Penulis: Antv7

  • Semarak HUT ke-80 RI, Desa Tugusari Jember Gelar Karnaval Budaya Nusantara

    Semarak HUT ke-80 RI, Desa Tugusari Jember Gelar Karnaval Budaya Nusantara

    Semarak HUT ke-80 RI, Desa Tugusari Jember Gelar Karnaval Budaya Nusantara

    JEMBER, ANTV7 – Suasana semangat kemerdekaan terasa membahana di Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Sabtu (20/9/2025). Pemerintah Desa Tugusari sukses menggelar karnaval umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan perhelatan bertema “Budaya Tugusari Nusantara” yang menampilkan ragam kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

    Karnaval ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, hingga perwakilan dusun. Setiap rombongan menampilkan kostum unik, dekorasi kreatif, dan koreografi yang memukau. Antusiasme warga begitu terasa ketika konvoi karnaval yang membentang sepanjang empat kilometer dari Dusun Krajan menuju Lapangan Baru Tugusari Nusantara melintasi jalan utama desa.

    Suasana semakin semarak dengan dukungan sound system horeg yang menggema sepanjang jalannya acara. Tidak hanya sebagai hiburan, karnaval ini juga menjadi ajang kebersamaan sekaligus sarana memperkuat identitas budaya lokal yang berpadu dengan keragaman nusantara.

    Kepala Desa Tugusari, Ahkmat Khoiri SH, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat atas partisipasi dan gotong royong yang luar biasa. Ia menegaskan, keberhasilan acara ini merupakan hasil kerja bersama dan semangat persatuan warga. “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Tugusari yang begitu antusias dan kompak memeriahkan karnaval ini,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Khoiri berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada perayaan semata, tetapi juga memberi manfaat nyata. “Semoga karnaval ini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga, khususnya para pelaku UMKM di Desa Tugusari,” pungkasnya.

    ( erman)

  • PDI Perjuangan Jember Terjunkan 60 Kader Gerakkan Percepatan Penurunan Stunting

    PDI Perjuangan Jember Terjunkan 60 Kader Gerakkan Percepatan Penurunan Stunting

    PDI Perjuangan Jember Terjunkan 60 Kader Gerakkan Percepatan Penurunan Stunting

    Jember, ANTV7 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menggelar pelatihan 60 kader penggerak percepatan penurunan stunting di Kantor DPC, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan bertajuk PDI Perjuangan Bersama Lawan Stunting ini menjadi bentuk komitmen nyata partai dalam mendukung program nasional menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen.

    Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, menjelaskan bahwa prevalensi stunting di Jember masih tinggi, mencapai 30 persen berdasarkan survei SSGI 2024. Dari jumlah tersebut, enam persen masuk kategori parah. “Politik bagi kami adalah kehidupan, dan dalam kehidupan ada persoalan kualitas generasi. Karena itu, kami ingin berkontribusi agar angka stunting bisa benar-benar menurun,” ujarnya.

    Sebagai langkah awal, kader yang sudah diseleksi dan diberi pelatihan khusus akan diterjunkan di Kecamatan Sukorambi sebagai pilot project, kemudian menyusul wilayah lain seperti Pakusari, Sumbersari, Patrang, dan Arjasa. Program ini diawali dengan pendataan remaja putri yang rentan menikah dini, serta edukasi penyebab stunting bersama puskesmas, kader posyandu, dan tokoh masyarakat.

    Widarto menegaskan bahwa penanganan akan difokuskan pada pencegahan di hulu, sementara kasus stunting yang sudah terjadi ditangani oleh tenaga kesehatan. Upaya ini, menurutnya, juga sejalan dengan Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang mendorong kolaborasi lintas sektor. “Kami targetkan penurunan stunting di Jember hingga lima persen, terutama di wilayah pilot project,” katanya.

    Meski bukan partai pengusung, PDI Perjuangan Jember menegaskan tetap mendukung program pemerintahan Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait. “Kami bergerak dengan semangat gotong royong, tanpa anggaran APBD. Ini adalah langkah konkret untuk menjadikan Jember lebih baik ke depan,” pungkas Widarto.

    ( erman)

  • Kemiskinan Jember Turun Tajam, dalam Satu Dekade di Era Bupati Fawait

    Kemiskinan Jember Turun Tajam, dalam Satu Dekade di Era Bupati Fawait

     

    JEMBER – Angka kemiskinan di Kabupaten Jember tercatat mengalami penurunan signifikan dalam tujuh bulan pertama kepemimpinan Bupati Fawait bersama Wakil Bupati Djoko. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin berkurang 8.001 jiwa, dari 224.077 menjadi 216.076 orang. Penurunan ini disebut sebagai yang tertinggi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

     

    Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Regar Jeane Delaen Nangka, S.STP., M.Si, menegaskan pencapaian tersebut tak lepas dari program pro rakyat kecil yang diluncurkan Bupati. Sejumlah indikator ekonomi dan sosial juga menunjukkan perbaikan signifikan, sehingga dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

     

    “Dalam waktu tujuh bulan Gus Bupati dan jajaran sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan, secara persentase, terendah selama sepuluh tahun terakhir,” ujar Regar usai rapat koordinasi bersama BPS, BPJS Kesehatan, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Rabu (17/9/2025).

     

    Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan Jember turun dari 9,01 persen pada 2024 menjadi 8,67 persen pada 2025, atau berkurang 0,34 persen. Program Universal Health Coverage (UHC), Gus’e Peduli Kesehatan, insentif guru ngaji, beasiswa, hingga bantuan sosial lain disebut sebagai motor utama penurunan kemiskinan.

     

    Sebelum kepemimpinan Fawait, Jember menempati posisi terendah kedua se-Jawa Timur dalam angka kemiskinan. Kini, kemiskinan ekstrem di Jember tercatat sebagai yang terendah nomor satu di provinsi, sekaligus menjadi bukti nyata perubahan yang dijanjikan saat kampanye.

     

     

    ( erman)

  • Desa Plalangan Genjot Revitalisasi Kelompok Tani dan Perikanan, Dorong Ekonomi Jember Lebih Kuat

    JEMBER, ANTV7. COM – Kepala Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Sofyan Zulkarnaen Malik menegaskan bahwa perputaran roda perekonomian di kota sesungguhnya sangat bergantung pada suplai dari desa. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan perubahan dan perbaikan di berbagai sektor, khususnya pertanian dan perikanan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

     

    Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan evaluasi dan revitalisasi terhadap kelompok-kelompok tani di tingkat bawah. Menurut Sofyan, selama ini banyak kelompok tani yang tidak berjalan optimal sehingga para petani kurang mendapatkan pendampingan yang memadai. “Kami ambil sikap dengan merevitalisasi kelompok tani agar lebih maksimal dalam mendampingi anggotanya,” jelasnya.

     

    Selain pembenahan kelompok tani, Desa Plalangan juga fokus pada perbaikan infrastruktur pertanian, seperti sistem irigasi dan jalan usaha tani. Hal ini penting mengingat mayoritas warga desa berprofesi sebagai petani dan buruh tani. “Kalau hasil pertanian tidak maksimal, otomatis akan memengaruhi stabilitas ekonomi kota. Sebaliknya, kalau desa bisa menghasilkan pertanian yang optimal, Insya Allah ekonomi kota juga stabil,” tambah Sofyan.

     

    Tak hanya mengandalkan pertanian, Desa Plalangan juga mengembangkan sektor perikanan. Dengan dukungan dari dinas perikanan, pemerintah desa memberikan bantuan kolam terpal kepada warga untuk meningkatkan produksi ikan. Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat sekitar dengan harga terjangkau sekaligus menambah pendapatan warga.

     

    Untuk memperkuat nilai tambah, pemerintah desa juga bersinergi dengan rumah desa sehat dan kelompok ibu PKK. Mereka diberikan pelatihan untuk mengolah hasil pertanian dan perikanan menjadi produk UMKM, seperti abon ikan atau olahan pangan kreatif lainnya. “Dengan begitu, produk desa tidak hanya dijual mentah, tapi juga bisa diolah sehingga meningkatkan daya saing dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

     

    Meski demikian, Sofyan mengakui program ini tidak lepas dari hambatan. Sebagian masyarakat belum langsung percaya dan perlu bukti nyata. Karena itu, pemerintah desa melakukan uji coba pada kelompok tertentu sebagai contoh bagi yang lain. Ke depan, pihaknya berharap masyarakat lebih berinovasi di era digital, termasuk memanfaatkan potensi baru seperti tanaman kedelai yang kini terbukti lebih menguntungkan daripada padi dan jagung.

     

     

    Pewarta: erman

  • MOMENT HARI ULTAH SATLANTAS POLRES JEMBER MEMBERIKAN SIM GRATIS UNTUK 25 KHUSUS PENYANDANG DISABILITAS

    MOMENT HARI ULTAH SATLANTAS POLRES JEMBER MEMBERIKAN SIM GRATIS UNTUK 25 KHUSUS PENYANDANG DISABILITAS

    Jember.ANTV – Dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan inklusif dengan memberikan fasilitas pembuatan SIM D gratis kepada 25 penyandang disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Satlantas Polres Jember, bekerja sama dengan Bank BRI sebagai mitra pendukung. Rabu (17/9/2025)

    Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian Satlantas terhadap kelompok difabel yang kerap terpinggirkan dalam akses pelayanan publik, khususnya di bidang lalu lintas dan transportasi.

    Wakapolres Jember, Kompol Ferry Darmawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Satlantas untuk memberikan pelayanan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

    “Sebelum proses pencetakan SIM dilakukan, para peserta diberikan pelatihan intensif mengenai peraturan lalu lintas dan teknik dasar berkendara. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan rambu-rambu jalan serta etika berkendara yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Wakapolres Jember Kompol Ferry Darmawan.

    Wakapolres mengatakan, tidak hanya teori, para penyandang disabilitas juga mengikuti praktik langsung menggunakan motor yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan. Kegiatan praktik ini dilakukan di area uji SIM Satlantas Polres Jember dengan pengawasan langsung dari instruktur yang berpengalaman.

    “Hasilnya sangat membanggakan. Seluruh peserta menunjukkan kemampuan yang memadai dan dinyatakan layak untuk mendapatkan SIM D. Ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk berkendara dengan aman dan sesuai aturan hukum,” ungkapnya.

    Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember, di antaranya Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, dan Rambipuji. Mereka datang dengan membawa kendaraan masing-masing yang telah disesuaikan secara teknis agar aman digunakan.

    Kompol Ferry menambahkan bahwa antusiasme para peserta sangat tinggi. Mereka mengikuti seluruh tahapan dengan serius, mulai dari teori hingga praktik, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan teknis.

    Salah satu peserta, Hermanto, warga Kaliwates, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia mengaku senang bisa mendapatkan SIM secara resmi dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan di masa mendatang.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satlantas Polres Jember. Pelayanannya sangat baik dan penuh perhatian kepada kami para penyandang disabilitas. Semoga ke depan lebih banyak lagi difabel yang bisa merasakan manfaat seperti kami hari ini,” ujarnya.

    Ke depan, Satlantas Polres Jember berencana untuk terus menggelar program serupa secara berkala. Hal ini sejalan dengan tujuan Polri dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan inklusif bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali

    ( syahroni)

  • Jogo Jatim Polres Probolinggo Optimalkan Sistem Keamanan Mandiri Melalui Satkamling

    Jogo Jatim Polres Probolinggo Optimalkan Sistem Keamanan Mandiri Melalui Satkamling

    PROBOLINGGO, antv7 – Warga jaga warga terus digelorakan oleh Polres Probolinggo Polda Jawa Timur untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, ketertiban serta kenyamanan masyarakat.

    Langkah tersebut dilakukan oleh Polres Probolinggo Polda Jatim salah satunya dengan mengoptimalkan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).

    Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif disela kunjungannya ke Pos Satkamling Dusun Krajan RT 03 RW 02 Desa Pondok Kelor Kecamatan Paiton, Selasa malam (16/9/25).

    Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif mengatakan pentingnya pos Satkamling yang nyaman agar warga terdorong ikut berjaga dan berinteraksi sosial.

    “Satkamling ini sangat penting sebagai benteng pertama penjaga keamanan di desa,” ujar AKBP Latif

    Melalui Satkamling ini kata AKBP Latif, akan tercipta warga jaga warga, aparat bersinergi dengan masyarakat, sehingga solidaritas yang nyata itu akan mewujudkan Kamtibmas yang terkendali.

    Sementara itu Kasatkamling Desa Pondok Kelor Adi Sulaiman menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Kapolres Probolinggo.

    Ia menegaskan bahwa Satkamling Desa Pondok Kelor sebelumnya telah berhasil meraih Juara 1 Satkamling tingkat Kabupaten Probolinggo pada tahun 2023 berkat sinergitas antara Polri, TNI, dan pemerintah desa.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri yang telah menjalin sinergitas yang sangat baik dengan kami sehingga kamtibmas ditempat kami selalu kondusif,” kata Adi Sulaiman.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pondok Kelor Federicks Ade Candrha menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun sistem keamanan desa dengan memasang 18 titik CCTV yang tersebar di pemukiman maupun kawasan pesisir.

    “CCTV ini berfungsi tidak hanya untuk memantau keamanan, tetapi juga sebagai deteksi dini bencana rob,” kata Federich.

    Ia mengatakan keberadaan CCTV ini terbukti efektif menekan angka kriminalitas, khususnya kasus pencurian hewan yang kini sudah nihil.

    Keberadaan 18 titik CCTV yang terintegrasi di kantor desa sangat membantu aparat dalam mendeteksi maupun mengungkap tindak kejahatan.

    Usai memberikan arahan, Kapolres Probolinggo bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau server CCTV di Kantor Desa Pondok Kelor.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Probolinggo Kompol Haris Darma Sucipto, pejabat utama, forkopimka Paiton, Kepala Desa Pondok Kelor Federicks Ade Candrha, perangkat desa, Karang Taruna, Linmas, serta Kepala Satkamling Desa Pondok Kelor beserta anggota.

    ( erman)

  • Mencegah Stunting di Desa Sukorejo Beri Penyuluhan pada ketua RT rw dan masarakat desa sukorejo

    Mencegah Stunting di Desa Sukorejo Beri Penyuluhan pada ketua RT rw dan masarakat desa sukorejo

    Jember Jawa timur menekan angka stunting, Desa Sukorejo di Kecamatan Sukowono rutin mengadakan penyuluhan bagi calon pengantin (cantin). Agenda tahunan yang didanai oleh anggaran dana desa ini kembali digelar pada selasa (15/9/2025) dan kali ini berkolaborasi dengan RT Rw Kolaboratif yang diamanahkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

    Kepala Desa Sukorejo p rudianto , menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan langkah strategis untuk mengentaskan stunting dari bawah yaitu dari pernikahan.

    Kalau tidak ada pernikahan dini, saya kira angka stunting bisa kita tekan,” ujarnya.
    Dalam kegiatan ini, pihaknya menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukowono, dan Puskesmas. Materi yang disampaikan mencakup persiapan pernikahan yang ideal, kesehatan reproduksi, serta pemahaman tentang undang-undang pernikahan.

    Rudianto
    menambahkan bahwa penyuluhan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai usia ideal pernikahan. Meskipun undang-undang menetapkan batas usia minimal 19 tahun untuk pria dan wanita, pihak DP3AKB menargetkan usia ideal pernikahan di 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
    Saat ini, Desa Sukorejo mencatat ada 19 anak yang tergolong stunting. Dengan adanya penyuluhan ini, rudianto berharap angka tersebut dapat terus menurun hingga mencapai target zero stunting.

    Pewarta ( Rny)

  • Ervan Priambodo Jadi Satu-satunya Kandidat Ketua KONI Jember 2025-2029

    Ervan Priambodo Jadi Satu-satunya Kandidat Ketua KONI Jember 2025-2029

    JEMBER – antv7. Proses penjaringan dan penyaringan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember periode 2025-2029 memasuki tahap akhir. Dari seluruh tahapan pendaftaran yang dibuka panitia, hanya satu nama yang secara resmi menyerahkan berkas, yaitu Ervan Priambodo. Ia didukung oleh 24 cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Jember.

    Pendaftaran Ervan dilakukan pada Selasa (16/9/2025). Tim pendaftar yang dipimpin oleh Sri Rahayu menyampaikan optimismenya terkait dukungan besar yang diperoleh. “Ada 24 cabor yang mendukung, dan semuanya sudah kami serahkan ke panitia,” ujarnya.

    Sri Rahayu berharap proses berikutnya dapat berjalan lancar hingga tahap pemilihan resmi. “Semoga pada 11 Oktober 2025 nanti, semua berjalan sesuai harapan dan Pak Priambodo bisa memimpin KONI Jember,” tambahnya.

    Dukungan terhadap Ervan, menurut Sri Rahayu, didasari oleh rekam jejaknya di dunia olahraga. Selain dinilai memiliki loyalitas tinggi, Ervan juga dianggap mampu memberikan energi baru karena masih berusia relatif muda serta memiliki kemampuan finansial untuk menunjang perkembangan olahraga di Jember.

    Lebih jauh, Sri Rahayu menegaskan bahwa Ervan sejalan dengan program yang telah digagas oleh Gus Fawait. Hal ini, katanya, menjadi nilai tambah yang membuat para pengurus cabor yakin bahwa di bawah kepemimpinan Ervan, prestasi olahraga Jember akan semakin meningkat.
    ( syahroni)

  • Sri Mulyani Lengser, Indonesia Masuki Babak Baru Ekonomi Global

    Sri Mulyani Lengser, Indonesia Masuki Babak Baru Ekonomi Global

    antv7 – Presiden Prabowo Subianto akhirnya merombak kabinet dengan mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani. Keputusan mengejutkan ini bukan karena skandal atau kegagalan teknis, melainkan karena arah kebijakan fiskal yang dianggap tidak lagi sejalan dengan visi baru pemerintah.

    Sri Mulyani selama ini dikenal sebagai sosok disiplin yang menjaga citra Indonesia di mata Barat. Dengan pendekatan khas IMF dan Bank Dunia, ia menekankan defisit rendah, tax ratio, hingga menjaga “kepercayaan investor”. Namun, dalam dinamika global yang berubah cepat, pendekatan itu dinilai mulai tidak cukup untuk menopang ambisi besar Indonesia.

    Dalam waktu yang hampir bersamaan, Prabowo baru saja kembali dari kunjungan ke Beijing dan Moskow. Pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping dan Vladimir Putin diyakini membawa sinyal penting: Indonesia bersiap menggeser orientasi ekonomi dari Barat menuju Timur, khususnya melalui kolaborasi dengan BRICS+.

    Penggantian Sri Mulyani disebut banyak pengamat sebagai langkah “reset fiskal”. Pemerintah ingin lebih leluasa membelanjakan anggaran untuk rakyat, memperbesar investasi strategis di sektor pangan, energi, dan industri, serta tidak lagi terlalu terikat pada aturan ketat Washington.

    Tren ini sejalan dengan perubahan global. IMF mulai kehilangan pamor di banyak negara berkembang, sementara BRICS+ makin percaya diri menawarkan skema kerja sama baru. Indonesia tidak ingin lagi sekadar menjadi “tamu VIP” dalam forum Barat, melainkan aktor utama di meja ekonomi dunia.

    Meski begitu, arah baru ini membawa tantangan. Masuknya investasi besar dari China dan Rusia bisa mempercepat pembangunan, tetapi juga berpotensi menciptakan konfigurasi oligarki baru. Publik menunggu bagaimana pemerintah menjaga agar pertumbuhan tetap inklusif dan berpihak pada rakyat.

    Lengsernya Sri Mulyani menandai berakhirnya era disiplin fiskal ala IMF. Di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia memasuki babak “Soemitronomic” – sebuah arah baru yang menekankan kemandirian, keberanian membelanjakan anggaran, dan orientasi strategis ke Timur. Babak ini akan menentukan wajah ekonomi Indonesia di era global yang tengah bergeser.

    ( erman)

  • Jemput Bola Perekaman KTP-el, Disdukcapil Jember Hadirkan “Jempol Disko” di SMAN 5 dan SMKN 4

    Jemput Bola Perekaman KTP-el, Disdukcapil Jember Hadirkan “Jempol Disko” di SMAN 5 dan SMKN 4

    JEMBER – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember kembali menggelar inovasi layanan administrasi kependudukan dengan program Jempol Disko (Jemput Bola Perekaman di Sekolah). Kali ini, layanan tersebut hadir di SMA Negeri 5 Jember dan SMK Negeri 4 Jember, Senin (15/9/2025).

    Ratusan siswa mengikuti kegiatan ini, khususnya mereka yang telah memasuki usia 17 tahun. Program Jempol Disko memungkinkan siswa melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) langsung di sekolah, tanpa perlu datang ke kantor Disdukcapil.

    Kepala Disdukcapil Jember, Bambang Saputro, menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan adminduk kepada generasi muda. “Kami berharap program ini dapat meningkatkan kepemilikan KTP-el bagi pemula serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan,” ujarnya.

    Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 5 Jember, Muhammad Luthfi Helmi, menilai program ini sangat tepat sasaran. “Sudah seharusnya siswa yang cukup umur segera memiliki identitas resmi. Kehadiran Disdukcapil dengan program Jempol Disko benar-benar pas dengan kebutuhan kami,” ucapnya.

    Senada, Kepala SMK Negeri 4 Jember, Suyadi, berharap kegiatan ini berlanjut setiap tahun. Menurutnya, perekaman KTP-el di sekolah memudahkan siswa dalam mengakses layanan publik. “Begitu genap 17 tahun, anak-anak bisa langsung memegang KTP-el. Program ini jangan berhenti sampai di sini,” katanya.

    Dalam pelaksanaan di SMK 4, Disdukcapil Jember juga menurunkan armada layanan keliling Monalisa untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar. Dari dua sekolah tersebut, tercatat total 140 siswa berhasil melakukan perekaman KTP-el dalam satu hari.

    ( erman)