BANYUWANGI — Aktivis asal Banyuwangi, M. Yunus Wahyudi, membantah berbagai tuduhan yang beredar di media sosial terkait aktivitas advokasi yang dilakukannya. Ia menilai narasi yang menyebut gerakan yang dipimpinnya tidak berdasar sebagai informasi yang keliru dan tidak mencerminkan kondisi di lapangan.
Dalam keterangannya, Yunus menyoroti sejumlah pemberitaan dari pihak luar, termasuk yang dikaitkan dengan media bernama Swanews. Ia menolak anggapan bahwa aksi yang dilakukan bersama rekan-rekannya hanya sebatas wacana tanpa langkah konkret.
“Apa yang dituduhkan kepada kami di media sosial itu tidak benar. Narasi yang menyebut perjuangan kami hanya ‘omon-omon’ tidak sesuai dengan realita di lapangan,” ujar Yunus.
Menurut Yunus, berbagai pernyataan dan orasi yang disampaikan oleh kelompoknya selama ini didasarkan pada data dan temuan langsung. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap para aktivis dan jurnalis yang dinilainya konsisten menyuarakan isu-isu publik berdasarkan fakta.
Ia menilai, munculnya narasi negatif di ruang digital tidak lepas dari upaya pihak tertentu untuk memengaruhi opini publik. “Ada upaya menggiring opini yang justru mengaburkan substansi persoalan yang sedang kami perjuangkan,” katanya.
Yunus mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa upaya advokasi yang dilakukan akan terus berjalan dengan mengedepankan data dan fakta lapangan.
“Kami akan tetap berjalan secara terukur dan berbasis temuan nyata demi kepentingan masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.
( laili black)

Tinggalkan Balasan