Penulis: Antv7

  • Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Program Bantuan PSU di Jember, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Program Bantuan PSU di Jember, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menyambut kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Jumat (18/10/2025), dalam rangka memantau langsung pelaksanaan Program Penerima Bantuan Pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan Tapak Tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Puri Bunga Nirwana, Kecamatan Sumbersari, ini diisi dengan peninjauan infrastruktur serta dialog interaktif antara Menteri dan warga penerima manfaat.

     

    Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar Sirait didampingi oleh Irjen PKP Heri Jerman, Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Abdus Salam. Rombongan meninjau kondisi fisik infrastruktur PSU seperti jalan, drainase, jaringan air bersih, dan kelistrikan yang dibangun melalui program bantuan pemerintah.

     

    Dalam dialog bersama warga, Menteri yang akrab disapa Ara itu menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan bahwa seluruh bantuan PSU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kehadiran kami hari ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hunian serta kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

     

    Ara menambahkan, keberadaan prasarana dan sarana yang memadai menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, sehat, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan program PSU berjalan optimal. “Pembangunan PSU yang berkualitas adalah tulang punggung bagi terciptanya lingkungan perumahan yang tertata dan manusiawi,” tegasnya.

     

    Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program PSU ini. “Dukungan dari pusat kami jadikan momentum untuk mempercepat terwujudnya kawasan permukiman yang tertata dan layak huni di seluruh wilayah Jember,” ujar salah satu pejabat daerah yang turut mendampingi kunjungan tersebut.

     

    Kunjungan kerja Menteri PKP ini diharapkan menjadi dorongan bagi percepatan peningkatan kualitas program bantuan PSU di Jember. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan para pengembang, program perumahan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

     

    ( syaroni)

  • Pria di Jember Jadi Korban Penganiayaan di Jalan KH. Wahid Hasyim

    Pria di Jember Jadi Korban Penganiayaan di Jalan KH. Wahid Hasyim

     

    Jember, antv7 – Aksi pengeroyokan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jember. Seorang pria bernama Iskandar Yunus, warga Jalan MH Thamrin, Ajung Kulon, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal pada Rabu malam (8/10/2025) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kecamatan Kaliwates.

     

    Berdasarkan keterangan korban, saat itu ia tengah mengendarai mobil Toyota Sienta berwarna oranye dengan nomor polisi B 2491 UFG seorang diri. Tiba-tiba, mobilnya dihadang oleh mobil Avanza hitam yang berisi sekitar enam orang. Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung memukul wajah korban setelah ia menurunkan kaca jendela mobilnya.

     

    Korban kemudian diseret keluar dan dipukuli secara brutal. Dua orang memegangi tubuh korban, sementara pelaku lain memukul bagian wajah, leher, dan rusuknya. Iskandar juga sempat dipaksa masuk ke dalam mobil para pelaku dan dibawa menuju arah Arjasa, tepatnya ke kawasan Jalan Supriyadi, Kecamatan Patrang. Di lokasi itu, korban diturunkan secara paksa dan ditinggalkan dalam kondisi terluka.

     

    Atas kejadian tersebut, Iskandar Yunus berharap pihak aparat kepolisian Polres Jember segera menindaklanjuti laporan penganiayaan ini dan menangkap para pelaku. Ia juga meminta agar pihak berwenang meningkatkan patroli di titik-titik rawan kejahatan, demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jember.

     

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan terkait kasus pengeroyokan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor ke pihak berwajib jika melihat tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar.

     

    Pewarta: laili

  • Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan di Konser Hardcore

    Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan di Konser Hardcore

     

    Tanjung Perak, antv7 – Empat pelaku pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang saat konser euforia musik hardcore di Pasar Tunjungan, diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak, Polda Jatim.

     

    Salah satu korban seorang pemuda yang menjadi sasaran RPAF, (22) warga Surabaya, meregang nyawa setelah dikeroyok oleh sekelompok orang yang menuduhnya memalsukan tiket masuk konser.

     

    Kasus itu sempat menjadi perhatian publik sebelum anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim bergerak mengungkap para pelaku pengeroyokan yang terjadi pada Kamis, (25/09) silam, di kawasan Gadukan Utara V-A, Bozem Surabaya.

     

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Prasetya melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengungkapkan awal kejadian bermula pada Rabu, (24/09), ketika itu RPAF mendatangi konser hardcore di Pasar Tunjungan, Surabaya.

     

    “Saat korban masuk, panitia yakni D (21) mencurigai adanya tiket palsu karena adanya perbedaan ukuran kabel ties yang digunakan,” tutur Iptu Suroto, Kamis (16/9).

     

    Iptu Suroto mengatakan korban kemudian dipanggil dan diinterogasi. Namun, ketika ia membantah tuduhan tersebut, D bersama Z (18) langsung memukul korban di lokasi.

     

    Aksi kekerasan itu sempat ditegur oleh penyelenggara acara agar tidak menimbulkan keributan.

     

    Namun, amarah para pelaku tak berhenti di sana. Setelah kejadian di lantai dua Pasar Tunjungan, korban dibawa secara paksa ke kawasan Bozem Gadukan, Surabaya, oleh D, Z, FA (22), FS (22), dan H.

     

    Di tempat itu, korban kembali diinterogasi dan dihajar secara brutal.

     

    “Pelaku menampar, memukul, hingga menendang korban secara bergantian. Mereka menuntut korban mengembalikan uang sebesar Rp500 ribu hasil penjualan tiket yang dianggap palsu,” jelas Iptu Suroto.

     

    Korban akhirnya mengakui bahwa tiket yang dijualnya palsu. Namun, pengakuan itu justru membuat para pelaku semakin beringas.

     

    Usai dianiaya, korban dalam kondisi lemas dan penuh luka. Para pelaku kemudian membawa korban ke rumah FS dengan alasan ingin memberikan pertolongan medis sederhana.

     

    Luka-lukanya dibersihkan seadanya, hingga ayah FS menyadari kondisi korban yang kritis dan mendesak mereka agar segera dibawa ke rumah sakit.

     

    Setibanya di rumah sakit, korban langsung dimasukkan ke ruang IGD. Namun, petugas medis menyampaikan kabar duka bahwa korban telah meninggal dunia.

     

    Alih-alih tak bertanggung jawab, para pelaku justru meninggalkan korban di rumah sakit dengan alasan hendak menghubungi keluarga dan melapor ke Polisi. Namun, mereka tidak pernah kembali.

     

    Menindaklanjuti laporan dari keluarga korban, Polisi segera menggelar penyelidikan.

     

    Melalui rekaman CCTV, barang bukti pakaian berdarah, dan keterangan saksi, kemudian Polisi berhasil menangkap Z.

     

    Disusul D pada (2/10), FA pada (9/10), dan FS pada (11/10). Sementara pelaku H (DPO) saat ini dalam pengejaran petugas.

     

    Iptu Suroto menyatakan bahwa para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

     

    “Kami berkomitmen menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi,” tegas Iptu Suroto.

     

    Motif utama para pelaku emosi dan kekecewaan ekonomi. Mereka tidak terima dengan dugaan penjualan tiket palsu yang dilakukan korban dan menuntut pengembalian uang sebesar Rp500 ribu.

     

    Sayangnya, tindakan main hakim sendiri itu justru merenggut nyawa seseorang.

     

    Polisi mengimbau masyarakat agar menyerahkan segala bentuk perselisihan kepada aparat hukum dan tidak bertindak di luar batas.

     

    Dari lokasi kejadian, Polisi menyita, antara lain pakaian korban yang berlumuran darah, beberapa potong pakaian milik tersangka, dan uang tunai Rp500 ribu.

     

    Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim untuk penyidikan lanjutan.

    ( erman)

  • Launching Lagu “Keindahan Kota Jember” Mengiringi Semarak Karnaval Budaya Sukamakmur

    Launching Lagu “Keindahan Kota Jember” Mengiringi Semarak Karnaval Budaya Sukamakmur

     

    JEMBER, antv7.com  Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, menggelar Karnaval Kebudayaan sebagai rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan yang digagas oleh pemerintah desa ini menjadi ajang bagi warga untuk menampilkan beragam kesenian dan pakaian adat yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Kepala Desa Sukamakmur, Sofyan Hadi Chandra Yakub, menyebut acara ini merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat.

     

    Menurut Sofyan, karnaval ini diikuti oleh 39 kelompok peserta yang berasal dari 63 RT dan 14 RW di Desa Sukamakmur. Masing-masing RT wajib mengirimkan sedikitnya 20 orang untuk tampil, baik sebagai penari, pemain musik, maupun peserta kostum adat. “Ini bentuk kekompakan warga. Tidak ada paksaan, tapi semangat kebersamaan yang membuat mereka antusias. Bahkan warga sudah menabung jauh-jauh hari untuk bisa ikut berpartisipasi,” ujarnya.

     

    Acara ini juga menjadi wadah bagi warga untuk berkreasi setelah penat dengan rutinitas sehari-hari. “Mereka bisa menyalurkan kreativitas lewat kesenian. Selain hiburan, kegiatan ini juga mempersatukan warga,” tambah Sofyan. Karnaval dijadwalkan berlangsung hingga malam hari, dengan puncak acara penilaian oleh tim juri yang berasal dari panitia dan tokoh masyarakat desa.

     

    Menariknya, dalam karnaval tahun ini juga dilakukan launching sebuah karya seni berupa lagu berjudul Keindahan Kota Jember. Lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kepala Desa Sofyan dan para pemuda Sukamakmur. “Lagu ini digarap selama satu bulan dan terinspirasi dari keindahan alam Jember, seperti Pantai Payangan, Papuma, dan air terjun yang ada di wilayah sekitar,” jelasnya.

     

    Sofyan berharap karya tersebut dapat memperkenalkan potensi wisata Jember kepada masyarakat luas. “Kami ingin menunjukkan bahwa Jember itu indah dan layak dikenal. Lewat karya ini, kami ingin mengangkat nama Jember lewat seni dan budaya,” tuturnya.

     

    Ke depan, pemerintah Desa Sukamakmur juga berencana mengembangkan potensi wisata lokal sebagai sektor penunjang ekonomi warga. “Dulu kita sempat dikenal dengan kebun jeruk, tapi sekarang sedang kita gali lagi potensi baru agar desa bisa semakin berkembang,” pungkas Sofyan.

     

    Pewarta: Erman

  • Launching SPKT Prototype Polres Batu Wujudkan Pelayanan Humanis Cepat dan Modern

    Launching SPKT Prototype Polres Batu Wujudkan Pelayanan Humanis Cepat dan Modern

     

     

    KOTA BATU, antv7.com – Satu lagi wujud nyata upaya Polres Batu Polda Jawa Timur (Jatim) untuk melayani masyarakat dengan pelayanan Kepolisian yang humanis, modern, dan dipercaya.

     

    Upaya tersebut dinyatakan dengan melaunching Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Prototype yang dirancang sebagai model ideal etalase Pelayanan Publik di Polres Batu jajaran Polda Jatim.

     

    Saat melaunching SPKT Prototype, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan bahwa SPKT Prototype ini merupakan ujung tombak Transformasi Operasional Polri sebagai unsur pelayanan terpadu.

     

    “SPKT Prototype ini adalah wujud nyata dari komitmen kami menghadirkan institusi kepolisian yang modern, profesional, dan melayani dengan visinya SIYAN atau Polisi pelayan dan misinya SMILE yaitu Siap Melayani Integritas loyal dan energik,” ungkap AKBP Andi, Rabu (15/10).

     

    SPKT Prototype mengedepankan kenyamanan masyarakat dengan berbagai fasilitas , antara lain petugas informasi yang ramah, Ruang Tunggu ber-AC,akses internet gratis, charger point , ruang untuk ibu menyusui, tempat bermain anak, toilet yang bersih, minuman ringan gratis dan akses televisi untuk hiburan.

     

    “Setiap detail di ruang ini dirancang untuk satu tujuan yaitu kenyamanan, transparansi, kecepatan pelayanan, dan akuntable,” kata AKBP Andi.

     

    Kapolres Batu menambahkan, di SPKT Prototype ini juga menyediakan Survei Kepuasan Masyarakat dalam bentuk digital untuk memastikan keluhan, kritik dan saran masyarakay yang akan selalu didengar untuk ditindaklanjuti.

     

    Berikut ini adalah pelayanan yang bisa didapatkan di SPKT Prototype yaitu :

    1. Laporan atau pengaduan dari masyarakat

    2. Menerbitkan laporan Polisi

    3. Menerbitkan tanda terima laporan polisi atau STTLP

    4. Menerbitkan surat tanda lapor kehilangan atau SKTLK yaitu kehilangan KTP, ijazah, buku nikah, paspor, STNK, atau BPKB, cek giro atau bilyet, sertifikat tanah, dan surat penetapan waris atau ahli waris

    5. Memberikan informasi seputar pelayanan publik polri

     

    Diharapkan Melalui Visi dan misi ini, Polres Batu mampu mewujudkan pelayanan Kepolisian yang humanis, modern, dan dipercaya masyarakat, sejalan dengan semangat transformasi menuju Polri Presisi.

     

    Turut hadir dalam launching SPKT Prototype tersebut Walikota Batu,Nurochman, S.H., M.H.,Wakil Walikota Batu Heli suyanto, S.H., M.H, Ketua DPRD Kota Batu, H.M Didik Subiyanto, S.H, Kajari Kota Batu Dr. Andy sasongko, S.H., M.Hum dan jajaran Forkopimda Kota Batu lainnya serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan tamu undangan yang lain.

     

    Ditemui di sela Kegiatan, Kepala SPKT Polda Jatim AKBP Ninayani df Prathivi, S.E., M.Sc mengatakan bahwa ini adalah terobosan baru dan yang pertama.

     

    ” Layani masyarakat dengan hati untuk membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat menuju Kepolisian yang dicintai masyarakat,” Ujar AKBP Ninayani. (Erman)

  • Haji Karim Siap Lanjutkan Kepemimpinan Golkar Jember

    Haji Karim Siap Lanjutkan Kepemimpinan Golkar Jember

     

    JEMBER, antv7.com – Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Jember, H Karimullah Dahrujiadi atau Ji Karim, memastikan kesiapan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2025. Hal ini disampaikan usai rapat konsolidasi dengan agenda utama persiapan Musda dan HUT Partai Golkar ke-61.

     

    Dalam rapat yang dihadiri seluruh pemilik suara, termasuk 31 Ketua PK, Hasta Karya, AMPG, KPPG, dewan pertimbangan, dan pengurus DPD, Ji Karim mendapat dukungan penuh sebagai calon Ketua DPD Golkar periode 2025-2030. Dukungan ini menjadi modal utama untuk melanjutkan kepemimpinannya.

     

    Ji Karim menegaskan, HUT Golkar ke-61 menjadi momen sakral bagi partai. Seluruh kegiatan akan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis DPP, sekaligus sebagai kesempatan untuk menyapa masyarakat melalui program-program partai.

     

    Selain itu, dukungan yang diperoleh Ji Karim juga akan dikonsultasikan dan dilaporkan ke DPD Partai Golkar Jawa Timur. Menurutnya, dua arus dukungan ini diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan Musda dan memastikan proses berjalan sesuai harapan.

     

    “Dengan dukungan dari pemilik suara, kami optimis Musda akan sukses dan membawa kemakmuran bagi rakyat dan warga Jember,” ujar Ji Karim.

     

    ( syaroni)

  • Pemkab Jember Bahas Strategi Tingkatkan PBB di Sukorambi

    Pemkab Jember Bahas Strategi Tingkatkan PBB di Sukorambi

     

    Jember, antv7.com – Pemerintah Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, terus berupaya mencari solusi untuk meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang saat ini baru mencapai sekitar 18 persen. Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., menjelaskan bahwa rendahnya capaian tersebut disebabkan oleh sejumlah kendala administratif dan teknis di lapangan.

     

    Menurut Musyaffa, salah satu faktor utama adalah keterlambatan distribusi data dan dokumen dari Dinas Pendapatan Daerah (Disbenda), yang bisa mencapai empat bulan. Selain itu, banyak wajib pajak belum melakukan balik nama Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), sehingga menimbulkan kesulitan dalam penagihan. Ia menilai, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada masih terlalu rumit dan memberatkan masyarakat.

     

    Musyaffa juga menyoroti kondisi sosial ekonomi warga yang berbeda-beda antarwilayah. Beberapa daerah mengalami gagal panen yang berdampak pada kemampuan membayar pajak, meski hal itu tidak terlalu signifikan terhadap total penerimaan. Ia berharap ada langkah jemput bola dari Disbenda agar pelayanan lebih cepat dan efisien.

     

    Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Jember Komisi A, Hj. Haryati dari Fraksi Gerindra, menyarankan agar persoalan kepemilikan tanah dan pajak dikoordinasikan secara intensif dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Menurutnya, sertifikat tanah perlu dipecah terlebih dahulu agar kepemilikan menjadi jelas dan memudahkan penarikan pajak.

     

    Pemerintah Kecamatan Sukorambi bersama perangkat desa akan terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik. Musyaffa menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bentuk ikhtiar bersama agar penerimaan PBB di wilayah Sukorambi bisa meningkat signifikan ke depan.

     

    Pewarta: RNI

  • SMPN 1 Ajung Mantapkan Pendidikan Berkarakter dan Berbasis IT

    SMPN 1 Ajung Mantapkan Pendidikan Berkarakter dan Berbasis IT

    Jember, antv7.com — Kepala Sekolah SMPN 1 Ajung Kabupaten Jember, Drs. Sutopo, menegaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya terus berkomitmen menjalankan pembelajaran mendalam sesuai arahan Kementerian Pendidikan. Dana BOS Kinerja yang diterima sekolah dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk peningkatan kompetensi guru. “Hampir 90 persen digunakan untuk pelatihan guru, termasuk tiga guru plus satu tim coding komputer. Semua diarahkan untuk memperkuat penerapan visi dan misi sekolah yang selaras dengan pembentukan karakter,” ungkap Sutopo.

     

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter menjadi fokus utama di SMPN 1 Ajung. Melalui program keagamaan seperti salat duha dan zuhur berjamaah setiap hari, serta kegiatan “Sabtu Bersih” atau Saber Pungli (Sabtu Bersih dan Gotong Royong), seluruh warga sekolah — mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa — ikut terlibat aktif menjaga kebersihan dan menumbuhkan semangat gotong royong. “Kami ingin menanamkan karakter beriman, peduli lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Walaupun sekolah kami sederhana, kami ingin tampil bersih, rapi, dan penuh semangat kebersamaan,” ujarnya.

     

    Dalam penerapan disiplin, Sutopo menekankan pendekatan yang humanis tanpa kekerasan. Setiap siswa yang terlambat tiga kali akan dipanggil bersama orang tua untuk mencari solusi. “Kami tidak menghukum, tetapi membangun komunikasi. Kadang masalahnya bukan di anak, tapi di orang tua. Dengan komunikasi terbuka, solusi bisa ditemukan bersama,” tuturnya.

     

    Selain itu, Sutopo juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam pembelajaran. Sekolah saat ini sedang memperluas jaringan internet ke seluruh kelas dengan sistem akses terbatas menggunakan username dan password agar pemanfaatan ponsel tetap terkendali. “HP boleh digunakan hanya saat pembelajaran sesuai arahan guru. Kalau digunakan tanpa izin, akan disita dan orang tua dipanggil untuk mengambilnya. Kami ingin anak-anak belajar menggunakan teknologi dengan bijak,” jelasnya.

     

    Sutopo menutup dengan apresiasi terhadap dukungan luar biasa dari para orang tua siswa. Komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid berjalan baik melalui pertemuan rutin minimal tiga kali setahun. “Kolaborasi sekolah, guru, siswa, dan orang tua adalah kunci sukses pembentukan karakter dan kualitas pendidikan di SMPN 1 Ajung,” pungkasnya.

     

     

    Pewarta: erman

  • Trust Legal Law Firm dan Perhutani Jember Capai Titik Terang Penyelesaian Kasus Kehutanan

    Trust Legal Law Firm dan Perhutani Jember Capai Titik Terang Penyelesaian Kasus Kehutanan

    Jember, antv7.com – 7 Oktober 2025 – Langkah konstruktif ditempuh oleh Trust Legal Law Firm (Winarsih LBH) yang akrab disapa Bunda Bali, saat bertemu dengan Administratur Perhutani Jember, Pak Munir, di kantor Perhutani setempat. Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Kak Mahfud dan Gus Habaib, yang ikut menyaksikan jalannya dialog hangat seputar penyelesaian kasus kehutanan yang tengah menjadi perhatian publik.

     

    Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan semangat kekeluargaan. Pihak Trust Legal Law Firm menekankan pentingnya membangun sinergi antara lembaga hukum, masyarakat, dan institusi kehutanan untuk mencapai penyelesaian yang adil, berimbang, serta berlandaskan asas kemanusiaan dan transparansi.

     

    “Langkah kami bukan semata soal perkara hukum, tetapi juga upaya membangun keadilan sosial dan menjaga keharmonisan antara masyarakat dan lembaga negara. Semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” ujar Bunda Bali (Winarsih) selaku pimpinan Trust Legal Law Firm. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah kehutanan harus dilakukan dengan kepala dingin, niat baik, dan kepentingan bersama di atas segalanya.

     

    Pertemuan tersebut menghasilkan titik temu awal yang diharapkan menjadi dasar penyelesaian lebih lanjut secara damai dan bermartabat. Inisiatif Trust Legal Law Firm dan Perhutani Jember ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan sebagai contoh dialog hukum yang membangun, terbuka, dan solutif bagi kepentingan masyarakat luas.

     

    Pewarta: erman

  • Bupati Fawait Serahkan Honor Guru Ngaji dan Modin di Kecamatan Semboro

    Bupati Fawait Serahkan Honor Guru Ngaji dan Modin di Kecamatan Semboro

    Jember,antv7.com – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyalurkan honorarium bagi guru ngaji muslim, guru kitab suci non-muslim, dan modin di Kecamatan Semboro, Senin (6/10/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., terhadap peran penting para pendidik agama dalam membina moral dan spiritual generasi muda.

     

    Pembagian honor dilaksanakan serentak di tiga lokasi, yakni Balai Desa Pondok Dalem, Balai Desa Pondok Joyo, dan Balai Desa Rejoagung. Antusiasme para penerima terlihat sejak pagi hari. Di Desa Pondok Joyo tercatat 52 orang menerima honor, sementara tujuh orang berhalangan hadir. Adapun di Desa Rejoagung, sebanyak 36 guru ngaji non-muslim, guru kitab suci, dan modin turut menerima hak mereka.

     

    Masing-masing penerima mendapatkan honorarium sebesar Rp1.500.000. Bagi mereka yang tidak hadir, hak tersebut tetap terjamin dan dapat diambil langsung di Bank Jatim sesuai waktu yang telah ditentukan. Tahun ini, mekanisme penyaluran honor berjalan lebih cepat dan efisien berkat kebijakan baru Bupati Fawait yang menyalurkan dana langsung melalui Bank Jatim.

     

    Camat Semboro Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya kepada Bupati Muhammad Fawait, atas kebijakan yang mempermudah dan menertibkan proses penyaluran honor. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola yang transparan dan berpihak pada masyarakat.

     

    Masyarakat dan para guru ngaji menyambut positif program ini. Mereka berharap perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pendidik agama dapat terus berlanjut, sehingga semakin memotivasi mereka dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi muda agar memiliki akhlak, iman, dan budi pekerti yang luhur.

     

    ( erman)