Penulis: erman wahyu

  • Menembus Pelosok Manggisan: KJJT Jember Salurkan Bantuan bagi kedua Lansia Sebatang Kara dan sakit kaki karena jatuh

    Menembus Pelosok Manggisan: KJJT Jember Salurkan Bantuan bagi kedua Lansia Sebatang Kara dan sakit kaki karena jatuh

     

    TANGGUL – Potret memilukan kemiskinan di pelosok Kabupaten Jember memicu aksi cepat dari insan pers. Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Satuan Wilayah Jember menyambangi Dusun Sungai Tengah, Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, untuk mengulurkan bantuan pangan kepada dua lansia yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan, Senin (12/1/2026).

     

    Kedua penerima manfaat tersebut adalah Ibu Nati, lansia berusia 76 tahun yang hidup sebatang kara di rumah tidak layak huni, serta Ibu Nisa yang kini mengalami sakit kaki nya krna jatuh. Ibu Nisa diketahui tidak lagi bisa berjalan akibat insiden jatuh yang dialaminya, dan karena tidak ada yang merawat, ia kini terpaksa tinggal di rumah tetangganya yang kondisinya juga serba terbatas.

     

    Hidup dalam Keterbatasan dan Rasa Khawatir

    Kondisi rumah Ibu Nisa dan Ibu Nati hampir serupa; bangunan semi-permanen dengan dinding anyaman bambu (gedek) yang sudah mulai rapuh. Tetangga yang merawat Ibu Nisa mengaku sangat khawatir dengan kondisi kesehatan sang lansia yang tak kunjung membaik tanpa adanya penanganan medis yang memadai.

     

    Saat tim KJJT Jember datang menyerahkan paket beras, suasana haru tak terbendung. Air mata bahagia mengalir di pipi kedua lansia tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan kepedulian para jurnalis yang bersedia menempuh jarak jauh demi memberikan perhatian.

     

    Tokoh Masyarakat Desak Pemerintah Tertibkan Data Bansos

    Aksi sosial ini juga memantik kritik dari tokoh masyarakat setempat. Bapak Saiful, saat diwawancarai di lokasi, melontarkan harapan besar agar jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat tidak menutup mata terhadap keberadaan warga yang benar-benar membutuhkan namun luput dari program bantuan.

     

    “Kami sangat berharap kepada seluruh jajaran pemerintahan agar bantuan dan program-program bansos itu betul-betul tepat sasaran. Orang-orang seperti Ibu Nati dan Ibu Nisa ini yang seharusnya diprioritaskan mendapat bantuan daerah maupun provinsi. Jangan sampai bantuan justru salah alamat sementara yang benar-benar membutuhkan malah terabaikan,” tegas Saiful.

     

    Aspirasi dan Harapan KJJT Jember

    Humas KJJT Jember, Togas Irianto, menyampaikan bahwa bantuan beras ini merupakan wujud syukur dan kepedulian anggota komunitas terhadap masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa KJJT akan terus menjadi jembatan informasi agar suara rakyat dari pelosok desa didengar oleh pengambil kebijakan.

     

    “Semoga beras ini bermanfaat dan membawa barokah. Kami berharap pemerintah, khususnya di Kabupaten Jember, bisa bergerak lebih dahulu dalam menunjukkan kepeduliannya kepada warga bawah. Dengan penanganan yang responsif dan tepat sasaran,

     

    kita harapkan tidak ada lagi keluhan masyarakat yang merasa ditinggalkan di masa depan,” pungkas Togas Irianto.

    Melalui gerakan ini, KJJT Jember mengingatkan bahwa tugas jurnalisme tidak hanya soal mengabarkan fakta, tetapi juga soal mengawal keadilan sosial bagi mereka yang tak berdaya.

    ( tim)

  • Jelang Pergantian Tahun, Pengunjung Pantai Pasir Putih Situbondo Membeludak

    Jelang Pergantian Tahun, Pengunjung Pantai Pasir Putih Situbondo Membeludak

    SITUBONDO, 28 Desember 2025 — Objek wisata Pantai Pasir Putih Situbondo mulai dipadati wisatawan dari berbagai daerah menjelang perayaan akhir tahun 2025. Meskipun terdapat laporan mengenai kenaikan tinggi gelombang air laut di sepanjang pesisir utara, hal tersebut tampaknya tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menghabiskan waktu libur mereka di pantai yang menjadi ikon Kabupaten Situbondo tersebut.

    Peningkatan jumlah pengunjung tahun ini dilaporkan jauh lebih signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Keramaian mulai terlihat sejak pagi hari di area bibir pantai, tempat parkir, hingga sejumlah fasilitas publik yang tersedia. Para wisatawan tidak hanya berasal dari lokal Situbondo, namun juga banyak didominasi oleh warga dari kabupaten tetangga.

     

    Salah satu pengunjung asal Ajung, Kabupaten Jember, Ibu Hasanah, mengaku sengaja memboyong keluarganya untuk berwisata ke Pasir Putih karena daya tarik suasana pantainya yang khas. Ia menilai, kenyamanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh pengelola saat ini sudah sangat baik dan kompetitif.

     

    “Suasana di pantai ini sangat seru dan asik untuk kumpul keluarga. Fasilitas yang ada di sini juga tidak kalah lengkap jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang pernah kami kunjungi. Meskipun ada kabar ombak sedang naik, kami tetap merasa nyaman selama tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” ujar Ibu Hasanah saat ditemui di sela-sela aktivitasnya bersama keluarga, Minggu (28/12).

     

    Pihak pengelola pantai memang terus berupaya meningkatkan daya tarik wisata guna menyambut momentum pergantian tahun. Berdasarkan informasi resmi dari panitia setempat, puncak kemeriahan malam tahun baru di Pasir Putih akan diwarnai dengan agenda besar berupa Festival Balon Lampion.

     

    Ratusan lampion direncanakan akan diterbangkan secara serentak di tepi pantai saat detik-detik pergantian tahun. Festival ini diharapkan menjadi daya tarik utama yang mampu menyatukan ribuan pengunjung dalam suasana yang meriah namun tetap syahdu. Pihak keamanan dan pengelola pun telah menyiagakan personel tambahan untuk memantau aktivitas di pinggir pantai guna memastikan keselamatan wisatawan di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

     

    Dengan adanya rangkaian acara menarik dan peningkatan fasilitas, Pantai Pasir Putih Situbondo diprediksi akan terus mengalami lonjakan pengunjung hingga hari pertama di tahun 2026 mendatang.

    ( Laili)

  • Komunitas Perseban Ajung Perkuat Jejaring Usaha Lewat Syukuran dan Silaturahmi

    Komunitas Perseban Ajung Perkuat Jejaring Usaha Lewat Syukuran dan Silaturahmi

    JEMBER – Komunitas pengusaha ban yang tergabung dalam Perseban menggelar kegiatan syukuran dan silaturahmi di kediaman Bapak Basit atau yang akrab disapa P. Alin, di Jalan MH Thamrin, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Sabtu (21/12/2025).

     

    Kegiatan yang berlangsung sekitar 50 meter di sebelah timur gerbang PTPN Ajung Gayasan ini dihadiri puluhan pelaku usaha ban dari berbagai wilayah di Jember dan sekitarnya. Acara tersebut menjadi momentum konsolidasi komunitas dalam memperkuat jejaring bisnis di tengah dinamika sektor otomotif yang terus berkembang.

     

    Sebagai tuan rumah, P. Alin membuka kediamannya sebagai ruang temu para “juragan ban” untuk mempererat persaudaraan sekaligus menyamakan visi dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. Suasana acara berlangsung khidmat namun penuh keakraban, diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran usaha yang telah dijalani.

     

    Lokasi kegiatan yang berada di jalur utama Jalan MH Thamrin dinilai strategis dan memiliki makna simbolis. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu jalur logistik penting di Kabupaten Jember, sehingga dipandang tepat menjadi titik temu para pelaku usaha jasa dan perdagangan, khususnya sektor ban.

     

    Salah satu anggota komunitas Perseban menyampaikan bahwa kegiatan syukuran dan silaturahmi semacam ini sangat penting untuk menjaga soliditas antaranggota. Selain mempererat hubungan personal, forum informal ini juga dimanfaatkan untuk bertukar informasi terkait pasokan ban, perkembangan teknologi, hingga tantangan usaha yang dihadapi pada tahun 2025.

     

    “Dengan silaturahmi seperti ini, kami bisa saling mendukung dan berbagi solusi. Persaingan tetap ada, tapi semangat kebersamaan dan guyub rukun jauh lebih utama,” ujarnya.

     

    Hingga acara berakhir, suasana kekeluargaan tetap terasa kuat. Komunitas Perseban berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin sebagai upaya memperkokoh jejaring bisnis lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jember.

    ( Laili)

  • Dua Desa di Bangsalsari Salurkan Bantuan Sembako dari Dinsos dan Bulog

    Dua Desa di Bangsalsari Salurkan Bantuan Sembako dari Dinsos dan Bulog

    JEMBER – Dua desa di Kecamatan Bangsalsari, yakni Desa Petung dan Desa Tisnogambar, menyalurkan bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng kepada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran berlangsung di balai desa masing-masing pada Jumat, 21 November 2025, dan menjadi angin segar bagi warga di tengah melonjaknya harga beras di pasaran.

     

    Bantuan dari Dinas Sosial yang bekerja sama dengan Bulog Jember ini berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 kilogram untuk setiap penerima. Di Desa Petung, sebanyak 1.112 KPM telah terdaftar dan menerima paket sembako tersebut. Sementara itu, Desa Tisnogambar menyalurkan bantuan kepada 840 KPM sesuai data penerima resmi yang telah diverifikasi.

     

    Proses pembagian berlangsung tertib dan kondusif. Petugas dari Dinas Sosial bersama perangkat desa bekerja sama memastikan penyaluran berjalan lancar. Dalam kesempatan itu, salah satu perangkat desa menyampaikan bahwa seluruh penerima telah sesuai dengan data yang terdaftar dan diharapkan bantuan ini benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

     

    Aparat keamanan seperti Babinkamtibmas, Babinsa, serta Satpol PP Kecamatan Bangsalsari turut hadir memantau jalannya pembagian demi menjaga ketertiban dan memastikan kegiatan berjalan tanpa hambatan. Kehadiran aparat juga membantu mengatur alur antrean warga agar proses tetap aman dan nyaman.

     

    Program bantuan cadangan pangan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah. Petugas Dinsos berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan sehari-hari, mengingat situasi ekonomi yang masih menekan warga. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi dukungan nyata bagi keluarga yang membutuhkan di wilayah Bangsalsari.

    ( RNY – untung)