JEMBER, Musibah kecelakaan laut kembali terjadi di pesisir selatan Kabupaten Jember. Seorang pemuda bernama Faruk Febriansah (20), warga Kecamatan Silo, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat memancing di kawasan Pantai Canga’an, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu sore (15/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi ketika korban tengah memancing di atas bongkahan batu karang yang menjorok ke laut. Diduga korban terpeleset akibat permukaan karang yang licin serta hantaman ombak besar yang datang secara tiba-tiba.
Saksi mata di lokasi menyebut, korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun kuatnya arus bawah laut khas pantai selatan serta deburan ombak yang tinggi membuat tubuh korban dengan cepat terseret ke tengah laut hingga hilang dari pandangan.
Setelah menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim terdiri dari personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Satpolairud Polres Jember, BPBD Jember, serta sejumlah relawan setempat.
Komandan tim evakuasi di lapangan menyampaikan bahwa pencarian dilakukan melalui dua metode, yakni penyisiran darat di sepanjang bibir pantai serta penyelaman di sekitar titik jatuhnya korban.
“Kami menurunkan personel penyelam untuk mengecek celah-celah karang di bawah air, mengantisipasi kemungkinan korban tersangkut di antara bebatuan,” ujarnya.
Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala teknis. Gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter dengan arus yang kuat dan tidak menentu. Kondisi ini menyulitkan tim untuk bergerak optimal, terutama di area karang terjal.
Posko darurat telah didirikan di sekitar Pantai Canga’an guna memantau perkembangan situasi secara langsung dan mengoordinasikan operasi pencarian.
Pihak otoritas melalui PPID Kabupaten Jember mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pantai selatan, khususnya di area rawan seperti tebing karang yang berbatasan langsung dengan laut lepas.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban telah berada di lokasi untuk menunggu perkembangan proses pencarian. Tim SAR memastikan operasi akan terus dilakukan hingga batas waktu tanggap darurat berakhir atau hingga korban berhasil ditemukan.
( laili)
