Penulis: Antv7

  • Tanah 18 Hektar di Lojejer Resmi Bersertifikat Atas Nama Pemdes, Kades Tegaskan Sudah Clear and Clean

    Tanah 18 Hektar di Lojejer Resmi Bersertifikat Atas Nama Pemdes, Kades Tegaskan Sudah Clear and Clean

    JEMBER – Kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Mochamad Sholeh, SH., M.Si., N.L.P menegaskan bahwa tanah seluas 18 hektar yang berada di wilayah Desa Lojejer adalah sah milik Pemerintah Desa (Pemdes) Lojejer. Hal itu disampaikan Sholeh saat ditemui di kantor desa pada Jumat (7/11/2025).

     

    Menurut Sholeh, tanah tersebut sejak puluhan tahun lalu memang sudah menjadi aset desa. Bahkan, sejak tahun 2023, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menerbitkan sertifikat resmi atas nama Pemdes Lojejer. “Tanah tersebut bukan milik pribadi, melainkan milik pemerintah desa. BPN sudah menerbitkan sertifikat resmi sejak tahun lalu,” tegasnya.

     

    Sholeh juga membantah kabar yang menyebut bahwa sertifikat tanah tersebut diterbitkan atas nama dirinya secara pribadi. Untuk membuktikan hal itu, ia menunjukkan dokumen sertifikat yang diterbitkan oleh BPN kepada sejumlah awak media yang tergabung dalam Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember.

     

    Berdasarkan data yang diterima, tanah seluas 185.300 meter persegi tersebut telah memiliki Sertifikat Hak Pakai (SHP) Nomor 2, dengan surat ukur Nomor 05122/Lojejer/2023. Sertifikat tersebut secara sah tercatat atas nama Pemerintah Desa Lojejer.

     

    “Jika masih ada pihak-pihak yang tidak puas atau memiliki keberatan, kami persilakan untuk menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Sholeh. Ia menegaskan bahwa semua proses penerbitan sertifikat telah sesuai dengan regulasi yang ada, mulai dari Peraturan Menteri, Peraturan Bupati hingga Peraturan Desa (Perdes).

     

    Lebih lanjut, Sholeh menyampaikan bahwa seluruh dokumen dan proses administrasi tanah tersebut kini sudah dinyatakan clear and clean. Artinya, tidak ada lagi sengketa atau persoalan hukum yang melekat terhadap lahan tersebut.

     

    Dari informasi yang dihimpun, lahan itu sebelumnya sempat menjadi objek permainan sejumlah oknum sejak era 1980-an. Namun, setelah dilakukan pendataan dan penertiban aset desa secara menyeluruh, kini status kepemilikannya telah jelas dan diakui oleh BPN.

     

    Pada 6 November 2025, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jember melakukan kunjungan lapangan (sidak) ke lokasi tanah tersebut. Turut hadir dalam rombongan itu anggota Komisi A DPRD Jember, yakni Tabroni, Siswono, dan Alfan Yusfi.

     

    Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD, Pemdes Lojejer, pihak Kecamatan Wuluhan, BPN Jember, serta sejumlah pihak terkait beberapa waktu sebelumnya. Dalam kunjungan itu, DPRD memastikan bahwa proses penerbitan SHP telah sesuai dengan ketentuan dan lahan tersebut benar-benar menjadi aset milik Pemerintah Desa Lojejer.

     

    Pewarta: Erman

  • DLH Jember Gandeng CSR Swasta, Galakkan Pengadaan Dropbox Plastik Menuju Zero Waste 2029

    DLH Jember Gandeng CSR Swasta, Galakkan Pengadaan Dropbox Plastik Menuju Zero Waste 2029

    JEMBER – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember terus mengintensifkan langkah menuju target Zero Waste Bebas Sampah 2029 dengan menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu fokus utama program ini adalah pengadaan dan penyebaran dropbox atau tempat sampah terpilah khusus plastik di berbagai titik fasilitas publik.

     

     

    Kepala DLH Jember, Drs. Suprihandoko, MM, menyampaikan bahwa plastik menjadi jenis sampah yang paling mendominasi dan kerap menimbulkan persoalan lingkungan serius, seperti penyumbatan saluran air dan drainase. “Kami mengajak para pengusaha melalui program CSR untuk membantu menyediakan dropbox sampah plastik. Ini langkah konkret mendukung Jember bebas sampah pada 2029,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

     

    Menurutnya, dropbox hasil donasi CSR akan disalurkan ke lokasi-lokasi yang telah mengajukan permintaan, seperti masjid, sekolah, dan musala. Pengelolaan hasil pemilahan sampah selanjutnya akan dilakukan oleh bank sampah terdekat, sehingga tercipta manfaat ekonomi ganda: bank sampah memperoleh pemasukan dari penjualan plastik, sementara pihak pengelola lokasi juga ikut merasakan hasilnya.

     

    Program ini diharapkan mampu menekan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dengan sistem pemilahan yang berjalan baik, hanya sampah residu yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan yang akan dibuang ke TPA, sehingga dapat mengurangi volume sampah dan dampak bau yang sering dikeluhkan warga.

     

    Namun, meski permintaan dari masyarakat cukup tinggi, realisasi donasi dropbox masih minim. Hingga kini, baru satu pengusaha yang menyalurkan bantuan. DLH menegaskan bahwa program ini sepenuhnya berbasis donasi CSR tanpa menggunakan dana APBD, dan setiap penyerahan akan didokumentasikan secara resmi. “Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Suprihandoko.

    Pewarta: Rny

  • Kapolda Jatim Terima Penghargaan Penggerak Pangan, Sukses Ubah Ribuan Hektar Lahan Tidur Menjadi Produktif

    Kapolda Jatim Terima Penghargaan Penggerak Pangan, Sukses Ubah Ribuan Hektar Lahan Tidur Menjadi Produktif

    KOTA MALANG – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si menerima Anugerah Figur Akselerator Kemajuan untuk kategori Penggerak Ketahanan Pangan di panggung detikJatim Awards 2025.

     

    Penghargaan ini diberikan atas perannya dalam menggerakkan jajaran kepolisian di seluruh Jawa Timur untuk ikut serta dalam program penanaman jagung serentak, yang berhasil mengubah ribuan hektare lahan tidur menjadi lahan produktif dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

     

    Seperti diketahui, di bawah arahannya, seluruh Polres dan Polresta di Jawa Timur berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif.

     

    Berdasarkan data hingga kuartal II tahun 2025, program ini berhasil menjangkau 18.956 hektare lahan dengan estimasi hasil panen mencapai 37.993 ton jagung, menjadikan Jawa Timur salah satu provinsi dengan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.

     

    Selain mendorong produktivitas sektor pertanian, inisiatif ini juga membawa efek sosial-ekonomi yang luas.

     

    Di Banyuwangi misalnya, panen jagung dari 433 hektare lahan menghasilkan 1.445,46 ton jagung, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani dan penguatan ekonomi lokal.

     

    Kepemimpinan Irjen Nanang Avianto menunjukkan bahwa peran Polri kini melampaui fungsi keamana, menjadi penggerak solidaritas, kemandirian pangan, dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Program ini menjadi bukti konkret bagaimana keamanan dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan melalui sinergi lintas sektor.

     

    DetikJatim Awards 2025, adalah ajang penghargaan untuk tokoh masyarakat hingga pelaku bisnis dan instansi pemerintah yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Jawa Timur.

     

    Tahun ini, pemberian penghargaan digelar di Grand Mercure Malang Mirama, Kota Malang, pada Rabu 5 November 2025.

     

    Anugerah detikJatim Awards 2025 diberikan kepada individu, komunitas, instansi pemerintahan, kampus, DPRD, BUMD, dan perusahaan swasta.

     

    Seleksi penerima dilakukan melalui tahapan khusus oleh dewan redaksi detikcom dan detikJatim, dengan memperhatikan kriteria inovasi, kreativitas, inspiratif, dampak bagi masyarakat, dan keaktifan di bidang masing-masing.

    ( Redaksi )

  • Polresta Malang Kota Kembali Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Terbaik Triwulan III 2025 KPPN Malang

    Polresta Malang Kota Kembali Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Terbaik Triwulan III 2025 KPPN Malang

    KOTA MALANG – Prestasi kembali ditorehkan oleh Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur dalam pengelolaan keuangan negara.

     

    Piagam penghargaan diserahkan saat Penganugerahan Satker Berkinerja Terbaik Triwulan III Tahun 2025 digelar Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang di Aula RCE Center Gedung Cagar Budaya Jl Merdeka Selatan Kota Malang, Rabu (5/11).

     

    Acara ini menjadi ajang apresiasi terhadap satuan kerja yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam penyerapan anggaran, pelaporan keuangan, dan implementasi layanan digital di triwulan ketiga tahun anggaran 2025.

     

    Penghargaan diterima langsung oleh Wakapolresta Malang Kota, AKBP Oskar Syamsuddin ST, MT mewakili Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono SH, SIK, MSi.

     

    AKBP Oskar mengatakan penghargaan yang diraih hasil kerja kolektif seluruh jajaran Polresta Malang Kota dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang efisien, transparan dan tepat sasaran.

     

    “Kami bersyukur atas apresiasi yang diberikan KPPN Malang. Selain Capaian prestasi institusi, juga bukti dari budaya kerja profesional dan akuntabel yang terus kami tanamkan,” ungkapnya.

     

    AKBP Oskar memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk mendukung pelayanan publik, operasional kepolisian dan peningkatan keamanan masyarakat.

     

    AKBP Oskar juga memaparkan beberapa langkah Polresta Malang Kota Polda Jatim sehingga mampu meraih penghargaan tersebut di antaranya penerapan monitoring real-time terhadap serapan anggaran.

     

    Selain itu juga penguatan fungsi pengawasan internal dan optimalisasi sistem pelaporan keuangan berbasis digital sesuai kebijakan nasional.

     

    “Kami berharap capaian ini menjadi motivasi, kedepannya kami akan terus berinovasi dalam kinerja dan tata kelola keuangan, menjaga sinergi dengan seluruh stakeholder dan memperkuat akuntabilitas dalam pelayanan publik,” ujarnya.

     

    Menurut AKBP Oskar, keberhasilan ini juga sejalan dengan arahan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono yang menekankan pentingnya Akuntabilitas dan transparan dalam setiap pelaksanaan program kerja.

     

    Selain itu, Kapolresta Malang Kota juga selalu menekankan dalam pengelolaan anggaran negara harus profesional.

     

    Diketahui Polresta Malang Kota Polda Jatim berhasil meraih penghargaan penyerapan anggaran terbaik ke-2 dikategori satuan kerja (Satker) dengan pagu anggaran Rp70 miliar hingga Rp150 miliar.

     

    Sedangkan untuk Posisi pertama diraih Polres Malang Polda Jatim, sementara Polres Pasuruan Polda Jatim menempati posisi ketiga.

     

    Penganugerahan Satker Berkinerja Terbaik Triwulan III Tahun 2025 dihadiri sekitar 50 perwakilan Satker mitra kerja KPPN Malang dari berbagai instansi di wilayah Malang Raya dan Pasuruan.

     

    Sementara itu Kepala KPPN Malang, Muhammad Rusnan, menyampaikan rasa syukur atas capaian positif yang diraih bersama seluruh mitra kerja. Ia menekankan pentingnya sinergi dan disiplin dalam menjaga kualitas pelaksanaan anggaran.

     

    “Berbagai indikator kinerja pelaksanaan anggaran menunjukkan tren yang semakin baik berkat kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh satuan kerja mitra,” ujar Muhammad Rusnan.

     

    Ia juga menegaskan bahwa KPPN Malang terus berkomitmen memperkuat perannya sebagai Treasury and Financial Service Office yang profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan prima, dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang efisien

     

    “Kami melakukan evaluasi rutin setiap bulan untuk memastikan anggaran terserap dengan tepat waktu dan tepat guna, Kolaborasi dengan lintas satuan fungsi agar tidak ada hambatan dalam pelaksanaan kegiatan operasional maupun pelayanan masyarakat,”pungkasnya.

     

    ( Redaksi)

  • Kapoda Jatim Bersama Gubernur Tinjau Kesiapan Alat Mitigasi Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem*

    Kapoda Jatim Bersama Gubernur Tinjau Kesiapan Alat Mitigasi Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem*

    SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau secara langsung kesiapan peralatan Search and Rescue (SAR) yang dimiliki oleh jajaran Polda Jatim, meliputi Korps Brimob, Direktorat Polairud, dan Dit Sabhara.

     

    Kegiatan peninjauan dilaksanakan usai apel siaga bencana secara serentak di seluruh Polres/ta/tabes jajaran Polda Jawa Timur, Rabu (5/11/2025).

     

    Apel tersebut sebagai bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Timur, seiring meningkatnya intensitas curah hujan.

     

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jatim melihat satu per satu peralatan yang dimiliki, mulai dari perahu karet, kendaraan taktis penyelamatan, peralatan penyelam, alat evakuasi banjir, drone pemantau hingga perlengkapan pertolongan medis lapangan.

     

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh perangkat dalam kondisi siap pakai dan dapat digerakkan kapan pun saat terjadi bencana.

     

    Kapolda Jatim menegaskan bahwa kesiapan seluruh unsur SAR menjadi prioritas utama mengingat Jawa Timur termasuk wilayah dengan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

     

    “Kami memastikan bahwa seluruh peralatan dan personel dalam kondisi siap bergerak kapan saja,” tegas Irjen Pol Nanang.

     

    Menurut Kapolda Jatim, kesiapsiagaan ini bukan hanya soal peralatan, tetapi juga kemampuan personel untuk merespons cepat di lapangan.

     

    “Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menjadi kunci penanganan bencana yang efektif,”ujar Irjen Pol Nanang.

     

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polda Jatim dan jajaran dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah.

     

    Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergitas lintas instansi untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.

     

    “Diharapkan koordinasi dan respons penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat, tepat, dan terukur, sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat Jawa Timur tetap terjaga,” ujar Gubernur Khofifah.

     

    (Redaksi)

  • Mobil Dinas Pemkab Jember Diduga Tolak Bantu Korban Kecelakaan di Rowotamtu, Warga Kecewa

    Mobil Dinas Pemkab Jember Diduga Tolak Bantu Korban Kecelakaan di Rowotamtu, Warga Kecewa

    Jember – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, pada Senin (3/11) siang. Dua pengendara sepeda motor dilaporkan terlibat dalam insiden tersebut, dengan salah satu korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga mengeluarkan banyak darah. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung berusaha memberikan pertolongan pertama agar korban dapat segera mendapatkan perawatan medis.

     

    Menurut keterangan warga, beberapa orang sempat menghubungi pihak Rumah Sakit Balung untuk meminta pengiriman ambulans. Namun, hingga beberapa menit berlalu, ambulans yang ditunggu tak kunjung tiba di lokasi. Melihat kondisi korban yang semakin kritis, warga kemudian mencoba menghentikan beberapa mobil yang melintas agar bersedia membantu membawa korban ke rumah sakit terdekat.

     

    Sayangnya, upaya tersebut tidak mendapat respon positif. Beberapa pengendara mobil memilih untuk melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan permintaan bantuan warga. Dalam situasi yang semakin mendesak, dua mobil berpelat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kebetulan melintas di jalan yang sama. Warga pun bergegas menghampiri dan memohon agar kendaraan dinas itu bersedia membawa korban yang tengah sekarat ke rumah sakit.

     

    Namun, harapan warga pupus ketika kedua mobil dinas tersebut dikabarkan menolak memberikan bantuan. Sejumlah saksi mata menyebutkan, pengemudi mobil dinas itu hanya melambat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan tanpa menurunkan penumpang atau menawarkan pertolongan. Sikap ini membuat warga yang berada di lokasi merasa kecewa dan marah, karena dalam kondisi darurat seperti itu, setiap bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi nyawa korban.

     

    Korban diketahui merupakan warga Desa Jambe Arum, Kecamatan Puger, Jember. Setelah berusaha keras, warga akhirnya berhasil membawa korban ke Rumah Sakit Balung menggunakan kendaraan pribadi milik salah satu warga yang melintas. Meski terlambat, tindakan cepat dari masyarakat di sekitar lokasi menjadi penyelamat bagi korban yang mengalami luka berat tersebut.

     

    Warga berharap kejadian memilukan ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, khususnya Pemkab Jember. Mereka menilai, kendaraan dinas semestinya tidak hanya digunakan untuk keperluan kedinasan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan dalam kondisi darurat. Selain itu, masyarakat meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem respons darurat, agar pelayanan ambulans maupun penanganan pertama bagi korban kecelakaan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat di masa mendatang.

     

    ( Redaksi)

  • Komunitas Perseban Gumuk Bago Jember Gelar Syukuran, Pererat Silaturahmi Sesama Pengusaha Ban

    Komunitas Perseban Gumuk Bago Jember Gelar Syukuran, Pererat Silaturahmi Sesama Pengusaha Ban

    Jember, antv7.com – Komunitas Perseban (Persatuan Pengusaha Ban) Gumuk Bago, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember menggelar acara syukuran sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan komunitas yang telah eksis selama kurang lebih 10 tahun. Kegiatan ini digelar di kediaman Bapak Adit dan dihadiri oleh seluruh anggota komunitas yang sehari-hari bergerak di bidang usaha ban.

     

    Ketua Komunitas Perseban, Bapak Markuat, menyampaikan bahwa terbentuknya komunitas ini berawal dari keinginan untuk mempererat hubungan dan kekompakan antar pelaku usaha ban yang tersebar di berbagai desa. “Tujuan utama kami bukan hanya sekadar kumpul, tapi membangun rasa kekeluargaan, saling mendukung, dan menjauhkan diri dari rasa iri atau persaingan tidak sehat,” ujarnya di sela-sela acara.

     

    Selama pandemi, komunitas ini tetap menjaga semangat kebersamaan dengan rutin mengadakan pertemuan setiap dua minggu sekali di berbagai tempat secara bergantian. Selain menjadi ajang berbagi informasi seputar usaha ban, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas antaranggota.

     

    Tradisi arisan dua mingguan yang dijalankan komunitas ini menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk menjaga kedekatan antar anggota. Mereka tidak hanya membahas urusan bisnis, tetapi juga saling memberi semangat dan dukungan dalam menjalani profesi masing-masing.

     

    Dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang tinggi, Komunitas Perseban Gumuk Bago diharapkan terus menjadi contoh positif bagi pelaku usaha lainnya di Jember. Persaingan sehat, saling menghormati, dan solidaritas menjadi kunci keberlangsungan komunitas yang telah tumbuh kuat selama satu dekade ini.

     

    Pewarta: laili black

  • SMPN 1 Wuluhan Peringati Hari Sumpah Pemuda dengan Upacara Adat dan Apresiasi 9 Siswa Berprestasi Tingkat Provinsi

    SMPN 1 Wuluhan Peringati Hari Sumpah Pemuda dengan Upacara Adat dan Apresiasi 9 Siswa Berprestasi Tingkat Provinsi

    Jember, antv7.com — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, SMP Negeri 1 Wuluhan, Kabupaten Jember, menggelar upacara dengan nuansa istimewa. Seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi momen bagi sekolah untuk memberikan apresiasi kepada sembilan siswa yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

     

    Kepala SMPN 1 Wuluhan, Agus Yudiarto, S.Pd., M.Si., menjelaskan kepada awak media bahwa acara ini tidak hanya bertujuan memperingati semangat Sumpah Pemuda, tetapi juga menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan siswa. “Pemuda zaman dulu berjuang mempersatukan bangsa untuk meraih kemerdekaan. Nah, tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan itu dengan prestasi,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa tahun ini, siswa SMPN 1 Wuluhan berhasil meraih sembilan kejuaraan, di antaranya lomba Sains IPA dan Karate tingkat provinsi.

     

    Agus juga menuturkan bahwa keberhasilan para siswa tidak terlepas dari kerja sama antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Melalui berbagai program pembinaan, sekolah berupaya menyalurkan potensi peserta didik sesuai minat dan bakat mereka. “Kami punya wadah seperti Komunitas Matematika Sains Terpadu untuk bidang akademik, dan Gelora atau Gemar Lomba Olahraga untuk bidang non-akademik. Semua itu disinergikan dengan dukungan orang tua,” jelasnya.

     

    Kolaborasi antara sekolah dan wali murid menjadi kunci keberhasilan dalam mencetak siswa berprestasi. Para orang tua turut berperan aktif dalam mendukung anak-anak, mulai dari pembiayaan transportasi hingga partisipasi dalam berbagai kegiatan lomba. “Hubungan antara sekolah dan wali murid di SMPN 1 Wuluhan sangat solid. Ini yang membuat atmosfer belajar dan berkompetisi semakin hidup,” tambah Agus.

     

    Menutup penjelasannya, Agus Yudiarto berpesan kepada generasi muda agar selalu memiliki pola pikir positif dan semangat pantang menyerah. “Yang penting adalah growth mindset — pola pikir bertumbuh. Jangan pernah merasa tidak bisa juara, karena setiap tantangan adalah peluang untuk berkembang,” ujarnya. Dengan semangat Sumpah Pemuda, SMPN 1 Wuluhan terus berkomitmen mencetak generasi berprestasi yang siap membangun Indonesia dengan karya dan semangat juang yang tinggi.

     

     

    ( Redaksi)

  • Presiden Prabowo Tegaskan Ingin Lanjutkan Proyek Jet Tempur KF-21 dengan Korsel

    Presiden Prabowo Tegaskan Ingin Lanjutkan Proyek Jet Tempur KF-21 dengan Korsel

    ANTV7.COM — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk melanjutkan proyek jet tempur KF-21 bekerja sama dengan Korea Selatan. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di sela‐sela KTT APEC 2025 di Gyeongju, Sabtu (1/11/2025).

     

    Menurut Prabowo, pembahasan proyek KF-21 masih berjalan meskipun dipengaruhi berbagai faktor seperti ekonomi, harga, dan skema pembiayaan. Dia menyebut bahwa negosiasi akan terus dilanjutkan oleh tim teknis dan para menteri terkait.

     

    Lebih lanjut, Presiden Lee menyampaikan harapannya agar kerja sama pertahanan ini dapat membawa manfaat lebih besar bagi kedua negara. Ia juga menyebut bahwa hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Korea Selatan perlu ditingkatkan ke level yang lebih strategis.

     

    Pada latar belakangnya, proyek jet tempur KF-21 Boramae adalah hasil kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan pesawat tempur generasi mendatang. Sebelumnya, terdapat kendala terkait pembayaran “cost share” oleh Indonesia sebagai bagian dari kerja sama tersebut.

     

    Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Korea akan terus dilakukan, termasuk melalui pembahasan teknis dan finansial. Ia menunjuk menteri dan tim teknis untuk menjaga kesinambungan negosiasi agar kerja sama pertahanan ini dapat tetap berjalan ke depan.

    ( Redaksi)

  • Projo Ganti Logo, Tak Lagi Tampilkan Wajah Jokowi: Budi Arie Sebut Sebagai Bentuk Transformasi

    Projo Ganti Logo, Tak Lagi Tampilkan Wajah Jokowi: Budi Arie Sebut Sebagai Bentuk Transformasi

    JAKARTA – Ketua Umum DPP Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengubah logo organisasi dengan desain baru yang tidak lagi menampilkan wajah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Perubahan tersebut disampaikan dalam Kongres ke-3 Projo yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/11/2025).

     

    Budi Arie menjelaskan, keputusan mengganti logo ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari proses transformasi Projo untuk menjadi organisasi yang lebih luas dan berorientasi pada masa depan. “Tadi pagi saya masih komunikasi dengan Bapak Jokowi,” ujar Budi Arie saat memberikan keterangan dalam kongres tersebut.

     

    Logo baru Projo kini tampil dengan dominasi warna hitam dan merah, tanpa siluet wajah Jokowi yang sebelumnya menjadi ciri khas utama. Desain terbaru menonjolkan bentuk lingkaran putih dengan tulisan “Projo” di bawahnya, menandakan arah baru organisasi relawan ini.

     

    Budi Arie menegaskan, meski wajah Jokowi tak lagi menjadi bagian dari logo, semangat dan nilai-nilai perjuangan yang diusung sejak awal tetap akan menjadi roh gerakan Projo. “Transformasi ini bukan berarti kami meninggalkan Jokowi, tetapi menyiapkan Projo menghadapi tantangan baru,” ujarnya.

     

    Langkah perubahan logo ini dianggap sebagai simbol bahwa Projo mulai beradaptasi dengan dinamika politik nasional setelah masa kepemimpinan Jokowi. Organisasi relawan ini diharapkan tetap solid dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa, dengan semangat kolaboratif yang tetap berpijak pada nilai-nilai kerakyatan.

     

    ( Redaksi)