Blog

  • Gus Fawaid Tegaskan Oplah Jadi Prioritas, Targetkan Jember Kembali Jadi Lumbung Pangan

    Gus Fawaid Tegaskan Oplah Jadi Prioritas, Targetkan Jember Kembali Jadi Lumbung Pangan

    JEMBER — Bupati Jember, Gus Fawaid, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian melalui program optimalisasi lahan (oplah) saat menghadiri kegiatan Bunga Desaku di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).

     

    Dalam penjelasannya, Fawaid menyebut keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian terlihat jelas dari peningkatan anggaran yang signifikan. Ia mengatakan, alokasi anggaran pertanian tahun 2025 yang bersumber dari APBD dan APBN menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember, bahkan diproyeksikan kembali meningkat pada 2026.

     

    “Ini bentuk konkret keberpihakan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah, kepada para petani. Bukan sekadar teori, tapi program nyata,” ujarnya.

     

    Salah satu program utama yang digenjot adalah oplah. Jika sebelumnya luas cakupan berada di kisaran 4.000 hingga hampir 5.000 hektare, tahun ini meningkat menjadi sekitar 7.000 hingga 8.000 hektare. Program ini juga didukung dengan bantuan pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang produktivitas.

     

    Menurut Fawaid, program tersebut memang tidak berdampak instan dalam satu atau dua bulan, namun diyakini akan memberikan hasil dalam jangka menengah. Dengan dukungan pemerintah pusat serta pelaksanaan yang masif, ia optimistis Jember akan kembali berada di jalur sebagai lumbung pangan, baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun nasional.

     

    Ia juga menekankan pentingnya pengawalan program hingga ke tingkat bawah dengan melibatkan masyarakat. “Kami tentu akan terus mengawal, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat agar pelaksanaannya berjalan optimal,” katanya.

     

    Terkait pupuk, Fawaid mendorong kelompok tani untuk mandiri dalam memproduksi pupuk organik. Menurutnya, banyak kelompok tani yang sudah memiliki kemampuan tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi.

     

    “Pemerintah ingin memberi ruang kepada kelompok tani. Kami tidak ingin bersaing dengan masyarakat, tetapi fokus memastikan pupuk subsidi benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan petani,” jelasnya.

     

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program oplah menjadi prioritas dibandingkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Alasannya, oplah berpengaruh langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian.

     

    “Kalau tidak ada yang dipanen, mau diangkut apa? Maka yang diprioritaskan adalah oplah dulu, sesuai arahan Menteri Pertanian dan Wakil Menteri,” tegasnya.

     

    Fawaid menjelaskan, tujuan utama oplah bukan menambah luas lahan, melainkan meningkatkan luas panen. Lahan yang sebelumnya hanya panen sekali diharapkan bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

     

    Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal program tersebut agar berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil optimal bagi petani di Jember.

    ( erman)

  • LOP AFC Pati Membludak, Bukti Nyata Daya Tarik Bisnis AFC

    LOP AFC Pati Membludak, Bukti Nyata Daya Tarik Bisnis AFC

    Kota Pati kembali menjadi saksi semangat luar biasa dalam gelaran LOP AFC (Asayama Family Club) yang sukses digelar dengan penuh antusias. Sesuai komitmen penyelenggara bersama tim, acara ini terus konsisten hadir minimal satu kali setiap bulan, dan kali ini mencatat peningkatan signifikan dari segi jumlah peserta.

     

    Lebih dari 90 peserta memadati lokasi acara, meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar 75 orang. Menariknya, hampir 80 persen peserta yang hadir merupakan wajah-wajah baru, menunjukkan bahwa peluang bisnis Asayama Family Club dari Jepang semakin diminati dan mampu menjangkau kalangan yang lebih luas.

     

    Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh inspiratif, di antaranya Samurai Safiudin, mantan sopir taksi bandara Semarang yang kini sukses berkiprah hingga Aceh. Turut hadir pula Samurai Joe Setyono dari Semarang, Ronin Muhammadun dari Kota Semarang, serta Ronin Endang Sulastri dari Kota Tangerang yang menambah semarak dan nilai motivasi dalam kegiatan tersebut.

     

    Kepanitiaan yang solid menjadi salah satu kunci sukses acara ini. Ketua panitia, Ibu Puji yang berperingkat Toreda, memandu jalannya acara dengan sangat baik, didampingi oleh Toreda Siti Rupiatun dari Kota Pati. Kehadiran Toreda Bapak Tri dari Kota Pati juga turut memperkuat dukungan terhadap terselenggaranya acara yang tertib dan penuh energi positif ini.

     

    Selama acara berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan serius dan penuh komitmen. Presentasi mengenai peluang bisnis Asayama Family Club disampaikan dengan jelas dan mampu membangkitkan semangat para peserta untuk fokus dan berkembang bersama.

     

    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow Dokter Luigi di Jawa Tengah untuk bulan April, yang ditutup dengan sukses di Kota Pati. Harapannya, gelaran berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak peserta, bahkan menargetkan hingga 200–300 orang.

     

    Perjalanan akan terus berlanjut. Setelah Pati, agenda berikutnya akan digelar di Kota Yogyakarta pada 8 April, bertempat di Hotel Harper Malioboro pukul 18.30 WIB. Diharapkan, panitia Jogja dapat mempersiapkan acara dengan maksimal agar semangat dan kabar baik ini terus menyebar ke seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Papua.

     

    Terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Semangat kebersamaan dan pertumbuhan terus menjadi kunci dalam setiap langkah perjalanan AFC.

    ( erman)

  • Ngantor di Desa, Bupati Jember Dorong Kenaikan Insentif Posyandu dan RT/RW

    Ngantor di Desa, Bupati Jember Dorong Kenaikan Insentif Posyandu dan RT/RW

    JEMBER — Bupati Jember Muhammad Fawaid menggelar kegiatan Bunga Desaku  di Kecamatan Mumbulsari pada Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus momentum silaturahmi dalam suasana Idul Fitri 1447 Hijriah.

     

    Acara tersebut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan DPRD Jember, anggota Komisi A, para camat se-Kabupaten Jember, Tim Percepatan dan Perluasan Pembangunan Daerah (TP3D), serta kepala desa se-Kecamatan Mumbulsari.

     

    Dalam sambutannya, Fawaid yang akrab disapa Gus Bupati mengatakan program Bunga Desaku dirancang agar masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan para pemangku kebijakan. “Ini adalah momen untuk mendekatkan para pemimpin dengan rakyat. Seluruh jajaran kami hadirkan agar masyarakat bisa mengenal, memahami, dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujarnya.

     

    Dalam kesempatan itu, Fawaid juga menyampaikan usulan kenaikan insentif bagi kader posyandu, serta pengurus RT dan RW. Menurut dia, peran mereka sangat penting dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan sosial.

     

    Ia juga menyoroti pentingnya peran kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting. Pemerintah Kabupaten Jember, kata dia, saat ini telah menjalankan program Universal Health Coverage (UHC) yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat ber-KTP Jember.

     

    “Kami berharap kader posyandu semakin peka terhadap kondisi masyarakat, sehingga upaya pencegahan stunting bisa berjalan optimal,” kata Fawaid.

     

    Ia menargetkan ke depan Kabupaten Jember mampu menekan angka stunting, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat penurunan angka kemiskinan.

     

    Kegiatan Bunga Desaku di Mumbulsari berlangsung dengan suasana akrab dan khidmat. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah serta penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung oleh jajaran pemerintah daerah.

    ( erman)

  • BRI Gajah Mada Jember Tersendat, Pensiunan Gagal Cairkan Dana

    BRI Gajah Mada Jember Tersendat, Pensiunan Gagal Cairkan Dana

    Jember – Suasana di BRI Unit Gajah Mada, Kabupaten Jember, pada Senin 06 april 2026  terlihat ramai dipadati nasabah, khususnya para pensiunan yang hendak melakukan pencairan dana pensiun. Namun, aktivitas tersebut justru diwarnai kekecewaan akibat terganggunya layanan perbankan.

     

    Sejumlah nasabah mengaku telah datang sejak pagi hari untuk mengambil dana pensiun, tetapi tidak dapat dilayani sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang dan keluhan dari para nasabah yang sebagian besar merupakan lansia.

     

    “Saya sudah menunggu lama, tapi belum bisa dilayani. Katanya jaringan sedang bermasalah,” ujar salah satu nasabah pensiunan.

     

    Pihak bank, saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh kerusakan jaringan dari pusat. Hal ini tidak hanya berdampak pada unit Gajah Mada, tetapi juga terjadi di beberapa kantor cabang di wilayah Jember.

     

    “Memang ada kendala jaringan dari pusat, sehingga pelayanan sementara terganggu. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” jelas petugas setempat.

     

    Akibat kejadian tersebut, banyak nasabah berharap agar pihak bank segera memperbaiki sistem jaringan agar pelayanan kembali normal, terutama mengingat kebutuhan mendesak para pensiunan terhadap dana yang akan diambil.

     

    Hingga berita ini diturunkan, pihak bank masih berupaya melakukan perbaikan agar layanan dapat kembali berjalan biasa.

    ( erman)

  • AFC Indonesia Kian Bersinar, LOP di Dua Kota Jadi Titik Awal Kebangkitan Jawa Tengah

    AFC Indonesia Kian Bersinar, LOP di Dua Kota Jadi Titik Awal Kebangkitan Jawa Tengah

    KENDAL & SEMARANG – Semangat pengembangan bisnis dan edukasi kesehatan kembali terasa kuat melalui kegiatan Leadership Orientation Program (LOP) yang diselenggarakan oleh di dua kota sekaligus, yakni Kendal dan Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata konsistensi dalam menjaga kontinuitas pembinaan serta memperluas jaringan member yang berkualitas.

     

    Di Kota Kendal, jumlah peserta mengalami lonjakan signifikan, hampir dua kali lipat dibandingkan pertemuan sebelumnya, dengan kehadiran mendekati 40 orang. Sementara itu, di Kota Semarang, sekitar 20 peserta turut hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Acara berlangsung dengan sangat baik, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.

     

    Hal yang paling menggembirakan dari kegiatan ini adalah hadirnya member-member baru yang menunjukkan keseriusan tinggi dalam mengembangkan potensi bisnis dan memahami manfaat produk AFC. Kehadiran mereka menjadi indikator positif sekaligus tolok ukur baru dalam upaya meraih prestasi gemilang di kedua kota tersebut.

     

    Acara ini juga dihadiri oleh tokoh penting dalam jaringan AFC, yaitu Bapak Adi Gunawan, seorang Consimon dari AFC Semarang yang telah meraih peringkat Shogun. Turut hadir pula para leader berpengaruh lainnya seperti Samurai Bapak Jo Setyono dan Ronin Bapak Muhammadun, yang memberikan motivasi serta berbagi pengalaman kepada para peserta.

     

    Seperti kegiatan LOP pada umumnya, acara ini tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga memberikan edukasi yang benar dan komprehensif mengenai produk-produk AFC yang berorientasi pada kesehatan. Peserta mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai peluang bisnis sekaligus manfaat produk yang ditawarkan.

     

    Keberhasilan AFC semakin diperkuat dengan prestasi gemilang yang diraih baru-baru ini. Dalam ajang Helmi Atamimi Award ke-4 yang diselenggarakan di Jakarta bulan lalu, AFC berhasil membawa pulang 5 dari 6 penghargaan bergengsi, termasuk penghargaan MLM of The Year 2026. Prestasi ini menegaskan posisi AFC sebagai perusahaan networking dengan kriteria A, yakni perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 4 tahun di Indonesia dengan kredibilitas tinggi.

     

    Ke depan, rangkaian LOP akan terus berlanjut ke berbagai kota lainnya di Jawa Tengah. Agenda terdekat akan digelar di Kota Pati pada 6 April 2026, disusul Kota Yogyakarta pada 8 April 2026. Dengan perkembangan yang pesat ini, Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan baru bagi AFC, bahkan disebut sebagai “kota salmon” berikutnya—simbol kekuatan dan ketahanan dalam mencapai kesuksesan.

     

    Dengan semangat yang terus menyala, AFC Indonesia optimis dapat memberikan manfaat luas, baik dari sisi kesehatan maupun peluang bisnis, kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah dan Indonesia secara umum.

    ( erman)

  • Tingkatkan Kesadaran Hukum, LPK-RI Jember Turun Langsung ke Masyarakat Desa Klungkung, Sukorambi

    Tingkatkan Kesadaran Hukum, LPK-RI Jember Turun Langsung ke Masyarakat Desa Klungkung, Sukorambi

    JEMBER, 03 April 2026 Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (DPC LPK-RI) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan sosialisasi di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

    Kegiatan ini berlangsung di balai desa setempat dan dihadiri oleh perangkat Desa Klungkung, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai dusun yang tampak antusias mengikuti jalannya acara sejak awal hingga selesai.

     

    Sosialisasi ini mengangkat tema penting mengenai peran dan fungsi LPK-RI dalam perlindungan konsumen, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan yang marak terjadi di tengah masyarakat, seperti kredit macet, penagihan oleh pihak ketiga (debt collector), hingga sengketa antara nasabah dan lembaga keuangan.

     

    Dalam sambutannya perwakilan perangkat Desa Klungkung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPC LPK-RI Jember yang telah hadir memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat. Ia menilai kegiatan ini sangat penting, mengingat masih banyak warga yang belum memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

    “Kami sangat mengapresiasi kehadiran LPK-RI di desa kami. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah dirugikan dan tahu bagaimana langkah yang harus diambil ketika menghadapi masalah,” ujar salah satu perangkat desa.

    Dalam sesi pemaparan materi, tim dari DPC LPK-RI Jember menjelaskan secara rinci mengenai:

    Hak dan kewajiban konsumen sesuai peraturan perundang-undangan

    Mekanisme pengaduan dan pendampingan hukum oleh LPK-RI

    Praktik penagihan yang melanggar hukum dan cara menghadapinya

    Edukasi terkait kredit macet serta solusi yang dapat ditempuh secara legal dan manusiawi

    Tidak hanya itu, disampaikan pula bahwa dalam praktiknya masih ditemukan tindakan-tindakan yang merugikan konsumen, seperti intimidasi, pemasangan stiker atau banner di rumah debitur, hingga tekanan psikologisyang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

     

    Victor Darmawan LPK-RI menegaskan bahwa tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran dan masyarakat berhak mendapatkan perlindungan.

    Suasana semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Warga yang hadir secara aktif menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka alami, mulai dari kesulitan membayar angsuran, perlakuan tidak menyenangkan dari pihak penagih, hingga kebingungan dalam menghadapi proses hukum. Tim LPK-RI dengan terbuka memberikan penjelasan serta solusi yang dapat ditempuh sesuai dengan koridor hukum.

     

    Victor Juga Menyampaikan dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pihaknya hadir sebagai mitra masyarakat dalam memperjuangkan keadilan konsumen.

    “LPK-RI bukan hanya lembaga, tetapi juga wadah perjuangan bagi masyarakat yang merasa dirugikan. Kami siap memberikan pendampingan, advokasi, dan edukasi agar masyarakat tidak lagi takut menghadapi persoalan hukum, khususnya dalam hal perlindungan konsumen,” tegasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa ke depan, kegiatan sosialisasi seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai desa sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

     

    Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan serta partisipasi aktif dalam setiap sesi. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi hukum di tingkat desa sangat tinggi dan harus terus menjadi perhatian bersama.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Klungkung semakin memahami hak-haknya sebagai konsumen, lebih bijak dalam mengambil keputusan, serta tidak ragu untuk mencari bantuan ketika menghadapi permasalahan hukum.

    ( erman)

  • Roadshow Dokter Luigi di Lampung: Antusiasme Tinggi Sambut Peluang Bisnis AFC

    Roadshow Dokter Luigi di Lampung: Antusiasme Tinggi Sambut Peluang Bisnis AFC

    Lampung menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian roadshow yang dipimpin oleh Dokter Luigi. Dua kota, yaitu Bandar Jaya di Lampung Tengah dan Bandar Lampung, sukses menjadi tuan rumah acara yang bertujuan memperkenalkan peluang bisnis AFC kepada masyarakat luas.

     

    Meskipun jumlah peserta yang hadir belum terlalu besar, dengan kisaran lebih dari 20 orang di setiap acara, antusiasme yang ditunjukkan sangat tinggi. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan menunjukkan ketertarikan terhadap konsep bisnis yang ditawarkan.

     

    AFC sendiri kini mulai memperluas jangkauannya ke berbagai kabupaten dan kota di daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan modal yang relatif terjangkau, mulai dari kisaran tiga juta hingga dua puluh juta rupiah, AFC menawarkan potensi penghasilan yang menarik, bahkan diklaim bisa mencapai jutaan rupiah per hari.

     

    Menariknya, acara di Bandar Jaya juga dihadiri oleh sejumlah mantan calon legislatif yang sebelumnya pernah mengikuti pemilihan DPR. Kehadiran mereka menambah bobot diskusi, terutama terkait kemungkinan menjadikan program AFC sebagai bagian dari inisiatif peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

     

    Sementara itu, Bandar Lampung menunjukkan potensi perkembangan yang besar. Rencana untuk mengadakan acara rutin setiap bulan menjadi sinyal kuat bahwa minat masyarakat terhadap peluang bisnis ini terus tumbuh.

     

    Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Lampung, perjalanan roadshow berlanjut ke Jakarta. Malam ini, Dokter Luigi dijadwalkan akan mengisi acara di kawasan Gading Serpong, melanjutkan misi untuk memperkenalkan peluang bisnis AFC ke lebih banyak masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

    ( erman)

  • Sidang LPK-RI DPD NTB vs BRI Cabang Mataram Digelar di PN Mataram, Tergugat dan KPKNL Mangkir

    Sidang LPK-RI DPD NTB vs BRI Cabang Mataram Digelar di PN Mataram, Tergugat dan KPKNL Mangkir

     

    Mataram, 1 April 2026 Sidang perkara antara Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPD Nusa Tenggara Barat melawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mataram resmi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

    Namun sangat disayangkan, dalam agenda persidangan tersebut pihak tergugat dari BRI Cabang Mataram tidak hadir tanpa keterangan yang jelas.

     

    Tidak hanya itu, pihak KPKNL yang turut menjadi pihak terkait dalam perkara ini juga tidak tampak hadir di ruang sidang.

    Ketidakhadiran para pihak tergugat ini dinilai sebagai bentuk tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Padahal, persidangan di Pengadilan Negeri merupakan forum resmi negara dalam mencari keadilan dan kepastian hukum bagi para pihak.

     

    Perkara ini sendiri berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak-hak konsumen dalam proses kredit dan/atau lelang yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk prinsip transparansi dan perlindungan konsumen.

     

    Ketua LPK-RI DPD NTB Ahmad Dimiati Hamzar, SH,.menegaskan akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas, serta meminta majelis hakim untuk tetap melanjutkan proses persidangan sesuai hukum acara yang berlaku, meskipun tergugat tidak hadir.

    “Ketidakhadiran ini justru memperkuat dugaan adanya ketidakpatuhan terhadap prinsip perlindungan konsumen. Kami berharap majelis hakim dapat bersikap tegas,” ujar perwakilan LPK-RI.

     

    Sidang selanjutnya dijadwalkan dengan agenda lanjutan sesuai ketetapan majelis hakim, dan LPK-RI memastikan akan tetap hadir serta konsisten memperjuangkan hak-hak konsumen.

     

    ketua DPDLPK-RI NTB juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para debitur, untuk tidak takut memperjuangkan haknya apabila merasa dirugikan oleh lembaga keuangan, serta menempuh jalur hukum yang tersedia.

    ( erman)

  • Jaga Stabilitas Pangan Pascalebaran, Satgas Pangan Polres Bondowoso Perketat Pengawasan di Pasar Induk

    Jaga Stabilitas Pangan Pascalebaran, Satgas Pangan Polres Bondowoso Perketat Pengawasan di Pasar Induk

    BONDOWOSO – Guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga usai perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres Bondowoso melalui Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan intensif di Pasar Induk Bondowoso, Selasa (31/3/2026).

    Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi adanya fluktuasi harga yang tidak wajar serta mencegah praktik spekulan yang dapat merugikan masyarakat di masa transisi pasca-hari raya.

     

    Fokus pada Komoditas Utama

    Dalam kegiatan tersebut, tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, S.H., M.H., menyisir sejumlah blok pedagang besar maupun eceran. Pemantauan difokuskan pada komoditas vital seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga daging sapi dan ayam.

     

    Iptu Wawan Triono menjelaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk memverifikasi secara langsung apakah harga di tingkat pedagang masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

     

    “Kami melakukan pemantauan menyeluruh. Fokus kami adalah memastikan ketersediaan barang mencukupi dan harga tetap stabil. Langkah ini merupakan upaya preventif untuk mengendus potensi kelangkaan atau penyimpangan distribusi sejak dini,” ujar Iptu Wawan di sela-sela kegiatannya.

     

    Peringatan Keras bagi Penimbun

    Lebih lanjut, Iptu Wawan menegaskan bahwa Polres Bondowoso tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan adanya praktik penimbunan barang atau permainan harga yang sengaja dilakukan untuk meraup keuntungan pribadi.

     

    “Kami terus mengimbau para pelaku usaha dan distributor untuk tetap mematuhi aturan. Jangan ada yang mencoba bermain dengan stok atau harga. Satgas Pangan akan terus memantau pergerakan distribusi dari hulu ke hilir,” tegasnya.

     

    Kehadiran Negara untuk Kesejahteraan Rakyat

    Secara terpisah, Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menekankan bahwa pengawasan pangan ini merupakan implementasi dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, stabilitas ekonomi daerah sangat bergantung pada keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

     

    “Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat. Setelah merayakan Idul Fitri, masyarakat jangan sampai terbebani lagi dengan harga pangan yang melambung. Kami pastikan distribusi lancar dan pasar tetap sehat,” ungkap AKBP Aryo.

     

    Kondisi Pasar Terpantau Kondusif

    Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, secara umum stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Bondowoso masih dalam kategori aman. Meski terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas musiman, namun secara keseluruhan masih berada dalam batas kewajaran.

     

    Kegiatan pengawasan terpadu yang melibatkan instansi terkait ini rencananya akan dilakukan secara berkala. Hal ini diharapkan mampu menjaga iklim ekonomi di Bondowoso tetap kondusif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah pasca-puncak konsumsi di bulan Ramadan dan Lebaran.

     

    Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan adanya indikasi kecurangan dalam perdagangan bahan pokok.

    ( laili black)

  • Teror Gaya Baru! Debitur Dipermalukan Rumah Debitur Ditempeli Stiker/Banner: Victor LPK-RI Mengecam keras ” Ini Intimidasi Berkedok Penagihan Dengan Gaya Preman

    Teror Gaya Baru! Debitur Dipermalukan Rumah Debitur Ditempeli Stiker/Banner: Victor LPK-RI Mengecam keras ” Ini Intimidasi Berkedok Penagihan Dengan Gaya Preman

    Jember,31 Maret 2026Praktik penagihan utang dengan cara menempel stiker atau banner di rumah debitur kian marak dan meresahkan. LPK-RI menilai tindakan tersebut sebagai bentuk teror psikologis yang mempermalukan konsumen di ruang publik.

     

    Perwakilan LPK-RI, Victor Darmawan dengan tegas menyatakan bahwa cara-cara seperti ini tidak bisa ditoleransi.

    “Ini bukan lagi penagihan, ini intimidasi. Konsumen dipermalukan di depan tetangga dan lingkungan. Praktik seperti ini harus dihentikan,” tegasnya.

     

    Victor LPK-RI menegaskan, tindakan tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang menjamin hak konsumen atas kenyamanan dan perlakuan yang layak. Selain itu, praktik ini juga bertentangan dengan POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, yang secara tegas melarang penagihan dengan cara intimidatif, ancaman, maupun tindakan yang merendahkan martabat konsumen.

     

    Menurut Victor LPK-RI, kredit macet adalah persoalan perdata, bukan kejahatan pidana. Oleh karena itu, segala bentuk penagihan yang mengarah pada tekanan, ancaman, atau mempermalukan debitur merupakan tindakan yang melampaui batas hukum.

     

    LPK-RI mengimbau masyarakat untuk tidak takut dan tidak tunduk pada tekanan oknum debt collector. Konsumen berhak:

    Menolak penagihan yang kasar dan mengancam

    Meminta identitas resmi petugas

    Mendokumentasikan setiap tindakan pelanggaran

    Melaporkan ke OJK atau lembaga perlindungan konsumen

     

    Victor juga mengecam dan mendesak OJK dan pihak perbankan untuk segera bertindak tegas terhadap praktik penagihan yang tidak manusiawi ini.

    “Kalau dibiarkan, ini bisa jadi budaya penagihan yang brutal. Negara tidak boleh kalah dengan cara-cara seperti ini,” tegas Victor.

     

    Ojk juga tidak boleh Abai terhadap pengaduan konsumen karena OJK merupakan Lembaga resmi yang mengawasi pelaku usaha di sektor jasa keuangan.

     

    Bagi nasabah yang mengalami pemasangan stiker / Banner oleh bank, LPK-RI menyarankan langkah-langkah berikut:

    Mengajukan Keluhan ke Bank Bersangkutan

    Nasabah dapat mengajukan komplain resmi kepada bank dan meminta klarifikasi serta solusi.

     

    Melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Nasabah dapat mengajukan pengaduan ke OJK melalui kanal resmi agar regulator dapat menindak bank yang melakukan praktik tidak etis.

     

    Mengadukan ke Lembaga Perlindungan Konsumen

    LPK-RI siap menerima dan menindaklanjuti pengaduan terkait pelanggaran hak konsumen oleh lembaga perbankan.

     

    Mengajukan Gugatan Hukum

    Jika nasabah merasa dirugikan secara serius, mereka dapat menempuh jalur hukum, baik perdata maupun pidana.

     

    LPK-RI membuka layanan pengaduan dan siap mendampingi masyarakat yang menjadi korban praktik penagihan tidak sesuai hukum dengan Mengunjungi website Resmi LPKRI di www.lpkri.com atau no. Wa 081336098962 (HUMAS DPP LPK-RI)

    ( erman)