Penulis: Antv7

  • PDP Kahyangan Perkuat Tata Kelola dan Libatkan Masyarakat

    PDP Kahyangan Perkuat Tata Kelola dan Libatkan Masyarakat

    JEMBER — Direktur Utama Perumda Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember, Sofyan Sauri, S.M., M.M, menegaskan bahwa pengelolaan wilayah PDP Kahyangan memiliki perbedaan mendasar dengan Perhutani. Menurutnya, Perhutani merupakan badan usaha milik negara (BUMN), sedangkan PDP Kahyangan adalah badan usaha milik daerah (BUMD) yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Jember. “Itu perbedaan mendasar yang pertama. Selain itu, sistem pengelolaan sosialnya pun berbeda,” ujar Sofyan saat dikonfirmasi.

     

    Sofyan menjelaskan, di wilayah Perhutani terdapat program TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) yang menjadi bagian dari pengelolaan hutan sosial oleh masyarakat. Sementara di PDP Kahyangan, pihaknya memiliki program fasilitasi kebun masyarakat melalui CPCL (Calon Pekebun dan Calon Lahan). “Kalau TORA itu perhutanan sosial yang diberikan kepada masyarakat, sedangkan CPCL merupakan amanah regulasi sebagai dasar legalitas kami dalam pengurusan HGU,” jelasnya.

     

    Lebih lanjut, Sofyan menyampaikan bahwa PDP Kahyangan terus berinovasi dalam tata kelola aset dan lahan dengan memanfaatkan teknologi digital. Saat ini, pihaknya sedang mengembangkan peta poligon berbasis GIS dan Google Earth untuk memastikan kejelasan batas-batas lahan, tanaman, hingga titik-titik patok sesuai ketentuan ATR/BPN. “Kami ingin semua data lahan bisa dibuka secara transparan dan real-time,” ungkapnya.

     

    Dalam hal hubungan dengan masyarakat sekitar, Sofyan menegaskan bahwa PDP Kahyangan selalu melibatkan warga lokal dalam kegiatan operasional. Mayoritas pekerja di kebun merupakan tenaga kerja padat karya dari masyarakat sekitar. “Kami berkomitmen memberdayakan masyarakat agar mereka bukan hanya bekerja, tetapi juga menjadi bagian dari penjaga kebun,” ujarnya.

     

    Sofyan menambahkan, sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pengelolaan perkebunan di bawah PDP Kahyangan. Dengan pendekatan yang berbasis regulasi, transparansi, dan inovasi teknologi, pihaknya optimistis dapat memperkuat peran BUMD dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya di sektor perkebunan Kabupaten Jember.

     

    Pewarta: Erman

  • DPMD Jember Dorong Program “Ngantor di Desa” untuk Dekatkan Pelayanan dan Bangkitkan Ekonomi Lokal

    DPMD Jember Dorong Program “Ngantor di Desa” untuk Dekatkan Pelayanan dan Bangkitkan Ekonomi Lokal

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, Harry Agustriono, ATD., M.T., menyatakan dukungannya terhadap program “Ngantor di Desa” yang saat ini tengah dijalankan. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya nyata untuk mendekatkan diri kepada masyarakat serta memantau langsung pelayanan dan permasalahan yang ada di tingkat desa. “Program ini sangat bagus karena pejabat bisa langsung bertemu dengan masyarakat, menyapa, menampung aspirasi, sekaligus melihat potensi yang ada di desa,” ujarnya saat ditemui awak media.

    Program “Ngantor di Desa” dinilai memberikan motivasi bagi aparatur pemerintahan desa agar semakin aktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran pejabat di lapangan diharapkan mampu menciptakan dampak positif, baik dari sisi pelayanan publik maupun peningkatan ekonomi lokal.

    Selain memperkuat pelayanan publik, kegiatan tersebut juga berdampak pada geliat ekonomi masyarakat desa. Dalam setiap kegiatan seperti “Jalan Kampung”, tampak sejumlah pelaku UMKM ikut berpartisipasi menjajakan produk mereka. “Ada perputaran uang di tingkat desa, dan ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin agar potensi ekonomi desa semakin meningkat.

    Dari sisi pengawasan dan inovasi desa, pemerintah desa juga didorong untuk terus berkreasi sesuai potensi lokal masing-masing. Setiap desa diharapkan mampu mengembangkan sektor unggulannya, seperti pertanian, perkebunan, maupun ekonomi kreatif. “Kita ingin potensi seperti kopi, tembakau, dan batik lokal bisa menjadi kekuatan ekonomi desa,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah untuk memperkuat pembangunan desa. Menurutnya, sinergi antara DPMD, dinas koperasi, infrastruktur, hingga pelatihan UMKM menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kita tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi dan kolaborasi adalah kekuatan utama agar pembangunan desa berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Pewarta: Erman

  • SMKN 2 Jember Torehkan Prestasi Nasional

    SMKN 2 Jember Torehkan Prestasi Nasional

     

    Jember, antv7 – Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kabupaten Jember. Bian Alfarizi, siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 1 SMKN 2 Jember, berhasil meraih Juara II dalam ajang Atswa NeSa 2025 Network and Administration Skill Competition tingkat nasional.

     

    ū

    Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh siswa SMK dari berbagai daerah di Indonesia dan menguji kemampuan peserta dalam bidang Network Simulation, salah satu kompetensi penting di dunia teknologi jaringan dan administrasi sistem. Keberhasilan Bian menjadi bukti bahwa pelajar Jember mampu bersaing dengan siswa dari seluruh tanah air.

     

    “Prestasi ini menunjukkan bahwa pelajar Jember memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional, khususnya di bidang teknologi dan jaringan,” ungkap salah satu guru pembimbing SMKN 2 Jember. Ia menambahkan, kompetisi ini menjadi sarana bagi siswa menunjukkan keahlian mereka menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.

     

    Kepala SMKN 2 Jember juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian Bian. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengukir prestasi. “Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Semoga menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk berprestasi lebih tinggi lagi,” ujarnya.

     

    Dengan keberhasilan ini, SMKN 2 Jember semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur. Sekolah terus mendorong siswanya untuk berinovasi dan berprestasi, membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan generasi muda kompeten di kancah nasional.

     

    Pewarta: Erman

  • Presiden Prabowo Bertolak ke Malaysia Hadiri KTT ASEAN 2025

    Presiden Prabowo Bertolak ke Malaysia Hadiri KTT ASEAN 2025

     

     

    JAKARTA, antv7 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/10/2025) sore untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Oktober 2025. Keberangkatan Presiden dilepas secara resmi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

     

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa selain menghadiri KTT ASEAN, Presiden Prabowo juga dijadwalkan mengikuti pertemuan KTT APEC. “Pada sore hari ini Bapak Presiden bertolak ke Kuala Lumpur untuk menghadiri KTT ASEAN. Selanjutnya ada agenda untuk KTT APEC, tapi mungkin akan menyesuaikan dengan agenda yang di Malaysia,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya.

     

    Sebelum berangkat, Presiden Prabowo melakukan koordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Istana. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri melaporkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkini di dalam negeri. “Yang pertama tentunya sebagai Kapolri saya melaporkan situasi terkini khususnya dengan situasi keamanan, perkembangan kamtibmas yang terjadi di dalam negeri sebelum Beliau berangkat,” kata Listyo Sigit.

     

    Kapolri juga menegaskan bahwa Polri akan terus mengawal serta melaksanakan berbagai kebijakan dan program pemerintah yang menjadi perhatian Presiden. “Kami memastikan seluruh jajaran Polri tetap fokus mendukung kebijakan pemerintah serta menjaga stabilitas keamanan nasional,” tambahnya.

     

    Menutup keterangannya, Kapolri menyebut bahwa seluruh arahan dan catatan dari Presiden akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. “Hal-hal yang menjadi catatan dan perhatian tentunya menjadi kegiatan yang terus kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

     

    ( erman)

  • Wujud Syukur dan Kebersamaan, Desa Arjasa Gelar Pengajian Akbar dan Tradisi Bersih Desa 

    Wujud Syukur dan Kebersamaan, Desa Arjasa Gelar Pengajian Akbar dan Tradisi Bersih Desa 

    Wujud Syukur dan Kebersamaan, Desa Arjasa Gelar Pengajian Akbar dan Tradisi Bersih Desa

     

    Jember, antv7 – Suasana penuh kebersamaan tampak di Balai Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Sabtu (25/10/2025). Ratusan warga tumpah ruah menghadiri acara Bersih Desa dan Pengajian Akbar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah dan keselamatan bagi masyarakat setempat.

     

    Tradisi tahunan ini menjadi agenda rutin Pemerintah Desa Arjasa yang selalu dinanti warga. Acara dipusatkan di kantor desa dan berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan religius serta gotong royong membersihkan lingkungan. Kepala Desa Arjasa, H. Faisol, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

     

    “Dengan kegiatan bersih desa dan pengajian akbar ini, kami berharap masyarakat Arjasa semakin maju, sejahtera, dan senantiasa diberikan keselamatan serta keberkahan,” tutur H. Faisol dalam sambutannya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi leluhur sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan sosial.

     

    Kegiatan tahun ini melibatkan tiga dusun di wilayah Desa Arjasa. Seluruh warga menunjukkan antusiasme tinggi dengan bergotong royong serta mengikuti rangkaian acara hingga malam hari. Tradisi bersih desa dianggap bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga sarana memperkuat spiritualitas dan persatuan masyarakat.

     

    Sebagai puncak acara, hadir mubaligh KH. Abdurrahman, pengasuh Pondok Pesantren Misbahul Hidayah Situbondo, yang memberikan tausiah menyejukkan. Dalam ceramahnya, beliau mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur dan menjaga kekompakan. Doa bersama pun dipanjatkan agar Desa Arjasa senantiasa dijauhkan dari musibah dan dilimpahkan keberkahan rezeki.

     

    Pewarta: RNy

  • Polres Jember Hadirkan Layanan Publik yang Cepat – Transparan dan Humanis Lewat Program Polantas Menyapa

    Polres Jember Hadirkan Layanan Publik yang Cepat – Transparan dan Humanis Lewat Program Polantas Menyapa

     

    antv7, Jember – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember Polda Jatim terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis.

    Melalui program unggulan bertajuk “Polantas Menyapa”, jajaran Satlantas Polres Jember kini aktif turun langsung ke pusat-pusat layanan masyarakat untuk memberikan edukasi serta memastikan pelayanan kepolisian berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.

    Program yang difokuskan di area SATPAS (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) dan Samsat Jember ini menjadi sarana efektif bagi personel kepolisian untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) serta wajib pajak kendaraan bermotor.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak sekadar memberikan layanan administratif, tetapi juga melakukan pendampingan dan sosialisasi menyeluruh mengenai tata cara, ketentuan, dan biaya resmi dalam proses registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor).

    Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata menegaskan bahwa Polantas Menyapa merupakan bentuk nyata reformasi pelayanan publik di tubuh Polri.

    “Program ini adalah manifestasi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar AKP Bagas, Kamis (23/10/2025).

    Ia menambahkan, Satlantas Polres Jember Polda Jatim secara konsisten memastikan seluruh petugas di lapangan memahami nilai dasar pelayanan prima yang humanis.

    Edukasi yang diberikan mencakup informasi biaya resmi penerbitan SIM, mekanisme SOP pelayanan, serta tata cara penanganan kendala administrasi agar masyarakat tidak terjebak pada praktik calo.

    AKP Bagas menegaskan, layanan Satlantas Polres Jember di Satpas maupun Samsat harus dipastikan zero pungli.

    Menurut AKP Bagas, setiap petugas wajib bersikap responsif serta siap memberikan solusi cepat terhadap kendala administratif.

    “Kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar, mudah diakses, dan bebas dari pungutan liar,”tegas AKP Bagas.

    Selain meningkatkan mutu pelayanan, lanjut AKP Bagas, program Polantas Menyapa juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

    Melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang empatik, Polantas berupaya menumbuhkan kembali rasa percaya publik terhadap institusi kepolisian.

    “Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga mitra pelayanan yang hadir dengan hati,” pungkas AKP Bagas.

    Dengan implementasi berkelanjutan program “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Jember Polda Jatim berharap dapat menciptakan ekosistem pelayanan lalu lintas yang modern, berintegritas, dan berpihak pada kebutuhan publik.

    Hal itu sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Pewarta( RNY )

  • Pemkab Jember Siapkan Langkah Strategis Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

    Pemkab Jember Siapkan Langkah Strategis Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

    antv7 – Bupati Jember, Gus Fawaid, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember. Dalam keterangannya kepada awak media usai meninjau langsung kondisi pasien di RSD dr. Subandi, ia mengungkapkan bahwa rumah sakit rujukan tersebut masih menjadi tumpuan masyarakat, tidak hanya dari Jember, tetapi juga dari kabupaten sekitar seperti Situbondo dan Banyuwangi. Hal ini menunjukkan besarnya peran RSD dr. Subandi sebagai rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten/kota di wilayah tapal kuda.

     

    Gus Fawaid menyampaikan bahwa salah satu langkah prioritas ke depan adalah menambah jumlah alat cuci darah (hemodialisa) di RSD dr. Subandi. Menurutnya, jumlah alat yang tersedia saat ini belum memenuhi kebutuhan ideal masyarakat. “Tahun depan kami akan menambah alat untuk cuci darah, termasuk mempertimbangkan pembangunan gedung tambahan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” ujarnya.

     

    Selain peningkatan fasilitas kesehatan, Bupati Jember juga menyoroti persoalan tanggungan hutang pemerintah daerah kepada sejumlah rumah sakit yang mencapai sekitar Rp214 miliar. Ia menjelaskan, meski hutang tersebut bukan berasal dari masa kepemimpinannya, namun sebagai bupati saat ini, dirinya tetap bertanggung jawab mencari solusi terbaik untuk menyelesaikannya. “Kami sedang berdiskusi dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit untuk mencari skema pembayaran yang realistis dan bertahap,” jelasnya.

     

    Gus Fawaid juga menegaskan kepada jajarannya agar lebih berhati-hati dalam membuat program di sektor kesehatan. Ia meminta agar setiap program disusun dengan perencanaan matang dan tidak meninggalkan beban hutang bagi pemerintahan di periode berikutnya. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi program yang menyisakan hutang di masa depan. Semua harus dikelola secara transparan dan sesuai rekomendasi BPK,” tegasnya.

     

    Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawaid berharap dapat memperkuat sistem layanan kesehatan daerah, sekaligus menuntaskan tanggungan keuangan masa lalu secara bertahap. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, baik warga Jember maupun daerah sekitarnya,” pungkasnya.

     

    ( syahroni)

  • Dampak Program UHC, RSUD dr. Soebandi Jember Genjot Peningkatan Fasilitas Pelayanan

    Dampak Program UHC, RSUD dr. Soebandi Jember Genjot Peningkatan Fasilitas Pelayanan

    JEMBER, antv7 – Wakil Direktur Keuangan dan Pelayanan Umum RSUD dr. Soebandi Jember, Deni, menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah pasien akibat program Universal Health Coverage (UHC) membuat layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit sempat kewalahan. Antusiasme warga Kabupaten Jember untuk berobat di rumah sakit pemerintah melonjak signifikan sejak program tersebut diberlakukan. “Semenjak pelayanan UHC berjalan, antusias warga meningkat tajam, sehingga IGD sempat kewalahan karena keterbatasan tenaga dan tempat tidur,” ungkap Deni kepada awak media.

     

    Menurut Deni, kondisi di IGD tetap terpantau meskipun jumlah pasien melonjak. Rumah sakit memastikan tidak ada pasien yang ditolak. “Meskipun penuh, pelayanan tetap berjalan. Pasien baru tetap kami layani, sementara pasien lama kami geser ke ruang tunggu rawat jalan agar tetap mendapat perawatan,” ujarnya. Langkah tersebut diambil agar penanganan pasien darurat bisa tetap cepat dilakukan sambil menunggu tempat tidur rawat inap tersedia.

     

    Deni menyebutkan, beberapa hari lalu terdapat sekitar 30 pasien yang harus menunggu tempat tidur rawat inap. Namun setelah dilakukan berbagai penyesuaian, jumlahnya kini berkurang signifikan. “Kemarin sempat 30 pasien menunggu, alhamdulillah sekarang tinggal sekitar 12 pasien. Kami terus berupaya agar tidak ada pasien yang terlalu lama menunggu,” katanya.

     

    Sebagai solusi jangka panjang, RSUD dr. Soebandi berencana mengoptimalkan bangunan baru yang belum rampung. Gedung empat lantai tersebut diproyeksikan mampu menambah hingga 40 tempat tidur baru. “Jika bangunan itu selesai, Insya Allah bisa menampung tambahan 40 tempat tidur. Namun karena keterbatasan anggaran, kami berharap ada dukungan dari Pemkab Jember atau investor agar pembangunan bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

     

    Deni menambahkan, untuk menyelesaikan pembangunan fisik dan melengkapi alat medis di gedung baru, dibutuhkan anggaran sekitar Rp47 miliar. “Total kebutuhan sekitar 47 miliar rupiah, meliputi penyelesaian fisik dan pengadaan alat medis agar bisa segera operasional,” tutupnya. Pihak rumah sakit berharap upaya ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mengatasi lonjakan pasien di masa mendatang.

     

    ( syahroni)

  • Seimbang antara Prestasi dan Karakter, SMPN 1 Bangsalsari Fokus Hadapi Era Digital

    Seimbang antara Prestasi dan Karakter, SMPN 1 Bangsalsari Fokus Hadapi Era Digital

     

    antv7 l Jember — SMP Negeri 1 Bangsalsari Kabupaten Jember terus menunjukkan kiprahnya dalam berbagai kegiatan nonakademik. Sekolah yang dikenal aktif dalam pembinaan minat dan bakat siswa ini memiliki banyak pilihan kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, hingga bidang akademik terapan. “Kita punya banyak kegiatan, seperti voli, gulat, sepak bola, futsal, hingga tari. Untuk bidang studi juga ada ekstra bahasa Inggris, matematika, dan lainnya,” ujar Humas SMPN 1 Bangsalsari, Nurul Huda, kepada awak media.

    Prestasi sekolah ini pun tak bisa dipandang sebelah mata. Cabang olahraga gulat menjadi salah satu kebanggaan karena siswa-siswinya pernah menorehkan prestasi hingga tingkat Provinsi Jawa Timur. Begitu pula dengan sepak bola dan futsal yang beberapa kali mengharumkan nama sekolah di ajang tingkat kabupaten. Di bidang seni, kegiatan tari yang digarap serius dengan mendatangkan pelatih profesional dari luar juga menunjukkan hasil yang membanggakan.

    Meski begitu, pihak sekolah tak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Menurut Nurul Huda, salah satu fenomena umum di sekolah, baik negeri maupun swasta, terutama di daerah pedesaan, adalah menurunnya motivasi belajar siswa dan meningkatnya kenakalan remaja. “Permasalahan utama yang kami temukan berasal dari penggunaan ponsel dan media sosial. Anak-anak jadi kurang fokus belajar, bahkan ada yang bolos sekolah karena terlalu larut dalam dunia maya,” ujarnya.

    Dari hasil pengamatan guru dan tim Bimbingan Konseling (BK), dampak negatif media sosial dinilai cukup besar terhadap perilaku dan prestasi belajar siswa. Sebelum era gawai, tingkat kedisiplinan dan semangat belajar anak-anak jauh lebih baik. Kini, menurut pihak sekolah, sebagian besar permasalahan siswa berakar dari ketergantungan pada gawai dan rendahnya pengawasan orang tua di rumah.

    Untuk itu, Humas SMPN 1 Bangsalsari, Nurul Huda, menegaskan bahwa sekolah terus berupaya menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan nonakademik sambil memperkuat pendidikan karakter. Ia berharap dukungan dari orang tua dan masyarakat agar siswa lebih termotivasi dan disiplin dalam belajar. “Kita ingin anak-anak tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan bijak dalam memanfaatkan teknologi,” pungkasnya.

    Pewarta: Erman

  • Kejari Jember Tetapkan Lima Tersangka Utama Kasus Mark-Up Mamin Sosraperda, Termasuk Wakil Ketua DPRD

    Kejari Jember Tetapkan Lima Tersangka Utama Kasus Mark-Up Mamin Sosraperda, Termasuk Wakil Ketua DPRD

    antv7 l JEMBER, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan korupsi mark-up anggaran makan dan minum (mamin) pada kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Sosraperda). Kasus ini diduga menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai ratusan juta rupiah.

     

    Kepala Kejari Jember menyampaikan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti kuat terkait adanya praktik penggelembungan harga dan laporan fiktif dalam kegiatan resmi DPRD Kabupaten Jember. Kelima tersangka terdiri dari unsur legislatif dan pihak swasta yang memiliki peran berbeda dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

     

    Dari hasil penyidikan, salah satu tersangka diketahui merupakan kader Partai NasDem yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember. Kejari Jember menegaskan bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara objektif dan profesional, tanpa memandang jabatan maupun latar belakang politik para tersangka.

     

    Kejari juga membuka peluang adanya tersangka baru apabila ditemukan bukti tambahan selama proses penyidikan berlangsung. Beberapa saksi tambahan, termasuk dari internal DPRD dan rekanan pelaksana kegiatan, telah dimintai keterangan untuk memperkuat pembuktian kasus ini.

     

    Melalui kasus ini, Kejari Jember menegaskan komitmennya dalam memberantas tindak pidana korupsi di daerah. Masyarakat diharapkan turut mengawal proses hukum agar penegakan keadilan berjalan transparan dan sesuai harapan publik.

     

     

    ( erman)