JEMBER – Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin barat kencang melanda perairan selatan Jember. Kondisi ini membuat ribuan nelayan di kawasan Puger hingga Watu Ulo terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.

Pantauan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, Rabu (17/12/2025), suasana tampak lengang. Ratusan perahu dan kapal motor nelayan terlihat bersandar rapi di dermaga. Aktivitas bongkar muat ikan yang biasanya ramai nyaris tak terlihat. Para nelayan memilih memperbaiki jaring atau sekadar duduk di pesisir pantai menunggu cuaca membaik.
Seorang nelayan senior asal Watu Ulo mengatakan, kondisi angin barat tahun ini jauh lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Angin kencang datang tiba-tiba dengan gelombang tinggi yang membahayakan perahu kecil.
“Gelombang bisa sampai 3 sampai 4 meter di tengah laut. Kalau kami memaksakan melaut, risikonya nyawa. Jadi lebih baik tidak berangkat,” ujarnya.
Tak melaut berarti tanpa pemasukan. Banyak nelayan kini kehilangan pendapatan harian dan terpaksa mencari pekerjaan sampingan sebagai buruh serabutan atau mengandalkan tabungan yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dampak lain dari berhentinya aktivitas melaut adalah kelangkaan ikan di pasaran. Pasokan ikan segar di TPI Puger menurun drastis dan sebagian hanya mengandalkan kiriman dari luar daerah.
Akibatnya, harga ikan melonjak tajam. Ikan tongkol, binatu, hingga layur mengalami kenaikan harga hingga 40-60 persen. Ikan yang biasanya dijual Rp 20 ribu per kilogram kini tembus Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram.
Kondisi ini juga memukul penjual ikan keliling. Mereka kesulitan mendapatkan stok dengan harga terjangkau. Banyak yang memilih berhenti berjualan karena takut merugi.
“Modal kami kecil. Kalau harga sudah mahal dari TPI, kami bingung mau jual berapa ke pelanggan. Ikan juga susah dapat, kalah sama pedagang besar,” kata salah satu penjual ikan motoran di Jember Selatan.
Sementara itu, pihak BMKG dan otoritas pelabuhan terus mengimbau nelayan agar tidak memaksakan diri melaut. Berdasarkan peringatan BMKG, angin barat di perairan selatan Jawa sedang berada pada puncaknya dan berpotensi menimbulkan gelombang tinggi serta rob di wilayah pesisir.
Warga pesisir Jember diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini. Hingga angin barat mereda, masyarakat harus bersabar dengan terbatasnya pasokan ikan dan tingginya harga di pasaran.
( laili)
