JEMBER – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Rabu (28/1) siang hingga malam mengakibatkan banjir luapan hebat. Akibatnya, sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan pendidikan di pusat kota lumpuh total setelah terendam air dengan ketinggian yang bervariasi, bahkan mencapai dada orang dewasa.
Akses Jalan Utama Terputus
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, titik genangan terparah terkonsentrasi di kawasan Jalan Mastrip, Jalan Jawa, Jalan Semanggi, dan Jalan Kaliurang. Di area ini, debit air naik dengan sangat cepat sehingga sistem drainase tidak mampu lagi menampung kiriman air. Di wilayah Kecamatan Patrang dan sekitar aliran Kali Jompo, air dilaporkan meluap hingga setinggi 40-60 cm di jalan raya,
sementara di beberapa titik cekungan Jalan Mastrip, ketinggian air dilaporkan mencapai dada orang dewasa.
Puluhan Kendaraan Mogok dan Arus Deras
Kondisi ini menciptakan kekacauan lalu lintas. Puluhan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dilaporkan mogok akibat mesin kemasukan air saat mencoba menerjang genangan. Arus air yang cukup deras di sepanjang Jalan Jawa juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ibu Sofiah, salah satu warga yang melintas di Jalan Jawa, menceritakan detik-detik saat motornya mati total di tengah kepungan banjir. “Motor saya tiba-tiba mati saat mau melintas. Kondisi air sudah sangat tinggi dan arusnya lumayan deras. Saya sempat panik, beruntung ada warga sekitar yang langsung sigap membantu mendorong motor saya ke tempat yang lebih tinggi,” ungkapnya dengan nada gemetar.
Solidaritas Warga di Tengah Bencana
Di tengah lumpuhnya akses kota, aksi gotong royong warga menjadi pemandangan yang mengharukan. Di kawasan Jalan Mastrip dan Patrang, warga secara sukarela berjaga di pinggir jalan untuk memberi peringatan kepada pengendara agar tidak melintas. Mereka juga membantu mengevakuasi barang-barang milik warga yang terdampak luapan air ke permukiman.
Himbauan Otoritas Terkait
Pihak BPBD Kabupaten Jember melalui tim reaksi cepat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi jika diperlukan. Masyarakat diminta untuk segera mencari jalur alternatif dan tidak memaksakan diri melewati area terdampak, mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau evakuasi, dapat segera menghubungi Pusdalops BPBD Jember melalui kontak siaga bencana setempat. Kondisi saat ini masih terus dipantau, terutama pada titik-titik rawan banjir yang berdekatan dengan daerah aliran sungai.
( laili)
