Penulis: Antv7

  • Warga Sebut Eks Asrama Mahasiswa Unej Dibiarkan Terbengkalai

    Warga Sebut Eks Asrama Mahasiswa Unej Dibiarkan Terbengkalai

    Jember – Kondisi eks Asrama Mahasiswa Universitas Jember (Unej) di RW 20 Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menuai kritik keras warga. Bangunan milik Universitas Jember itu dinilai dibiarkan terbengkalai, hingga memicu keresahan serius dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

     

    Warga, khususnya di RT 01, mengaku hidup dalam kecemasan setelah beberapa kali hewan liar, termasuk ular berbisa, dilaporkan masuk ke rumah-rumah penduduk. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh semak belukar dan bangunan rusak yang tidak terawat di area eks asrama.

     

    Perwakilan warga RW 20 sekaligus jurnalis investigasi Media Pemerhati Korupsi (MAPIKOR), Athok Humaidy, menyampaikan bahwa pihak kampus telah mengetahui persoalan ini sejak lama.

     

    “Pada 11 November 2025 pukul 08.00 WIB sudah dilakukan pertemuan dengan Kepala Biro Umum, Kepala Biro Hukum, dan Kepala Biro Humas Unej. Namun sampai hari ini, pembersihan belum dilakukan secara tuntas,” ujar Athok kepada wartawan.

     

    Athok menilai, keterlambatan penanganan tersebut patut dipertanyakan, mengingat lokasi eks asrama berada di tengah pemukiman padat penduduk.

     

    “Ini bukan sekadar persoalan estetika. Jika kondisi ini terus dibiarkan, risikonya langsung menyentuh keselamatan warga. Fakta di lapangan, ular berbisa sudah beberapa kali masuk ke rumah warga,” katanya.

     

    Ia juga menyebut adanya kekecewaan warga terhadap kinerja pengelola aset kampus. Menurutnya, berbagai penjelasan yang disampaikan pihak terkait belum diikuti tindakan konkret, sehingga menimbulkan kesan pembiaran.

     

    “Kami mendengar banyak alasan, tapi warga menunggu tindakan. Selama tidak ada pembersihan total, keresahan tetap ada,” ucap Athok.

     

    Terkait langkah lanjutan, Athok menyatakan warga sedang mempertimbangkan upaya administratif ke tingkat yang lebih tinggi. Ia menyebut pihaknya telah mengantongi surat pengalihan dari Dirjen Pendidikan Jawa Timur, yang dapat digunakan jika tidak ada solusi nyata dari Universitas Jember.

     

    “Kami berharap langkah ini tidak perlu ditempuh. Namun jika sampai akhir bulan tidak ada pembersihan menyeluruh, warga akan menggunakan jalur yang tersedia secara resmi,” ujarnya.

     

    Athok juga meminta Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, untuk memberikan perhatian langsung terhadap kondisi aset kampus tersebut.

     

    “Kami berharap pimpinan universitas melihat persoalan ini sebagai tanggung jawab institusional, bukan sekadar urusan teknis,” katanya.

     

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Jember belum menyampaikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait.

    ( red)

  • KJJT Jember Rutin Salurkan Bantuan Beras Setiap Hari Jumat

    KJJT Jember Rutin Salurkan Bantuan Beras Setiap Hari Jumat

    JEMBER – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) menyalurkan bantuan beras kepada warga prasejahtera di sekitar sekretariat KJJT, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (26/12/2025). Kegiatan tersebut merupakan penyaluran tahap kelima dalam program sosial rutin bertajuk Jumat Berkah.

     

    Bantuan diberikan kepada warga kurang mampu yang bermukim di lingkungan sekitar kantor KJJT. Program ini bertujuan mempererat hubungan sosial antara anggota komunitas jurnalis dan masyarakat, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

     

    Salah satu penerima bantuan, Hamida, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterimanya. Ia menilai bantuan beras tersebut membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari.

     

    > “Bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada pengurus KJJT atas perhatian yang diberikan kepada warga,” ujar Hamida.

     

    Warga lainnya, Reni, menilai keberadaan KJJT di wilayah Ajung memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial. Ia berharap kegiatan sosial yang dilakukan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

     

    > “Kami berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Reni.

     

    Sementara itu, perwakilan pengurus KJJT menyatakan bahwa program Jumat Berkah merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

     

    > “Kami berupaya agar penyaluran bantuan ini dapat dilakukan secara rutin dan tepat sasaran sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” ujar perwakilan pengurus KJJT.

     

    Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar. KJJT berharap kegiatan tersebut dapat mendorong partisipasi berbagai pihak dalam memperkuat kepedulian sosial dan jaring pengaman masyarakat di tingkat lokal.

     

    ( tim)

  • DPRD Jember Warning Kontraktor Nakal, Proyek Jalan APBD Dinilai Bermasalah

    DPRD Jember Warning Kontraktor Nakal, Proyek Jalan APBD Dinilai Bermasalah

    JEMBER  – Pelaksanaan proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Jember menuai kritik keras dari DPRD Komisi C                            DPRD Jember menilai terdapat indikasi serius ketidakberesan dalam pengerjaan proyek jalan yang dibiayai APBD, mulai dari dugaan pelanggaran standar teknis hingga keterlambatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

     

    Anggota DPRD Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo, mengungkapkan bahwa hasil pantauan lapangan menunjukkan adanya penghamparan aspal dalam kondisi suhu rendah, yang secara teknis berpotensi tidak memenuhi spesifikasi kontrak.

     

    > “Kalau aspal dihampar dalam suhu yang tidak sesuai lalu tetap dipaksakan, kualitasnya pasti turun. Ini patut dipertanyakan, apakah pengerjaan di lapangan benar-benar mengacu pada kontrak atau tidak,” tegas Edi.

     

    Selain persoalan kualitas, DPRD juga menyoroti proyek jalan yang dibiarkan terbengkalai meski batas waktu pengerjaan telah terlewati. Sejumlah ruas jalan sudah dikeruk, namun hingga kini belum juga diaspal, tanpa kejelasan penyelesaian.

     

    Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi, terlebih di musim hujan yang meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu aktivitas warga.

     

    > “Jalan sudah dikeruk, tapi dibiarkan begitu saja. Warga menanggung lumpur, genangan, dan risiko keselamatan. Ini tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.

     

    Edi menegaskan bahwa dinas teknis memiliki kewajiban penuh untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kontraktor. Jika ditemukan keterlambatan atau ketidaksesuaian pekerjaan, maka sanksi kontraktual harus diberlakukan.

     

    > “Kalau kontraktor tidak menepati kewajibannya, dinas tidak boleh diam. Harus ada tindakan. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” kata Edi.

     

    Salah satu lokasi yang disorot berada di Perumahan Keramat I, di mana kondisi jalan yang dikeruk cukup lama  dinilai mencerminkan lemahnya pengendalian proyek. DPRD meminta agar pihak terkait segera memberikan kejelasan kepada publik.

     

    > “Ini uang rakyat. Publik berhak tahu siapa yang bertanggung jawab dan kapan jalan ini diselesaikan,” tegasnya.                                DPRD Jember memastikan persoalan ini akan dibawa dalam agenda evaluasi dan pengawasan lanjutan. Pemanggilan terhadap dinas teknis dan kontraktor disebut menjadi opsi yang terbuka untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan.

     

    > “Pembangunan tidak boleh menyisakan penderitaan bagi masyarakat. Kalau ada pelanggaran atau kelalaian, harus dibuka dan diperbaiki,” pungkas Edi.

    DPRD menegaskan akan terus mengawal proyek infrastruktur agar anggaran daerah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak merugikan masyarakat.

     

    ( erman)

  • Polres Bojonegoro Lakukan Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah Natal

    Polres Bojonegoro Lakukan Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah Natal

    BOJONEGORO – Personel Polres Bojonegoro Polda Jatim melaksanakan sterilisasi gereja guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani menjelang pelaksanaan ibadah.

     

    Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya pada kegiatan keagamaan.

     

    Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kompol Sujono mengatakan, salah satu gereja yang menjadi sasaran sterilisasi adalah Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Kecamatan Kota Bojonegoro.

     

    Kegiatan sterilisasi tersebut dilaksanakan sebelum rangkaian ibadah dimulai.

     

    “Sterilisasi ini dilakukan dengan menyisir setiap ruang dan sudut gereja menggunakan alat metal detector dan inspector mirror,” ujar Kompol Sujono, Senin (22/12).

     

    Ia menjelaskan, sterilisasi dilakukan oleh tim khusus yang dipimpin langsung oleh Kanit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit).

     

    Petugas menyisir area dalam dan sekitar gereja secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya benda mencurigakan yang dapat membahayakan jamaah.

     

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan kegiatan keagamaan.

     

    “Sterilisasi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan barang berbahaya yang dapat mengganggu kegiatan ibadah,” jelasnya.

     

    Kompol Sujono menambahkan, setelah proses sterilisasi selesai, pengamanan dilanjutkan dengan penempatan personel gabungan dari Polres Bojonegoro dan Polsek Bojonegoro Kota.

     

    Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

     

    Ia menegaskan, kegiatan sterilisasi dan pengamanan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

     

    “Kami melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristen yang melaksanakan ibadah, sehingga mereka dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang,” pungkasnya.

    ( erman)

  • Gus Fawait: Program 2025 Jadi Tonggak Terbesar Pembangunan Jember

    Gus Fawait: Program 2025 Jadi Tonggak Terbesar Pembangunan Jember

    JEMBER, – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pekerja rentan. Komitmen tersebut disampaikan saat peluncuran Program Lingkaran Cinta dan Cinta Petani di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Senin (22/12/2025) siang.

     

    Gus Fawait menyampaikan bahwa realisasi program pembangunan tahun 2025 menjadi yang terbesar dalam empat dekade terakhir dan mencatatkan sejarah baru bagi Kabupaten Jember.

     

    Salah satu capaian utama yang disoroti adalah program perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Pemerintah daerah hadir dengan menanggung iuran BPJS sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat.

     

    “Tahun 2025 mencatatkan angka partisipasi terbesar dalam tiga tahun terakhir. Total ada 82.093 pekerja yang iurannya dibayarkan oleh Pemkab Jember,” ujar Gus Fawait.

     

    Jumlah tersebut meliputi 40.300 buruh tani, 19.474 pekerja sosial keagamaan, 10.000 petani pangan dan hortikultura, 9.484 pekerja rentan desa, 2.000 nelayan tangkap, serta ratusan pedagang keliling.

     

    Hingga 10 Desember 2025, dana manfaat yang telah terserap mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan menembus Rp 20 miliar hingga akhir tahun.

     

    Selain perlindungan sosial, Gus Fawait juga memaparkan realisasi bantuan sektor pertanian melalui Dinas TPHP. Ia menegaskan tekad pemerintah daerah untuk mengembalikan Jember sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur.

     

    “Hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember sebelumnya mengalami kerusakan. Fokus kami adalah memperbaiki yang rusak sekaligus memberikan alat produksi yang lebih modern,” tegasnya.

     

    Adapun bantuan yang telah direalisasikan meliputi 169 unit mesin pra-panen dan 111 unit mesin pasca-panen, 644 ton pupuk berbagai jenis, 8.728 pohon benih hortikultura, 33.800 bibit perkebunan, serta bantuan untuk 24.292 hektare tanaman pangan.

     

    Total nilai bantuan tersebut mencapai Rp 73,5 miliar yang bersumber dari dukungan pemerintah pusat dan daerah.

     

    Untuk mengakselerasi pembangunan, Gus Fawait mengungkapkan bahwa pihaknya aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat. Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Jember mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.

     

    “Jika hanya mengandalkan APBD, target ini sulit tercapai. Oleh karena itu, konektivitas udara melalui Bandara Jember sangat krusial agar koordinasi dengan pemerintah pusat lebih efektif dan membawa anggaran pembangunan ke Jember,” jelasnya.

     

    Gus Fawait optimistis pada 2026 pembangunan infrastruktur dan sektor pangan akan semakin masif, sejalan dengan visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

     

    “Kami tidak hanya bercerita, tapi menghadirkan bukti nyata. Jember harus maju dan Jember harus lebih baik,” pungkasnya.

    ( erman)

  • Antusiasme Memuncak! LOP Jambi Kembali Sukses Digelar, Ratusan Peserta Padati Acara di Akhir Tahun

    Antusiasme Memuncak! LOP Jambi Kembali Sukses Digelar, Ratusan Peserta Padati Acara di Akhir Tahun

    Jambi, kembali mencatatkan momentum luar biasa melalui penyelenggaraan LOP Jambi yang untuk kesekian kalinya sukses digelar. Acara ini secara langsung dibawakan oleh Dr. Luigi, yang hadir tidak hanya sebagai pembicara, tetapi juga memberikan percontohan langsung tentang bagaimana melakukan LOP yang baik dan benar.

     

    Digelar di penghujung bulan Desember, tepat di tengah musim liburan, LOP Jambi justru menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Tercatat sekitar 150–170 peserta hadir,puluhan box                        Angka ini menjadi bukti nyata bahwa minat dan semangat komunitas Jambi terhadap pengembangan bisnis AFC terus bertumbuh.

     

    Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari peran panitia yang solid dan profesional, di bawah kepemimpinan Ketua Panitia, Bapak Sulaiman. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh energi positif, menciptakan suasana yang kondusif serta inspiratif bagi seluruh peserta.

     

    > “Saya sangat senang dan bangga melihat antusiasme teman-teman di Jambi. Aura positifnya sangat terasa,” ujar Dr. Luigi.

    tak berhenti sampai di sini, LOP Jambi akan kembali digelar bulan depan, dan kembali akan dibawakan langsung oleh Dr. Luigi. Selain itu, sebagai bentuk komitmen pembinaan berkelanjutan, pada tanggal 22 sore akan dilaksanakan training lanjutan bagi member lama maupun member baru, agar semakin fasih dan percaya diri dalam menjalankan bisnis AFC.

     

    Ke depan, diharapkan member-member Jambi mampu menggelar LOP secara mandiri, sehingga kapasitas dan skala acara dapat terus meningkat, bahkan menjangkau lebih banyak masyarakat.

     

    Acara ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju visi besar:

    ✨ Jambi sebagai Kota Salmon berikutnya ✨

    Terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia LOP Jambi Desember 2025, para peserta, serta relawan yang telah membantu dengan penuh dedikasi. Bersama, kita bangun komunitas yang kuat, mandiri, dan penuh prestasi.

     

    ( erman)

  • Widarto, S.S Resmi Terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Periode 2025–2030

    Widarto, S.S Resmi Terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Periode 2025–2030

    Surabaya – Widarto, S.S resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember untuk periode 2025–2030. Penetapan tersebut menjadi tonggak baru kepemimpinan PDI Perjuangan di Kabupaten Jember.

     

    Keputusan tersebut ditetapkan dalam forum resmi partai yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan, serta seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Jember.

     

    Proses penetapan berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan soliditas serta komitmen kader partai dalam menjaga marwah organisasi. Kepercayaan yang diberikan kepada Widarto, S.S menunjukkan dukungan kuat dari seluruh struktur partai untuk melanjutkan dan memperkuat kerja-kerja politik kerakyatan di Kabupaten Jember.

     

    Dalam kepemimpinannya, Widarto diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memastikan PDI Perjuangan tetap hadir di tengah masyarakat dengan program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat.

     

    Sejumlah kader dan simpatisan menyampaikan ucapan selamat serta harapan besar agar di bawah kepemimpinan Widarto, PDI Perjuangan Kabupaten Jember semakin solid, berprestasi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

    ( erman)

  • Hasto Kristiyanto Tekankan Peran Strategis Jawa Timur dalam Menopang Bangsa

    Hasto Kristiyanto Tekankan Peran Strategis Jawa Timur dalam Menopang Bangsa

    Surabaya – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya peran Jawa Timur sebagai salah satu pilar utama penyangga bangsa. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar secara serentak di Jawa Timur.

     

    Hasto menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis, baik secara historis maupun demografis, dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional dan persatuan bangsa. Menurutnya, kekuatan sosial, budaya, dan politik di provinsi ini menjadi modal besar bagi PDI Perjuangan dalam menjalankan tugas-tugas kerakyatan.

     

    “Jawa Timur harus terus menjadi tiang penyangga bangsa, yang menopang nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat,” kata Hasto dalam sambutannya.

     

    Ia menegaskan, Konferda dan Konfercab merupakan forum penting untuk konsolidasi organisasi, evaluasi kinerja, serta penguatan ideologi partai. Seluruh kader diminta untuk menjaga soliditas dan disiplin organisasi dalam menjalankan garis perjuangan partai yang berlandaskan Pancasila dan ajaran Bung Karno.

     

    Selain itu, Hasto juga menekankan agar kader PDI Perjuangan senantiasa hadir di tengah masyarakat dan mampu menjawab berbagai persoalan rakyat, khususnya di bidang ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keadilan.

     

    Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan di Jawa Timur diikuti oleh jajaran pengurus DPD, DPC, serta perwakilan kader dari seluruh kabupaten dan kota. Agenda utama kegiatan meliputi penataan struktur organisasi, pemilihan kepengurusan, serta perumusan program kerja partai ke depan.

     

    Melalui konsolidasi yang kuat di Jawa Timur, PDI Perjuangan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas politik nasional serta mendorong terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

     

    ( erman)

  • Cuaca Ekstrem di Pesisir Jember, Nelayan Puger-Watu Ulo Terpaksa Tak Melaut, Harga Ikan Melonjak

    Cuaca Ekstrem di Pesisir Jember, Nelayan Puger-Watu Ulo Terpaksa Tak Melaut, Harga Ikan Melonjak

    JEMBER – Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin barat kencang melanda perairan selatan Jember. Kondisi ini membuat ribuan nelayan di kawasan Puger hingga Watu Ulo terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.

     

    Pantauan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, Rabu (17/12/2025), suasana tampak lengang. Ratusan perahu dan kapal motor nelayan terlihat bersandar rapi di dermaga. Aktivitas bongkar muat ikan yang biasanya ramai nyaris tak terlihat. Para nelayan memilih memperbaiki jaring atau sekadar duduk di pesisir pantai menunggu cuaca membaik.

     

    Seorang nelayan senior asal Watu Ulo mengatakan, kondisi angin barat tahun ini jauh lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Angin kencang datang tiba-tiba dengan gelombang tinggi yang membahayakan perahu kecil.

     

    “Gelombang bisa sampai 3 sampai 4 meter di tengah laut. Kalau kami memaksakan melaut, risikonya nyawa. Jadi lebih baik tidak berangkat,” ujarnya.

     

    Tak melaut berarti tanpa pemasukan. Banyak nelayan kini kehilangan pendapatan harian dan terpaksa mencari pekerjaan sampingan sebagai buruh serabutan atau mengandalkan tabungan yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

     

    Dampak lain dari berhentinya aktivitas melaut adalah kelangkaan ikan di pasaran. Pasokan ikan segar di TPI Puger menurun drastis dan sebagian hanya mengandalkan kiriman dari luar daerah.

     

    Akibatnya, harga ikan melonjak tajam. Ikan tongkol, binatu, hingga layur mengalami kenaikan harga hingga 40-60 persen. Ikan yang biasanya dijual Rp 20 ribu per kilogram kini tembus Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram.

     

    Kondisi ini juga memukul penjual ikan keliling. Mereka kesulitan mendapatkan stok dengan harga terjangkau. Banyak yang memilih berhenti berjualan karena takut merugi.

     

    “Modal kami kecil. Kalau harga sudah mahal dari TPI, kami bingung mau jual berapa ke pelanggan. Ikan juga susah dapat, kalah sama pedagang besar,” kata salah satu penjual ikan motoran di Jember Selatan.

     

    Sementara itu, pihak BMKG dan otoritas pelabuhan terus mengimbau nelayan agar tidak memaksakan diri melaut. Berdasarkan peringatan BMKG, angin barat di perairan selatan Jawa sedang berada pada puncaknya dan berpotensi menimbulkan gelombang tinggi serta rob di wilayah pesisir.

     

    Warga pesisir Jember diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini. Hingga angin barat mereda, masyarakat harus bersabar dengan terbatasnya pasokan ikan dan tingginya harga di pasaran.

    ( laili)

  • Perspektif Dr. Luigi Ariawan tentang Melawan Kemiskinan

    Perspektif Dr. Luigi Ariawan tentang Melawan Kemiskinan

    JEMBER –  Pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia yang masih berada di kisaran Rp 3 juta per bulan dinilai sulit menciptakan kehidupan yang layak. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas hidup, kesehatan, hingga masa depan generasi berikutnya.

     

    Hal itu disampaikan Dr. Luigi Ariawan, Medical Expert Bushido AFC, dalam pemaparan publik yang digelar di Hotel Aston Jember, saat membahas keterkaitan antara ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Menurut Dr. Luigi, banyak orang sebenarnya memiliki impian besar, namun terpaksa menurunkan standar hidup akibat keterbatasan penghasilan.

    “Bukan karena tidak punya mimpi, tapi karena kemampuan ekonomi jauh di bawah kemauan,” kata Dr. Luigi.

     

    Ia menegaskan, sikap bersyukur tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berjuang memperbaiki hidup.

    “Bersyukur itu kewajiban. Prestasi adalah ketika seseorang bisa membangun hidup yang membuat dirinya bangga,” ujarnya.

     

    Dr. Luigi menyoroti pola pikir yang diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu akar kemiskinan. Sistem pendidikan yang berujung pada pencarian kerja dengan pendapatan terbatas dinilai belum mampu memutus rantai kemiskinan.

    “Biaya pendidikan sangat besar, tetapi setelah lulus, penghasilan sering kali tidak sebanding,” jelasnya.

     

    Sebagai solusi, Dr. Luigi memperkenalkan AFC (Asama Family Club) sebagai model bisnis berbasis jaringan yang legal, terjangkau, dan mengedepankan kerja tim. Menurutnya, sistem ini dapat diakses oleh siapa saja tanpa harus memiliki modal besar atau latar belakang pendidikan tertentu.

     

    “Ini bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang mau belajar, meniru sistem, dan bekerja dalam tim. Kekuatan utamanya ada di networking,” katanya.

     

    Ia menambahkan, dalam sistem AFC tidak ada persaingan antaranggota. Keberhasilan satu orang justru menjadi keberhasilan bersama.

     

    Selain berdampak pada ekonomi, peningkatan kesejahteraan juga dinilai berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Dengan kondisi finansial yang lebih baik, akses terhadap nutrisi, pengobatan, dan kualitas hidup sehat menjadi lebih terbuka.

     

    “Melawan kemiskinan berarti memutus garis kemiskinan. Terlahir miskin bukan kesalahan, tapi jika tidak berusaha mengubahnya, kemiskinan itu akan diwariskan,” tegas Dr. Luigi.

     

    Ia pun menegaskan bahwa melalui perubahan pola pikir, kerja tim, dan sistem yang tepat, AFC adalah solusi untuk membangun masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

    ( erman)