Kategori: Uncategorized

  • Kunjungan Wisata Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Berjalan Lewat KRYD

    Kunjungan Wisata Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Berjalan Lewat KRYD

    KOTA BATU – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memastikan pengamanan aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun Operasi Ketupat Semeru 2026 telah berakhir, seiring masih tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran.

     

    Hal tersebut disampaikan saat Kapolda Jatim meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Batu, Sabtu (28/3/2026).

     

    “Pasca Operasi Ketupat Semeru, masih terdapat aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, baik arus balik maupun wisata. Oleh karena itu, pengamanan tetap kami lanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD),” ujar Irjen Nanang.

     

    Berdasarkan data Polda Jatim, sektor pariwisata mengalami peningkatan signifikan dengan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 31 persen. Sementara itu, arus mudik dan balik tercatat meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode sebelumnya.

     

    “Hal ini menunjukkan aktivitas masyarakat berjalan dengan baik, dan kami berharap kondisi ini tetap aman dan terkendali,” tambahnya.

     

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jatim bersama pejabat utama Polda Jatim, Kapolres Batu, serta instansi terkait meninjau tiga destinasi wisata unggulan, yakni Jatim Park 2, Museum Angkut, dan Jatim Park 3.

     

    Ketiga lokasi tersebut menjadi titik konsentrasi wisatawan selama libur Lebaran, sehingga pengamanan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pengawasan area wisata, serta koordinasi dengan pengelola dan instansi terkait.

     

    Kapolda Jatim menegaskan seluruh personel tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat.

     

    “Kami pastikan seluruh personel tetap siap memberikan pelayanan dan pengamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar,” tegasnya.

     

    Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga situasi kamtibmas melalui sinergi dan kerja sama yang baik.

     

    “Dengan kolaborasi semua pihak, kita harapkan situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. ( erman)

  • Sempat Sesumbar Kebal Hukum, Penipu Berkedok Pinjaman di Bondowoso Akhirnya Diciduk!

    Sempat Sesumbar Kebal Hukum, Penipu Berkedok Pinjaman di Bondowoso Akhirnya Diciduk!

    Bondowoso – Seorang pria berinisial SU yang diduga telah lama menjalankan aksi penipuan di wilayah Desa Sumbersalam akhirnya berhasil diamankan oleh tim Resmob Polres Bondowoso setelah buron selama beberapa waktu.

     

    Menurut keterangan sejumlah warga sekitar, SU dikenal cukup lihai dalam meminjam uang kepada teman maupun tetangganya. Modus yang digunakan beragam, mulai dari alasan kebutuhan usaha hingga keperluan mendesak. Namun, uang yang dipinjam tersebut kerap tidak pernah dikembalikan dengan berbagai dalih.

     

    Salah satu korban berinisial W mengaku mengalami kerugian cukup besar setelah meminjamkan uang kepada SU. Transaksi dilakukan secara tunai dan transfer melalui rekening bank, dengan total mencapai sekitar Rp50 juta. Nilai tersebut terdiri dari uang tunai sekitar Rp30 juta, emas 24 karat seberat 6 gram, serta jaminan BPKB sepeda motor jenis Vario.

     

    “Awalnya lancar, tapi saat jatuh tempo selalu berbelit-belit, janji terus tanpa kepastian,” ungkap W.

     

    W juga mengaku telah beberapa kali melakukan penagihan, baik secara lisan maupun tertulis. Namun, respons SU justru menantang untuk dilaporkan ke pihak berwajib. “Dia bilang silakan laporkan, dia tidak akan dipenjara,” tambahnya.

     

    Merasa dirugikan, W akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setempat. Setelah melalui proses penyelidikan selama beberapa bulan, polisi menetapkan SU sebagai tersangka.

     

    Proses penangkapan sempat mengalami kendala lantaran SU diketahui bersembunyi di salah satu rumah warga di sekitar tempat tinggalnya. Tim Resmob harus melakukan pengejaran selama kurang lebih dua minggu sebelum akhirnya berhasil menangkap SU.

     

    Penangkapan dilakukan pada malam hari sekitar pukul 00.30 WIB, tepatnya pada 11 Maret, yang bertepatan dengan bulan Ramadan, oleh tim gabungan Resmob Polres Bondowoso.

     

    Atas penangkapan tersebut, korban berharap ada efek jera. “Biar dia jera, bagaimanapun juga uang saya harus kembali. Dia salah tapi masih pakai pengacara, kok tidak tahu malu,” ujar W saat diwawancarai.

     

    Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan serta pasal terbaru dalam KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun. Selain itu, tersangka juga diwajibkan untuk mengembalikan kerugian yang dialami para korban, yang nominalnya akan diungkap lebih rinci dalam persidangan mendatang.

     

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi pinjam-meminjam, terutama jika tidak disertai dengan perjanjian hukum yang jelas.

    ( tim)

  • Semangat Baru Pasca Idul Fitri, LOP Mini AFC Palembang Sukses Gaet Antusiasme Peserta Baru

    Semangat Baru Pasca Idul Fitri, LOP Mini AFC Palembang Sukses Gaet Antusiasme Peserta Baru

    Palembang — Semangat pasca Idul Fitri dimanfaatkan dengan penuh energi oleh komunitas Asyama Family Club (AFC) melalui penyelenggaraan LOP Mini di Palembang. Meski digelar dalam skala terbatas dengan sekitar 25 peserta, acara ini justru mencatatkan keberhasilan tersendiri berkat tingginya partisipasi anggota baru yang mencapai hampir 90 persen dari total kehadiran.

     

    Bertempat di Hotel Clasie Palembang, kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Acara dipandu dengan baik oleh Resni dari Jambi, sementara Marlian Supriadi selaku tim inti AFC Palembang turut mengambil peran penting dalam membawakan jalannya kegiatan.

     

    Paparan materi yang disampaikan berhasil memberikan wawasan dan informasi berharga bagi para peserta, khususnya mereka yang baru pertama kali mengenal AFC. Banyak di antara peserta mengaku mendapatkan perspektif baru yang membuka peluang dalam pengembangan bisnis dan jaringan.

     

    “Walaupun pesertanya tidak terlalu banyak, kualitas interaksi dan penerimaan materi sangat baik. Ini jadi modal penting untuk pengembangan kegiatan selanjutnya,” ungkap Luigi dalam keterangannya.

     

    Melihat respons positif tersebut, AFC berencana melanjutkan rangkaian kegiatan serupa pada bulan depan di Palembang. Tak hanya itu, ekspansi kegiatan juga akan diperluas ke berbagai kota di Sumatera bagian selatan, dimulai dari Bandar Jaya (Lampung Tengah), Bandar Lampung, hingga Gading Serpong di Jakarta.

     

    Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat AFC bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, hingga Bangka Belitung.

     

    Dengan semangat konsistensi dan misi berbagi peluang, AFC optimistis dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif. Komunitas ini bahkan mengklaim telah membantu mencetak puluhan ribu miliarder di Indonesia, menjadikannya salah satu gerakan bisnis yang terus bergerak aktif dalam membangun jejaring dan edukasi.

     

    Ke depan, AFC berharap setiap kegiatan yang digelar tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian finansial.

    ( erman)

  • Polres Lumajang Bersama Forkopimda Sidak SPPBE, Cegah Kelangkaan Elpiji 3 Kg

    Polres Lumajang Bersama Forkopimda Sidak SPPBE, Cegah Kelangkaan Elpiji 3 Kg

    LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jatim bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), Senin (23/3/2026).

     

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Kabag Log Polres Lumajang, Kompol Eko Basuki.

     

    Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni SPPBE di Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, dan SPPBE di kawasan Jalan Lintas Timur (JLT), Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang.

     

    Langkah ini diambil sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh elpiji 3 kilogram atau gas melon selama momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

     

    Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ketersediaan elpiji 3 kg di wilayah Lumajang dalam kondisi aman, bahkan mengalami penambahan pasokan dari pemerintah pusat.

     

    “Pasokan elpiji 3 kilogram itu sebenarnya normal, bahkan dilebihi dari pusat. Saya sudah cek langsung bersama Polres Lumajang dan Hiswana Migas, pasokan aman,” ujar Bunda Indah (sapaan akrab bupati Lumajang).

     

    Menurutnya, kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan yang signifikan menjelang Lebaran.

     

    “Banyak warga membeli elpiji dalam jumlah lebih banyak dari biasanya karena kekhawatiran tidak mendapatkan pasokan saat hari libur,” ujarnya.

     

    Menurut Bupati, warga yang biasanya beli satu tabung, jadi beli empat sampai lima tabung, karena takut pengecer tutup atau tidak sempat beli saat hari raya.

     

    “Ini yang menyebabkan warga lain yang hanya punya satu tabung jadi kesulitan,” jelasnya.

     

    Untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan permainan harga di tingkat pengecer, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Lumajang Polda Jatim akan meningkatkan pengawasan hingga ke lapisan bawah.

     

    “Pak Kapolres sudah memerintahkan seluruh jajaran Polsek untuk melakukan pengecekan ke pengecer. Tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh menaikkan harga,” tegas Bupati.

     

    Sementara itu, Kabag Log Polres Lumajang, Kompol Eko Basuki, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

     

    Ia memastikan bahwa distribusi elpiji di Lumajang berjalan lancar setiap hari dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat.

     

    “Hari ini saja sudah diberangkatkan sekitar 17 ribu tabung, sebelumnya 12 ribu tabung. Rata-rata distribusi harian mencapai 39 ribu hingga 40 ribu tabung. Jadi kami pastikan aman,” ungkap Kompol Eko.

     

    Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan distribusi elpiji guna memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan.

     

    “Kami akan lakukan monitoring secara intensif, baik di tingkat agen maupun pengecer, agar distribusi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” pungkasnya.

    ( erman)

  • Jember Batasi Kendaraan Berat Selama Arus Mudik Lebaran 2026

    Jember Batasi Kendaraan Berat Selama Arus Mudik Lebaran 2026

    ANTV7 – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah pembatasan operasional kendaraan angkutan barang.

     

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengatakan pembatasan tersebut akan berlaku mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih, termasuk truk gandengan dan tempelan, dilarang melintas selama periode tersebut.

     

    “Pengecualian diberikan untuk angkutan bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan bahan bakar gas (BBG),” kata Gatot, Selasa, 24 Maret 2026.

     

    Menurut dia, kendaraan pengangkut material seperti bahan bangunan dan hasil tambang juga masuk dalam kategori yang dibatasi operasinya. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur utama mudik.

     

    Selain pembatasan kendaraan, Dinas Perhubungan menyiapkan sekitar 40 personel untuk ditempatkan di sejumlah titik strategis. Pengamanan dilakukan melalui posko gabungan bersama Satuan Lalu Lintas Kepolisian dan instansi terkait.

     

    Beberapa titik pemantauan di antaranya berada di wilayah Sumberbaru dan Garahan. Posko tersebut juga melibatkan Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

     

    Di sisi lain, pemerintah daerah juga mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan. Perbaikan difokuskan pada Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

     

    Gatot menyebut perbaikan tersebut dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kondisi penerangan jalan yang belum optimal. “Penerangan yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menekan angka kecelakaan,” ujarnya.

     

    Ia menambahkan, pemetaan jalur rawan kecelakaan terus dilakukan bersama Satuan Lalu Lintas Polres Jember. Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.

    ( erman)

  • Jelang Idulfitri, Pemkab Jember Tuntaskan Penyaluran Berbagai Insentif

    Jelang Idulfitri, Pemkab Jember Tuntaskan Penyaluran Berbagai Insentif

    JEMBER – Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Jember memastikan seluruh penyaluran insentif bagi aparatur dan masyarakat hampir rampung. Langkah ini dilakukan guna menjaga daya beli sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut hari raya.

     

    Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa percepatan penyaluran hak keuangan ini menjadi prioritas pemerintah daerah. Hal tersebut mencakup pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta gaji bagi ASN, PNS, hingga PPPK, termasuk pegawai paruh waktu yang telah direalisasikan sebelum Lebaran.

     

    Selain itu, Pemkab juga mencatat realisasi insentif bagi guru ngaji telah mencapai 99 persen. Tak hanya itu, pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) turut dipercepat sebagai bentuk perhatian terhadap tenaga pendidik.

     

    Di sektor pelayanan masyarakat, honor kader posyandu juga telah dicairkan lebih awal dari jadwal. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

     

    Menurut Gus Fawait, peningkatan perputaran uang menjelang Lebaran merupakan hal yang wajar dan justru menjadi indikator bergeraknya ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Jember tetap aman dan terkendali.

     

    “Inflasi yang terjadi masih dalam batas wajar, selama berada di bawah pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

     

    Pemkab Jember optimistis berbagai langkah percepatan ini mampu memberikan dampak positif, baik bagi stabilitas ekonomi maupun kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idulfitri tahun ini.

    ( erman)

  • Posko Mudik PDI Perjuangan Jember Jadi Titik Istirahat Pemudik Lebaran

    Posko Mudik PDI Perjuangan Jember Jadi Titik Istirahat Pemudik Lebaran

    Jember — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember membuka posko mudik Lebaran 2026 di Jalan Brawijaya 32, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Posko ini mulai beroperasi sejak H-7 hingga H+5 Lebaran dan ditujukan untuk melayani para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.

     

    Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Edi Cahyo Purnomo, mengatakan lokasi posko dipilih karena berada di jalur strategis yang menjadi penghubung antar kabupaten/kota di Jawa Timur. Ia memperkirakan posko tersebut akan menjadi salah satu titik singgah bagi pemudik yang membutuhkan tempat istirahat.

     

    Menurut dia, fasilitas yang disediakan meliputi area parkir yang cukup luas, tempat istirahat, serta layanan konsumsi. “Kami menyiapkan posko ini agar pemudik dapat beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Edi.

     

    DPC juga menugaskan kader partai, termasuk unsur badan dan satuan tugas, untuk berjaga secara bergiliran selama 24 jam. Mereka bertugas membantu kebutuhan pemudik, mulai dari penyediaan makanan ringan hingga minuman seperti kopi dan teh.

     

    Selain itu, posko tersebut menyediakan layanan kesehatan dasar. Ambulans dan obat-obatan disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami pemudik selama perjalanan.

     

    Posko mudik ini merupakan bagian dari program gotong royong PDI Perjuangan yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Jawa Timur. DPC Jember menjadi salah satu titik yang diproyeksikan melayani arus pemudik dalam jumlah besar karena letaknya yang berada di jalur lintasan utama.

    ( erman)

  • Safari Ramadan di Ledokombo, Bupati Jember Gelar Pasar Murah dan Layanan Gratis

    Safari Ramadan di Ledokombo, Bupati Jember Gelar Pasar Murah dan Layanan Gratis

    Jember — Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar Safari Ramadan 1446 Hijriah yang dirangkaikan dengan program “Bupati Sapa Ramadan” di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Selasa, 17 Maret 2026.

     

    Kegiatan yang dipusatkan di halaman pendapa desa itu diisi dengan pasar murah khusus Ramadan yang menyasar kader serta RT/RW se-Kecamatan Ledokombo. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

     

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat, terutama selama Ramadan.

     

    “Melalui Safari Ramadan ini, kami ingin membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Fawait dalam sambutannya.

     

    Ia menambahkan, pasar murah dan layanan kesehatan gratis diharapkan dapat membantu warga menghadapi meningkatnya kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

     

    Menurut Fawait, pemerintah daerah juga terus menjalankan program di bidang pendidikan, termasuk pemberian beasiswa dan sekolah gratis. Ia menilai generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

     

    “Mahasiswa adalah aset bangsa yang sangat berharga. Di pundak mereka masa depan daerah dan negara,” ujarnya.

     

    Kepala Desa Suren, Muhammad Tahe, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 warga. Ia mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah yang dinilai membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

     

    “Semoga kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan,” kata Tahe.

     

    Pewarta: erman

  • Mudik Tanpa Cemas! Polres Jember Siapkan Layanan Titip Kendaraan Gratis di Seluruh Polsek

    Mudik Tanpa Cemas! Polres Jember Siapkan Layanan Titip Kendaraan Gratis di Seluruh Polsek

    JEMBER – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Jember yang berencana pulang kampung pada Lebaran 2026. Guna meminimalisir risiko pencurian kendaraan bermotor saat rumah ditinggal kosong, Polres Jember resmi meluncurkan program “Mudik Aman, Pikiran dan Hati Tenang”.

     

    Layanan ini memungkinkan masy

    arakat menitipkan kendaraan roda dua maupun roda empat di Mapolres Jember atau kantor Polsek terdekat di wilayah masing-masing tanpa dipungut biaya sepeser pun.

     

    Kapolres Jember menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Kami ingin warga Jember bisa menikmati momen Lebaran bersama keluarga di kampung halaman tanpa perlu merasa was-was akan keamanan kendaraan yang ditinggalkan di rumah,” ungkapnya.

     

    Fasilitas penitipan ini akan berada di bawah pengawasan ketat petugas kepolisian selama 24 jam penuh selama masa libur Lebaran.

    Persyaratan yang Perlu Disiapkan:

    Bagi warga yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, cukup membawa dokumen pendukung sebagai berikut:

     

    Fotokopi KTP pemilik kendaraan.

    Fotokopi STNK yang masih berlaku.

    Fotokopi BPKB.

    Surat Keterangan Leasing (khusus bagi kendaraan yang statusnya masih dalam masa kredit).

     

    Mengingat kapasitas parkir di setiap kantor polisi berbeda-beda, masyarakat disarankan untuk segera berkoordinasi dengan petugas di Polsek jajaran sebelum jadwal keberangkatan mudik.

     

    Dengan adanya layanan ini, diharapkan angka tindak kriminalitas curanmor selama musim mudik dapat ditekan, sekaligus menciptakan suasana hari raya yang lebih kondusif dan aman bagi seluruh masyarakat Jember.

     

    (Laili Black)

  • Widarto Soroti Suspensi Layanan Makan Bergizi Gratis hingga Ancaman Banjir Saat Reses DPRD Jember

    Widarto Soroti Suspensi Layanan Makan Bergizi Gratis hingga Ancaman Banjir Saat Reses DPRD Jember

    ANTV7 – JEMBER

    Memasuki masa Reses I Tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Widarto, menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait implementasi program nasional hingga penanganan persoalan lingkungan di Kabupaten Jember.

     

    Dalam laporan resesnya, Widarto menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menghadapi kendala di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 18 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember tengah disuspensi atau ditutup sementara.

     

    Penutupan tersebut dilakukan karena unit-unit tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang menjadi syarat penting dalam penyelenggaraan layanan makanan bagi masyarakat.

     

    “Kami tidak main-main dengan urusan perut rakyat. Kritik kami terhadap operasional MBG adalah upaya menjaga marwah Presiden. Jangan sampai niat mulia ini gagal di lapangan hanya karena standar sanitasi yang buruk,” ujar Widarto.

     

    Ia juga menegaskan agar tidak ada bentuk intimidasi terhadap warga yang menyampaikan laporan atau kritik terkait pelaksanaan program tersebut.

     

    Selain isu layanan gizi, Widarto juga menyoroti penanganan banjir di Jember yang dinilainya masih bersifat reaktif. Menurutnya, kerusakan kawasan hulu seperti di wilayah Jelbuk, Arjasa, Klungkung hingga Silo menjadi salah satu faktor utama yang memicu banjir di daerah hilir.

     

    Beberapa wilayah yang kerap terdampak banjir antara lain Rambipuji, Balung dan Puger.

     

    Widarto mendorong Pemerintah Kabupaten Jember segera menuntaskan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dasar hukum untuk mengendalikan alih fungsi lahan.

     

    Menurutnya, upaya menjaga kawasan resapan air di wilayah hulu jauh lebih efektif dibandingkan harus terus menanggung kerugian akibat banjir yang berulang.

     

    Di sisi lain, ia juga mengingatkan potensi tekanan inflasi menjelang hari raya. Hal ini berkaitan dengan rencana pengoperasian hingga 270 unit SPPG yang diperkirakan akan menyerap logistik pangan dalam jumlah besar.

     

    Widarto menilai pemerintah perlu mengantisipasi dampak tersebut agar tidak mengganggu pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

     

    “Konsumsi logistik akan melonjak tajam. Jika pemerintah tidak segera mengaktifkan Satgas Infrastruktur dan melakukan langkah konkret, ibu rumah tangga akan menjadi pihak yang paling terdampak kenaikan harga,” pungkasnya.

    ( sugeng)