JEMBER, 16 Februari 2026 – Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Jember dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp18.500 per tabung, kini harga di tingkat pengecer mencapai Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung.
Kenaikan tersebut dikeluhkan warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama program elpiji subsidi. Sejumlah warga mengaku keberatan karena harga yang dibayar sudah jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Biasanya beli Rp18.500, sekarang sudah Rp23 ribu, bahkan ada yang Rp25 ribu. Kami jelas keberatan karena ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu warga di Kecamatan Kaliwates.
Tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan “gas melon” memang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Distribusinya berada di bawah pengawasan PT Pertamina (Persero) melalui agen dan pangkalan resmi.
Sejumlah pengecer berdalih kenaikan harga dipicu oleh keterlambatan distribusi serta meningkatnya permintaan. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penyebab pasti lonjakan harga tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jember diharapkan segera melakukan pengawasan dan sidak ke lapangan guna memastikan distribusi berjalan normal dan harga tetap sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, aparat berwenang diminta menindak tegas pihak-pihak yang menjual di atas HET.
Warga berharap harga elpiji subsidi dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
( red)
