JEMBER — Direktur Utama Perumda Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember, Sofyan Sauri, S.M., M.M., memberikan penjelasan terkait dampak musim penghujan terhadap produksi kopi dan karet di lingkungan PDP Kahyangan. Hal itu disampaikannya saat menjawab lima pertanyaan dari awak media, Selasa 10/12/2025
Sofyan membenarkan bahwa kondisi cuaca saat ini berpengaruh terhadap hasil panen. “Tentu ada pengaruh. Musim penghujan pasti berdampak pada produksi, baik kopi maupun karet,” ujarnya.
Namun demikian, faktor kualitas tidak sepenuhnya terdampak. Untuk komoditas kopi, masa panen telah lewat sehingga curah hujan tidak lagi memengaruhi kualitas biji. “Kalau kopi, quality tidak terpengaruh karena sudah lewat masa panennya,” jelasnya.
Sementara untuk karet, hujan dapat memengaruhi kadar getah. “Kadar getah karet ini juga dipengaruhi oleh curah hujan, terutama kadar keringnya,” tambah Sofyan.
Terkait kendala yang dihadapi para pekerja di kebun, Sofyan meluruskan bahwa pihaknya menyebut mereka sebagai pekebun atau penyadap, bukan petani. Menurutnya, gangguan terbesar terjadi ketika hujan turun pada malam hari hingga pagi. “Kalau hujan terjadi sekitar pukul 12 malam ke atas, itu pasti tidak ada produksi. Berbeda kalau hujan sore atau siang, masih bisa disiasati,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas produksi, Sofyan menegaskan bahwa kualitas hasil tetap dapat dikendalikan melalui proses pabrik. “Secara kualitas, baik musim hujan maupun kemarau, kami jaga. Yang paling tergantung cuaca itu aktivitas penyadap di lapangan. Kalau getah tercampur air, jelas mengganggu,” katanya.
Di akhir penjelasan, Dirut PDP Kahyangan menyampaikan harapan kepada para pekebun agar tetap mengoptimalkan produksi selama musim penghujan. “Mudah-mudahan selama puncak musim hujan tidak turun hujan malam atau pagi karena itu sangat mengganggu proses penyadapan. Kalau hujan tengah malam atau dini hari, pekebun pasti tidak bisa bekerja karena batang karet basah,” tuturnya.
Ia juga mengimbau pekebun tetap semangat bekerja di kondisi hujan siang atau sore, demi menjaga kontribusi utama karet terhadap pendapatan perusahaan. “Tetap optimalkan produksi, karena bagaimanapun karet adalah ujung tombak pendapatan PDP,” pungkasnya.
( erman)
