JEMBER – Pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia yang masih berada di kisaran Rp 3 juta per bulan dinilai sulit menciptakan kehidupan yang layak. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas hidup, kesehatan, hingga masa depan generasi berikutnya.
Hal itu disampaikan Dr. Luigi Ariawan, Medical Expert Bushido AFC, dalam pemaparan publik yang digelar di Hotel Aston Jember, saat membahas keterkaitan antara ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Dr. Luigi, banyak orang sebenarnya memiliki impian besar, namun terpaksa menurunkan standar hidup akibat keterbatasan penghasilan.
“Bukan karena tidak punya mimpi, tapi karena kemampuan ekonomi jauh di bawah kemauan,” kata Dr. Luigi.
Ia menegaskan, sikap bersyukur tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berjuang memperbaiki hidup.
“Bersyukur itu kewajiban. Prestasi adalah ketika seseorang bisa membangun hidup yang membuat dirinya bangga,” ujarnya.
Dr. Luigi menyoroti pola pikir yang diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu akar kemiskinan. Sistem pendidikan yang berujung pada pencarian kerja dengan pendapatan terbatas dinilai belum mampu memutus rantai kemiskinan.
“Biaya pendidikan sangat besar, tetapi setelah lulus, penghasilan sering kali tidak sebanding,” jelasnya.
Sebagai solusi, Dr. Luigi memperkenalkan AFC (Asama Family Club) sebagai model bisnis berbasis jaringan yang legal, terjangkau, dan mengedepankan kerja tim. Menurutnya, sistem ini dapat diakses oleh siapa saja tanpa harus memiliki modal besar atau latar belakang pendidikan tertentu.
“Ini bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang mau belajar, meniru sistem, dan bekerja dalam tim. Kekuatan utamanya ada di networking,” katanya.
Ia menambahkan, dalam sistem AFC tidak ada persaingan antaranggota. Keberhasilan satu orang justru menjadi keberhasilan bersama.
Selain berdampak pada ekonomi, peningkatan kesejahteraan juga dinilai berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Dengan kondisi finansial yang lebih baik, akses terhadap nutrisi, pengobatan, dan kualitas hidup sehat menjadi lebih terbuka.
“Melawan kemiskinan berarti memutus garis kemiskinan. Terlahir miskin bukan kesalahan, tapi jika tidak berusaha mengubahnya, kemiskinan itu akan diwariskan,” tegas Dr. Luigi.
Ia pun menegaskan bahwa melalui perubahan pola pikir, kerja tim, dan sistem yang tepat, AFC adalah solusi untuk membangun masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
( erman)
