SITUBONDO (20 Januari 2026) – Bencana alam angin puting beliung menerjang pemukiman padat penduduk di Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, pada Selasa (20/1) sore. Berdasarkan pendataan
terbaru hingga pukul 19.00 WIB, tercatat sedikitnya 16 rumah warga mengalami kerusakan setelah disapu angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras.
Kronologi Kejadian
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Menurut kesaksian warga, langit di kawasan Mlandingan awalnya berubah menjadi gelap pekat yang disertai gemuruh petir. Tak lama berselang, pusaran angin kencang muncul dari arah pesisir dan langsung menghantam atap rumah-rumah warga serta area pasar.
“Kejadiannya sangat cepat, kurang dari lima menit. Angin berputar sangat keras hingga mengangkat genting dan asbes rumah. Kami semua lari keluar rumah karena takut bangunan roboh,” ujar Ahmad, salah satu warga Desa Silomukti yang bagian dapur rumahnya hancur tertimpa pohon.
Dampak Kerusakan
Dari 16 rumah yang terdampak, lima di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan konstruksi utama. Selain pemukiman, fasilitas umum di kawasan pasar juga tidak luput dari kerusakan. Beberapa lapak pedagang porak-poranda, sementara material bangunan yang terbawa angin berserakan di jalan raya.
Selain merusak hunian, amukan angin ini menyebabkan sejumlah pohon besar di sepanjang jalur utama pantura tumbang. Hal ini sempat memicu kemacetan panjang karena batang pohon melintang di tengah jalan nasional, menghalangi kendaraan yang melaju dari arah Surabaya menuju Banyuwangi.
Penanganan Darurat
Aparat desa setempat bersama personel TNI, Polri, dan relawan BPBD Situbondo langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah angin mereda. Dengan bantuan warga, petugas mulai mengevakuasi batang pohon menggunakan gergaji mesin (chainsaw) untuk memulihkan akses lalu lintas.
Kepala Desa Silomukti menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang tertimbun reruntuhan dan memberikan tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati. “Data sementara ada 16 rumah, kami masih terus menyisir dusun-dusun lain untuk memastikan jumlah pasti korban terdampak materiil,” jelasnya.
Himbauan Kewaspadaan
Pihak berwenang mengimbau masyarakat Situbondo untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk memangkas dahan pohon yang terlalu rimbun di dekat rumah dan segera mencari tempat perlindungan yang kokoh jika melihat gumpalan awan gelap berbentuk corong.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ekonomi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Petugas PLN juga tengah berupaya memulihkan jaringan listrik di beberapa titik yang terputus akibat tertimpa dahan pohon.
( laili)
