Kategori: Uncategorized

  • Dampak Program UHC, RSUD dr. Soebandi Jember Genjot Peningkatan Fasilitas Pelayanan

    Dampak Program UHC, RSUD dr. Soebandi Jember Genjot Peningkatan Fasilitas Pelayanan

    JEMBER, antv7 – Wakil Direktur Keuangan dan Pelayanan Umum RSUD dr. Soebandi Jember, Deni, menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah pasien akibat program Universal Health Coverage (UHC) membuat layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit sempat kewalahan. Antusiasme warga Kabupaten Jember untuk berobat di rumah sakit pemerintah melonjak signifikan sejak program tersebut diberlakukan. “Semenjak pelayanan UHC berjalan, antusias warga meningkat tajam, sehingga IGD sempat kewalahan karena keterbatasan tenaga dan tempat tidur,” ungkap Deni kepada awak media.

     

    Menurut Deni, kondisi di IGD tetap terpantau meskipun jumlah pasien melonjak. Rumah sakit memastikan tidak ada pasien yang ditolak. “Meskipun penuh, pelayanan tetap berjalan. Pasien baru tetap kami layani, sementara pasien lama kami geser ke ruang tunggu rawat jalan agar tetap mendapat perawatan,” ujarnya. Langkah tersebut diambil agar penanganan pasien darurat bisa tetap cepat dilakukan sambil menunggu tempat tidur rawat inap tersedia.

     

    Deni menyebutkan, beberapa hari lalu terdapat sekitar 30 pasien yang harus menunggu tempat tidur rawat inap. Namun setelah dilakukan berbagai penyesuaian, jumlahnya kini berkurang signifikan. “Kemarin sempat 30 pasien menunggu, alhamdulillah sekarang tinggal sekitar 12 pasien. Kami terus berupaya agar tidak ada pasien yang terlalu lama menunggu,” katanya.

     

    Sebagai solusi jangka panjang, RSUD dr. Soebandi berencana mengoptimalkan bangunan baru yang belum rampung. Gedung empat lantai tersebut diproyeksikan mampu menambah hingga 40 tempat tidur baru. “Jika bangunan itu selesai, Insya Allah bisa menampung tambahan 40 tempat tidur. Namun karena keterbatasan anggaran, kami berharap ada dukungan dari Pemkab Jember atau investor agar pembangunan bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

     

    Deni menambahkan, untuk menyelesaikan pembangunan fisik dan melengkapi alat medis di gedung baru, dibutuhkan anggaran sekitar Rp47 miliar. “Total kebutuhan sekitar 47 miliar rupiah, meliputi penyelesaian fisik dan pengadaan alat medis agar bisa segera operasional,” tutupnya. Pihak rumah sakit berharap upaya ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mengatasi lonjakan pasien di masa mendatang.

     

    ( syahroni)

  • Seimbang antara Prestasi dan Karakter, SMPN 1 Bangsalsari Fokus Hadapi Era Digital

    Seimbang antara Prestasi dan Karakter, SMPN 1 Bangsalsari Fokus Hadapi Era Digital

     

    antv7 l Jember — SMP Negeri 1 Bangsalsari Kabupaten Jember terus menunjukkan kiprahnya dalam berbagai kegiatan nonakademik. Sekolah yang dikenal aktif dalam pembinaan minat dan bakat siswa ini memiliki banyak pilihan kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, hingga bidang akademik terapan. “Kita punya banyak kegiatan, seperti voli, gulat, sepak bola, futsal, hingga tari. Untuk bidang studi juga ada ekstra bahasa Inggris, matematika, dan lainnya,” ujar Humas SMPN 1 Bangsalsari, Nurul Huda, kepada awak media.

    Prestasi sekolah ini pun tak bisa dipandang sebelah mata. Cabang olahraga gulat menjadi salah satu kebanggaan karena siswa-siswinya pernah menorehkan prestasi hingga tingkat Provinsi Jawa Timur. Begitu pula dengan sepak bola dan futsal yang beberapa kali mengharumkan nama sekolah di ajang tingkat kabupaten. Di bidang seni, kegiatan tari yang digarap serius dengan mendatangkan pelatih profesional dari luar juga menunjukkan hasil yang membanggakan.

    Meski begitu, pihak sekolah tak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Menurut Nurul Huda, salah satu fenomena umum di sekolah, baik negeri maupun swasta, terutama di daerah pedesaan, adalah menurunnya motivasi belajar siswa dan meningkatnya kenakalan remaja. “Permasalahan utama yang kami temukan berasal dari penggunaan ponsel dan media sosial. Anak-anak jadi kurang fokus belajar, bahkan ada yang bolos sekolah karena terlalu larut dalam dunia maya,” ujarnya.

    Dari hasil pengamatan guru dan tim Bimbingan Konseling (BK), dampak negatif media sosial dinilai cukup besar terhadap perilaku dan prestasi belajar siswa. Sebelum era gawai, tingkat kedisiplinan dan semangat belajar anak-anak jauh lebih baik. Kini, menurut pihak sekolah, sebagian besar permasalahan siswa berakar dari ketergantungan pada gawai dan rendahnya pengawasan orang tua di rumah.

    Untuk itu, Humas SMPN 1 Bangsalsari, Nurul Huda, menegaskan bahwa sekolah terus berupaya menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan nonakademik sambil memperkuat pendidikan karakter. Ia berharap dukungan dari orang tua dan masyarakat agar siswa lebih termotivasi dan disiplin dalam belajar. “Kita ingin anak-anak tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan bijak dalam memanfaatkan teknologi,” pungkasnya.

    Pewarta: Erman

  • Kejari Jember Tetapkan Lima Tersangka Utama Kasus Mark-Up Mamin Sosraperda, Termasuk Wakil Ketua DPRD

    Kejari Jember Tetapkan Lima Tersangka Utama Kasus Mark-Up Mamin Sosraperda, Termasuk Wakil Ketua DPRD

    antv7 l JEMBER, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan korupsi mark-up anggaran makan dan minum (mamin) pada kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Sosraperda). Kasus ini diduga menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai ratusan juta rupiah.

     

    Kepala Kejari Jember menyampaikan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti kuat terkait adanya praktik penggelembungan harga dan laporan fiktif dalam kegiatan resmi DPRD Kabupaten Jember. Kelima tersangka terdiri dari unsur legislatif dan pihak swasta yang memiliki peran berbeda dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

     

    Dari hasil penyidikan, salah satu tersangka diketahui merupakan kader Partai NasDem yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember. Kejari Jember menegaskan bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara objektif dan profesional, tanpa memandang jabatan maupun latar belakang politik para tersangka.

     

    Kejari juga membuka peluang adanya tersangka baru apabila ditemukan bukti tambahan selama proses penyidikan berlangsung. Beberapa saksi tambahan, termasuk dari internal DPRD dan rekanan pelaksana kegiatan, telah dimintai keterangan untuk memperkuat pembuktian kasus ini.

     

    Melalui kasus ini, Kejari Jember menegaskan komitmennya dalam memberantas tindak pidana korupsi di daerah. Masyarakat diharapkan turut mengawal proses hukum agar penegakan keadilan berjalan transparan dan sesuai harapan publik.

     

     

    ( erman)

  • Bupati Fawaid Tegaskan Komitmen Pembangunan Holistik: Dari Atlet Berprestasi hingga Penanganan Stunting

    Bupati Fawaid Tegaskan Komitmen Pembangunan Holistik: Dari Atlet Berprestasi hingga Penanganan Stunting

    antv7 l JEMBER – Bupati Jember, H. Fawaid, memberikan apresiasi besar kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Jember pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan total reward sebesar Rp 2,73 miliar, termasuk hadiah bagi pemenang lomba gerak jalan Tajemtra. Adapun rincian bonus untuk atlet berprestasi yakni Rp 50 juta bagi peraih medali emas, Rp 20 juta untuk peraih perak, dan Rp 10 juta bagi peraih perunggu.

     

    Salah satu cabang olahraga yang turut berkontribusi dalam perolehan medali adalah balap sepeda. Pelatih balap sepeda Jember, Aris Bawono, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Bupati Fawaid terhadap atlet dan pelatih. “Kami membawa pulang 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Terima kasih kepada Bupati Jember atas reward yang diberikan, semoga ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berprestasi,” ujarnya.

     

    Tidak hanya fokus pada peningkatan prestasi olahraga, Bupati Fawaid juga meluncurkan program kesehatan strategis untuk menekan angka kematian ibu dan anak serta mencegah stunting. Sebagai langkah awal, Pemkab Jember menugaskan 205 tenaga kesehatan (Nakes) di tujuh kecamatan, yakni Silo, Jelbuk, Mangli, Andongsari, Ambulu, Tanggul, dan Jombang, sebelum nantinya melibatkan total 1.200 Nakes di seluruh desa.

     

    Langkah konkret tersebut disambut positif oleh masyarakat. Ahmadi Wijaya, warga Desa Suci, Kecamatan Panti, menyebut kebijakan ini sebagai bukti nyata perubahan positif di Jember. “Apresiasi untuk para atlet dan para Nakes. Ini menandakan Jember semakin maju dan peduli pada kesehatan masyarakatnya,” ujarnya.

     

    Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fawaid juga memperkenalkan program OSMA (Olahraga Sore Bersama Masyarakat) di Jember Sport Garden (JSG) sebagai upaya membangun budaya hidup aktif dan sehat. Melalui kombinasi kebijakan di bidang olahraga dan kesehatan, Pemkab Jember menunjukkan komitmennya untuk membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berprestasi.

     

    ( erman)

  • Insiden Pencurian Motor Menggegerkan Dusun Sumuran

    Insiden Pencurian Motor Menggegerkan Dusun Sumuran

    JEMBER – Sebuah kasus pencurian sepeda motor terjadi di Dusun Sumuran, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Korban, Muhammad Khalid, melaporkan sepeda motor N-Max miliknya hilang dicuri oleh dua orang tak dikenal pada Rabu malam, 8 Oktober 2025, sekitar pukul 23.58 WIB. Kejadian ini berlangsung saat korban sedang tidur di rumahnya.

     

    Menurut keterangan saksi, yang merupakan anggota keluarga korban, kedua pelaku sempat mengancam menggunakan senjata tajam berupa clurit. Saksi menyatakan pelaku terlihat menyerupai orang yang ada di camera CCTV waktu kejadian di Desa Mangaran. Dugaan ini diperkuat dari rekaman CCTV yang merekam kejadian pencurian motor oleh para pelaku ketika di Desa Mangaran

     

    Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Ajung. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Korban berharap sepeda motornya segera ditemukan dan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

     

    Warga sekitar mengaku khawatir terhadap keamanan lingkungan. Meski peristiwa ini diketahui melalui tetangga dan anggota keluarga yang menjadi saksi, masyarakat berharap pengawasan lebih ketat dapat diterapkan agar lingkungan tetap aman dari tindak kriminalitas serupa.

     

    Muhammad Khalid menyampaikan harapannya agar keamanan lingkungan tetap terjaga. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama agar kasus serupa tidak terulang, khususnya di Dusun Sumuran.

     

    Saksi menambahkan, pelaku pencurian di Dusun Sumuran memiliki kemiripan dengan pelaku yang sebelumnya terlihat di Desa Mangaran. Hal ini menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengungkap identitas kedua pelaku. Korban dan warga setempat berharap kasus ini segera terungkap sehingga rasa aman di lingkungan mereka bisa kembali pulih.

     

    Pewarta: laili

  • Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Program Bantuan PSU di Jember, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Program Bantuan PSU di Jember, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menyambut kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Jumat (18/10/2025), dalam rangka memantau langsung pelaksanaan Program Penerima Bantuan Pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan Tapak Tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Puri Bunga Nirwana, Kecamatan Sumbersari, ini diisi dengan peninjauan infrastruktur serta dialog interaktif antara Menteri dan warga penerima manfaat.

     

    Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar Sirait didampingi oleh Irjen PKP Heri Jerman, Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Abdus Salam. Rombongan meninjau kondisi fisik infrastruktur PSU seperti jalan, drainase, jaringan air bersih, dan kelistrikan yang dibangun melalui program bantuan pemerintah.

     

    Dalam dialog bersama warga, Menteri yang akrab disapa Ara itu menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan bahwa seluruh bantuan PSU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kehadiran kami hari ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hunian serta kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

     

    Ara menambahkan, keberadaan prasarana dan sarana yang memadai menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, sehat, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan program PSU berjalan optimal. “Pembangunan PSU yang berkualitas adalah tulang punggung bagi terciptanya lingkungan perumahan yang tertata dan manusiawi,” tegasnya.

     

    Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program PSU ini. “Dukungan dari pusat kami jadikan momentum untuk mempercepat terwujudnya kawasan permukiman yang tertata dan layak huni di seluruh wilayah Jember,” ujar salah satu pejabat daerah yang turut mendampingi kunjungan tersebut.

     

    Kunjungan kerja Menteri PKP ini diharapkan menjadi dorongan bagi percepatan peningkatan kualitas program bantuan PSU di Jember. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan para pengembang, program perumahan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

     

    ( syaroni)

  • Pria di Jember Jadi Korban Penganiayaan di Jalan KH. Wahid Hasyim

    Pria di Jember Jadi Korban Penganiayaan di Jalan KH. Wahid Hasyim

     

    Jember, antv7 – Aksi pengeroyokan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jember. Seorang pria bernama Iskandar Yunus, warga Jalan MH Thamrin, Ajung Kulon, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal pada Rabu malam (8/10/2025) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kecamatan Kaliwates.

     

    Berdasarkan keterangan korban, saat itu ia tengah mengendarai mobil Toyota Sienta berwarna oranye dengan nomor polisi B 2491 UFG seorang diri. Tiba-tiba, mobilnya dihadang oleh mobil Avanza hitam yang berisi sekitar enam orang. Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung memukul wajah korban setelah ia menurunkan kaca jendela mobilnya.

     

    Korban kemudian diseret keluar dan dipukuli secara brutal. Dua orang memegangi tubuh korban, sementara pelaku lain memukul bagian wajah, leher, dan rusuknya. Iskandar juga sempat dipaksa masuk ke dalam mobil para pelaku dan dibawa menuju arah Arjasa, tepatnya ke kawasan Jalan Supriyadi, Kecamatan Patrang. Di lokasi itu, korban diturunkan secara paksa dan ditinggalkan dalam kondisi terluka.

     

    Atas kejadian tersebut, Iskandar Yunus berharap pihak aparat kepolisian Polres Jember segera menindaklanjuti laporan penganiayaan ini dan menangkap para pelaku. Ia juga meminta agar pihak berwenang meningkatkan patroli di titik-titik rawan kejahatan, demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jember.

     

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan terkait kasus pengeroyokan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor ke pihak berwajib jika melihat tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar.

     

    Pewarta: laili

  • Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan di Konser Hardcore

    Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan di Konser Hardcore

     

    Tanjung Perak, antv7 – Empat pelaku pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang saat konser euforia musik hardcore di Pasar Tunjungan, diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak, Polda Jatim.

     

    Salah satu korban seorang pemuda yang menjadi sasaran RPAF, (22) warga Surabaya, meregang nyawa setelah dikeroyok oleh sekelompok orang yang menuduhnya memalsukan tiket masuk konser.

     

    Kasus itu sempat menjadi perhatian publik sebelum anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim bergerak mengungkap para pelaku pengeroyokan yang terjadi pada Kamis, (25/09) silam, di kawasan Gadukan Utara V-A, Bozem Surabaya.

     

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Prasetya melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengungkapkan awal kejadian bermula pada Rabu, (24/09), ketika itu RPAF mendatangi konser hardcore di Pasar Tunjungan, Surabaya.

     

    “Saat korban masuk, panitia yakni D (21) mencurigai adanya tiket palsu karena adanya perbedaan ukuran kabel ties yang digunakan,” tutur Iptu Suroto, Kamis (16/9).

     

    Iptu Suroto mengatakan korban kemudian dipanggil dan diinterogasi. Namun, ketika ia membantah tuduhan tersebut, D bersama Z (18) langsung memukul korban di lokasi.

     

    Aksi kekerasan itu sempat ditegur oleh penyelenggara acara agar tidak menimbulkan keributan.

     

    Namun, amarah para pelaku tak berhenti di sana. Setelah kejadian di lantai dua Pasar Tunjungan, korban dibawa secara paksa ke kawasan Bozem Gadukan, Surabaya, oleh D, Z, FA (22), FS (22), dan H.

     

    Di tempat itu, korban kembali diinterogasi dan dihajar secara brutal.

     

    “Pelaku menampar, memukul, hingga menendang korban secara bergantian. Mereka menuntut korban mengembalikan uang sebesar Rp500 ribu hasil penjualan tiket yang dianggap palsu,” jelas Iptu Suroto.

     

    Korban akhirnya mengakui bahwa tiket yang dijualnya palsu. Namun, pengakuan itu justru membuat para pelaku semakin beringas.

     

    Usai dianiaya, korban dalam kondisi lemas dan penuh luka. Para pelaku kemudian membawa korban ke rumah FS dengan alasan ingin memberikan pertolongan medis sederhana.

     

    Luka-lukanya dibersihkan seadanya, hingga ayah FS menyadari kondisi korban yang kritis dan mendesak mereka agar segera dibawa ke rumah sakit.

     

    Setibanya di rumah sakit, korban langsung dimasukkan ke ruang IGD. Namun, petugas medis menyampaikan kabar duka bahwa korban telah meninggal dunia.

     

    Alih-alih tak bertanggung jawab, para pelaku justru meninggalkan korban di rumah sakit dengan alasan hendak menghubungi keluarga dan melapor ke Polisi. Namun, mereka tidak pernah kembali.

     

    Menindaklanjuti laporan dari keluarga korban, Polisi segera menggelar penyelidikan.

     

    Melalui rekaman CCTV, barang bukti pakaian berdarah, dan keterangan saksi, kemudian Polisi berhasil menangkap Z.

     

    Disusul D pada (2/10), FA pada (9/10), dan FS pada (11/10). Sementara pelaku H (DPO) saat ini dalam pengejaran petugas.

     

    Iptu Suroto menyatakan bahwa para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

     

    “Kami berkomitmen menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi,” tegas Iptu Suroto.

     

    Motif utama para pelaku emosi dan kekecewaan ekonomi. Mereka tidak terima dengan dugaan penjualan tiket palsu yang dilakukan korban dan menuntut pengembalian uang sebesar Rp500 ribu.

     

    Sayangnya, tindakan main hakim sendiri itu justru merenggut nyawa seseorang.

     

    Polisi mengimbau masyarakat agar menyerahkan segala bentuk perselisihan kepada aparat hukum dan tidak bertindak di luar batas.

     

    Dari lokasi kejadian, Polisi menyita, antara lain pakaian korban yang berlumuran darah, beberapa potong pakaian milik tersangka, dan uang tunai Rp500 ribu.

     

    Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim untuk penyidikan lanjutan.

    ( erman)

  • Launching Lagu “Keindahan Kota Jember” Mengiringi Semarak Karnaval Budaya Sukamakmur

    Launching Lagu “Keindahan Kota Jember” Mengiringi Semarak Karnaval Budaya Sukamakmur

     

    JEMBER, antv7.com  Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, menggelar Karnaval Kebudayaan sebagai rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan yang digagas oleh pemerintah desa ini menjadi ajang bagi warga untuk menampilkan beragam kesenian dan pakaian adat yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Kepala Desa Sukamakmur, Sofyan Hadi Chandra Yakub, menyebut acara ini merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat.

     

    Menurut Sofyan, karnaval ini diikuti oleh 39 kelompok peserta yang berasal dari 63 RT dan 14 RW di Desa Sukamakmur. Masing-masing RT wajib mengirimkan sedikitnya 20 orang untuk tampil, baik sebagai penari, pemain musik, maupun peserta kostum adat. “Ini bentuk kekompakan warga. Tidak ada paksaan, tapi semangat kebersamaan yang membuat mereka antusias. Bahkan warga sudah menabung jauh-jauh hari untuk bisa ikut berpartisipasi,” ujarnya.

     

    Acara ini juga menjadi wadah bagi warga untuk berkreasi setelah penat dengan rutinitas sehari-hari. “Mereka bisa menyalurkan kreativitas lewat kesenian. Selain hiburan, kegiatan ini juga mempersatukan warga,” tambah Sofyan. Karnaval dijadwalkan berlangsung hingga malam hari, dengan puncak acara penilaian oleh tim juri yang berasal dari panitia dan tokoh masyarakat desa.

     

    Menariknya, dalam karnaval tahun ini juga dilakukan launching sebuah karya seni berupa lagu berjudul Keindahan Kota Jember. Lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kepala Desa Sofyan dan para pemuda Sukamakmur. “Lagu ini digarap selama satu bulan dan terinspirasi dari keindahan alam Jember, seperti Pantai Payangan, Papuma, dan air terjun yang ada di wilayah sekitar,” jelasnya.

     

    Sofyan berharap karya tersebut dapat memperkenalkan potensi wisata Jember kepada masyarakat luas. “Kami ingin menunjukkan bahwa Jember itu indah dan layak dikenal. Lewat karya ini, kami ingin mengangkat nama Jember lewat seni dan budaya,” tuturnya.

     

    Ke depan, pemerintah Desa Sukamakmur juga berencana mengembangkan potensi wisata lokal sebagai sektor penunjang ekonomi warga. “Dulu kita sempat dikenal dengan kebun jeruk, tapi sekarang sedang kita gali lagi potensi baru agar desa bisa semakin berkembang,” pungkas Sofyan.

     

    Pewarta: Erman

  • Launching SPKT Prototype Polres Batu Wujudkan Pelayanan Humanis Cepat dan Modern

    Launching SPKT Prototype Polres Batu Wujudkan Pelayanan Humanis Cepat dan Modern

     

     

    KOTA BATU, antv7.com – Satu lagi wujud nyata upaya Polres Batu Polda Jawa Timur (Jatim) untuk melayani masyarakat dengan pelayanan Kepolisian yang humanis, modern, dan dipercaya.

     

    Upaya tersebut dinyatakan dengan melaunching Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Prototype yang dirancang sebagai model ideal etalase Pelayanan Publik di Polres Batu jajaran Polda Jatim.

     

    Saat melaunching SPKT Prototype, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan bahwa SPKT Prototype ini merupakan ujung tombak Transformasi Operasional Polri sebagai unsur pelayanan terpadu.

     

    “SPKT Prototype ini adalah wujud nyata dari komitmen kami menghadirkan institusi kepolisian yang modern, profesional, dan melayani dengan visinya SIYAN atau Polisi pelayan dan misinya SMILE yaitu Siap Melayani Integritas loyal dan energik,” ungkap AKBP Andi, Rabu (15/10).

     

    SPKT Prototype mengedepankan kenyamanan masyarakat dengan berbagai fasilitas , antara lain petugas informasi yang ramah, Ruang Tunggu ber-AC,akses internet gratis, charger point , ruang untuk ibu menyusui, tempat bermain anak, toilet yang bersih, minuman ringan gratis dan akses televisi untuk hiburan.

     

    “Setiap detail di ruang ini dirancang untuk satu tujuan yaitu kenyamanan, transparansi, kecepatan pelayanan, dan akuntable,” kata AKBP Andi.

     

    Kapolres Batu menambahkan, di SPKT Prototype ini juga menyediakan Survei Kepuasan Masyarakat dalam bentuk digital untuk memastikan keluhan, kritik dan saran masyarakay yang akan selalu didengar untuk ditindaklanjuti.

     

    Berikut ini adalah pelayanan yang bisa didapatkan di SPKT Prototype yaitu :

    1. Laporan atau pengaduan dari masyarakat

    2. Menerbitkan laporan Polisi

    3. Menerbitkan tanda terima laporan polisi atau STTLP

    4. Menerbitkan surat tanda lapor kehilangan atau SKTLK yaitu kehilangan KTP, ijazah, buku nikah, paspor, STNK, atau BPKB, cek giro atau bilyet, sertifikat tanah, dan surat penetapan waris atau ahli waris

    5. Memberikan informasi seputar pelayanan publik polri

     

    Diharapkan Melalui Visi dan misi ini, Polres Batu mampu mewujudkan pelayanan Kepolisian yang humanis, modern, dan dipercaya masyarakat, sejalan dengan semangat transformasi menuju Polri Presisi.

     

    Turut hadir dalam launching SPKT Prototype tersebut Walikota Batu,Nurochman, S.H., M.H.,Wakil Walikota Batu Heli suyanto, S.H., M.H, Ketua DPRD Kota Batu, H.M Didik Subiyanto, S.H, Kajari Kota Batu Dr. Andy sasongko, S.H., M.Hum dan jajaran Forkopimda Kota Batu lainnya serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan tamu undangan yang lain.

     

    Ditemui di sela Kegiatan, Kepala SPKT Polda Jatim AKBP Ninayani df Prathivi, S.E., M.Sc mengatakan bahwa ini adalah terobosan baru dan yang pertama.

     

    ” Layani masyarakat dengan hati untuk membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat menuju Kepolisian yang dicintai masyarakat,” Ujar AKBP Ninayani. (Erman)