JEMBER – Hamparan pasir hitam di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tertutup tumpukan sampah kiriman. Kondisi tersebut dikeluhkan wisatawan karena mengganggu kenyamanan dan merusak pemandangan kawasan wisata andalan Jember selatan itu.

Tumpukan sampah terlihat menghampar di sepanjang garis pantai. Bau tidak sedap tercium terutama saat sampah mulai mengering atau membusuk di bawah terik matahari
Berdasarkan informasi di lapangan, persoalan sampah di Pantai Pancer terjadi hampir setiap tahun dan memuncak pada musim hujan. Sampah yang menumpuk diduga kuat merupakan kiriman dari wilayah hulu yang terbawa arus sungai hingga ke muara.
Sedikitnya ada empat sungai besar yang bermuara di kawasan tersebut, yakni Sungai Bedadung, Sungai Besini, Sungai Gumukmas, dan Sungai Kencong.
Jenis sampah yang terbawa beragam, mulai dari plastik, botol air mineral, popok bayi, ban bekas, hingga material organik seperti batang kayu dan rumpun bambu berukuran besar.
Selain mengganggu estetika wisata, pencemaran tersebut berdampak terhadap ekosistem pesisir. Di sekitar muara dilaporkan ditemukan bangkai udang, kepiting, dan lobster yang diduga mati akibat kondisi perairan yang tercemar.
Nelayan setempat juga mengeluhkan sampah plastik dan kayu yang kerap tersangkut pada baling-baling mesin perahu. Kondisi itu berisiko menyebabkan kerusakan mesin dan membahayakan keselamatan saat melaut.
Dampak lainnya dirasakan pelaku usaha di sekitar pantai. Sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omzet karena berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama unsur TNI AL, Polri, dan relawan secara berkala menggelar aksi bersih pantai, termasuk dalam momentum World Clean Up Day dan peringatan HUT Armada RI.
Pada Februari 2026, direncanakan aksi bersih pantai serentak dengan melibatkan alat berat untuk mengangkut sampah kayu berukuran besar.
Meski demikian, warga dan nelayan menilai upaya tersebut belum menyentuh akar persoalan. Mereka mendorong adanya edukasi intensif kepada masyarakat di wilayah hulu sungai agar tidak membuang sampah ke aliran sungai, serta pembangunan infrastruktur penjaring sampah di area muara sebelum limbah masuk ke kawasan wisata.
Tanpa penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir, persoalan sampah di Pantai Pancer Puger diperkirakan akan terus berulang setiap musim hujan. ( laili)
