JEMBER – Komunitas pengusaha dan praktisi ban di Kabupaten Jember yang tergabung dalam wadah Perseban (Persatuan Ban Jember) kembali menunjukkan eksistensinya melalui agenda rutin dua mingguan. Pada edisi kali ini, Minggu (02/02/2026), pertemuan dipusatkan di kediaman Bapak Saiful yang terletak di kawasan strategis Ajung, tepat di sekitar area Terminal Ajung, Jember.
Kegiatan yang digelar setiap setengah bulan sekali ini bukan sekadar ajang kumpul biasa, melainkan menjadi ruang inkubasi bisnis bagi para anggotanya. Di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif, para anggota Perseban memanfaatkan momentum ini untuk saling melempar ide, berbagi data mengenai tren pasaran di lapangan, hingga mendiskusikan tantangan stok dan harga ban di tingkat regional.
“Pertemuan ini sangat krusial bagi kami untuk tetap update dengan kondisi pasar. Di sini kami saling mengisi, yang senior membimbing yang muda, agar persaingan bisnis di lapangan tetap sehat dan saling menguntungkan,” ungkap salah satu pengurus di lokasi kegiatan.
Keseimbangan Bisnis dan Doa
Uniknya, Perseban tetap menjaga tradisi lokal yang kental dengan nilai spiritual. Di sela-sela pembahasan strategi bisnis yang kompetitif, acara selalu dibuka dengan khidmat melalui pembacaan Surat Yasin dan Tahlil.
Bagi komunitas ini, menyertakan unsur religius dalam setiap pertemuan adalah kunci utama keberlanjutan usaha. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut ditujukan untuk mengharap barakah (keberkahan) dari Al-Qur’anul Karim. Para anggota meyakini bahwa keberhasilan finansial harus berjalan beriringan dengan keselamatan dan ketenangan batin.
“Kami berkumpul tidak hanya mengejar duniawi. Dengan tahlilan dan yasinan ini, kami berdoa agar seluruh keluarga besar Perseban diberikan keselamatan dalam bekerja, dijauhkan dari marabahaya, dan yang terpenting adalah segala urusan pekerjaan dipermudah oleh Allah SWT,” tambah Bapak Saiful selaku tuan rumah.
Solidaritas Tanpa Batas
Terminal Ajung yang menjadi saksi bisu pertemuan tersebut terlihat dipenuhi oleh kendaraan anggota yang datang dari berbagai pelosok Jember. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu menjadikan Perseban sebagai salah satu komunitas otomotif-bisnis yang paling solid di Jawa Timur.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, mempertegas bahwa di dalam Perseban, kompetitor di lapangan adalah saudara di meja pertemuan. Dengan rutinnya agenda ini, Perseban optimis pasar ban di Jember akan terus tumbuh positif dengan pondasi kekeluargaan yang kuat.
( laili)
