansi dan akuntabilitas lembaga pengawas jasa keuangan

    Sidang selanjutnya dijadwalkan pada tgl 12 Februari 2026 di PN surabaya.

  • LOP Mini AFC Palembang Berlangsung Sukses, Perkuat Fondasi Menuju Kota Salmon Berikutnya

    LOP Mini AFC Palembang Berlangsung Sukses, Perkuat Fondasi Menuju Kota Salmon Berikutnya

    Palembang – Asayama Family Club (AFC) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dan memperkuat jaringan di Indonesia melalui kegiatan LOP Mini AFC Palembang yang diselenggarakan di bawah koordinasi Bapak Marlian Supriadi dan Ibu Yeni Kawi. Kegiatan ini berlangsung sukses dan penuh antusiasme, dengan dihadiri sekitar 25 peserta, yang mayoritas merupakan peserta baru.

     

    LOP Mini ini menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi tim AFC yang lebih solid di Kota Palembang. Acara dikemas dalam format talk show dan sesi tanya jawab interaktif, di mana Dr. Luigi memaparkan secara komprehensif mengenai profil perusahaan AFC, keunggulan produk, serta marketing plan, yang kemudian diperkuat oleh penjelasan dari Bapak Marlian Supriadi.

     

    Kota Palembang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan AFC. Namun hingga saat ini, belum terbentuk tim yang kuat dan berprestasi secara maksimal. Melalui kegiatan ini, AFC optimistis bahwa dengan pertumbuhan anggota baru yang berkualitas, Palembang dapat berkembang menjadi Kota Salmon berikutnya, sejalan dengan arahan General Manager AFC, Bapak Nicholas Rampisela.

     

    Sebagai bagian dari strategi pengembangan, AFC Palembang akan terus menggelar kegiatan edukasi dan silaturahmi secara berkelanjutan, mulai dari LOP Mini hingga acara berskala lebih besar seperti LOP dan Grand LOP, guna memberikan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai Asayama Family Club (AFC) dari Jepang kepada masyarakat luas.

     

    Acara ini semakin bermakna dengan hadirnya kesaksian para member yang membagikan pengalaman dan motivasi mereka. Ibu Yeni Kawi, salah satu pemilik Pempek Suwandi Palembang, menyampaikan pengalamannya berkunjung ke puluhan negara serta pandangannya bahwa AFC tidak hanya memberikan peluang bisnis, tetapi juga kebebasan finansial dan kebebasan waktu.

     

    Selain itu, Bapak Haji Suhardi Zen, pensiunan PT Pupuk Sriwijaya, mengungkapkan keinginannya untuk membangun bisnis berkelanjutan pasca-pensiun. Bapak Alvin, karyawan salah satu dealer mobil besar di Palembang, turut memberikan motivasi kepada peserta untuk berani mengambil peluang baru bersama AFC. Sementara itu, Bapak Genta, sebagai member baru, menyampaikan alasannya bergabung karena melihat AFC sebagai bisnis yang memiliki prospek jangka panjang dalam membangun masa depan yang lebih baik.

     

    Menjelang penutupan acara, Bapak Marlian Supriadi menyampaikan visi dan misi pengembangan tim AFC Palembang, serta memberikan apresiasi berupa hadiah kepada peserta yang aktif. Kegiatan ditutup dengan makan malam bersama, yang menjadi ajang silaturahmi antar leader dan member AFC Palembang, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

     

    Dr. Luigi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan AFC di Palembang, baik melalui kegiatan berskala kecil maupun besar. Harapannya, Palembang dapat segera tumbuh menjadi salah satu kota unggulan AFC di Indonesia dan melahirkan tim yang solid, berprestasi, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

     

    ( erman)

  • Bedah Buku “Alter Ego Listyo Sigit Presisi”, Prof. Hermawan Paparkan Dinamika Kebijakan Kapolri di Tengah Reformasi Polri

    Bedah Buku “Alter Ego Listyo Sigit Presisi”, Prof. Hermawan Paparkan Dinamika Kebijakan Kapolri di Tengah Reformasi Polri

    Jakarta — Bedah Buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan yang digelar di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Rabu (4/2/2026), menjadi ruang dialog akademik terkait dinamika reformasi Polri dan kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

     

    Penulis buku, Prof. Hermawan Sulistyo menegaskan bahwa buku tersebut berangkat dari kebutuhan untuk meluruskan persepsi publik yang keliru terkait sejumlah kebijakan Kapolri, termasuk anggapan adanya insubordinasi terhadap Presiden.

     

    “Ada mispersepsi bahwa semua ini seolah diorkestrasi dan Kapolri dianggap membangkang Presiden. Itu keliru. Tim Reformasi Polri sudah dibentuk jauh sebelum ada keputusan pemerintah. Polri bagian dari pemerintah,” kata Prof. Hermawan.

     

    Menurutnya, buku tersebut juga mengulas keputusan strategis dan taktis Kapolri dalam situasi sulit, khususnya dalam penanganan kasus besar yang berdampak pada institusi.

     

    “Bagaimana seorang Kapolri harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan institusi, itu tidak mudah. Buku ini tidak untuk memuji, tapi untuk mendudukkan keputusannya secara proporsional,” jelasnya.

     

    Prof. Hermawan juga menilai, ketegasan Kapolri yang terlihat dalam forum-forum resmi kerap disalahartikan sebagai sikap membangkang.

     

    “Kapolri juga bisa tegas. Ketegasan itu bukan pembangkangan. Pembangkangan baru terjadi jika Presiden sudah memutuskan A, lalu Kapolri mengatakan B,” tegasnya.

     

    Sementara itu, mantan Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menekankan pentingnya pemahaman konteks demokrasi dalam melihat posisi Polri sebagai polisi sipil.

     

    “Polisi adalah polisi sipil dalam negara demokrasi. Polisi demokratis menjalankan supremasi hukum, menjamin hak asasi manusia, serta bekerja secara transparan dan akuntabel,” ujar Komjen Pol. Chryshnanda.

     

    Ia menambahkan, reformasi Polri merupakan proses berkelanjutan yang harus ditempatkan dalam kerangka dialog demokratis.

     

    “Kalau kita negara demokrasi, berarti ada ruang dialog dan diskusi. Peganglah demokrasi itu dengan baik dan benar,” pungkasnya.

    ( erman)

  • Polres Jember Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pakis

    Polres Jember Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Pakis

    JEMBER – Kepedulian Polres Jember Polda Jatim terhadap warga terdampak bencana kembali diwujudkan melalui kegiatan bhakti sosial.

     

    Bantuan sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Dusun Pertelon RT 7 RW 2, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember pada Selasa (3/2/2026).

     

    Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor Desa Pakis dan diberikan langsung oleh Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan kepada warga yang terdampak banjir.

     

    Bantuan yang disalurkan meliputi telur ayam minyak goreng, teh, mie instan, gula pasir, beras, serta kopi bubuk.

     

    Lebih kurang 40 warga menerima bantuan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok pascabanjir.

     

    Sebelumnya, Wakapolres Jember juga turun langsung ke lapangan saat banjir melanda Desa Pakis untuk mengecek kondisi warga dan dampak yang ditimbulkan.

     

    Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

     

    “Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah,” ungkapnya.

     

    Kompol Fery berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak banjir

     

    Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera berkoordinasi dengan aparat setempat apabila membutuhkan bantuan.

     

    Warga penerima bantuan tampak antusias dan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan.

     

    Suasana penuh keakraban terlihat dalam kegiatan tersebut, mencerminkan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat.

     

    Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Polres Jember Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan saat bencana melanda.

    ( erman)

  • Tragedi Banjir Bandang Jember: Jenazah Mantan Sekdes Pakis Ditemukan di Muara Sungai Puger

    Tragedi Banjir Bandang Jember: Jenazah Mantan Sekdes Pakis Ditemukan di Muara Sungai Puger

    Tragedi Banjir Bandang Jember: Jenazah Mantan Sekdes Pakis Ditemukan di Muara Sungai Puger

     

    JEMBER – Upaya pencarian terhadap korban banjir bandang di Kecamatan Panti yang dilaporkan hilang sejak Senin malam akhirnya berakhir memilukan. Korban, yang diidentifikasi sebagai abdul wahid(45), seorang staf di Kantor Kecamatan Panti dan juga mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026).

     

    Jenazah korban ditemukan di wilayah selatan Jember, tepatnya di aliran Sungai Puger, setelah terbawa arus deras sejauh puluhan kilometer dari titik awal kejadian.

    Detik-Detik Musibah dan Sosok Korban

    Peristiwa naas tersebut terjadi pada Senin (2/2) sore hingga malam hari ketika hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur kawasan lereng Pegunungan Argopuro. Debit air sungai yang melintasi Kecamatan Panti dan Rambipuji meningkat drastis hingga meluap menjadi banjir bandang.

     

    Menurut keterangan rekan kerja dan pihak berwenang, korban yang merupakan staf Kecamatan Panti tersebut terseret arus saat banjir bandang menerjang wilayah Desa Pakis dan Kemiri. Sebagai mantan perangkat desa yang dikenal aktif, korban dilaporkan sempat berusaha membantu koordinasi penanganan awal sebelum akhirnya nahas terbawa air bah yang datang tiba-tiba.

     

    Proses Penemuan di Sungai Puger

    Setelah dilakukan penyisiran oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Jember, relawan, serta TNI-Polri sejak pagi hari, titik terang muncul pada Selasa siang. Warga di sekitar hilir sungai di Kecamatan Puger melaporkan adanya sesosok jenazah yang terapung di area muara sungai/breakwater.

     

    “Korban ditemukan dalam posisi terbawa arus hingga ke muara. Tim segera mengevakuasi jenazah dan memastikan identitasnya melalui pakaian serta ciri-ciri fisik yang dikenali keluarga,” jelas salah satu petugas BPBD Jember. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak mengingat jarak antara Kecamatan Panti di lereng gunung dengan Kecamatan Puger di pesisir pantai sangat jauh.

     

    Dampak Luas Banjir Bandang

    Musibah ini membangkitkan ingatan kelam tragedi 2006 di wilayah yang sama. Data sementara dari otoritas terkait menunjukkan dampak yang cukup signifikan:

    Kerusakan Rumah: Puluhan rumah di Desa Pakis, Desa Serut, dan Desa Kemiri dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga terendam lumpur setinggi satu meter.

    Pengungsian: Sekitar 30 warga diungsikan ke titik aman karena kekhawatiran akan adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam.

     

    Akses Terputus: Material kayu dan bebatuan besar yang dibawa air bah sempat memutus akses jalan antar dusun di wilayah Panti Utara.

    Langkah Penanganan Pemerintah

    Bupati Jember dan jajaran terkait telah menginstruksikan percepatan pembersihan material banjir serta penyaluran bantuan logistik. BPBD Jember mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada selama puncak musim hujan ini.

     

    Jenazah almarhum abdul wahid (45)saat ini telah disemayamkan di rumah duka setelah sebelumnya dibawa ke puskesmas/rumah sakit untuk proses pembersihan. Kepergian sosok mantan Sekdes yang berdedikasi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Pakis dan rekan-rekan di Kecamatan Panti.

    ( laili)