Tragedi Banjir Bandang Jember: Jenazah Mantan Sekdes Pakis Ditemukan di Muara Sungai Puger
JEMBER – Upaya pencarian terhadap korban banjir bandang di Kecamatan Panti yang dilaporkan hilang sejak Senin malam akhirnya berakhir memilukan. Korban, yang diidentifikasi sebagai abdul wahid(45), seorang staf di Kantor Kecamatan Panti dan juga mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026).
Jenazah korban ditemukan di wilayah selatan Jember, tepatnya di aliran Sungai Puger, setelah terbawa arus deras sejauh puluhan kilometer dari titik awal kejadian.
Detik-Detik Musibah dan Sosok Korban
Peristiwa naas tersebut terjadi pada Senin (2/2) sore hingga malam hari ketika hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur kawasan lereng Pegunungan Argopuro. Debit air sungai yang melintasi Kecamatan Panti dan Rambipuji meningkat drastis hingga meluap menjadi banjir bandang.
Menurut keterangan rekan kerja dan pihak berwenang, korban yang merupakan staf Kecamatan Panti tersebut terseret arus saat banjir bandang menerjang wilayah Desa Pakis dan Kemiri. Sebagai mantan perangkat desa yang dikenal aktif, korban dilaporkan sempat berusaha membantu koordinasi penanganan awal sebelum akhirnya nahas terbawa air bah yang datang tiba-tiba.
Proses Penemuan di Sungai Puger
Setelah dilakukan penyisiran oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Jember, relawan, serta TNI-Polri sejak pagi hari, titik terang muncul pada Selasa siang. Warga di sekitar hilir sungai di Kecamatan Puger melaporkan adanya sesosok jenazah yang terapung di area muara sungai/breakwater.
“Korban ditemukan dalam posisi terbawa arus hingga ke muara. Tim segera mengevakuasi jenazah dan memastikan identitasnya melalui pakaian serta ciri-ciri fisik yang dikenali keluarga,” jelas salah satu petugas BPBD Jember. Penemuan ini mengejutkan banyak pihak mengingat jarak antara Kecamatan Panti di lereng gunung dengan Kecamatan Puger di pesisir pantai sangat jauh.
Dampak Luas Banjir Bandang
Musibah ini membangkitkan ingatan kelam tragedi 2006 di wilayah yang sama. Data sementara dari otoritas terkait menunjukkan dampak yang cukup signifikan:
Kerusakan Rumah: Puluhan rumah di Desa Pakis, Desa Serut, dan Desa Kemiri dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga terendam lumpur setinggi satu meter.
Pengungsian: Sekitar 30 warga diungsikan ke titik aman karena kekhawatiran akan adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam.
Akses Terputus: Material kayu dan bebatuan besar yang dibawa air bah sempat memutus akses jalan antar dusun di wilayah Panti Utara.
Langkah Penanganan Pemerintah
Bupati Jember dan jajaran terkait telah menginstruksikan percepatan pembersihan material banjir serta penyaluran bantuan logistik. BPBD Jember mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada selama puncak musim hujan ini.
Jenazah almarhum abdul wahid (45)saat ini telah disemayamkan di rumah duka setelah sebelumnya dibawa ke puskesmas/rumah sakit untuk proses pembersihan. Kepergian sosok mantan Sekdes yang berdedikasi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Pakis dan rekan-rekan di Kecamatan Panti.
( laili)
