JEMBER – Suasana tenang di Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, seketika berubah menjadi mencekam pada Sabtu (24/1) siang. Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang berembus kuat dari arah barat menerjang kawasan permukiman warga, mengakibatkan sejumlah pohon besar tumbang dan menghancurkan bangunan milik masyarakat di Dusun Sungai Tengah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan paling signifikan terjadi di wilayah RT 07 RW 11. Dua unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah batang pohon berukuran besar roboh tepat di atas bagian atap. Suara dentuman keras saat pohon menghantam konstruksi bangunan sempat mengejutkan warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah.
Fitri, seorang saksi mata sekaligus warga setempat, menceritakan detik-detik mencekam saat peristiwa itu terjadi. Menurutnya, langit tiba-tiba menggelap diikuti dengan embusan angin yang sangat kencang dari arah barat.
“Anginnya sangat kuat dan arahnya dari barat. Tidak lama kemudian, terdengar suara kayu patah yang sangat keras. Ternyata pohon besar sudah tumbang menimpa dua rumah warga. Kami semua panik dan langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujar Fitri dengan nada gemetar saat ditemui di lokasi kejadian.
Dampak Meluas ke Kandang Ternak
Dampak amukan angin kencang ini tidak hanya berhenti di satu titik. Di wilayah lain, tepatnya di RT 01 RW 28, sebuah pohon tumbang juga dilaporkan menghancurkan satu unit kandang kambing milik warga. Konstruksi kandang yang sebagian besar terbuat dari kayu tidak mampu menahan beban pohon yang roboh, sehingga mengalami kerusakan
Meski tidak ada korban jiwa maupun hewan ternak yang dilaporkan mati dalam insiden di kandang tersebut, kerugian materiil diprediksi lumayan besar. Jika dikalkulasikan secara global, mulai dari kerusakan dua rumah di RT 07 hingga kandang kambing di RT 01, total kerugian masyarakat diperkirakan mencapai juta an rupiah.
Solidaritas Warga: Gotong Royong Massal
Pasca-kejadian, semangat solidaritas ditunjukkan oleh warga Desa Manggisan. Tanpa menunggu bantuan alat berat dari pemerintah, puluhan laki-laki di desa tersebut segera berkumpul dengan membawa gergaji mesin (chainsaw), kapak, dan peralatan seadanya.
Secara bahu-membahu, warga melakukan gotong royong untuk mengevakuasi batang pohon yang masih menindih atap rumah. Pembersihan dilakukan dengan hati-hati agar tidak menambah kerusakan pada struktur bangunan yang masih tersisa. Hingga sore hari, warga masih terus berupaya membersihkan puing-puing kayu dan genting yang berserakan.
“Kami usahakan pohon-pohon ini segera pindah agar pemilik rumah bisa mulai memperbaiki atapnya, apalagi cuaca masih terlihat mendung, takutnya hujan turun dan air masuk ke dalam rumah,” ujar salah satu warga yang ikut bergotong royong.
Pihak perangkat desa setempat kabarnya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak Kecamatan Tanggul dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember untuk mendapatkan pendataan dan bantuan lebih lanjut bagi para korban terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah lereng pegunungan dalam beberapa hari ke depan.
( laili)
